Summary : Rukia mengajak keluarga Kurosaki untuk tinggal di rumahnya. Seperti apa kehidupan baru keluarga itu? Kenapa Rukia bisa sendirian di rumah yang mewah bagaikan istana itu?

Disclaimer : Bleach selalu milik Kubo Taito-sensei. Sound of Destiny milik Mizuki Nana

Warning : Gaje, OOC, OC, Typo, Au, abal-abal

A/N : di fic ini, umur semua tokohnya sama kaya yang di anime aslinya (kecuali Rukia, dia 15 tahun. Kan di anime asli, dia sekitar 150 tahun. Wkwkwkwk tua amat, ya *di bankai Rukia*), makacih bwat Kurochi agitohana yang sudah menanyakannya ^^. Dan 1 hal lagi, Ai lupa mengucapkan hontou ni arigatou bwat Ephi-chan, karena judul fic ini berasal dari idenya Ephi-chan ^^

XXxxXX

Chapter 2 : New life

Sejak pertemuan pertama Rukia dengan Kurosaki's, mereka menjadi sangat dekat. Setiap hari setelah pulang sekolah dan pulang kerja, Rukia selalu datang ke rumah sakit menjenguk Masaki dengan membawakan makanan atau buah-buahan. Awalnya Kurosaki's menolak pemberian Rukia itu, tapi Rukia tetap memaksa. Walaupun Rukia membawakan makanan itu bukan bermaksud merendahkan, tapi tetap saja mereka merasa tidak enak.

1 minggu telah berlalu. Sudah saatnya Masaki keluar dari rumah sakit. Jam 1 siang, Rukia menjemput keluarga Kurosaki dengan mobil pribadinya. Sebuah mobil yang bisa dibilang mirip dengan limousine (Ai ga tahu nama-nama mobil) berwarna hitam legam yang sangat mewah. Kurosaki's sangat terkejut melihat mobil yang menjemput mereka. Memang mereka tahu kalau Rukia itu seorang penyanyi yang terkenal, tapi tidak terpikirkan kalau Rukia akan sangat sekaya raya itu. Apalagi setelah melihat Rumahnya. Dimata Kurosaki's, rumah Rukia bukanlah rumah, melainkan istana.

Saat baru melangkahkan 1 kaki masuk ke dalam rumah (baca : istana) Rukia, mereka sudah di sambut oleh 2 baris pelayan wanita dan pria. Para pelayan itu menyambut Rukia seperti biasa, " Okaerinasai, Rukia-sama. Youkoso, Kurosaki-sama."

"Terima kasih. Tolong antar mereka dan bawakan barang-barang mereka ke kamar masing-masing." Perintah Rukia kepada pelayan-pelayannya.

"Hai, Oujo-sama." Sahut semua pelayan berbarengan.

"Mereka akan mengantar kalian ke kamar yang akan kalian tempati. Ikuti saja mereka. Sebentar lagi waktunya makan siang. Nanti kalian makan duluan saja. Aku masih ada urusan, jadi tidak bisa makan besama kalian. Aku permisi dulu." jelas Rukia sambil berjalan menuju kamarnya.

"Sepertinya Rukia-chan sibuk sekali, ya." Kata Isshin.

"Hime-sama memang sangat sibuk. Selain tugas sekolah, Hime-sama juga memiliki jadwal syuting yang sangat padat dan sering menginap di tempat kerjanya. Karena itulah, anda jangan heran kalau Hime-sama tidak ada di rumah." Salah satu dari pelayan Rukia menjelaskan kesibukan Rukia sambil membawa barang-barang milik Kurosaki's ke kamar.

"Nah, ini kamar anda, Isshin-sama , Masaki-sama. Kamar yang itu untuk Karin-sama dan Yuzu-sama. Lalu kamar yang di sana adalah kamar untuk anda, Ichigo-sama." Tunjuk pelayan yang tadi ke arah kamar yang akan di tempati Kurosaki's.

"Arigatou, ehm…"

"Yumi desu. Nama saya Akagi Yumi."

"Arigatou, Yumi-san."

"Dou itashimashite. Ini merupakan kewajiban saya. Kalau anda memerlukan sesuatu, panggil saja kami melalui interphone yang ada di samping meja kamar anda. Salah satu dari kami akan segera datang membantu anda." Jelas Yumi.

"Baiklah. Maaf merepotkan." Masaki berterima kasih pada Yumi dengan senyum khasnya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu."

Yumi dan para pelayan yang lain pergi meninggalkan para Kurosaki's. setelah di antar ke kamar masing-masing, mereka segera merapikan barang-barang mereka.

XXxxXX

Malam telah tiba. Semua anggota keluarga Kurosaki sedang berkumpul di ruang keluarga, menonton acara favourit mereka. Di saat sedang asyik menonton, tiba-tiba terdengar suara pintu depan terbuka dan beberapa pelayan menuju ke sana. Tidak lama setelah itu, muncullah Rukia dari arah ruang depan.

"Rukia-chan, kamu baru pulang?" tanya Masaki dari sofa.

"Ya, begitulah. Hari ini aku mempunyai jadwal syuting yang cukup banyak. jadi baru bisa pulang sekarang."

"Tapi sekarang sudah jam 10. Apa kamu tidak lelah? Bekerja sampai malam begini tidak bagus untuk kesehatan, lho." Kata Isshin dengan wajah yang khawatir.

"Aku sudah terbiasa dengan pulang malam. Jadi tidak masalah. Oh, aku sampai lupa. Oji-sama, ada yang ingin kubicarakan denganmu. Bisa tidak anda ikut ke ruanganku?" Rukia bertanya dengan wajah yang cukup serius.

"Ya, boleh saja. Kalian, sudah waktunya untuk tidur. Segera ke kamar dan tidurlah yang nyenyak" perintah Isshin kepada keluarganya.

"Hai…" sahut Yuzu dan Karin bersamaan.

Ichigo, Masaki, Karin dan Yuzu segera menuju kamar mereka, sedangkan Isshin mengikuti Rukia di belakang. Setelah sampai di depan sebuah ruangan, Rukia mempersilahkan Isshin untuk masuk dan duduk di salah satu sofa yang ada di sana.

"Yumi, tolong buatkan kopi untuk Isshin-san dan susu cokelat dingin untukku."

"Hai, Ohime-sama."

Yumi keluar dari ruang kerja Rukia dan berjalan menuju dapur. Rukia dan Isshin yang berada di dalam ruangan itu segera memulai pembicaraan mereka.

"Apa yang ingin kamu bicarakan, Rukia-chan?"

"Aku ingin mengetahui suatu hal."

"Dan hal itu adalah?"

"Isshin-san… siapa yang memfitnah anda?" Rukia bertanya dengan wajah serius.

"Dia… kenapa kamu ingin tahu tentang hal itu?"

"Aku hanya ingin tahu saja. Seperti apa orang yang tega membuat hidup keluarga anda jadi seperti ini."

"Aku beritahu pun belum tentu kamu mengenalnya."

"Tidak masalah. Aku hanya ingin tahu saja, kok."

"Orang itu bernama…. Aizen Sousuke."

"Aizen— Sousuke?"

"Iya. Dia juga seorang dokter, sama sepertiku. Saat kami para dokter sedang mengadakan rapat, dia mengatakan kalau aku telah mengkorupsi uang pihak Rumah Sakit. Karena dia dikenal sebagai dokter yang sangat ramah dan baik hati, serta tidak pernah berbuat kesalahan, jadi semua orang percaya padanya. Aku pun di pecat. Dan malam harinya, saat kami sedang tidur, Yuzu yang sedang ke kamar mandi mencium bau asap. Entah dari mana api muncul dan membakar rumah kami. Yah, seperti itulah kira-kira sebagian besar masalah kami."

Rukia yang sejak tadi mendengarkan cerita dari Isshin hanya diam tidak bicara sedikitpun. Bahkan setelah Isshin selesai bercerita, dia masih diam seribu kata.

"Rukia-chan. Kau kenapa?"

"Ah, tidak apa-apa. Hanya sedang berpikir."

"Berpikir a—"

Tok Tok

Belum sempat Isshin bertanya, pintu ruang kerja Rukia di ketuk oleh Yumi yang membawakan pesanan Rukia.

"Hime-sama, ini pesanan anda." Yumi membawa nampan berisi kopi dan susu ke meja dan meletakkannya perlahan agar tidak tumpah.

"Arigatou, Yumi." Kata Rukia pelan.

"Arigatou, na, Yumi-chan." Isshin memberikan senyum lebarnya.

"Saya permisi."

Rukia dan Ishin mengambil cangkir berisi minuman itu dan meminum sedikit pesanan mereka. Suasana di ruangan itu sangat hening. Tidak ada yang bicara. Sampai akhirnya Rukia membuka mulutnya.

"Oji-sama. Bagaimana dengan sekolah Ichigo, Karin dan Yuzu?" tanya Rukia tiba-tiba.

"Itu.. mereka berhenti sekolah. Bagaimana kami bisa membiayai sekolah mereka di saat kehidupan kami seperti ini."

"Kalau begitu, aku akan membiayai sekolah mereka disini. Besok aku akan mengurus semua administrasi dan surat-surat yang diperlukan untuk kepindahan mereka ke sekolah di kota ini. Karin dan Yuzu akan masuk ke Sakakino Elementary School dan Ichigo akan satu sekolah denganku di Sakakino High School. Umur Ichigo 15 tahun juga, kan? Berarti dia bisa satu kelas denganku."

"Satu kelas? Bagaimana bisa kamu membuat Ichigo satu kelas denganmu?" Isshin sangat kebingungan mendengar hal itu. Bagaimana bisa seorang gadis kecil bisa mengatur kelas mana yang akan menjadi kelasnya Ichigo? Begitulah pikir Isshin.

"Itu hal mudah. Serahkan saja semuanya padaku." Kata Rukia pada Isshin dengan senyumnya yang sangat meyakinkan.

"Yah..kalau memang itu maumu, Rukia-chan…..oya, bagamana dengan kami?"

"Apanya?"

"Masa kami tinggal gratis disini? Tidak mungkin, kan?"

"Sebenarnya aku tidak masalah dengan kalian tinggal gratis. Memangnya kenapa dengan itu?" tanya balik Rukia dengan sangat polosnya.

"Kami jadi merasa tidak enak. Sudah di bayari biaya rumah sakit, di izinkan tinggal di istana juga. Kami bukan orang yang tidak tahu sopan santun atau berterima kasih, Rukia-chan."

"Hmm masalah ini aku sudah ada rencana."

"Rencana?"

"Yup. Oji-sama lihat saja nanti." Rukia memberikan senyum terbaiknya, senyuman yang menandakan kalau dia punya suatu rencana.

"Hahaha baiklah kalau itu maumu. Sudah malam, kamu pasti lelah, kan. Tidurlah. Oyasumi, Rukia-chan." Ujar Isshin sambil beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu kamar.

"Hai. Oyasumi, Oji-sama. Jangan lupa beri tahu anak-anakmu tentang sekolah mereka."

"Oke, oke."

Isshin pun berlalu. Setelah isshin menutup pintu kamar Rukia, senyuman Rukia memudar. Yang sekarang ada di wajahnya bukanlah senyuman, melainkan raut wajah yang penuh kebencian, dendam, amarah.

"Di Karakura, ya…." Gumam ukia pelan sambil memegang gelas yang berisi susu cokelatnya.

Tidak lama setelah berpikir sejenak, Rukia mengambil ponselnya dan menekan beberapa nomor lalu mengarahkan ponsel itu ke telinganya.

"Halo. Yoruichi-dono. Ini aku."

"Owh, Rukia-chan! Ada apa?"

"Ada hal yang harus aku beritahu padamu."

"Apa itu?"

"Aku tahu dimana orang itu berada."

"Benarkah! Dimana?"

"Rumah sakit kota Karakura."

XXxxXX

Esok paginya, suasana di rumah – Istana – Rukia menjadi sangat ramai dengan suara Yuzu. Kenapa bisa begitu?

"Kyaaa! Aku tidak sabar ingin sekolah lagi!" teriak Yuzu penuh semangat.

"Tenanglah Yuzu. Kau teriak-teriak seperti itu seakan-akan kau tidak pernah sekolah." Komentar kembarannya Yuzu, Karin, dari sofa yang ada di ruang tamu.

"Memangnya kau tidak bersemangat, Karin-chan?"

"Biasa saja"

"Karin-chan payah!" kata Yuzu sambil mengembungkan pipinya.

"Ya ya, terserah kau saja."

"Ohayouuuu girls!" entah dari mana, Isshin muncul dengan kecepatan kilat ke depan Karin.

"Ekh…. Jangan dekat-dekat tua bangka!" bentak Karin sambil memberikan tinju selamat pagi untuk ayahnya.

Alhasil, Isshin terpental ke dinding sebelah televise, mengagetkan salah satu pelayan yang sedang membersihkan TV itu.

"Kyaa!"

"Oh, anakku! Kenapa kau kejam sekali pada ayahmu ini!" Isshin memulai tangisan palsunya.

"Anu….. Isshin-sama, anda tidak apa-apa?" pelayan yang tadi menegur Isshin yang masih menangis meraung-raung.

"Of Course! Hanya pukulan seperti itu sih bukan apa-apa bagiku!" Isshin langsung bangkit berdiri dengan tegak dengan membusungkan dadanya ke depan, layaknya seorang tentara.

"Tadi itu tinju! Bukan pukulan!" teriak Karin dari tempatnya.

Tidak lama kemudian, Masaki turun dari tangga lantai dua dan menghampiri keluarganya.

"Aduh, aduh, pagi begini sudah ribut. Tidak enak kan kalau di dengar Rukia-chan."

"Tidak apa kok, Oba-sama. Aku malah lebih suka ramai begini dari pada sepi." Sahut Rukia dari lantai dua.

"Aaahh! Rukia-chan memang hebat!" teriak Isshin sambil berusaha memeluk Rukia.

BUAKKK

"Jangan sentuh Rukia!" Ichigo muncul dari belakang Rukia dan langsung melayangkan tinjunya ke wajah Isshin.

"OOHHH tidak! Kenapa semua anakku begitu kejam!"

"Miwa. Bisa tolong nyalakan tv. Ada berita yang ingin aku lihat." Pinta Rukia kepada Miwa, pelayan yang tadi sedang membersihkan tv.

"Hai, Rukia-sama."

Miwa segera menyalakan TV dan mencari-cari saluran yang sedang menyiarkan berita pagi. Setelah berhasil ditemukan, volume TV pun di perbesar agar bisa Rukia dengar (karena saat itu Rukia masih ada di lantai 2).

"Berita hari ini. Kepolisian Tokyo dini hari tadi telah melakukan penggeledahan di Rumah Sakit kota Karakura. Pihak kepolisian menduga bahwa buronan yang mereka cari ada di sana. Setelah di lakukan penyelidikan selama kurang lebih 2 jam, pihak kepolisian keluar dari Rumah sakit itu dengan tangan kosong. Ah, saya akan mencoba mewawancarai salah satunya. Maaf, pak, saya dari stasiun TV Tokyo, ingin bertanya tentang penggeledahan mendadak ini."

"Maaf, saya tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan anda. Saya sedang mengejar waktu."

"Memangnya anda sedang mencari siapa?"

"Yang pasti penjahat kelas atas. Kami sudah menyelidiki dia sejak bertahun-tahun yang lalu."

"Apakah sudah ditemukan?"

"Kami keluar dengan tangan kosong, berarti tidak ada yang berhasil kami dapatkan. Maaf, saya harus pergi sekarang."

"Eh, pak, tunggu dulu, pak! Maaf, pemirsa, sepertinuya hanya itu saja informasi yang bisa kami terima. Sekian dari saya, Kuriyama Saki, melaporkan dari tempat kejadian."

"Rumah sakit Karakura kan tempat dulu otou-san bekerja." Kata Yuzu setelah stasiun TV itu menyiarkan berita yang lain.

"Ada apa, ya disana?" Masaki bertanya dengan nada khawatir.

"Entahlah." Sahut Isshin dengan ekspresi tidak mengerti.

"Jadi dia berhasil kabur, ya." Gumam Rukia pelan agar tidak ada yang mendengar. Tapi sayangnya, telinga tajam Ichigo bisa mendengar apa yang dikatakan Rukia tadi.

"Siapa yang kau maksud, Rukia?"

"Hah? Ah, tidak, bukan siapa-siapa, kok." Rukia menjawab sambil tertawa nervous.

TV pun dimatikan, dan semuanya pergi menuju ruang makan untuk sarapan bersama.

XXxxXX

Suasana di ruang tamu tidak seperti biasanya. Tidak sepi lagi, melainkan jadi sangat ramai. Dengan berbagai lelucon yang keluar dari mulut Isshin, tinju, pukulan, dan tendangan yang dilancarkan Karin kepada ayahnya yang bodoh, suara tawa Masaki danYuzu. Tetapi, Rukia diam saja, terlihat sangat konsentrasi dengan makanannya.

"Ada apa, Rukia-chan?" Masaki yang menyadari kesunyian Rukia akhirnya bertanya.

"Ah, tidak apa-apa, kok, Oba-sama. Hanya ada yang sedang kupikirkan."

"Oh.. tapi jangan terlalu serius seperti itu. Nanti kepalamu bisa sakit kalau kebayakan berpikir." Sahut Isshin sambil tersenyum lebar hinga memperlihatkan giginya yang kuning *Author di bankai Isshin*

"Iya..maaf sudah membuat khawatir."

"Rukia-sama. Acara anda hari ini apa saja?" Yumi yang sejak tadi berada di samping Rukia bertanya.

"Hmm pagi ini sampai jam 4 sore sekolah, lalu pulangnya langsung menuju stasiun TV Sakura, malamnya latihan menari dengan group dance Haineko." Jawab Rukia sambil berpikir.

"Group dance Haineko! Maksudnya group dance terkenal yang dipimpin oleh Matsumoto Rangiku?" semangat Yuzu meledak saat mendengar nama Haineko keluar dari mulut Rukia.

"Iya, begitulah. Memangnya kenapa, Yuzu-chan?"

"Haineko adalah group dance terkenal kesukaanku! Penari-penarinya yang cantik dan seksi merupakan daya tarik utama group itu! Aku sangat mengagumi mereka! Rukia-nee, kau mengenal mereka, ya?" Yuzu menjelaskan tentang group itu dengan mata yang berbinar-binar.

"Hee…ternyata Yuzu-chan fans berat mereka, ya?" tanya Rukia agak terkejut. Anak SD suka dengan group Hainkeo? Apa tidak salah? Pikir Rukia.

"Sangat suka! Kalau sudah besar nanti, aku ingin jadi seperti merka."

"WHAT? Kau tidak salah, Yuzu-chan?" Rukia sangat terkejut dengan pengakuan Yuzu yang tiba-tiba.

"Berarti hari ini Rukia-chan akan tampil di TV, ya?" Masaki memutuskan untuk mengganti topic pembicaraan ke arah lain.

"Hm? Ya begitulah. Aku akan tampil di acara musik box Sakura jam 6 sore."

"Wah… kami harus menontonnya, ya. Benarkan, Ichigo?" Isshin menyahut sambil melirik Ichigo.

"Hah? Kenapa aku?"

"Ah, tidak~"

"Sudah waktunya berangkat. Ayo semua!" panggil Rukia kepada 3 anak Kurosaki.

"Hai!" sahut Yuzu dan Karin.

XXxxXX

Rukia, Ichigo, Karin dan Yuzu pergi ke sekolah di antar dengan supir Rukia. Setelah mengantar Karin dan Yuzu ke Sakakino Elementary School, giliran Rukia dan Ichigo ke Sakakino High School.

Sesampainya di sekolah, Rukia dan Ichigo segera turun dari mobil. Semua mata memandang dua sosok manusia yang baru saja turun dari mobil mewah itu. Semua mata itu juga sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Seorang Kuchiki Hime turun dari mobil mewahnya dengan seorang makhluk berambut orange?

"Siapa makhluk itu? Bisa-bisanya dia bersama dengan Rukia-sama?"

"Rukia-Hime! Siapa badut out?

"Keren juga ya dia"

"Anak baru, ya?"

Begitulah bisik-bisik siswa Sakakino High School. Masih ada banyak suara pertanyaan-pertanyaan yang tidak akan di jawab meskipun mereka bertanya.

Rukia dan Ichigo berjalan menuju pintu masuk sekolah itu. Semua siswa yang ada di jalan mereka segera menyingkir untk memberi jalan kepada Rukia.

Ichigo yang menyaksikan keadaan ini terkagum-kagum dengan kedudukan Rukia di sekolah terkenal ini.

"Akan aku antar kau ke ruang kepala sekolah." Kata Rukia, mengeluarkan Ichigo dari pikirannya.

"Hah? Oh, iya. Terima kasih."

"Tidak perlu sungkan."

XXxxXX

"Nah, ini ruangannya." Kata Rukia setelah tiba di ruang kepala sekolah.

Rukia segera mengetuk pintu itu dan segera masuk ke dalam setelah terdengar jawaban dari dalam.

Begitu masuk ke ruangan itu, kesan pertama yang di pikirkan Ichigo adalah….

"Bau obat"

"Kamu pasti Kurosaki Ichigo-kun?" tanya seorang pria separuh baya yang duduk di kursi kepala sekolah.

"Hai." Sahut Ichigo.

"Ohayou, Ichigo-kun. Saya Ukitake Jyuushirou, kepala sekolah disini. Silahkan duduk. Kamu juga, Rukia-chan." Sapa Ukitake ramah.

"Hai, Ukitake-san." Jawab Rukia.

"Ukitake-san? Kenapa Rukia bisa memanggilnya biasa seperti itu?" pikir Ichigo.

Rukia dan Ichigo duduk di kursi tamu yang berhadapan dengan kursi Ukitake. Setelah mereka berdua duduk dengan posisi yang nyaman, Ukitake memulai pembicaraan.

"Saya sudah mendengar semua cerita tentang kamu dan keluargamu, Ichigo-kun. Saya turut prihatin mendengarnya." Kata Ukitake membuka pembicaraan.

"Setidaknya keadaan keluarga saya sekarang sudah membaik. Berkat bantuan dari Rukia." Ichigo menjawab sambil mengalihkan pandangannya ke Rukia.

Rukia yang merasa mendapatkan ucapan terima kasih, tersenyum pada Ichigo, dan alhasil hal itu membuat ichigo berblushing ria.

"Hahaha sesuai dugaan, Rukia-chan memang baik hati. Saya sendiri sangat bangga mempunyai seorang murid seperti Rukia-chan. Walaupun dia kaya dan terkenal, tapidia tidak pernah sombong, malah suka membantu sesama." Jelas Ukitake panjang lebar.

"Ukitake-san terlalu memuji!" ujar Rukia dengan ajah yang merona merah karena terlalu banyak di puji.

"Itu kenyataan, lho…"

"Ah, sudahlah. Ukitake-san. Bagaimana dengan kelas yang akan ditempati Ichigo?"

"Oh, itu sudah kuurus sesuai dengan permintaanmu."

"Benarkah! Baguslah kalau begitu." Kata Rukia tersenyum senang.

"Sebentar lagi pelajaran akan dimulai. Pergilah ke kelas kalian. Jangan sampai terlambat di hari pertama. Kalau butuh bantuan, datang saja kesini. Pintu ruanganku akanselalu terbuka untuk kalian."

"Arigatou gozaimasu, Ukitake-san." Ujar Rukia sambil membungkukkan tubuhnya.

"Arigatou gozaimasu, Ukitake-sensei." Ichigo pun meniru Rukia.

"Hai, hai, dou itashimashite. Nah, sampai jumpa, Rukia-chan, Ichigo-kun."

"Kami permisi, Ukitake-san."

XXxxXX

Di kelas 1-A

"Nama saya Kurosaki Ichigo. Saya pindahan dari Karakura High School. Mulai hari ini saya akan belajar disini. Yoroshiku onegaishimasu."

"Yoroshiku!" sahut siswa siswi kelas 1-A bersamaan.

"Kalau begitu, tempat dudukmu di…hm. Ah! Di sebelahnya Kuchiki-san." Kata Ochi-sensei sambil menunjuk meja di sebelah Rukia.

"Kuchiki-san, bisakah kau antarkan Kurosaki-san berkeliling sekolah?"

"Bisa, sensei."

"Bagus. Nah, sekarang kita mulai pelajaran kita hari ini! Buka buku kalian, halaman 47!"

XXxxXX

Hari pertama di sekolah terlah berlalu. Sekarang sudah jam 4, waktunya siswa siswi Sakakino High Schol untuk pulang ke rumah masing-masing. Begitu juga dengan Ichigo dan Rukia. Tapi bisa di blang Rukia pulang ke tempat yang berbeda.

"Rukia, kau yakin tidak mau pulang dulu?" tanya Ichigo saat mereka sudah sampai di gerbang sekolah.

"Tidak usah. Sebelum tampil, aku harus melakukan berbagai persiapan, jadi akan lebih mudah kalau aku langsung ke stasiun. Sudahlah, kau pulang saja duluan."

"Kalau memang itu maumu, ya, baiklah. Mata ne!"

"Hati-hati ya!"

Ichigo pun masuk ke dalam mobil jemputannya, begitu juga dengan Rukia, masuk kedalam mobil jemputan dari stasiun TV. Mobil yag Rukia tumpangi segera melesat ke stasiun TV Tokyo. Dalam waktu kurang dari 15 menit, Rukia sudah sampai di tempat tujuan.

XXxxXX

~Di rumah Rukia~

Saat ini, keluaga Kurosaki dan para pelayan yang ada di rumah itu sedang berkumpul di ruang keluarga, menunggu acara yang akan menampilkan Rukia dimulai.

Tidak lama setelah itu, acara pun dimulai, dan sang pembawa acara segera memulai acara dengan dibuka oleh nyanyian Rukia.

"Kembali lagi dalam acara kesayangan kita! Sakura's Music Box! Acara kita hari ini akan dibuka oleh penyanyi favourit kita, Kuchiki Rukia! Dengan lagunya yang berjudul 'Sound Of Destiny'!"

Lampu latar segera mengarah ke pangung, tempat dimana Rukia berdiri, menyorot figure gadis mungil itu, sehingga figurnya terlihat bersinar. Suara alunan musik mulai terdengar, tanda bahwa lagu yang Rukia bawakan itu akan dimulai.

ai to iu katachi nai mono torawareteiru

shinzou ga tomaru you na koi ga arukoto shitteru

autabi ni ataete kureta akogare de sae

imademo shinjiteiru mou kieru koto wa nai

Tubuh mungil Rukia bergerak ke kiri dan ke kanan, seirama dengan alunan musik yng sedang berkejar-kejaran.

raku wo sezu tsukiru koto no nai jounetsu wa

doko kara kuru no? dokoka ni nemutte iru no kana

Rukia maju ke depan panggung dan melompat tanda bahwa dia akan memulai Reff dari lagu itu.

RARA hoshi ga ima unmei wo egaku yo musuu no hikari kagayaku

ima hitotsu tsudake kimeta koto ga aru anata to wa hanarenai

sotto me wo tojireba kodou ga kikoeru watashi ga ikiteru akashi

Haato no kizamu Rizumu ni notte

odori nagara yukou! dokomademo...

Ichigo sangat terkesima dngan penampilan Rukia barusan. Di akhir Reff, Rukia memberikan Kiss bye tepat di depan matanya (di depan layer TV), membuat jantungnya minta keluar dari tubuhnya.

kizutsuite kizutsukerarete tsukarete mo mada

iki ga dekinai hodo no koi ni ochite yuku watashi

yuku te ni matsu no ga kurayami no sekai demo

kitto kagayaku hitomi wo mochi tsuzukerareru

Rukia menari berputar-putar, memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sangat ideal. Bajunya yang berenda-renda, berputar-putar dengan sangat indahnya. Begitu pula dengan rambutnya yang hitam legam.

RARA hoshi ga ima hitotsu nagarete yuku unmei no wa mawaridasu

tsuyokute yowaku atsuku tsumetai hito no kokoro yadoru

mune ni te wo atereba kodou wo kanjiru anata ga ikiteru akashi

hoshi no kanaderu Merodii ni no sete

utai nagara yukou! itsumademo...

Sekali lagi Rukia berputar di depan panggung dan memberikan kiss bye kepada penonton dengan gaya yang sangat imut.

RARA hoshi ga ima unmei wo egaku yo musuu hikari no kagayaku

ima hitotsu dake kimeta koto ga aru anata to wa hanarenai

sotto me wo tojireba kodou ga kikoeru watashi ga ikiteru akashi

Haato no kizamu Rizumu ni notte

odori nagara yukou! dokomademo...

Suara musik pun berhenti, tanda kalau lagu yang Rukia nyanyikan sudah selesai. Seusai bernyanyi, Rukia membunkukkan tubuhnya dan berkata, "arigatou, minna-san! Kalian sudah mau menyaksikan acara ini. Nah, sebentar lagi, berbagai video klip aka di putar. Selamat menikmati Sakura's Music Box!".

Semua penghuni yang ada di rumah Rukia bersorak-seorai membangakan nama Rukia. Apalagy pelayan-pelayannya dan Yuzu. Sangat ricuh sambil melompat-lompat. Masaki dan Isshin serta Karin hanya bisa berkagum ria dengan senyuman, sedangkan Ichigo…. Ya, Ichigo hanya bisa berdiam diri mengagumi Rukia di dalam hatinya. Rukia yang ada di TV dengan Rukia yang selama ini memang tidak berbeda jauh, tapi yang berbeda hanyalah Rukia yang ada di TV benar-benar bersinar.

"Sepertinya aku…telah jatuh cinta padanya…."

~Chapter 2, END~

XXxxXX

Yihaa! Chapter 2 selesai! Yei yei yei!

Gimana? Bagus, ga?

Uhuhuhu maaf ya sama author yang ingin Ai menggunakan lagu-lagu Tanaka Rie. Ai berpikir kalau lagu-lagu Tanaka Rie ga pas di chapter ini. Mungkin di chapter-chapter selanjutnya, ya….

Ok, kita mulai balasan review~

XXxxXX

Jee-ya Zettyra : salam juga ^^ ehehehe emang kasian itu dah tuntutan naskah….jadi apalah daya sang author..wkwkwk….Rukia emang my angel .

Aine Higurashi : Ai juga kagum sama Rukia-nee! *peyuk" Rukia-nee*

avia chibi-chan : Rukia-nee emang imut" kaya boneka….Ai juga turut berduka cita *loh?* nyahahahaha

Yuki-ssme : mwahahaha Rukia suaranya bagus,koq….walopun terlalu ibu" *di bankai Rukia*, tapi kita bayangkan suara Rukia di fic ini imut", ya ^^

chappythesmartrabbit : wah….gomen banyak typo….Keyboard Ai ngadat" neh..makax suka ada typo T.T

Kurochi agitohana : makacih dah di tanyain soal umur ^^ hidup ichi bener" tragis, yah…..tunggu aja kehadiran serial" Ai yang lain *mang sinetron* XDDDD

Riztichimaru : iya, nih..Ichi jatuh cintrong…tapi maklumlah,,dya kan oon klo soal bgituan *Ichi dating bawa" zangetsu* XDDD

aya-na rifa'i : nee-chan! Gomen gomen, Ai ga ngasih taw lagi….tapi nee-chan mau mampir…Rukia emang perfect dah! .

rukiahinataika : hmmm akan Ai pikirkan saranmu. Makacih ya dah mau ngasih kritik n saran ^^

ichirukiluna gituloh : yahoo jeng Luna! Dah taw dunkzz sapa yg ngefitnah isshin

aRaRaNcHa : kya kya kya! Dibilang co cweet .

Ichikawa Ami : nyahahah Rukia itu kan emang penyelamatnya kelluarga Kurosaki XDDD

So-Chand 'Luph pLend' : yosh! Neh dah jadi….^^

Magical-snow Nazuna : yep yep..ne lagu Shugo Chara. Ai uga suka filmnya. Tenang, kurosaki's tinggal bareng Rukia, koq

Ephi-chan : nyahahaha dasar Ephi-chan bandel, ya….iya…Ai dah berjuang!

Anonymous : ehehehe iya nih….keluarga Kurosaki malang banget ya nasibnya…

Wokeh, sekian cuap-cuap dari Ai…..

Langsung aja kita….

~REVIEW PLEASE~