Brian, Cintaku Padamu ini Egois!
Fandom : Queers as Folks (US)
Pairing : Brian Kinney/Justin Taylor (BJ Forever!)
Genre : Romance, Humor
Summary :
Brian dan Justin sedang marahan, Brian memilih menghabiskan waktu di Woody's, Justin takut Brian kembali tricking
Language : Bahasa Indonesia | Indonesian
(Chapter 2)
Brian, Cintaku Padamu ini Egois! (Ch.2)
Brian Kinney.
A special man who has very big parts in Justin's heart and life. He is a cold flesh for the strangers, and a warm complicated man to his family, to Justin and his only son Gus. Brian loves Justin, he randomly expresses it by words instead he does that by sole actions. Justin is the living form of passion, wittines, and LOVE for Brian. Justin is more than enough,
There is no word to describe Justin's presence in Brian's life, it's not all about daisies and puppies, sometimes it's tsunami or tornado (in bed). Cute beautiful blond is more than enough for his spacious bed, yes Justin is a permanent tenant of that bed, and he is ruling forever in Brian's heart. No amount of b.s can separate them, emotionally and physically.
Viva Brian and Justin!
Brian meraba selembar kain disisinya, ia tidak berhasil menemukan Justin, ia gagal menyentuh kulit lembut Justin.
Where is my blond ?
Brian berjalan tertatih menuju ruang tamu, kepalanya masih berat, mungkin karena pengaruh alkohol atau mungkin karena ini masih jam 7 di pagi hari, waktu Pittsburgh.
"Justin?"
Kepala Justin menoleh pada Brian, ia melangkah menuju pada badan Brian, berwarna keemasan karena keringat, tangan kecil Justin meraih dan memeluk Brian, mulut pink-nya menciumi Brian, tanpa ragu, ia menunduk, ia mengecup tombak Brian yang telah bangun dari tidurnya, tombak Brian yang panjang dan besar dikulumnya dalam-dalam di mulutnya yang hangat,
Justin reached Brian's scrawny ass, he kept giving Brian's member attentions immensely.
Bibir Justin yang berwarna merah muda menciumi kepala tombak Brian dengan kasih sayang, ia berjanji untuk selalu memberinya perhatian, ia menelan semua cairan dari Brian, cairan ini akan berenang di perut Justin, dan akan selalu ada dalam tubuh si prang.
Desah kenikmatan Justin tidak bisa dibendung, menghisap kejantanan kekasihnya adalah hal yang menyenangkan.
"I got my breakfast, u want some coffee"
Justin bertanya dari bawah, Brian masih memejamkan matanya, ia kembali mengantuk, ia memberikan cairan putih pucat ke tenggorokan Justin, dan Justin dengan bangga menelan semuanya. Tanpa ampun, tanpa ragu.
Ia menyentuh dagu Justin, mengangkat dengan perlahan badan Justin, menciumi kulit pucat pasinya saat mereka berhadapan.
"Brian, I love you!"
"I.. ok, what happened, why u keep saying that, I know u do"
"Um, no, I just want to express it, I really do"
Justin kembali dalam posisi menunduk
Kali ini, ia menciumi paha Brian yang kekar, ia menjilati dengan perlahan tombak Brian yang saat ini dalam keadaan tertidur setelah memuntahkan lava cairnya.
Mata Justin yang biru berbinar saat ia memandang kekasihnya dari bawah seperti ini. Sempurna
Brian memang diciptakan untuk dirinya.
Brian mengangkat tubuh Justin, ia membaringkannya di sofa.
Ia melihat kekasih mudanya dengan seksama, cantik, pucat dan bergairah. Justin adalah hadiah yang turun dari langit, baginya Justin adalah malaikat bertubuh ramping berambut pirang. Justin tidak perlu sepasang sayap, karena hanya dengan cinta yang diberikan oleh Bria, Justin dapat terbang namun ia enggan meninggalkan rajanya. Ia memilih menjadi hamba dari Brian selamanya.
Brian gugup..
ia berusaha berkonsentrasi pada layar komputernya, namun ia gagal.
Justin telah mendengarkan pesan dari Micheal
Justin sangat sempurna menyembunyikan perasaan sekarang, mungkin ia belajar darinya?
Justin berbaring di tempat tidur,
Telanjang dan terlentang dengan tubuh putih bagai malaikatnya..
tangan kanan Justin terus-menerus mengusap pantatnya sendiri,
seolah mengundang Brian untuk memberikan perhatian padanya.
Justin meronta, ia terus mengusap pantat kecilnya pada selembar kain sprei di tempat tidur, tombak justin yang berwarna merah muda keunguan menantantang langit-langit, tangan kanan Justin memegang kaos yang dipakai Brian untuk tidur, sedangkan mulut dan hidungnya sibuk dengan celana dalam putih milik Brian.
Brian memerhatikan dengan seksama dari dekat, Justin membutuhkan perhatian darinya, tanpa sadar ia melalaikan kekasihnya...tampaknya Brian berada di depan komputer terlalu lama
Tanpa sepengetahuan Justin,
Brian berbaring dibelakang Justin, kedua tangan Brian memeluk Justin dari belakang, ia menciumi leher Justin yang pucat dan hangat, tangan kanan Brian bermain dengan puting Justin...
Brian berada di surga, tampaknya malaikat kecilnya semakin meronta dan mendesah basah menuntut serangan ke lubang kecilnya.
"Jus, what are you doing"
"Just missing you, you seemed so busy"
"ha! Never too busy for you! And look at you so sexy, I would fuck you right now"
"ok, I will allow you ravishing my cute little body!"
"you little teaser, wait let me take my clothes off'
"but.. Brian?" Justin ragu...
"yeah?"
"who is Matt"
Brian dan Justin saling bertatapan...
hanya satu yang dijanjikan Brian dalam hati untuk Justin
Dia tidak akan pernah membohongi malaikat kecilnya.
TBC
Mohon komentar bila berkenan
It's always nice to know someone reading my story, it's a pleasure for a rookie author like me! Cheers! Salam hangat!
