Chapter sebelumnya:
"Baiklah, perkenalkan diri kamu." Ucap sang guru kepada gadis disampingnya. Sang gadis menatap seluruh penjuru kelas, sebelum akhirnya dia menghembuskan nafas perlahan dan membuka suara.
"Nama saya Yaya Yah salam kenal." ucap sang gadis memperkenalkan diri sambil membungkukkan badan. Seketika kelas menjadi ramai. Tapi diantara semua murid dikelas itu, ada empat insan yang menatap sang gadis dengan tatapan tidak percaya. Kalian pasti tahu siapa empat insan itu.
"YAYA!?" teriak mereka berempat secara bersamaan.
Disclaimer: Boboiboy, dkk adalah milik Animonsta studio
Genre(s): Romance, Angst, Hurt/Comfort, Drama, dll
Pairing: Boboiboy x Yaya, Fang x Ying, dll
Warning: Typo, OOC, Alur kecepetan/kelamaan, Cerita gaje, dll
Chapter 1: Why!?
Biasanya jika seseorang yang kita sayangi kembali kepada kita, kita pasti akan merasa senang. Tetapi berbeda untuk saat ini, entah apa yang dirasakan oleh Boboiboy dan kawan – kawan sekarang yang jelas, mereka merasa kaget. Bagaimana tidak? Saat ini yang ada dihadapan mereka adalah Yaya. Tetapi, penampilan gadis itu benar – benar berubah drastis.
Yang dulunya dia selalu memakai kerudung berwarna merah muda, sekarang telah berubah menjadi kerudung berwarna hitam.
Yang biasanya dia selalu memperlihatkan senyuman di wajahnya, sekarang wajahnya sama sekali tidak memperlihatkan kebahagiaan. Melainkan karena ekspresinya yang cenderung dingin dan datar, mereka menjadi ragu bahwa yang ada di depan mereka saat ini adalah Yaya, sahabat mereka.
"Boboiboy, Ying, Gopal, Fang Kenapa? Apa ada masalah?" tanya guru mereka. Sepertinya mereka tidak sadar bahwa teriakan mereka telah menjadi perhatian seluruh penghuni kelas. Boboiboy, Ying, Gopal, dan Fang hanya bisa menundukkan kepala mereka saat semua mata tertuju kepada mereka berempat. Sungguh, mereka merasa sangat malu sekarang.
"Baiklah Yaya, silahkan kamu duduk disebelah sana." Yaya pun menuju ke tempat duduk yang ditunjuk oleh sang guru. Yang ternyata, letaknya berada dibelakang Fang.
"Baiklah semuanya, kerjakan soal yang ada di halaman 85 sekarang!" perintah sang guru kepada murid didiknya.
.
.
.
.
.
KRRIIIIIIINNNNNGGG
Bel tanda istirahat pun telah berbunyi. Setelah sang guru keluar dari kelas, segera semua murid berlari menuju kantin untuk mengisi perut mereka. Tetapi tidak dengan Boboiboy. Setelah bel berbunyi, dia segera menghampiri meja Yaya dimana sang gadis tengah memasukkan sebuah buku kedalam tasnya.
"Yaya." Panggil Boboiboy.
Merasa namanya dipanggil, Yaya mendongakkan kepalanya dan melihat Boboiboy, Ying, Gopal, dan Fang sedang menatapnya.
"Ada apa?" tanya Yaya. Boboiboy dan kawan – kawan tersentak, karna untuk pertama kalinya mereka mendengar Yaya bertanya dengan nada yang datar seperti itu. Keheningan pun terjadi. Entah karna apa, Boboiboy dan kawan – kawan merasa tenggorokan mereka seperti tercekik sehingga mereka tidak bisa mengeluarkan suara mereka. Mereka sebenarnya bertanya – tanya, apa benar yang ada dihadapan mereka saat ini adalah Yaya?
Karena Yaya yang mereka kenal adalah gadis yang selalu tersenyum dan berkata sopan. Tetapi sekarang, Yaya yang ada dihapan mereka sangat jauh berbeda dengan Yaya yang sebelumnya. Dari penampilan dan ekspresinya saja sudah tidak seperti gadis berkerudung merah jambu yang mereka kenal 3 tahun yang lalu.
"Kalian mau apa? Jika tidak ada urusan jangan ganggu aku!" ucap Yaya dengan sarkastis. Yaya pun berdiri dari kursinya dan segera pergi meninggalkan kelas.
Sementara dikelas, Boboiboy dan yang lainnya membeku. Karena untuk pertama kalinya, mereka mendengar Yaya berkata kasar seperti itu.
Akhirnya, waktu yang paling ditunggu – tunggu oleh semua murid pun datang juga. Setelah mereka seharian mengasah otak, akhirnya mereka bisa pulang ke rumah untuk beristirahat. Tapi, tidak bagi gadis berkerudung hitam itu. Setelah bel pulang, dia langsung berlari meninggalkan kelas dan sekolahnya. Tapi bukannya dia pulang kerumah, sang gadis justru menuju ke sebuah bangunan kecil.
Dari luar, bangunan itu terlihat tua dan tidak terawat karena cat dinding bangunan tersebut telah terkelupas, dan juga halamannya yang banyak di tumbuhi rumput liar sekaligus daun yang berguguran kemana – mana. Tapi gadis itu tidak peduli.
Sang gadis pun segera memasuki bangunan tersebut. Berbeda dengan bagian luarnya, bagian dalam bangunan cenderung lebih rapi. Lantainya bersih tanpa ada debu yang menempel sedikitpun. Di tengah – tengah bangunan tersebut, ada jam bermodel klasik yang cukup besar dan disamping jam tersebut ada sebuah pintu yang terbuat dari kayu dengan ukiran yang sangat indah.
"Akhirnya, kau datang juga Yaya." Ucap seseorang yang berada dibelakang Yaya.
Yaya yang menyadari bahwa ada seseorang di belakangnya pun, segera memutar badannya ke belakang.
"Apa mau mu, hah?" tanya Yaya kepada 'orang itu'. Yaya menatap 'orang itu' tajam, sedangkan 'orang itu' hanya tertawa melihat reaksi Yaya. 'Orang itu' mendekati Yaya dan berbisik ditelinga gadis berkerudung hitam itu.
"Dengar ya! Kita sudah sepakat. Dan jika kau mengingkarinya, aku tidak yakin 'mereka' akan selamat." bisik 'orang itu' kepada Yaya. Yaya yang mendengar ancaman 'orang itu' hanya bisa menggertakkan giginya.
Tanpa mengatakan apapun, Yaya segera pergi dari tempat itu. 'Orang itu' yang melihat Yaya pergi pun menyeringai. 'Orang itu' merogoh kantong celananya dan mengeluarkan selembar foto. Foto tersebut menunjukkan seorang anak laki – laki yang mengenakan topi dinosaurus berwarna jingga, serta jaket berwarna jingga.
"Sebentar lagi, kau akan jadi milikku Boboiboy." Kata 'orang itu' sambil menyeringai.
Di kedai Koko tiam Tok Aba, nampak seorang remaja laki – laki yang mengenakan topi dan jaket berwarna jingga yang tengah melayani pelanggan, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Sejak lama, tidak ada yang berani membuka suara.
Mereka sedang sibuk dengan pikiran masing – masing. Kejadian hari ini membuat mereka berempat bingung. Karena, Yaya telah kembali ke Pulau Rintis. Tapi masalahnya, Yaya benar – benar telah berubah sekarang. Entah apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu yang jelas, perubahan sifat Yaya yang sekarang bukanlah hal yang bagus.
Ochobot yang sedari tadi melihat keempat pemilik jam kuasa itu, mulai tidak tahan. Akhirnya Ochobot membuka suara.
"Haduh...kalian ini sebenarnya kenapa sih?" tanya Ochobot sambil menepuk jidatnya.
Boboiboy, Ying, Gopal, dan Fang melihat Ochobot sebentar. Sebelum akhirnya kembali menunduk dan menghela nafas secara bersamaaan. Ochobot yang melihat mereka malah semakin heran. 'Apa mungkin telah terjadi sesuatu?' batin Ochobot penasaran. Sebelum Ochobot kembali bertanya, Boboiboy telah membuka suara.
"Ochobot, sebenarnya telah terjadi sesuatu di sekolah." jawab Boboiboy.
"Aih, memang apa yang terjadi di sekolah tadi?" tanya Ochobot.
Boboiboy pun menatap kawan – kawannya sejenak seperti meminta persetujuan dari mereka. Ketiga temannya pun hanya mengangguk kepada Boboiboy. Boboiboy yang melihat kawan – kawannya mengangguk pun menghela nafas, sebelum akhirnya kembali melanjutkan ceritanya kepada Ochobot.
"Sebenarnya tadi di sekolah ada murid baru dan ternyata murid baru itu adalah Yaya. Kami semua sudah senang saat tahu bahwa Yaya telah kembali. Tapi masalahnya, Yaya sudah berubah." jelas Boboiboy kepada Ochobot.
"Berubah? Maksudnya?" tanya Ochobot yang tidak paham.
"Haiya masa kau tak paham ma..? Yaya sudah berubah jadi dingin wo." kata Ying dengan logat chinanya.
"Ha ah... Penampilannya pun berubah, bahkan dia sekarang pakai kacamata." ucap Gopal menambahkan.
Ochobot yang mendengar penjelasan mereka pun terdiam. 'Tapi kenapa Yaya berubah seperti itu?' batin Ochobot. Melihat Ochobot terdiam, keempat pahlawan disana pun ikut terdiam. Tapi tak lama kemudian Ochobot kembali bersuara.
"Apa kalian sempat berpikir, kalo Yaya berubah karena suatu alasan?" tanya Ochobot.
"Maksudmu?" tanya Fang yang kali ini tidak mengerti.
"Maksudku adalah tidak mungkin kan Yaya berubah seperti itu tanpa alasan atau tanpa sebab?" tanya Ochobot kepada mereka berempat.
Benar juga, pasti ada alasannya. Karna mereka tahu bahwa Yaya pasti selalu memiliki alasan dari semua tindakannya. Tapi pertanyaannya sekarang, apa yang membuat Yaya berubah?
"Entahlah Ochobot." semua menatap pemuda pemilik kuasa 5 elemen yang tengah termenung.
"Apa maksudmu Boboiboy?" tanya Gopal.
"Aku berpikir kalau Yaya berubah seperti ini...karna kejadian waktu itu." ucap Boboiboy pelan.
Entah mengapa Ying, Gopal, Fang, dan Ochobot menyetujui alasan itu. Cukup masuk akal, karena Yaya pada hari itu mengatakan bahwa dia berhenti menjadi pahlawan super dan keluar dari kelompok Boboiboy.
"A...aku berhenti menjadi pahlawan super. Aku keluar dari kelompok ini, untuk apa menjadi pahlawan super jika menimbulkan pertengkaran seperti ini?!"
Kata – kata Yaya pada saat itu terulang kembali dalam pikiran mereka. Dari semua orang yang ada disana, Boboiboy lah yang merasa sangat bersalah dan juga paling terpukul. 'Semua ini benar – benar salahku.' batin Boboiboy menyesal.
"Itu bukan salahmu Boboiboy." kata Ochobot seolah – olah robot kuning itu bisa membaca pikiran Boboiboy.
"Yalo...aku yakin, Yaya pasti sudah memaafkanmu. Aku tahu itu, karna Yaya tidak pernah marah pada orang lain dalam waktu yang lama." kata Ying yang berusaha menyemangati Boboiboy.
"Benar yang dikatakan Ying, kau jangan pesimis dulu. Aku yakin Yaya pasti punya alasan lain sampai dia berubah seperti sekarang." ucap Fang. Entah mengapa, saat Fang membenarkan kata – katanya, Ying jadi merasa senang.
Boboiboy yang mendapat semangat dari teman – temannya pun mengangguk. 'Benar yang mereka katakan. Aku seharusnya tidak berpikir seperti itu.' batin Boboiboy.
"Terima kasih semuanya." Ucap Boboiboy kepada teman – temannya.
"Tapi jika memang bukan karna kejadian waktu itu, apa penyebab Yaya jadi seperti sekarang?" tanya Gopal yang langsung diberi death glare oleh Ying karna telah menanyakan hal tersebut secara blak – blakan.
Boboiboy yang mendengar Gopal menanyakan hal tersebut pun langsung kembali murung. Bagaimana pun juga pertanyaan Gopal ada benarnya. Jika memang bukan karna salahnya, berarti karna apa Yaya bisa berubah jadi dingin seperti sekarang?
"Jangan dipikirkan lagi! Jika dipikirkan terus kalian bukannya menemukan jalan keluar, kepala kalian justru akan semakin pusing." kata Ochobot kepada mereka berempat. Tanpa Ochobot memberitahukan hal itu kepada mereka, kepala mereka memang sudah pusing sedari tadi.
Akhirnya, mereka sepakat bahwa mereka akan menanyakan hal itu kepada Yaya besok. Segeralah Ying, Fang, dan Gopal pulang kerumah mereka masing – masing saat mereka melihat langit menjadi mendung. Sementara Boboiboy langsung berlari menuju rumahnya. Bagaimana dengan Ochobot? Dia harus menemani Tok Aba (yang baru saja kembali dari rumah) menjaga kedai.
Seharian Boboiboy berada di kamarnya. Dia sedang memikirkan bagaimana besok dia dan yang lainnya menanyakan perubahan sifat Yaya kepada gadis berpakaian serba hitam itu. Boboiboy benar – benar ingin mereka semua bisa kembali seperti dulu lagi.
Keesokan harinya, seperti yang sudah direncanakan. Boboiboy dan kawan – kawan akan menanyakan masalah kemarin kepada Yaya secara langsung. Mereka yang secara kebetulan melihat sang gadis berada di koridor, segera saja mereka menghampiri gadis itu.
"Yaya." panggil gadis keturunan china.
"Ada apa?" tanya gadis bekacamata hitam dengan datar.
KRRIIIIINNNGGG
Sebelum Ying menanyakan hal itu kepada Yaya, bel masuk telah berbunyi. 'Akhhh...sial, kenapa pake bel segala sih?' umpat mereka (-Yaya) dalam hati kepada bel sekolah yang telah mengganggu urusan mereka.
"Jika kalian ada urusan denganku, saat pulang sekolah saja." ucap Yaya dingin kepada mereka berempat dan langsung sang gadis berjalan melewati Boboiboy dan yang lainnya.
Selama perjalanan mereka menuju ke kelas, tidak ada yang berani untuk memulai pembicaraan. Mereka masih bingung, bagaimana caranya mereka menanyakan persoalan kemarin kepada Yaya?
Mereka pun sampai di depan kelas secara bersamaan dengan guru mereka.
"Boboiboy, Ying, Gopal, Fang kenapa kalian masih di luar? Ayo, cepat masuk!" perintah sang guru yang dengan cepat di jalankan oleh keempat pahlawan super itu.
Selama pelajaran berlangsung baik Boboiboy, Ying, Gopal ataupun Fang, tidak ada yang mengerti dangan penjelasan sang guru. Mereka berempat justru merasa tidak sabar karena entah mengapa, mereka merasa hari ini waktu berjalan begitu lama. Mereka seperti menunggu selama berminggu – minggu untuk bertanya kepada Yaya.
KRRRIIIINNGGG
'Akhirnya.' Batin keempat pahlawan super itu. Segeralah mereka membereskan buku mereka dan memasukkannya kedalam tas. Saat mereka ingin menuju ke meja Yaya, sang gadis justru telah berlari meninggalkan kelas.
Mereka kaget karna tiba – tiba sang gadis berkerudung hitam itu berlari. Boboiboy dan yang lainnya segera mengejar Yaya. Yaya berhenti berlari di sebuah tanah lapang yang sepi. Melihat Yaya berhenti berlari, Boboiboy dan yang lainnya pun ikut berhenti berlari. Mereka mendekati Yaya dan berhenti saat gadis yang membelakangi mereka bicara.
"Apa mau kalian?" tanya Yaya kepada mereka berempat.
Boboiboy dan kawan – kawan saling menatap. Tatapan itu seakan – akan mengatakan 'Siapa yang mau bertanya?'. Pada akhirnya, tatapan itu tertuju kepada Boboiboy. Boboiboy yang menerima tatapan dari ketiga temannya pun menghela nafas pasrah. 'Aku lagi yang kena.' batin Boboiboy.
"Yaya sebenarnya kami ingin menanyakan sesuatu." kata Boboiboy yang disertai anggukan dari yang lain.
"Menanyakan apa?" tanya Yaya.
"Sebenarnya, apa yang membuatmu seperti ini? Apa yang telah membuatmu berubah?" tanya Boboiboy dengan ragu.
Yaya yang mendengar pertanyaan dari Boboiboy membelakkan mata. Beruntung dia tengah membelakangi Boboiboy dan yang lainnya. Sehingga, mereka tidak dapat melihat ekspresi Yaya.
"Itu bukan urusan kalian." jawab Yaya dingin.
Ying yang mendengar jawaban dari sahabatnya itu pun mulai tidak tahan.
"Tentu saja itu urusan kami juga! Kamu ini sebenarnya kenapa sih Yaya? Kenapa kamu jadi kayak gini?" tanya Ying sedikit membentak.
"Ying tenanglah!" ucap Boboiboy yang berusaha untuk menenangkan Ying.
"Bagaimana aku bisa tenang Boboiboy? Saat sahabatku seperti ini, saat dia sudah berubah, saat dia sudah tidak seperti dulu lagi. Dan ditambah lagi, dia seperti menganggap kita adalah orang asing. Apa kau bisa menerimanya?" bentak Ying kepada Boboiboy.
"kenapa kau diam?" tanya Ying kepada Yaya yang masih membelakanginya.
Ying yang tidak mendapatkan jawaban dari Yaya pun tidak bisa menahan emosi.
"JAWAB AKU! KENAPA KAU DIAM?"
"SUDAH CUKUP!" teriak Yaya sambil membalikkan badannya. semua yang ada disana termasuk Ying kaget saat mendengar Yaya berteriak.
Mereka melihat ekspresi Yaya. Alis mata sang gadis turun, matanya melotot, dan juga mulutnya yang terbuka sedikit sehingga memperlihatkan giginya yang putih. Dari ekspresi yang ditunjukkan oleh Yaya, terlihat sekalli bahwa gadis yang mengenakan kacamata berbingkai hitam itu tengah marah sekarang.
Sedangkan, Yaya yang baru sadar bahwa dia tadi berteriak pun menutup mata. 'Bertahanlah Yaya.' batin Yaya. Sang gadis pun membuka mata dan kembali memasang ekspresi dinginnya.
"Apa kalian benar – benar ingin tahu alasanku?" Yaya menatap empat orang di depannya tajam.
Karena tidak mendapatkan reaksi apapun, Yaya melajutkan kata – katanya.
"Aku berubah seperti ini karena kejadian 3 tahun yang lalu, kalian masih mengingatnya?" tanya Yaya. Boboiboy dan kawan - kawan menatap Yaya tidak percaya.
"A...apa?"
"Iya benar, karena kejadian 3 tahun yang lalu lah aku menjadi seperti ini. Apa kalian sudah puas?" ucap Yaya sarkastis. Sang gadis menghela nafas dan kembali membuka suaranya.
"Sebenarnya ada hal yang dari dulu ingin kukatakan pada kalian, apa kalian mau mendengarnya?" Boboiboy dan yang lainnya masih terdiam. Yaya menarik nafas, kemudian...
"AKU MENYESAL TELAH MENJADI PAHLAWAN SUPER DULU, DAN JIKA SEANDAINYA BOBOIBOY TIDAK MENEMUKAN OCHOBOT, KEHIDUPANKU TIDAK AKAN JADI BEGINI. SEANDAINYA OCHOBOT TIDAK MEMBERIKANKU JAM KUASA SAAT ITU, AKU TIDAK MUNGKIN JADI SEPERTI SEKARANG. DAN ASAL KALIAN TAHU, KARNA JAM KUASA ITU AKU HARUS MELAWAN ADUDU PADAHAL AKU TIDAK TAHU APAPUN SAAT ITU. DAN SEMENJAK AKU MENJADI PAHLAWAN SUPER, AKU HARUS MELIHAT PERTENGKARAN DIANTARA KALIAN. APA KALIAN TIDAK TAHU PERASAANKU SAAT KEJADIAN WAKTU ITU HAH?" teriak Yaya kepada mereka berempat. Dada Yaya naik turun karena berteriak tanpa jeda.
Sedangkan Boboiboy, Ying, Gopal dan Fang sangat kaget saat mendengar apa yang Yaya ucapkan. 'Ti...tidak. Itu tidak mungkin!' batin mereka berempat.
Yaya mendekati mereka berempat.
"Dengar, Jangan pernah kalian mencoba mendekatiku, dan berbicara padaku! Aku tidak mau didekati oleh kalian, mengerti?" kata Yaya pelan bahkan terdengar seperti sebuah bisikan. Setelah mengucapkan hal tersebut, Yaya langsung pergi melewati mereka.
Boboiboy dan yang lainnya masih terdiam disana. Mereka masih antara percaya dan tidak percaya dengan ucapan Yaya. Menjauhinya? Bagaimana mereka bisa menjauhi sahabat mereka sendiri? Tidak ada yang pergi meninggalkan tempat itu, mereka berempat masih disana. Bahkan saat petir menyambar dan hujan turun membasahi mereka, keempat pahlawan super itu tidak pergi dari tempat mereka berdiri.
'Kenapa?' batin mereka sedih.
TBC
Halo saya kembali lagi. Apa ada yang menantikan fic ini? Tidak ada? Ya sudah*pergi*/plak
Sebenarnya alasan saya cepat update karena saya sadar, bahwa chapter sebelumnya ada banyaaaakk sekali typo. Saya mohon maaf bagi reader yang terganggu karna kebanyakan typo di chapter kemaren. Mudah – mudahan saja di chapter kali ini tidak ada typo lagi. Amin...
Bagi reader yang penasaran kenapa Yaya berubah baca terus fanfic ini. Nanti jawabannya akan kalian temukan sendiri kok~
Baiklah cukup dari saya, sampai jumpa~
