Masashi Kishimoto as Naruto Disclamer

This fict is mine~

Happy Reading…

Di suatu siang yang tenang di sebuah apartemen yang tentram di tepi pantai Konoha, dua sosok muda-mudi tampak duduk bersebelahan, saling menatap dengan tatapan aneh. Yang satu adalah laki-laki dengan rambut raven bertampang oke, Sasuke Uchiha. Sedangkan yang satu lagi gadis dengan rambut soft pink dan mata emerald lembut, Sakura Haruno.

"Bisa ceritakan kenapa kau menjadi gay?" Sakura membuka pembicaraan.

"A-aku normal! Aku menyukaimu!" dengan yakin pemuda itu menjawab. Keadaan kembali hening. Sakura mendengus,

"Huh! Kau ini! Aku sudah bilangkan-" Sakura hendak berceloteh lebih panjang lagi, tetapi terhenti karena Sasuke meletakan jari telunjuknya di depan mulut Sakura dan berkata,

"Kalau kau senang aku akan jawab," Sakura tersenyum dia lantas mendekatkan dirinya kepada Sasuke, mempersempit jarak mereka.

"Aku senang sekali jika kau mau bercerita! Ayo, ceritakan!" Sakura lalu tersenyum lebar. Sasuke menatapnya dengan tatapan lembut, sekilas seulas senyum tipis mengembang di bibir pemuda itu.

"Tapi, sebelum itu aku mau tanya satu hal. Kau tidak marah-kan dengan pristiwa kemarin?"

"Tidak~ ayo sudah ceritakan!"

"Baiklah. Semua berawal saat Sa & aku berjalan-jalan berdua. Saat itu aku hendak…"

Flash Back…

"Kenapa Sasuke-kun mengajaku jalan hari ini?" sesosok gadis dengan rambut pink sebahu bertanya pelan sambil merapatkan tudung yang ia kenakan. Di sebelahnya ada Sasuke 6 tahun yang lalu.

"Aku ingin memperkenalkanmu kepada Dobe. Dobe itu temanku, nama aslinya Naruto." Sasuke menjawab singkat lalu memeluk pundak gadis itu.

"Ohh…" mereka berdua lantas berjalan terus. Agak lama sampai akhirnya berhenti di depan sebuah café yang menjual ice cream.

"Di sini?" gadis itu bertanya senang. Mengingat dia memang gadis yang sangat menyukai manis.

"Hn." Dengan girang gadis itu menggaet lengan Sasuke dan membawanya duduk di salah satu tempat.

"Kau ingin apa Sa-chan?" Sasuke bertanya pelan sambil mengamati gadis di hadapannya. Gadis itu hanya menatap bingung pada daftar menu di depannya.

"Mmm…starberry ice cream? Boleh?" gadis itu lalu menunjuk salah satu gambar.

"Hn. Pelayan…" Sasuke lantas memanggil pelayan dan memesan. Seusai memesan tak lama datanglah seorang pemuda dengan rambut pirang.

"Yo Teme!

"Hn."

"Dan kau? Sa-chan? Benar?" Pemuda itu -sebut saja Naruto menyapa Sa singkat sebelum akhirnya menarik kursi.

"Ah iya Naruto-kun, salam kenal! Aku Sa." Sa sedikit membungkuk.

"Ha-ha, iya-iya~ Sasuke sering bercerita kepadamu. Dia hampir gila karena-mu Sa-chan! Ha-ha!" –bletak! Satu jitakan kecil dengan tepat berhasil mendarat di atas kepala Naruto membuat pemuda pirang itu berhenti tertawa dan menatap Sasuke.

"…" Sasuke mendeath glare Naruto.

"Apa-sih Saskey? Aku-kan cuma bilang apa adanya! Atau jangan-jangan kau malu ya? A-ha-ha! Sasuke malu~!" Naruto tertawa puas, Sasuke blushing sedangkan Sakura hanya tergelak kecil.

"Sasuke malu~ Sasuke malu~ malu sama Sa-chan~!" Naruto masih bersorak sampai akhirnya Sasuke membungkam mulut Naruto dalam posisi er –dipangku?

"Kalian akrab sekali! Sudah seperti pasangan gay saja! He-he."

End's of Flash Back. . .

"Jadi begitu," Sasuke menghela nafas panjang. Sekilas terlihat pancaran kesedihan di mata pemuda itu. Sakura yang sedari tadi hanya diam kini mengabungkan tangan-nya dengan tangan Sasuke. Sasuke menoleh dan mendapati senyum dari gadis yang sangat ia rindukan. Walau ia juga tak yakin.

"Kau . . .pasti sangat tertekan." Sakura mengelus tangan Sasuke. Sasuke terdiam.

"Kalau aku adalah Sa, aku pasti akan sangat menyesal. Jika aku tau kau sakit hati karena kata-kataku aku pasti akan minta maaf, aku rasa Sa yang sebenarnya juga akan melakukan hal yang sama," Sakura lalu mendekap Sasuke.

"Walau-pun saat itu terasa sakit tapi, adalah salah jika kau menjadi gay karena itu. Di luar sana banyak kok wanita yang mau denganmu. Bahkan mungkin jika kita bertemu sebelum ini aku-pun akan tertarik padamu." Sakura tersenyum dalam pelukan Sasuke. Ada suatu rasa yang er –nyaman?. Sasuke hanya tersenyum tipis. –brak~! Suara suatu benda terjatuh membuat Sakura dan Sasuke melepas pelukanya.

"Sa-suke." Suara baritone sesosok pria dengan rambut cepak di depan pintu apartemen membuat Sasuke terbelalak.

"Sai! A-aku.–" Sai hanya mengelangkan kepala sambil berbalik menuju pintu.

"Ma-maaf, siapa kau?"Suara lembut Sakura membuat Sai berhenti dan menghadap ke arah mereka berdua.

"Sai. Kekasih Sasuke." Sai menjawab tenang sebelum akhirnya menghampiri Sakura.

"Kau?" Sai mengulurkan tanganya. membuat Sakura tersenyum dan menjawab,

"Aku Sakura Haruno, Sakura. Tunangan Sasuke."Sakura menjabat tangan Sai sebentar sebelum akhirnya melepasnya. Sai hanya menghela nafas lalu berbalik dan melangkah.

"Sa-Sai!" Sasuke hendak berlari mengejarnya saat Sakura menahan kedua tangan pemuda itu.

"Tidak! Tidak boleh!" Sakura mengelang pelan sambil mengengam tangan Sasuke. Sasuke awalnya hanya pasrah, sampai akhirnya dia menghempaskan Sakura ke sofa. Sakura yang ada dalam posisi setengah tertidur karna terdorong tanpa sadar melepaskan tanganya yang bertaut dengan tangan Sasuke. Melihat kesempatan itu Sasuke segera meninggalkan Sakura.

Malam semakin larut saat Sakura berjalan sendirian di pesisir pantai Konoha. Tadi sesudah Sasuke kembali Sakura segera pulang, ia tidak berbicara sedikitpun setelah Sasuke kembali. Kaki-kaki kecilnya berjalan pelan di atas pasir putih Konoha Beach, tanpa alas kaki. Jumpsuit hitam dengan bunga-bunga merah muda yang dikenakanya tampak sesekali berhembus terkena tiupan angin. Rambut merah muda-nya di gelung menjadi satu, membuatnya terlihat segar.

"Tidak kusangka, menjadi seorang psikolog itu cukup susah." Sakura berbicara sendiri, dia tersenyum lalu duduk di pasir.

"Hhh...Sasuke itu memang aneh. Sangat menarik menjadi seorang psikolog pribadi untuknya. Dia punya banyak kejutan untuk orang yang dia anggap berharga. Dia bisa menjadi lembut...tetapi tidak menutup kemungkinan dia akan melukai," Sakura lalu mengeluarkan sebuah buku kecil dari saku bajunya. Setelah mengambil bolpoint yang terselip di tengah buku itu Sakura lalu menulis,

Dear, notes. Kali ini aku punya seorang pasien. Namanya Sasuke Uchiha, dia orang gila. Dia seorang gay dan

"Dan apa?" suara bariton seseorang yang Sakura kenal membuat Sakura mendongkah.

"Ka-u?" Sakura bertanya –err menyapa pelan saat pemuda yang ternyata Sasuke itu duduk di sebelahnya.

"Maaf atas kejadian tadi." Sasuke lalu memberikan sebuah kotak dengan pita pink kepada Sakura.

"Tidak masalah. Itu sudah menjadi makanan sehari-hari untukku. Ini?" Sakura mengocok pelan kotak itu,

"Itu permintaan maafku. Mungkin harganya-"
"Itu tidak penting yang terpenting adalah ketulusanmu dan niat. Kau memberikan kotak ini, meminta maaf padaku berarti kau memang ingin sembuh. Benar-kan?" Sakura tersenyum tipis.

"Hn. Bukalah." Sakura lantas menarik pita itu, Sasuke hanya memperhatikan.

"Hm? Kain" Sakura lalu menarik keluar kain –satin itu dari dalam kotak.

"Itu hadiah Sa-chan." Sasuke berkata pelan, sebelum mengikatkan kain itu di leher Sakura.

"Berarti ini bukan untukku." Sakura lalu tersenyum dan mengentikan tangan Sasuke.

"Sa-chan tidak ada. Jadi ini untukmu saja." Sasuke menepis tangan Sakura dan mengikat kain itu.

"Mhn...terimakasih. Besok aku tidak bisa ke apartemenmu, aku harus pergi ke Suna untuk sebuah alasan." Sakura lalu tersenyum sambil merapatkan kain yang dia kenakan.

"Sayang sekali. Padahal aku sudah ingin mengenalkanmu pada teman-temanku." Sasuke tersenyum kecewa.

"Hmn, gomenasai." Sakura tersenyum balik.

"Ada urusan apa ke Suna?" Sasuke bertanya curiga,

"Ah, itu...Kakakku sedang sakit, jadi dia memintaku ke sana." Sakura menjawab canggung, terkesan seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Oh..." Sasuke menyahut tak yakin.

"Ah iya, ada sesuatu yang aku lupa! Kau punya foto Sa-kan? Aku minta ya? Kau bisa kirimkan ke emaliku, minta saja alamatnya pada Kaa-sanmu! Umm, ini sudah malam. Aku mau pulang dulu, tidak usah repot-repot mengantarku. Oyasumi~" Sakura segera berdiri lalu berjalan cepat meninggalkan Sasuke. Sasuke segera ikutan berdiri, ia mengejar Sakura. Setelah sampai dibelakang gadis itu Sasuke lalu menahan tangan kanan Sakura,

"Aku ikut ke Suna," Sasuke berkata cepat sebelum akhirnya memeluk Sakura dari belakang.

"Tap-tapi..."

TBC~

Gak bisa ngomong apa-apa. Tinggalkan saja review~

ARIGATOU~

Sign,

Murasaki Weed