HOT ISSUE
Disclaimer : Semua cast adalah milik keluarganya dan Tuhan ^^
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Lee Hyukjae
Lee Donghae
Kim Jong Woon
Kim Ryeowook
Warning : GS, abal, banyak typos, OOC, NC (meski gak disemua chap)
Summary : "Ming, sudah berapa banyak lelaki yang kau buang hanya untuk sebuah HOT ISSUE? Sadarlah, kau hanya membuat semakin banyak lelaki membencimu." "Hey, aku ini super duper kaya, cantik dan sexy. Hilang satu tumbuh seribu."
.
.
.
.
.
.
Prev Chapter:
"Ya! Ingat ikanmu itu Hyukkie. Lagipula…. Dia mangsaku. Seenaknya saja dia membentakku. Akan kubuat dia bertekuk lutut." Sungmin berdiri perlahan sembari menepuk rok mininya. "Kajja kita kembali. Kita kemari untuk makan, bukan untuk meladeni bocah bodoh." Ujar Sungmin.
"Kuharap kau cepat sadar Ming." Gumam Hyukjae pelan.
End Prev Chapter
.
.
.
Cklek~
Pintu sebuah apartement mewah terbuka, menandakan si pemilik telah pulang.
"Hah~" desah malas si pemilik. Yeoja cantik pemilik apartement itu melangkahkan kaki jenjangnya menuju kamar kesayangannya. Lelah mulai menjalari seluruh tubuhnya. Direbahkannya tubuh mungil miliknya di atas sebuah ranjang king size. Tangan mulusnya meraba sebuah meja kecil yang terletak tepat di samping ranjang miliknya. Diraihnya pigura usang yang menampakkan siluet namja tampan berambut kecoklatan. Teguran sahabatnya terngiang jelas di telingannya. "Ming, sadarlah."
Yeoja itu hanya menatap sendu pigura foto itu. Mengusap pelan foto namja tersayang.
Flashback:
"Minnie~a, kudengar anak baru itu masuk ke dalam kelasmu." Tanya seorang namja tampan yang kini duduk di sebelah yeoja bermata foxy itu.
"Hm, memang kenapa Hae?" Sungmin menatap penuh tanya pada namja yang berstatus sahabat kecilnya.
"Dia manis. Kenalkan aku padanya." Namja yang dipanggil Hae alias Lee Donghae itu mengeluarkan jurus puppy eyes miliknya.
Deg~
Sungmin terpaku, hatinya bagai tertusuk sebuah jarum mendengar permintaan sahabatnya.
"A-apa kau menyukainya?" Sungmin menundukkan wajah imutnya, enggan menatap wajah sang sahabat yang kini terus berbinar cerah.
"Ne, aku terkena love at first sight." Ucap Donghae mantap.
"Hae, kenapa kau tak pernah sadar. Aku mecintaimu pabbo." Lirih Sungmin dalam hati.
End Flashback..
.
.
Sungmin POV
"Hyukkie, apa kau tak pernah sadar? Kaulah yang membuatku seperti ini. Dan kau Hae, kau bodoh! Kau membuatku mati rasa. Karenamu hatiku telah tertutup." Aku memandang sendu fotonya. Foto orang yang kukasihi. Semenjak Hae berkenalan dengan Hyukkie, dia semakin melupakanku. Semudah itukah dia melupakan aku, aku yang mendampinginya sejak aku baru saja terlahir di dunia. Kuremas pigura itu melampiaskan rasa sakitku. Sudah puluhan namja yang kukencani, namun sampai saat ini aku masih menjaga ciuman pertamaku. Aku berharap kaulah yang merebutnya Hae. Kucium fotonya, berharap dapat melepas rinduku padanya. Sejak lulus SMA, aku tak pernah lagi berbicara padanya meski kami sering bertemu. Aku teringat ketika dia memprotes penampilanku sekarang, Sungmin nerd girl berubah menjadi sexy girl. Aku yang dulunya sederhana, kini menjadi yeoja yang materialistis. Dapat kurasakan mataku memanas, aku… mencintainya. Sungguh mencintainya…
End Sungmin POV
Sungmin masih memandangi foto namja itu, saking seriusnya dia tidak menyadari ponselnya yang bergetar.
Drrrttt~ drrrrtttt~
Yeoja itu mendelik kesal pada ponselnya yang menurut dirinya sangat menggangu.
Dengan kasar yeoja itu mengambil ponselnya, "Yeoboseo?"
"Ming, apa kau sibuk?" tanya seseorang yang ada di seberang sana.
Sungmin memutar bola matanya, "Aniya Wookie, wae?"
"Boleh aku berkunjung ke apartementmu?"
"Hah, terserah kau saja."
"Baiklah, aku datang 5 menit lagi."
"Hn." Sambungan telepon pun terputus. Sungmin beranjak menuju cermin besar di sudut kamarnya. "Back to player Ming." Seringaian muncul dari bibir pinknya. Sosok rapuh seorang Lee Sungmin kembali berubah menjadi "Bad Ming", begitulah menurut yeoja itu.
.
.
.
Ting~ Tong~
Bel apartement Sungmin berbunyi, dengan malas Sungmin membuka pintu apartementnya.
"Hai Ming." Sapa seorang yeoja mungil bernama Kim Ryeowook. Yeoja mungil berstatus sekertaris Sungmin itu terlihat membawa beberapa tumpuk berkas-berkas kantor.
"Kau kemari hanya untuk memberiku tugas tak penting?" Sungmin mendelik kesal pada sekertarisnya.
"Hehehe, habisnya Sungmin sajangnim tidak ke kantor hari ini."
Baru saja Sugmin hendak menutup pintunya, sebuah suara bass mengintrupsi gerakannya, "Wookie, sudah selesai? Kajja pulang." Ucap seorang namja berambut ikal.
"Sebentar lagi Kyu. Ayolah sajangnim, tinggal tanda tangani saja." Mohon Wookie.
Seringaian muncul dari bibir mungil Sungmin ketika dirinya menangkap sosok sang "incaran".
"Gotcha!" Batin Sungmin.
Sungmin menatap angkuh pada incarannya, "Kau! Kau yang menabrakku tadi!" ditunjuknya tubuh Kyuhyun, sedangkan yang ditunjuk merasa tidak terima, "Itu salahmu!" sahutnya tak terima.
"A-ada masalah apa kau dengan sajangnim Kyu?" Ryeowook menatap takut sepupunya. Sungmin takut dirinya akan dipecat hanya karena sepupu bodohnya memiliki masalah dengan presedir di tempatnya bekerja.
"Ah~ tidak ada apa-apa Wookie. Silahkan masuk." Sungmin membuka lebar pintu apartementnya, mengisyaratkan 'tamunya' untuk masuk.
Ryeowook dan Kyuhyun memasuki apartement mewah milik Sungmin sambil berdecak kagum, bagaimana bisa yeoja sesibuk Sungmin merapikan apartement luasnya. Apartement Sungmin begitu besar, mewah dan juga bersih, mungkin debu pun takut untuk hinggap di tempat yeoja dua kepribadian itu.
"Kalian tunggu disini, aku mau mandi dulu. Wookie kalau mau minum, ambil saja di dapur." Sungmin melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang terletak di sebelah dapur.
Ryeowook menyenggol bahu Kyuhyun, "Ya! kuharap kali ini aku tidak dipecat lagi karenamu."
Kyuhyun memutar bola matanya bosan, "Kenapa kau harus bekerja di tempat yeoja angkuh itu? Bukannya bekerja di tempat sepupumu ini."
"Aku hanya malas bekerja dengan anak manja sepertimu." Sahut Ryeowook enteng. Kyuhyun tak berniat membalas perkataan sepupunya dikarenakan tenggorokannya terasa kering. "Aku ambil minum dulu." Kyuhyun melenggang menuju dapur, dibukanya lemari pendingin milik Sungmin. Tanpa Kyuhyun sadari seseorang sudah berdiri di belakangnnya. "Mencari apa?" tanya sosok itu. Kyuhyun menolehkan pandangannya, Kyuhyun memelototkan matanya menatap sosok tersebut. Bagaimana tidak, yeoja sombong di hadapannya kini hanya menggunakan handuk yang sangat pendek untuk menutupi tubuh mulusnya. Kyuhyun membeku, ketika pandangan matanya tertuju pada paha mulus milik Sungmin. Orang yang ditatap hanya menyerigai puas. Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun, didekatkannya mulut menggoda itu ke telinga Kyuhyun, "Jika mau minum wine, ambil di rak atas." Sungmin berbisik dengan sedikit mendesah, membuat sesuatu yang tersembunyi di bawah sana mulai bangun. Secepat kilat Sungmin meninggalkan Kyuhyun yang mulai berkeringat dingin.
"Rasakan itu bocah." Gumam Sungmin. Sungmin berjalan memasuki kamarnya, diambilnya pigura foto itu. Pandangan nakalnya kini meredup, "Mianhe Hae. Aku menjijikkan." Lirih Sungmin. Sungmin berjanji, bila namja itu bersamanya dia tidak akan berbuat seperti ini lagi. Di letakkannya pigura itu kembali ke meja kecil miliknya. Sungmin memandang jendela kamarnya, menatap senerangan satu-satunya langit malam. Bulan saat ini sungguh indah, menenggelamkan pikiran Sungmin yang sibuk memikirkan orang terkasih.
.
.
.
.
.
TBC
Hoaaa, makasi buat reviewnya, ga nyangka banyak yang suka ama FF author ^^
Ayo ayo review lagiiii…. Minimal ada 20 review baru ne? *plakkk
Akhir kata, GOMAWO semuanyaaa hug satu-satu reader
