Little Garden Of The World
By
Lang
Summary ::
Ini adalah sebuah kisah sederhana. Kisah mengenai dunia Magic yang sudah marak didunia FFN, tapi tahukah kamu? Bahwa sesungguhnya dunia ini adalah mainanku? Dunia ini ada dalam genggamanku. Anak Manusia yang memegang kemampuan Special Reality Marbel King Of Treasury dan Magic Persepsi yang dianggap tidak terlalu berguna dalam pertempuran. Tapi apakah benar begitu? Akan aku tunjukan pada mereka betapa berbahayanya Seluruh Hartaku! Gate Of King Treasure.
.
Oe Oe Oee!
Suara tangisan bayi terdengar dirumah sakit yang berada diKerajaan Britania Raya. Sosok wanita berambut merah terlihat menggendong anaknya diatas tempat tidur dan menenangkan anaknya yang sejak beberapa waktu menangis. Ini adalah hal wajar bagi seorang bayi menangis, tapi tetap saja ini membuat wanita itu khawatir dengan keadaan anak keduanya itu.
"Cup cup cup,,, jangan menangis terus dong sayangku. Nanti Kakakmu akan datang sebentar lagi, jangan menangis lagi oke!"
Wanita itu menatap kearah jam dinding diruangan miliknya itu dan melihat bahwa ini sudah sampai pada pukul 09 : 00.
"Seharusnya Naruto sudah datang."
Cklek
Tepat dengan suara gumaman itu, pintu kamar rumah sakit terbuka dan memperlihatkan sosok anak kecil yang memiliki wajah luar biasa dan tatapan yang bisa dibilang menawan siapa saja. Bahkan suara tangisan bayi langsung terhenti bersamaan dengan datangnya sosok itu.
"Um selamat pagi, Okaa-san~. Apakah Mana milik Okaa-san sudah pulih? Irisviel Obaa-san datang kesini menjenguk."
"Irisviel."
Gumam Kushina melihat sosok wanita berambut putih yang datang bersama dengan anak angkatnya. Disamping Irisviel terlihat sosok gadis kecil yang memiliki wajah imut sedang cemberut menatap punggung anak angkat Kushina.
"Apakah kau sudah baikan, Kushina? Ini sudah 2 minggu kau memulihkan mana setelah persalinan."
Seorang wanita yang selesai melahirkan akan kehilangan seluruh mana miliknya ketika persalinan karena mana miliknya tersalur kepada sang bayi. Jadi selama beberapa waktu wanita yang selesai melahirkan akan memulihkan diri selama beberapa waktu setelah seluruh mananya terkuras.
Belum lagi tingkat pemulihan mana akan menurun hingga proses pemulihan mana akan lama. Mengingat bagaimana besarnya mana Kushina maka seharusnya akan pulih setelah 1 bulan, ini adalah keajaiban bahwa Kushina bisa langsung sadar 3 hari setelah persalinan dan pada 2 minggu ini bisa beraktifitas normal walau masih belum diperbolehkan keluar rumah sakit oleh pihak rumah sakit.
"Aku agak terkejud bisa secepat ini. Entah apa yang terjadi sebenarnya."
Kushina menghembuskan nafasnya lemah menjawab pertanyaan Irisviel. Pikirannya sedikit kacau akibat ulah suaminya yang sekarang menjadi mantan suaminya itu, status itu telah ditetapkan saat Kushina mengandung 7 bulan dan membuatnya sedikit terguncang walau bisa menenangkan diri mengingat dia saat itu mengandung.
"Cheh,,,, masa lalu biarlah berlalu. Kau jangan terlalu memikirkannya, Okaa-san."
"Naruto."
Kushina dan Irisviel tersentak mendengar ucapan sinis dari Naruto yang menusuk. Tak memperdulikan tatapan terkejut yang ditujukan untuknya, Naruto mengambil sebuah kertas dan memberikannya kepada sang `ibu`. Sosok yang telah dipilihnya dalam Lompatan dunia.
Naruto telah mengorbankan Talent miliknya sendiri untuk melompati dunia ini dan segera mengkonsumsi Potion Of Youth secara Overdosis didepan pintu rumah keluarga Kushina. Ini membuat ubuhnya menjadi bayi dan kekuatan pengendalian dan fisiknya menurun secara drastis.
Walau itu akan segera kembali seiring umurnya sih. Maksimal dia harus berumur 16 tahun agar dapat menggunakan seluruh Harta Mulia didunia harta karun miliknya.
"Ini adalah surat dari pihak Rumah Sakit. Aku sudah membayar semua tagihan dan kita bisa segera pindah menuju rumah milik Obaa-san sementara waktu."
"Tunggu! Bagaimana bisa kau membayar tagihan rumah sakit? Apa kau mencuri? Tidak, itu tidak mungkin. Apakah kau yang membayarnya Irisviel?"
Irisviel menggelengkan kepalanya dengan wajah kebingungan membuat Kushina semakin bingung. Naruto yang melihat itu tersenyum kecil dan menjentikkan jarinya.
Sring
Lingkaran berwarna emas muncul diatas tubuh Kushina dan menjatuhkan 1 Kg batang emas murni. Emas yang bahkan lebih murni dari pada seluruh emas didunia ini. Kushina, Irisviel, beserta gadis kecil melongo melihat megic yang tak pernah mereka lihat maupun dengar.
Lupaka soal tak pernah didengar maupun dilihat, mereka lebih tak percaya anak umur 7 tahun dapat melakukan Magic tanpa melakukan mantra satupun.
"Ap-apa itu tadi? Kau bisa menggunakan Magic tanpa golongan?"
"Em bagaimana yah menjelaskannya? Intinya aku bisa melakukannya saat umur 6 tahun, bersamaan dengan beberapa hal yang lainnya. Aku kemudian melatihnya, Okaa-san sudah menyadari bahwa aku beberapa kali pergikan?"
"Itu..,"
Kushina tak bisa menjawab pertanyaan Naruto karena logikanya menentang semua itu. Seharusnya anak umur 7 tahun mana mereka belumlah cukup untuk melakukan Magic keculai mereka dari garis keturunan khusus. Beberapa orang juga bisa mengeluarkan jurus diumur 6 tahun itupun dengan bantuan Artifac. Tanpa bantuan Artifac hal itu adalah kemustahilan.
Tapi anak angkatnya yang dia temukan tergletak didepan pintu 7 tahun yang lalu memiliki kemampuan diluar logika. Menjungkir balikan segala pemikiran dasar Kushina dan Irisviel mengenai ketentuan dasar pengguna Magic dimana anak dibawah 7 tahun tak bisa melakukan Magic tanpa bantuan Artifac.
Oe Oe Oeee
Suara tangisan memecah keheningan dan segera membuat semua yang ada disana panik. Bahkan Naruto yang berwajah biasa saja ketika melihat penderitaan orang lain ikut panik. Hey itu adalah perasaan alami seorang kakak terhadap adik barunya.
.
.
7 tahun sudah Naruto berada didunia ini, perjalanannya dikeluarga Namikaze sangat menarik dan tidak membosankan. Konflik keluarga atara Ibu angkat dan ayah angkatnya memanas pada saat ibunya mengandung adiknya pada 8 bulan.
Ini akibat dari Minato selaku ayah angkatnya meminta bercerai dengan Kushina dan ingin menikah dengan Mito yang mirisnya adalah Kakak dari Kushina sendiri. Ini membuat Kushina terpukul dan Naruto turun tangan menghiburnya. Membiarkan sosok yang sudah dia panggil ibu terpuruk merupakan penghinaan bagi harga dirinya.
Setelah beberapa kali menghibur ibunya, Naruto menghilangkan kabut hitam dalam hati Kushina dan segera membuatnya bangkit kembali. Beberapa waktu kemudian, Kushina melahirkan dan tak sadarkan diri, untuk itu Naruto mengalirkan Mana Divine dalam skala kecil agar membantu Kushina cepat sadar.
Nauto bisa saja membuat Kushina sadar dengan mengalirkan energi miliknya secara penuh, tapi itu akan menimbulkan keributan besar dirumah sakit. Jadi Naruto memendekkan waktu istirahat Kushina dengan cara kecil dan konstan mengalirkan energinya kepada Kushina.
Sementara itu adiknya dirawat diruangan khusus oleh suster penjaga dan Naruto secara diam – diam mengawasi Suster itu dengan Harta Mulianya. Entah mengapa nalurinya mengatakan bahwa tak ada yang bisa dipercaya dalam mengurus adiknya itu kecuali Kushina maupun ibunya.
Apakah ini rasanya menjadi seorang Kakak?
Itu adalah pemikiran Naruto saat merasakan emosi kuat untuk melindungi adiknya. Membuat sesuatu seperti `macam – macam dengan adikku, Noble Phantasm Rank EX akan menghancurkanmu` terukir dalam dihatinya secara tak sadar. Dengan begitu Naruto memahami pemikiran manusia yang ada dalam tubuhnya.
Selama menunggu ibunya sadar dirumah sakit, Naruto selalu pulang kerumah teman Kushina yang bernama Irisviel. Wanita yang memiliki rambut putih panjang dan wajah yang menarik, suaminya telah meninggal dalam insident Fuyuki yang disebut sebagai Insident Great Disaster.
Insident dimana sosok monster Orc evolusi berjenis Orc Disaster mengamuk keluar dari dungeon membawa 200.000 pasukan Orc. Para Orc menyerang kota Fuyuki dibagian timur Britania yang bertepatan disana suami Irisviel, Kiritsugu, menjalankan misi bersama anak didiknya-mengingat pekerjaan Kiritsugu adalah guru disekolah sihir.
Itu adalah cerita singkatnya.
"Hoaahhmm."
Naruto menguap pelan dan turun dari ranjang berwarna putih. Kaki kecilnya menuntun menuju kamar mandi dan segera melakukan ritual pagi, mandi dan mengganti pakaiannya.
.
Naruto turun dari tangga dan beberapa kali berpapasan dengan Maid yang sedang bekerja dipagi hari. Seharusnya Naruto bangun lebih pagi karena dia berencana melakukan beberapa percobaan mengeluarkan Magic proyeksi agar tak terlalu tergantung menggunakan kemampuan King Of Treasure mengingat itu pasti akan menarik banyak perhatian.
Magic proyeksi miliknya bisa dikondisikan dalam versi superior karena mampu menjamin keaslian sebesar 85% yang sangat berbeda dengan sihir proyeksi versi asli yang hanya bisa meniru dengan ketelitian tak lebih dari 70% dibandingkan yang asli.
Walau begitu, Naruto masih ingin mengembangkan sihir itu agar dapat melepaskan banyak proyektil senjata. Sekarang dia bisa melepaskan sedikitnya 50 buah senjata dan menembakkannya secara serempak dan berturut – turut.
"enghh Kaa-chan! Ini masih pagi."
"Hei, jangan begitu. Kau segeralah mandi karena kita akan belajar dasar sihir element petir milikmu. Setelah itu kita akan menjenguk Kushina."
"Waaa benarkah? Yeay aku akan belajar sihir petir!"
Naruto yang mendengar suara dilantai dua menghentikan langkahnya turun dari tangga sebelum mendengus geli. Dia kemudian melanjutkan langkahnya dan saat 5 langkah akan sampai dilantai pertama, puluhan suara langkah kaki mendera dibelakang tubuhnya dan...,
Srettt
"Hyaaahhh rasakan ini, pirang!"
Geser!
Brakk
"Wadaw!"
"Membosankan."
Naruto menatap datar gadis seumurannya yang tersungkur dilantai karena berusaha menendangnya tapi meleset akibat Naruto lebih dulu menggeser tubuhnya kearah samping. Irisviel yang berada diatas tersenyum kecil diwajah cantiknya dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.
"Jangan melakukan hal seperti itu, Illya. Sekarang segera menuju kamar mandi."
"Ha`i!"
Illya bangkit dengan wajah cemberut mendengar nada tagas dari ibunya. Illya kemudian menatap tajam Naruto dan Naruto hanya menutup matanya dengan mulut membentuk lengkungan kecil. Tersenyum geli melihat tingkah dan ekspresi Illya yang menurutnya lucu.
"Hmp!"
Illya melengos dengan wajah kesal dan menuju kearah kamar mandi dilantai bawah. Memang ada kamar mandi didalam kamarnya, tapi itu adalah kamar mandi kecil dan Illya tidak suka. Illya lebih suka mandi dikamar mandi bawah yang besar bersama dengan ibunya.
"Maafkan tingkah Illya-chan ya Naru-kun. Dia sepertinya,,."
"Aku mengerti Obaa-san. Aku akan menunggu diruang makan."
"Umm."
Naruto pergi menuju ruang makan meninggalkan Irisviel yang menatap punggungnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Naruto tahu apa yang dipikirkan Irisviel tanpa perlu menggunakan magic atau semacamnya. Pengalaman dan logika dapat memberitahu Naruto tentang apa yang dipikirkan Irisviel.
"Dia masih anak kecil. Tapi pemikiran, tingkah, dan juga postur tubuhnya menunjukan dia adalah orang dewasa. Aku menjadi teringat dengan seseorang saat melihat sikapnya."
Gumam Irisviel sebelum mengikuti anaknya menuju kamar mandi besar yang biasa dia gunakan bersama dengan Alm. Suaminya.
.
.
Naruto duduk diatas kursi penumpang didalam Taksi bertenaga mana dan menatap keluar jendela. Disampingnya terdapat Illya yang duduk dipangkuan ibunya sedang tertidur pulas.
"Kau tidak tidur, Naru-kun? Perjalanan masihlah 15 menit lagi. Kau bisa tidur jika kau mau."
Naruto menggelengkan kepalanya pelan. Dia tak mungkin tidur dan bersandar pada Irisviel, itu akan menurunkan kebanggaannya sebagai Single(?). Menurut Naruto, seorang laki – laki hanya boleh menyandarkan kepalanya pada istri atau pada orang tuanya saja, jika dia bersandar pada Irisviel yang hanya teman ibu angkatnya maka harga dirinya akan terluka.
Sebuah perasaan aneh dari kakek peot yang berubah menjadi anak umur 7 tahun memang aneh dan tak masuk akal.
"Aku baik – baik saja Obaa-san. Lagipula aku ingin memandang gedung besar itu."
Irisviel yang melihat pandangan berbinar Naruto tertawa kecil, walau sikapnya terlihat dewasa kadang – kadang Naruto tetaplah masih anak kecil yang polos. Yah setidaknya itu didalam pemikiran Irisviel tentang Naruto.
Mereka saat ini sedang menuju Ibukota Kerajaan Britania, Avalon. Butuh waktu 30 menit menuju Ibukota Avalon mengingat rumah Irisviel yang berada dikota sebelah barat Avalon.
"Obaa-san."
"hmm?"
Irisviel yang mengelus kepala anaknya yang tertidur menoleh kearah Naruto yang menatap kearah gedung besar. Gedung besar itu terlihat luar biasa dan luasnya tidak main – main. Dikelilingi oleh tembok setinggi 8 meter, sebuah gerbang megah terlewat sekilas dalam pandangan Irisviel.
"Itu adalah gedung Magic School yang memiliki stadarisasi kelas atas. Hanya murid berbakat saja yang diterima. Apakah kau ingin masuk kesana? Masuk disana tak mudah loh?"
Irisviel menatap penasaran pada ekspresi Naruto setelah melancarkan godaannya. Terpancing dengan pertanyaan yang melukai egonya, Naruto mendengus kesal dan membuat Irisviel terkikik pelan karena berhasil membuat anak angkat temannya ini kesal.
"Ini tidak lucu! Dan lagi aku pasti bisa masuk kedalam tempat mur-seperti itu. Lagipula apa syarat masuk kedalam sekolah itu? Apakah Obaa-san lulusan disana?"
Naruto menggheela nafasnya pelan setelah berhasil meluruskan nada bicaranya dan tidak keceplosan menyebut sekolah magic itu sebagai `tempat murahan`. Bisa gawat jika dia kelepasan tadi batin Naruto lega dengan pengontrolan dirinya sendiri.
Irisviel terlihat diam sebentar dan tatapannya menyendu sesaat, itu tak dilewatkan oleh Naruto sama sekali.
"Aku memang seorang alumi disana. Rencananya aku akan segera menjadi pengajar jika Illya sudah bersekolah disana. Soal persyaratan masuk, kau akan melewati beberapa tes pertarungan dan sejenisnya. Aku tak terlalu yakin tentang tesnya karena itu sudah beberapa tahun yang lalu, mungkin saja peraturannya sudah berubah."
"Um."
Naruto mengangguk mengerti mendengar beberapa penjelasan Irisviel. Dia sudah tak bisa menggunakan Sha Naqba Imuru. Merepotkan juga harus bertanya tentang sesuatu kepada orang lain batin Naruto sambil mengalihkan perhatiannya kearah gedung besar yang bermunculan kembali setelah terlewatnya akademi sihir tadi.
.
.
Brumm
Suara halus mesin berbahan bakar mana mengalun dan segera pergi mecari penumpang baru, Naruto melihat itu dengan mata terpejam dan segera membalikkan tubuhnya diikuti oleh Irisviel dan Illya yang cemberut sambil mengelus pipinya yang memerah.
"Aku akan pergi sebentar,Obaa-san. Ada hal yang harus aku urus."
"ehh! Kau tidak boleh pergi. Jika kau tersesat maka akan sulit mencarimu."
"Aku sudah mengelilingi rumah sakit ini lebih dari 5 kali, Obaa-san. Lagipula jika aku tersesat aku bisa bertanya pada orang sekitar."
Irisviel terdiam sesaat dan menatap balik mata merah menawan milik Naruto dibawahnya. Menyerah, Irisviel menghembuskan nafasnya pelan. Sungguh! Dia seperti menghadapi orang dewasa yang keras kepala dari pada seorang anak kecil.
"Kau hati – hatilah dan jangan keluyuran. Aku akan menunggumu ditempat tunggu atau-aku akan sendiri saja."
Naruto memotong perkataan Irisviel dengan cepat dan tersenyum tipis. Irisviel mengangguk lemah mendengar perkataannya dipotong, sepertinya kekeras kepalaan Kushina mengalir dalam diri Naruto walau mereka tidak sedarah.
Naruto mengalihkan pandangannya kearah Illya sejenak yang menatapnya dengan tatapan kesal. Naruto tersenyum mengejek sebentar dan mengatakan sebuah kata yang layaknya sebuah bensin yang mengobarkan api semakin besar.
"Jangan tertidur lagi, Chibi."
"URUSAI!"
Illya berteriak mendengar ejekan Naruto. Pipinya masih memerah karena dicubit dengan keras oleh Naruto saat sampai di rumah sakit. Yah ini salahnya yang dibangunkan susah, jadi Naruto mencubit pipinya agar bisa bangun dan turun dari taksi.
"Hmp."
Naruto mendengus sejenak dan memutar arah dipersimpangan yang berlawanan arah dengan Irisviel dan Illya. Tujuan Naruto adalah untuk membayar biaya rumah sakit ibunya. Bergantung tempat tinggal sudah membuatnya harus menahan malu, dia tak akan bisa menahannya lagi jika harus meminta Irisviel membayar biaya rumah sakit.
Dia adalah Naruto! Putra dari Gilgamesh dan juga Ishtar. Orang yang memiliki tubuh dewa dan pikiran serta perasaan seorang manusia. Mau ditaruh mana mukanya jika dia berhutang begitu banyak pada seseorang yang bahkan hartanya tak bisa dibandingkan dengan jumlah tak terhitung emas didalam Reality Marble miliknya.
.
.
Naruto dengan tenang menatap malam penuh bintang dan duduk ditaman kediaman Irisviel. Ibunya sudah ada disini dan saat ini sedang menyusui adiknya dan mengantarkannya kealam mimpi yang indah.
Tapi apapun namanya itu, mulai sekarang kisah akan bergulir dengan lebih keras. Magic presepsi sudah tidak ada, King Of Treasure tak bisa digunakan secara sembarangan. Sekarang Naruto harus melatih kemampuan fisiknya lebih dari pada didunianya dulu dan mengembangkan magic proyeksi.
"Taman kecil ini memang tak pernah bisa membuatku bosan. Apakah ini perasaan Tou-sama saat bermain didunia dulu? Aku tak sabar menanti jalan takdirku didunia ini."
Srinkk
Dikedua tangan Naruto bersinar sesaat dan kemudian Naruto menuliskan kata – kata diudara.
Little Garden Of The World
TBC
