Title : I'm Forget It
Author : FunnyVani
Genre : Romance, Humor
Rated : M
Cast :
Choi Min Ki a.k.a Ren
Kim Jong Hyun a.k.a JR
Member of NU'EST
Summary :
JR, leader dari boyband Nu'est bersikap dingin seharian penuh pada semua orang termasuk kekasihnya, Ren. Sebenarnya apa yang terjadi?
Disclamer : FF ini milik author, member Nu'est punya yang di atas, keluarga dan Pledis Ent. Tapi Jren punya author *plak
YAOI, NC 17, typo(s) bertebaran..
.
.
Don't like.. Don't read
.
.
HAPPY READING
.
.
.
Preview
"Mian, membuatmu terbangun, baby" ucap JR.
"Anni, aku yang harusnya minta maaf karena membuat hyungie marah."
"Bukan, ini bukan salahmu. Ini salah hyung sendiri" balas JR. Dia kemudian berdiri dan pergi ke dapur untuk membuat dua gelas susu hangat untuk dirinya dan sang kekasih.
"Ini minumlah" JR memberikan segelas susu pada Ren, kemudian dia duduk di samping kekasihnya itu. Ren menerimanya dengan senang hati. Dia meminumnya dengan perlahan.
Chapter 2
.
Suasana canggung menyelimuti mereka berdua. Tidak terlihat akan ada yang membuka mulut terlebih dahulu. Sampai hawa di sekitar merka menjadi panas. Ren mengibaskan tangannya untuk mengurangi panas yang dirasakannya.
"Eungh. Hyungie kenapa udaranya berubah menjadi panas seperti ini?" tanya Ren yang sudah tidak tahan dengan udara di sekitarnya.
"ssh.. hyung juga tidak tahu" balas JR. Dia menatap kekasihnya dari atas sampai ke bawah dengan pandangan yang sulit diartikan. "Baby, malam ini kau terlihat sangat sexy" ucap JR.
Ren menatap JR dengan tatapan tidak mengerti. "Apa yang kau katakan tadi, hy-" belum selesai Ren berbicara JR langsung melumat bibir Ren. Ren yang mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu terkejut. Dia tidak membalas ciuman itu tapi dia juga tidak menolak. Tubuhnya seperti menginginkannya, bahkan lebih.
JR terus mencumbu bibir kekasihnya itu. Dia menggigit bibir bawah Ren pelan, dengan otomatis Ren membuka mulutnya memberi akses masuk.
JR memasukkan lidahnya ke dalam gua hangat milik Ren itu, mengabsen gigi kekasihnya dan mengajak lidahnya bertarung, saling mendarong satu sama lain.
Tangan JR pun tak tinggal diam, tangan kanannya mulai menyusup ke dalam kemeja yang dipakai Ren, mengelus punggung namja cantik itu. Menghasilkan lenguhan dari sang namja cantik.
Merasa pasokan udara mulai menipis, Ren mendorong pelan dada JR sehingga terlepaslah ciuman panas itu. Tidak samai di situ saja. JR mulai menjelajahi leher jenjang sang kekasih.
"eunghh.. hyung.." desahan keluar begitu saja dari mulut Ren. Sementara JR yang mendengarnya makin semangat menggerayangi tubuh kekasihnya itu. Tidak hanya menciumi leher Ren, JR juga menggigit leher Ren sehingga meninggalkan kissmark di sana.
Kembali JR mencumbu bibir chery milik kekasihnya. Sementara itu tangannya sibuk membuka kancing baju yang dipakai Ren. Setelah baju yang dipakai terlepas, JR mendorong tubuh Ren agar berbaring di sofa. Tanpa melepaskan ciuman mereka, tangan JR memainkan nipple Ren yang sudah mengeras itu.
"ssh.. hy..ung..nghh.." desahan terus keluar dari mulut Ren.
"mendesahlah terus, baby" ucap JR di sela-sela ciuman mereka. Puas dengan bibir Ren, bibir JR berpindah ke nipple kanan kekasihnya, sementara tangannya masih sibuk dengan nipple Ren sebelah kiri. JR menjilat dan menyesap nipple Ren. Ditelusurinya setiap lekuk tubuh sang kekasih.
JR menghentikan aktuvitasnya sejenak, dipandanginya tubuh sang kekasih yang setengah naked itu. JR tersenyum(re:menyeringai) dan dalam satu tarikan, JR berhasil melepas celana kekasihnya itu beserta underware nya juga.
JR terus memandangi tubuh Ren, sedangkan yang menjadi objek pemandangan(?) hanya bisa ber blushing ria.
"Hyungie, jangan menatapku seperti itu" ucap Ren yang benar-benar merasa malu, karena dipandangi seperti itu.
JR mendekatkan wajahnya ke wajah Ren, mengecup bibir sang kekasih singkat kemudian membisikkan sesuatu di telinga Ren. "kau terlihat sexy jika tidak memakai baju, baby" goda JR.
"Hyungie, jangan menggodaku" balas Ren dengan wajah yang semerah tomat.
"Apa aku terlihat sedang menggodamu, baby?" Ren mengangguk kecil. Tangan JR mulai bergerak mengocok junior Ren. Memainkannya. Sementara Ren hanya bisa terus mendesah. Dikulumnya junior Ren dan menghisapnya pelan.
"nghh.. more hy...ung..hh.."
[iyah baiklah kita tinggalkan dua orang yang akan melakukan 'itu'. CCTV yg author pasang di kamar Jren lagi error, jadi gambarnya ilang. *digebukin readers -_,-
. . . . .
"hey, siapa yang menghabiskan isi botol ini?" tanya Baekho pada entah siapa. "Hyung, kau tau siapa yang mengahbiskan ini?" tanya Baekho lagi pada JR yang baru saja melintas.
JR menatap botol yang dipegang Baekho 'bukankah itu botol yang semalam?' batinnya. "Memang itu apa isinya?"
" ? eumm.. ini obat perangsang yang ingin kugunakan pada Minhyunie," jelas Baekho.
JR terbelalak, 'obat perangsang? Pantas saja semalam udaranya langsung berubah panas. Aku kira itu gula cair'. "eumm.. karena kukira itu air lama, jadi kubuang saja," jawab JR mencari alasan.
"Ohh.. arra.. hyung, apa semalam kau mendengar suara desahan dari ruang tengah?"
"NE? Desahan? A-ahh.. tidak, aku tidak mendengarnya." JR merutuki dirinya sendiri, kenapa semalam dia langsung menyerag Ren di ruang tengah dan tidak membawanya masuk ke kamar terlebuh dahulu, tapi untung saja setelah melakukannya mereka segera pergi ke kamar.
"heumm.. kau terlihat aneh hyung. Ah ya, dimana Ren? Aku belum melihatnya sejak tadi."
"Dia masih tertidur di kamar."
"jinjja? Tidak biasanya dia bangun terlambat."
"Pagi hyung.." sapa seorang namja cantik yang baru saja dibicarakan.
"astaga Ren, kau kenapa? Kenapa jalanmu seperti itu?"
"a-ahh.. ini.. aku tadi terjatuh dari tempat tidur, hyung" jawab Ren kikuk.
"lalu, kenapa lehermu merah-merah seperti itu?"
Ren memberi deathglare gratis pada JR yang hanya senyam senyum tidak jelas. "i-ini.. digigit nyamuk, hyung.."
Baekho mengangguk kecil. "heumm.. pasti nyamuknya sangat lapar ne?"
JR meneguk ludahnya ketika Baekho menatapnya sambil memberitkan pandangan yang sulit dimengerti.
. . . . .
Pagi itu keadaan dorm Nu'est sangatlah damai. Para member menyantap sarapan mereka dengan tenang. Tapi di antara mereka tidak terlihat sang maknae. Pagi-pagi sekali dia sudah pergi entah kemana.
BRAKKK~
Dan suasana yang damai itu harus berubah menjadi gaduh ketika pintu dorm dibuka dengan tak berperikepintuan(?)
"HYUNG~" teriak seorang namja cantik yang tak lain adalah sang maknae yang sekaligus menjadi pelaku peganiayaan(?) sang pintu.
Ren berlari dengan tergesa menuju ruang makan dimana semua member tengah menyantap makan pagi mereka.
"Mana JR hyung?" tanya Ren pada Aron, Minhyun dan Baekho, karena tidak mendapati sang kekasih di sana.
"Ada apa, Ren?" Ren mengabaikan pertanyaan dari Aron saat melihat JR keluar dari dapur.
Ren berjalan mendekati leader nu'est itu. "Hyungie.."
"waeyo heumm?" JR merangkul pundak Ren.
Ren menatap JR dengan malu-malu. Dia menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah yang perlahan menjalar di pipinya. "ehmm.. itu.."
"Apa, sayang?"
"an..nou itu"
"Itu apa? Bicaralah yang jelas, baby.."
Tangan kanan Ren masuk ke dalam kantung jaketnya, dia mengambil sebuah amplop putih. Ren menjulurkan tangannya kepada JR. "i-ini.."
JR menerimanya, dia mengernyit heran. "surat dari rumah sakit? Siapa yang sakit, baby?"
"baca saja"
JR membuka surat itu perlahan, dibacanya dengan teliti, matanya terbelalak ketika mendapati isi surat tersebut.
Tuan Choi Minki dinyatakan 'POSITIF HAMIL'
JR menatap kekasihnya yang menundukkan kepala. "ja-jadi, kau hamil anakku?"
BRUSSSHH~
"MWOOO? HAMILL?"
GUBRAKK~
"HYUNGIEEE~"
TBC or END?
Huaa~ maafkan diriku.. author nya ga bisa bikin nc scane nya, belum cuku umur.. *jedotin kepala ke tembok* -_,-
Uaaa~ chap ini enaknya dibikin ending atau ga? Rada bingung soalnya.
Thanks buat yang udah review chap sebelumnya. Yang udah baca review lagi yah..
Gumawo *bow*
Ini review kemarin yang belum kebales..
:
hu'uh.. emang ada apa"nya.. XD
ini udah lanjut.. review lagi ya? ^^
Zhieunyu :
Tuh.. udah dilanjut...
Kapan" ajari aku buat begituan yah? XD
