"Kalian tau kenapa kalian dikumpulkan disini?"
"Kalian mulai sekarang adalah... Genin!"
Otsutsuki
By: Dikkan
Naruto Mashashi Kishimoto
Tekad awal!
"Nani?!" mereka bertiga serempak dengan mata terbelalak. Yang membuat semua orang dewasa disana tersenyum tak terkecuali Shisui yang menatap geli kearah mereka bertiga.
"Tu- tunggu dulu jiji! Ke-kenapa bisa begitu? Bukankan masih setengah tahun lagi kita aka ada kelulusan Untuk menjadi Genin?" Naruto membuka suara untuk yang pertama kalinya.
"Itu benar Sandaime-sama," tambah Shizune dengan nada bingun.
"Karna kalian pantas menjadi genin,"
"Tau dari mana anda berbicara kalau kami sudah pantas? Bahkan kami saja belum di tes sama sekali," kini Menma lah yang angkat bicara dengan Nada heran.
"Kau lupa? Kau setiap hari di tes Menma, mungkin memang benar kau sengaja berangkat terlambat agar dihukum mengelilingi lapangan dan itu kau anggap latihan. Tapi itu malah membuat kami lebih mudah mengetesmu, lalu Kau juga murid paling mahir dalam hal melempar kunai dan shuriken, walaupun kau tidak pernah serius saat tes di academi, " Iruka menjawab pertanyaan Menma dan membjatnya terkejut. Jadi rencananya ketahuan mengenai alasan kenapa dia selalu terlambat dan untuk latihannya. Malah dimanfaatkan untuk mengujinya? Lalu dia juga tidak terlalu terkejut ketika kemampuannga diketahui. Karna dia memang sudah tau kalau mereka bertiga selalu diawasi oleh seseorang.
'Sugoi, aku sampai tidak menyangka akan seperti ini, menjadi genin lebih cepat? Siapa yang tidak senang? Jika tidak senang dia orang bodoh,' pikir Naruto yang dari tadi diam dengan wajah kagetnya.
"Lalu untuk Naruto dan Shizune-chan?" Menma menambahkan pertanyaan.
"Jelas sekali mereka itu masuk kriteria genin. Dengan kecerdasan Naruto, dan Teknik Bunshi No Jutsunya yang bisa sampai 30 bunshi itu dan jutsu Syutonnya. Lalu Shizune? Dia itu bolos karna selalu kerumah sakit untuk belajar ninjutsu medis. Benar bukan?, Control Chakranya itu membuatnya pantas menjadi genin, ada lagi?"
Bukan Iruka yang menjawab, namun kali ini adalah Hiruzen sendiri yang menjawab dengan nada ramah dan menatal kalem kearah 3 anak yang baru saja menjadi Genin.
Mereka memandang Hiruzen dengan kagum karna bisa mengetahui ibformasi seperti itu. Kecuali Menma, yah, dia nampak memincingkan matanya menatap Hiruzen.
"Anda~ memata-matai kami dengan bola cristal anda dan juga 3 anbu yang sedang berada di 20 meted dari sini bukan? Dan itu sejak 2 bulan lalu. Iya kan?" Menma bertanha dan menatao Hiruzen dengan tatapan kosong, ah, sikap yang jarang dilakukannya.
"Sa~ kau juga Tipe sensor ternyata, ahahaha... Gomen ne, bukannya maksudku seperti itu. Tapi itu cara agar meyakinkam Minato dan Pemenuhan syarat untuk menjadi Genin Khusus seperti yang aku tawarkan tadi, jadi mau kah kalian menjadi Genin khusus Konoha Gakure?"
Semua terdiam menunggu karna respon Hiruzen mengenai pertanyaan Menma, ternyata mereka diawasi selama dua bulan ini. Dan fakta yang membuat Naruto dan Shizune terkejut karna Menma adalah tipe sensor.
'Inilah pembuktianku untuk membuat Kaa-san bangga dan Tou-sama mengakuiku.' Naruto menatap kearah Shuzune.
'Ini langkah awalku untuk menjadi seperti bibi Tsunade dam aku akan berusaha membantu Menma dan Naruto mewujudkan impiannha, ini adalah awal dariku, Naruto dan Menma-kun, yosh! Ganbate Shizune' Shizune tersenyum membalas tatapan Naruto dan memandang kearah Menma yang memejamkan matanya.
'Aku akan mencari keberadaan kalian kaa-san! Tou-san! Akan aku tanyakan kenapa kalian membuangku! Akan aku cari tau tentang Clan Otsutsuki saat keluar desa, aku akan pastikan akan menemukan petunjuk,'
"Jadi~ Kalian bersedia menjadi tim 11? Tim spesial yang dibimbing oleh Uchiha Shisui? Ah, kau juga Shisui, apakah kau bersedia menjadi Jounin pembimbing mereka?"
Nampak Menma, Naruto dan Shizune saling memandang sekali lagi untuk meyakinkan dan memantapkan hati mereka. Menma mengangguk dan dibalas dengan senyuman lebar dari Naruto dan anggukan pula dari Shizune.
Semua yang ada disana tampak tersenyum. Dari reaksi mereka sudah dipastikan mereka setuju menjadi Genin Spesial.
"Yosh~ aku Otsutsuki Menma menerima pengajuan menjadi Genin. Dan siap menjadi Shinobi Konoha dan membantu dalam situasi apapun." Menma berbicara lantang dengan semangat dan senyum kecil yang terpasang diwajahnya.
"Ah! Itu benar. Aku akan membuat 'Dia' kalau aku juga bisa lebih baik dari Naruko, Yosh~"
"Um, jika kalian berdua bersedia, aku juga pasti bersedia." Shizune berada ditengah-tengan anak laki-laki itu tersenyun manis.
"Lalu-"
"Wakatta yo~ aku bersedia Sandaime-sama, lagipula siapa yang akan menolak menjadi guru dari genin spesial seperti mereka?" ucapan Iruka terpotong dengan jawaban Shisui dan diakhiri dengan sebuah senyuman ramah.
"Bagus! Kalian sekarang adalah Shinobi, Genin dari Konoha. Tim 11 besok kalian akan menjalankan tes kecocokan dengan Shisui, lalu setelahnya kalian akan mulai menjalankan misi seperti genin lainya, mengerti?"
"Ha'i." Mereka serentak menjawab dengan semangat dan senyum yang diterpa oleh sinar matahari jingga.
Angin sore seakan membuat suasana saat ini menjadi semakin berbeda, membuat pakaian mereka melambai mengikuti arah angin.
"Sudah diputuskan, kalian resmi menjadi genin mulai sekarang."
~••~
Disinilah mereka. Duduk berhadapan dengan Shisui yang bediri didepan mereka. Mereka sekarang sedang berada di atas Patung wajah para Hokage.
"Jadi? Kita perkenalan? Lagi~? Aku merasa aneh" Menma membuka suara untuk yang pertama. Dia merasa aneh dengan aura canggun ini.
Hari yang sudah mulai malam membuat angin yang menerpa wajah mereka terasa bertambah dingin, walapun sekarang adalah musim panas.
"Hah, baiklah, seperti yang aku ucapkan tadi, kita awali sesi awal terbentuknya tim 11 dengan perkenalan,"
"Baiklah dimulai dari kau Na-"
"Gomen sensei, bukankah lebih baik anda yang mengenalkan dulu dan memberi contoh kepada kami?" Shizune bertanya dengan memotong ucapan Shisui yang langsung menggaruk belakang kepalanya dan berucap "Gomen" lalu tersenyum kikuk.
"Baiklah perkenalkan Namaku, Uchiha Shisui, yang aku sukai~ entahlah, yang tidak aku sukai~ sedikit sih, Hobiku? Menatap air sungai, dan cita-cita~ etto, belum kepikiran, "
Semua yang ada disana menatap aneh kearah Shisui kecuali Naruto hanya tersenyum kecut. Dia ingat seperti inilah perkenalan pertamnya dengan Shisui, bertele-tele dan tidak memuaskan.
"Baiklah dimulai dari Nsruto! Anak hitam putih ini, dan yang terakhir Kau gadis kecil,"
"Wakatta, Namaku Uzumaki Naruto, yang aku sukai Ramen, yang tidak aku sukai~ Menunggu Kaa-san masak ramen yang lama, dan hobiku adalah berlatih. Untuk cita-citaku, aku akan menjadi hokage dan melampaui Shodaime Hokage!" seru Naruto yang kini sedang berdiri dan memegang Hitta atenya yang diikatkan di dahinya.
"Selanjutnya!"
"Otsutsuki Menma, kesukaanku~ latihan mungkin, yang tidak kusukai? Didalam situasi merepotkan dan hobiku mencari hal tentang clanku. Untuk cita-cita? Entah lah mungkin pergi kebulan,"
"Pfftt... Kau pikir kau apa Menma? Naga yang bisa terbang? Hahaha,"
"Diamlah Naruto!" balas menma yang sebal dan memalingkan wajahnya. Dia tidak suka jika cita-citanya ditertawakan.
"Kamu gadis periang!"
"Watashi Shizune Kato, kesukaanku saat bersama Naruto dan Menma-kun, yang tidak kusukai-" dia melirik khawatir kearah Menna, ada apa?
'Dia masih mengingat insiden 1 tahun lalu? Yang membuat Menma hampir membunuh 5 anak berandalan? Hah, sepertinya dia tipe yang memperhatikan sekitar dan berhati lembut,' Shisui memandang kosong kearah Shizune.
"Cita-cita?"
"Ingin menjadi ninja hebat seperti Tsunade-hime dan um~ Kyaaa..." Shizune saat ini sedang membayangkan dia akan menikah dengan Menma dan mempunyai anak lucu-lucu.
"Akh~ telingaku tuli!" teriak Naruto dengan histeris karna disampingnya Shizune yang tiba-tiba berteriak tidak jelas.
'Impiannya menjadi Kekasih Menma, hah, mungkin tugasku semakin berat saja,' Keluh Shisui dengan Pandangan lesu menatap kearah Genin didepannya itu.
Menma? Dia meringkuk dengan memegangi telinganya yang sakit, pasalnya Shizune duduk sangat dekat dengan Menma. Jika Naruto saja kaget dan langsung menutup telinganya, bagaimana Menma yang lebih dekat dengan Shizune? Sakit telinga berkepanjangan mungkin.
"Uwa~ go-gomen Menma-kun! Aku tidak sengaja,"
Mendengar itu menma murayap mundur dengan pelan saat Shizune semakin mendekatinya dan meminta maaf berkali-kali dengan wajah merahnya karna menahan malu, lalu Naruto? Dia menahan tawanya dengan sekuat tenaga sampai-sampai keluar air mata disurut matanya.
"Ehem~ kita bahas tujuanku mengumpulkan kalian disini"
Semua langsung sadar akan tingkah mereka dan diam seakan tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Mereka sadar jika tidak seperti itu mereka pasti akan merasakan akibatnya. Pasalnga Shisui memunculkab aura yang tidak enak dengan matanya yang tertutup oleh poni rambutnya.
"Apa itu sensei?" Pertanyaan Menma membuag Shisui menghela nafas dan berfikir, mungkin ini sifat mereka jika bersama. Entahlah dia merasa pusing.
"Seperti yang diucapkan Sandaime-sama tadi, kita akan mengadakan tes kecocokan," jawab Shisui dengan sebuah senyuman yang membuat mereka meneguk ludah dengan susah.
"Ja-jadi~ ap~a tesnya Sensei?" pertanyaan Shizune membuat senyuman- Ie, seringan diwajah Shisui semakin lebar
"Simpel sekali Tes kita. Tugas kalian cukup menangkapku, lalu mengambil 2 Hitta ate akan aku ikat sarung Tantoku dan langsung kalian padang sebagai tanda kalian berhasil. Waktu kalian sampai jam 4 sore dari jam 10 pagi, di Monumen pahlawan" senyuman Shisui tampak kentara tapi~
"Heh, itu mudah sekali, aku ahli dalam menangkap dan mengejar. Sud-"
"Dua yang berhasil akan lanjut sebagai Genin dan yang gagal akan mendapat hukuman,"
'Glek!'
"Hukumannya adalah... Dia akan diikat di kuburan sampai pagi, lalu dia~ akan dikeluarkan dari academi. Dan kupastikan dia pasti hanya bisa menjadi Warga sipil. Ini adalah pesan dari Sandaime-sama."
"Na-nani?" mata mereka seakan meloncat dari tempatnya. Mereka tak habis pikir dengan tes kecocokan ini konsekuensinya tidaklah cocok hanya un-
'Tidak! Aku tidak mungkin mundur untuk bisa menjadi seperti Tsunade-Hime, jika aku mundur entah apa pandangan Menma-kun padaku? Pecundang? Aku tidak mau.' sepertinya konsekuensinya tidak sebanding dengan keinginan Shizune.
''Hukuman macam apa itu? Apa aku harus menyerah? Tidak! Ini adalah langkah awalku untuj membuat Tou-sama bangga dan mengakuiku. Aku harus bisa lolos. Harus!' Naruto menatal serius kearah Shisui yang tersenyum kecil melihat perubahan ekspresi mereka kecuali~ Menma.
Dia diam dan menatap kearah dua sahabatnya. Dia berfikir jika mereka tidaklah mungkib untuk mundur. Harga diri Naruto yang tinggi dan kemauan yang besar dari Shizune membuat Menma menghela nafas.
'Aku tidak mungkin membiarkan mereka berjuang sendirj sedangkan aku menyerah disini. Tidam mungkin!'
"Jika ingin mengun-"
"Omong kosong. Aku tidak akan mundur barang selangkah pun!" ujar Naruto dengan nada yang meninggi. Yah seperti yang dipikirkan Menma, harga diri tinggi.
"Um, aku juga sama." kemauannya itu ya itu, tipikal Shizune.
"Yah, mau bagaimana lagi~ besok jam 10 dimonumen Nasional. Kami tetap lanjut." Menma berujar sebagaj perwakilan dari Naruto dan Shizune. Hal itu membuat Shisui Semakin tersenyum.
"Berisplah Jangan sampai ngompol di Kuburan."
To Becontinued
