'entah kebaikan apa yang aku perbuat dimasa lalu sehingga aku bisa bertemu dengan makhluk seindah dirimu Baekhyun'

Tanpa sadar Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun, mereka berdua memejamkan mata dan akhirnya benda kenyal itu bertemu untuk yang pertama kali, Chanyeol yang memulai ciuman itu, jantung keduanya berdegup sangat kencang dan di luar dugaan Chanyeol, Baekhyun membalas ciuman itu dengan lembut dan terkesan malu-malu.

Chanyeol menyudahi ciuman itu dan ia menatap mata sayu Baekhyun yang memancarkan banyak kepedihan dan rona merah di pipi pria manis itu.

"ah maaf" Chanyeol tiba-tiba gugup dan ia memutuskan untuk menenangkan degupan jantungnya dikamarnya.

"hah hahh apa yang sudah kau lakukan Park Chanyeol? argghh" racaunya sendiri.

YUTA PRESENTS

DON'T SAY GOODBYE (CHANBAEK)

Main Cast : Park Chanyeol - Byun Baekhyun

Support Cast : EXO Members and others

Rated : M

Summary : "suara apa itu?". "maaf.. semua T-shirt ku sedang dicuci, yang ada hanya kemeja ini" . "siapa nama mu? berapa usia mu? darimana kau berasal? apa yang menyebabkan kau menjadi seperti ini? siapa kau sebenarnya?" . "lindungi.. a-akuhh ku-mohon.." WARNING! YAOI/BL/SHOUNEN-AI/MATURECONTENT. DLDR! CHECK THIS OUT!

Disclaimer : Seperti biasalah, ini ff 100% asli buatan Yuta dan tanpa pengawet juga pemanis buatan(?) Semoga kalian suka aja bacanya, itu udah bikin Yuta seneng kok ^^)/

A/n : kritik dan saran kalian sangat berguna buat saya ^^)/ FF ini terinspirasi dari MV DAVICHI - Don't Say Goodbye tapi Yuta buat ChanBaek Versionnya kkkk~ Semoga suka ^^)/

Backsound : DAVICHI - Don't Say Goodbye

~~Happy Reading~~

'Maafkan aku harus membalasnya terhadapmu. Ini semua karena kesalahan Ayahmu, jadi jangan salahkan aku. Park Chanyeol' ucap Baekhyun dalam hati dengan smirknya setelah menyelesaikan ciumannya dengan Chanyeol dan melihat pria tinggi itu menuju ke kamarnya.

Baekhyun lalu menyeka bibirnya dengan lengan kemeja putih milik Chanyeol yang masih ia pakai.

.

.

.
"Yeoboseyo?"

'Baek, bisakah kita bertemu siang ini?'

"Kebetulan jika siang hari, Chanyeol masih berada dikantor. Baiklah, nanti aku akan datang ke markas"

'Bagus, siang ini tepat jam 1. Aku menunggumu'

Pria yang meneleponnya barusan memutuskan sambungan teleponnya. Baekhyun masih dengan wajah datarnya berjalan menuju kamarnya atau lebih tepatnya kamar Chanyeol yang disediakan untuknya dan bergegas untuk mandi.

Setelah membersihkan tubuhnya, Baekhyun kini sedang memilih-milih pakaian yang cocok untuknya. Kebetulan semalam Chanyeol membelikan banyak baju untuk Baekhyun, dan tentu saja di terima oleh Baekhyun dengan senang hati.

'Aku sungguh tidak menyangka bahwa seorang pewaris tunggal 'Park Corp' begitu mudah untuk di tipu dan di bohongi ck!'

Setelah selesai mematut dirinya di depan cermin, kini Baekhyun telah siap untuk pergi. Tetapi sebelum ia dapat keluar dari rumah Chanyeol, tentu saja ia harus mencari kunci cadangannya. Karena Chanyeol sama sekali tidak mengizinkan Baekhyun untuk keluar dan mengunci semua pintu rumahnya.

Baekhyun mengendap-endap memasuki kamar Chanyeol yang bodohnya tidak dikunci oleh pemiliknya itu.

Cklek

Baekhyun tercengang melihat apa yang ada didalam kamar Chanyeol. Kamar yang begitu luar biasa luas dengan design eropa yang sangat elegan berwarna gold dan merah marun juga menambahkan kesan mewah di kamar itu. Perabotan yang ada disana juga terlihat sangat mahal, setidaknya begitulah menurut perkiraan Baekhyun. Di tengah kamar itu terdapat sebuah ranjang berukuran king size dengan empat buah pilar yang berdiri tegap pada setiap sudut ranjang itu. Jangan lupa gordyn berenda mewah yang tergantung cantik disana. Kamar Chanyeol berada di lantai dua rumahnya, dan Baekhyun baru menyadari bila kamar Chanyeol berhubung dengan balkon yang menghadap langsung ke pemandangan yang luar biasa indahnya. Kaca transparan yang menjadi pembatasnya. Sungguh ini adalah selera seseorang yang memiliki kriteria yang tinggi dan harus serba sempurna.

Baekhyun dapat menghirup wangi maskulin khas Chanyeol yang tersebar di kamar itu. Membuatnya sangat nyaman dan tenang. Seketika Baekhyun tersadar dari ketertakjubannya dan teringat kembali dengan tujuan awalnya ia kesini.

Baekhyun mencurigai nakas yang berada di samping ranjang Chanyeol itu. Ia memutuskan untuk berjalan kesana dan dengan perlahan membuka laci nakas tersebut dengan jemari lentiknya. Jujur saja Baekhyun merasa gugup, pasalnya ia tidak pernah mengendap-endap masuk ke dalam ruangan pribadi seseorang. Dan ini adalah pengalaman pertamanya. Baekhyun menoleh-nolehkan kepalanya mencari dan memastikan apakah terdapat cctv di kamar Chanyeol atau tidak. Dan Baekhyun menghela nafasnya saat ia yakin tidak ada satupun alat pengintai yang berada di kamar itu.

Baekhyun melanjutkan aksinya mencari kunci rumah Chanyeol, dan betapa bersyukurnya Baekhyun langsung berhasil menemukan kunci yang ia maksud itu.

'Apakah ini hari keberuntunganku? atau Chanyeol yang terlalu bodoh?'

Baekhyun tersenyum puas sambil menggenggam kunci itu.

.

.

"Melihat dari 3 tahun belakangan saham kita terus meningkat, Maka dari itu aku memutuskan untuk membuka sebuah Cabang baru di Jepang. Aku sangat memohon bantuan dari kalian semua agar lebih berusaha keras lagi demi kesuksesan kita bersama, Aku pun juga akan melakukannya dengan semua usaha dan tenaga yang aku miliki" Ucap Chanyeol pada rekan kerjanya pada saat mereka sedang mengadakan meeting tentang pembukaan Cabang baru mereka di Jepang.

"Luhan dan Jongin, aku juga memohon bantuan dari kalian. Kalian akan aku pindah tugaskan kesana. Tidak perlu khawatir dengan tempat tinggal. Karena kalian tau bukan jika kita telah memiliki banyak resort di Jepang?" Chanyeol tersenyum ke arah kedua sahabatnya itu.

"Kami akan melakukannya demi dirimu Chan" ucap Jongin.

"Hitung-hitung kalian anggap saja itu sebagai hadiah liburan kalian berdua karena sudah bekerja keras selama ini" kikik Chanyeol.

"Tapi ingat, pekerjaan yang harus di utamakan" lanjut Chanyeol sedikit mengancam dua orang yang ada dihadapannya itu.

"Memangnya kapan kita pernah mengabaikan pekerjaan Chanyeol-ah?" Kini tatapan tajam Luhan mengarah pada Chanyeol namun tidak membuat pria bertelinga peri itu takut, yang ada malah ia tertawa dengan keras.

"Sungguh ekspresi 'sok galak'mu itu tidak cocok untuk wajahmu yang cantik Luhan Hyung" Chanyeol masih saja tertawa.

"Aku namja Chan, dan aku itu TAMPAN! kau dengar? T-A-M-P-A-N.. TAM-PAN titik" Luhan merajuk.

"Yayaya baiklah, terserah kau saja"

Meeting yang awalnya berjalan sangat serius itu kini di akhiri dengan candaan sang Direktur pada semua orang yang ada disana. Ya, Chanyeol tidak pernah bersikap dingin pada semua perangkat-perangkat yang ada di dalam perusahaan nya, karena semua yang menjadi perangkat penting bagi perusahaan Chanyeol adalah saudaranya. Mereka masih memiliki hubungan sedarah. Singkatnya, 'Park Corp' itu adalah sebuah perusahaan keluarga.

Setelah mereka menyelesaikan meetingnya, Chanyeol, Luhan dan Jongin memutuskan untuk makan siang di kantin kantor mereka. Setelah memesan makanan dan duduk di kursi yang berada dikantin tersebut, mereka berbincang-bincang sambil menyantap makan siang mereka.

"Aku ingin mengajak kalian ke rumahku malam ini, ada berkas yang harus aku berikan dan jelaskan secara pribadi pada kalian. Karena memang tidak mungkin aku membahas berkas vital perusahaan itu di kantor secara sembarangan" Chanyeol memulai percakapannya dengan wajah yang serius.

Luhan mengangguk-angguk mengerti.

"Malam ini jadwal DJ ku sedang libur, Aku bisa kerumahmu malam ini"

Ya, Selain menjadi asisten di perusahaan Chanyeol, Luhan adalah seorang DJ di club malam miliknya yang bernama 'Midnight Club'. Luhan bilang itu hanya sebagai media menyalurkan hobinya saja karena jenuh dengan tugas kantor yang tidak ada habisnya itu.

"Baiklah, Bagaimana dengan mu Kkamjong?" Tanya Chanyeol pada Jongin yang sedang resah ditempat duduknya itu.

"Sepertinya aku tidak janji Hyung, aku harus pergi untuk menemui seseorang dan menemaninya ke toko buku" Chanyeol melihat Jongin menggaruk tengkuknya dengan wajahnya yang kaku, dan demi tuhan Chanyeol ingin tertawa melihat ekspresi wajah Jongin yang sedang kasmaran itu.

"Oke tidak apa-apa. Aku bisa menjelaskannya lain waktu padamu Kai" ucap Chanyeol lalu di angguki dengan Jongin.

.

.

.
Baekhyun kini sudah tiba di markasnya. Baekhyun harus memasuki terowongan yang sepi dan gelap terlebih dahulu sebelum akhirnya ia dapat sampai disana. Markas tersebut nampak seperti gudang bila dilihat dari luar, tetapi berbanding 180 derajat dengan keadaan didalamnya. Bisa dibilang mewah untuk ukuran sebuah markas yang berada di pinggiran kota itu. Siapapun juga tidak akan menyangka bila ada sebuah markas 'kelompok kejam dan tidak segan-segan membunuh siapa saja yang menjadi mangsanya' terdapat disana. Sungguh lokasi yang sangat strategis.

Baekhyun memasuki markas tersebut dan dia langsung bisa melihat sahabatnya itu sedang memainkan tab di genggamannya dengan wajah datarnya. Seperti sedang mencari informasi tentang seseorang mungkin?

"Oh kau sudah tiba, kemarilah" ucap lelaki berwajah datar itu mempersilahkan Baekhyun untuk duduk disebelahnya.

"Terima kasih" Baekhyun mendaratkan pantatnya pada sofa yang empuk itu.

"Untuk apa kau menyuruhku kembali ke markas, Oh Sehun?" Mulai Baekhyun dengan wajah yang sama datarnya.

"Aku sudah tau kelemahannya Hyung, kau harus membayarku mahal untuk itu" jawab lelaki berwajah datar itu yang diketahui bernama Sehun.

"Ck! bisakah kau bersabar menunggu dulu hingga aku bisa memeras uang Chanyeol?" Baekhyun memutar bola matanya malas.

"Hahaha aku sudah sangat tidak sabar hyung, maka dari itu aku akan membantumu untuk memeras uang Chanyeol dan segera membawa pulang namja cantik yang aku temui semalam hyung" smirk muncul di wajah Sehun.

"Apa namja itu adalah namja murahan yang baru sekali kau temui dan bisa kau bawa ia pulang hanya dengan membayarkan padanya beberapa lembar won?" sinis Baekhyun sambil membuka bir kaleng yang telah tersedia di hadapannya.

"Jangan sembarangan berbicara, tipe ku tidak serendah itu"

"Lalu untuk apa uang itu sehingga kau benar-benar membutuhkannya?" cibir Baekhyun setelah meneguk bir kalengnya hingga tersisa setengah.

"Aku akan melamarnya dan menikahinya karena aku telah jatuh cinta padanya" jawab Sehun datar.

"Persetan dengan cinta!"

Sesaat setelah Baekhyun mengatakan itu. Kepala kelompok mereka datang dengan tubuh yang terhuyung-huyung.

"K-kris! apa yang terjadi padamu?" Baekhyun secepat kilat membopong tubuh tinggi Kris dan membaringkannya di sofa samping Sehun.

"Akhir-akhir ini Kris Hyung sering pulang dalam keadaan mabuk, aku tidak tau apa penyebabnya" Sehun masih berusaha untuk tidak peduli kepada Kris yang selaku kakak kandungnya itu.

"Apa dia ada masalah Sehun? apakah dia menceritakan sesuatu padamu?" Tanya Baekhyun sambil melepas kaos kaki dan sepatu 'sang master' nya.

Baekhyun berubah menjadi sangat penurut bila dengan Kris. Kris adalah penyelamat hidupnya saat keluarga nya dibantai habis-habisan dulu.

.

.

flashback

.

.

Di dalam sebuah Rumah yang sangat besar itu terdapat sebuah keluarga kecil yang hanya beranggotakan sepasang suami istri dan kedua anak laki-laki itu kini sedang menikmati makan malamnya.

"Ayah, kau telah berjanji akan membelikanku mobil jika aku mendapat nilai bagus di ujian ini bukan?" Ucap Baekhyun dengan sumringah sambil mengunyah makanannya.

"Kapan Ayah berjanji padamu seperti itu Baek?" ucap ayah Baekhyun mencoba menggoda putra bungsunya itu.

"Aisshh ayahh~ aku tidak peduli, janji adalah janji. Dan itu harus di penuhi!" Baekhyun mencebikkan bibirnya imut karena merasa kesal dengan ayahnya yang sangat ia cintai itu. Semua orang tertawa melihat lingkah lucu Baekhyun.

"Hahaha baiklah, ayah akan membelikannya untukmu Uri Baekkie" Tuan Byun mengusak rambut Baekhyun karena gemas dengan anaknya yang satu ini.

"Ohiya Baekbeom, apa kau sudah menyebarkan undangan pernikahanmu?" Tanya sang ibu kepada kakak laki-laki Baekhyun yang bernama Baekbeom itu.

"Semuanya sudah siap bu, tinggal menunggu hari bahagia itu datang saja." Baekhyun ikut tersenyum melihat senyum bahagia kakaknya yang akan segera menikah dengan gadis pujaannya itu.

"Aku akan menghadiri pernikahan Baekbeom hyung dengan mengendarai mobil ku sendiri, Hyung" ucap Baekhyun begitu percaya diri.

Sang kakak hanya tersenyum menanggapi kelakuan adik satu-satunya yang sangat manis itu.

"Aku akan melihat kau mengendarai mobil barumu dan membuat para gadis disana meleleh Baekkie kkkk~" kikik Baekbeom.

Saat keluarga hangat itu sedang bergurau tiba-tiba saja Segerombolan orang yang memakai pakaian serba hitam dan memakai topeng segera menyandera mereka. Ayah Baekhyun tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena kepalanya baru saja di hantam dengan sebuah tongkat besi. Ayah Baekhyun langsung tersungkur disana. Sedangkan Ibu Baekhyun, Baekbeon dan Baekhyun sendiri di bekap dan dibius hingga tak sadarkan diri.

Sebelum Baekhyun benar-benar menutup matanya, ia melihat dengan pandangan buram bahwa salah satu dari kawanan tersebut telah menembak kepala Ayahnya dengan pistol. Dan sedetik kemudian pandangan Baekhyun gelap sempurna.

"Baekhyun, kau tidak apa-apa nak? Ibu menyayangimu, jaga dirimu baik-baik hiks hiks.."

DOR!

Baekhyun yang masih merasa sangat pusing dibagian kepalanya mendengar suara samar ibunya dan langsung membuka matanya saat itu juga. Tetapi Baekhyun terlambat. Pemandangan yang ada di hadapannya kini membuat Baekhyun terduduk lemas. Baekhyun melihat Ibunya dan Kakaknya, Baekbeom sudah tewas dengan kucuran darah yang mengalir di dada dan kepala mereka. Baekhyun menangis sejadi-jadinya memeluk kedua manusia tidak bernyawa yang dicintainya itu. Sampai Baekhyun merasakan ada yang menepuk bahunya, dan seketika ia menolehkan kepalanya kepada si pelaku yang mengenakan topeng itu.

Baekhyun berjalan mundur ketika pria bertopeng itu berjalan semakin mendekatinya. Baekhyun sungguh takut luar biasa. Apakah ia akan berakhir seperti keluarga juga? Baekhyun mengeluarkan seluruh airmatanya yang tersisa.

"hiks hiks"

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu. Ayo ikut aku sebelum teman-temanku datang"

Pria misterius itu lalu menggandeng tangan kurus Baekhyun mengikutinya ke arah jendela yang ada diruangan itu. Ia dan pria itu melompat keluar darisana. Lalu berlari sejauh-jauhnya dan sekencang-kencangnya. Hingga ia rasa sudah berlari cukup jauh dan sudah lumayan aman, pria misterius itu melepaskan topengnya.

"hahh hahh hahh Aku Kris, kau tidak perlu takut padaku. Aku adalah orang suruhan Ayahmu untuk menyelamatkanmu, Baekhyun-ah. Aku sudah berjanji kepada Ayahmu untuk menjagamu. Hahhh hahh maafkan aku tidak bisa menyelamatkan kakakmu dan ibumu. Kaki tangan Tuan Park sungguh licik dan sangat lincah"

Kris mencoba menjelaskan semua nya yang terjadi barusan pada Baekhyun dengan nafas yang terengah-engah.

"Aku menyamar menjadi anggota mereka agar bisa melindungimu, aku melakukan ini karena aku mempunyai hutang budi pada ayahmu karena telah menolong keluargaku yang berada di China" Lanjut Kris.

Baekhyun yang mendengar penjelasan Kris menggeleng tidak percaya. Masih dengan wajahnya yang penuh airmata, ia menatap ke dalam mata Kris. Dan Baekhyun seketika dapat menyimpulkan bahwa lelaki itu berkata jujur.

Baekhyun langsung memeluk tubuh Kris hingga Kris hampir tehuyung ke belakang.

"Katakan padaku siapa itu Tuan Park dan ku mohon kau bantu aku membalaskan dendamku padanya. Aku.. juga.. akan.. membunuhnya" ucap Baekhyun begitu dingin dengan perasaan dendam yang memenuhi pikirannya yang sedang kalut itu.

Baekhyun tidak habis pikir dengan 'keparat' bernama Park itu lakukan hingga tega-teganya membunuh semua orang yang ia sayangi dalam waktu kurang dari satu jam saja. Baekhyun bertekad untuk membalaskan dendamnya pada orang itu. Dan Baekhyun membutuhkan Kris agar rencana balas dendamnya itu bisa terlaksana.

"Kau tidak bisa menempati rumah itu lagi Baek, kau harus menghilang seolah-olah kau sudah mati terbunuh. Maka dari itu ikutlah aku ke China untuk sementara waktu yang menyusun rencana kita. Aku akan membantumu"

Perkataan Kris barusan membuat Baekhyun menganggukkan kepalanya setuju dengan ide Kris.

Dan keesokan harinya, Kris dan Baekhyun terbang menuju China tempat tinggal Kris. Baekhyun tinggal disana beberapa bulan.

Disana Baekhyun banyak berlatih ilmu bela diri dalam waktu yang bisa dibilang singkat itu. Tentu semuanya Baekhyun lakukan karena rasa sayangnya terhadap keluarganya yang direnggut secara tidak berperikemanusiaan itu. Dengan segala kemampuannya, kini Baekhyun telah siap membalaskan dendamnya. Tentu saja di bantu oleh Kris, Sehun adik Kris yang sangat jenius itu dan seorang lelaki bermata belo yang tidak bisa berbicara yang akan memonitor semuanya dari China.

Baekhyun masih mengingat jelas wajah lelaki bermata belo itu yang sangat serius dan telaten menggerakkan jari jemari di atas keyboard komputer. Ia bernama Kyungsoo, Teman Sehun yang berasal dari Korea sama seperti dirinya yang di temukan dan bawah kerumah oleh Sehun karena Kyungsoo dibuang ke China oleh Ayahnya hanya karena faktor kekurangan yang ada pada dirinya. Tapi sesungguhnya Kyungsoo adalah orang yang sangat jenius bahkan melebihi Sehun, sayangnya ia tidak bisa berbicara.

Dirumah Kris tidak ada orangtua mereka karena kedua orangtua mereka juga dibunuh oleh orang suruhan 'Tuan Park'

.

.
"Kau sudah siap dengan semua rencana kita Baek?" tanya Kris mencoba meyakinkan kembali pria bermata sipit itu.

"Aku tidak pernah merasa sangat siap seperti ini sebelumnya Kris" ucap Baekhyun mantap dan ia memasuki sebuah kantong plastik sampah hitam yang berada didepan rumah 'mangsanya' itu.

"oke, jaga dirimu baik-baik" Kris mengecup singkat bibir tipis Baekhyun dan dibalas oleh Baekhyun.

.

.

Flashback end
.

.
"Kris sudah terlelap dikamarnya, tolong kau perhatikan kesehatan kakakmu itu Sehun" Baekhyun menasihati adik Kris yang terkenal masa bodo tetapi memiliki otak yang sangat jenius itu.

"Arrasseo Hyung.. Ini adalah data yang kau butuhkan untuk kau berikan padaku. Cari dokumen yang sama persis dengan kode yang tertera disini. Kau harus berhati-hati Hyung, walaupun Chanyeol baik padamu. Kau harus waspada jangan sampai Tuan Park mengetahui dirimu, apalagi menemukanmu dirumah anaknya" Jelas Sehun sambil menyerahkan beberapa kertas pada Baekhyun.

Baekhyun mengangguk paham dan mengambil kertas yang di berikan oleh Sehun lalu menyimpannya di Tasnya. Ya, Baekhyun memutuskan untuk membawa Tas dari markas itu pulang kerumah Chanyeol agar memudahkannya menyimpan sesusatu, karena saat ia datang kerumah Chanyeol untuk pertama kali, Ia tidak membawa bawa apapun.

"Baiklah aku mengerti. Sepertinya aku harus segera kembali ke rumah Chanyeol, aku tidak mau jika Chanyeol pulang lebih awal dan tidak menemuiku disana. Ia pasti akan curiga" ucap Baekhyun.

"Mau ku antar Hyung?" tawar Sehun.

"Tidak perlu repot-repot, aku bisa kesana sendiri"

Setelah menampilkan senyumannya, Baekhyun segera beranjak dari sana dengan menggendong sebuah ransel hitam di bahunya.

.

.

"Baek, Aku pulang" Ucap Chanyeol yang baru saja membuka pintu rumahnya dan mendapati ruangan disana sangat gelap.

"Apa ia lupa menyalakan lampunya ya?" gumam Chanyeol bingung.

"Baek? siapa Baek? Apa kau memiliki peliharaan baru Chan?" Tanya Luhan pada Chanyeol yang ternyata langsung ikut bersama Chanyeol saat setelah pulang dari kantor tadi.

"Sebenarnya aku tidak ingin memberitahunya pada siapapun. Tapi aku mempercayaimu dan sebaiknya aku memberitahumu bahwa aku menemukan sesosok lelaki mungil dalam keadaan yang mengenaskan di tempat pembuangan sampah di depan rumahku Lu" Jelas Chanyeol sambil menyalakan satu persatu tombol lampu yang dilewatinya.

Luhan yang awalnya heran kini mengangguk mengerti dan mengikuti langkah Chanyeol di belakangnya.

"ASTAGA! BAEK!"

Luhan langsung menolehkan kepalanya ke arah Chanyeol dan langsung membulatkan matanya sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

"Astagaa"

.

.

TBC!

.

.

JRENG JREEEENG~
Apa yang terjadi pada Baekhyun ya?

Dichapter 2 ini Yuta sengaja udah ngasih flashbacknya biar makin keren ceritanya :v
Keren ga ceritanya? :v