Friend is an Ice Cream

Chapter 2, ditulis barengan pas nulis chapter 1, karena harus nulis chapter 2nya dulu baru 1, FUUUU udah lah, kali ini Sora akan bertemu teman-teman lamanya dengan mengejutkan. Gak suka? Gak usah baca, Suka? RnR and diharapkan. Enjoy!

-...-

Selasa, 5 Februari

Sunyi... Aku tidak melihat apa-apa. Pandanganku kosong, ruangan ini sungguh gelap. Apa aku sudah mati? Atau aku hanya dibuang? Aku mencoba berdiri dan melangkah. Namun langkah ketigaku mengejutkan, Aku melangkah ke tempat kosong, sehingga aku terjatuh entah kemana sepertinya aku menjadi buta, tidak mati. Hanya hampir

Tunggu aku jatuh di tempat yang tidak ada ujungnya... kapan aku akan jatuh dan langsung mati? Aku sangat menginginkan itu

"Ayolah sora, mengapa kau menjadi pecundang setelah kedua orang tuamu mati?! Kau bukan Sora yang kukenal dulu," suara Riku tadi pagi terngiang di telingaku. Terbanglah burung putih diatasku, kemudian banyak segerombolan burung yang mengikutinya, namun burung itu menabrak sesuatu yang mengakibakan dirinya terjatuh dan dianggap pecundang oleh burung lain. Ratusan burung yang mengikutinya kecewa, mereka pergi lalu meninggalkan si burung malang. Ratusan burung itu pergi kebawah, menjadi sebuah lingkaran.

Burung itu mengingatkanku pada hidupku. Banyak yang mengikutiku namun kemudian mereka berbalik. Kulihat kembali lingkaran dibawahku. Mungkin itu tempat dimana aku akan mati.

Sinar muncul dari lingkaran yang tersusun dari ratusan burung tersebut. Lingkaran putih bersih itu berubah menjadi gambar seseorang, yah, gambarku, Riku, Tidus, dan anak yang lebih tua dariku berambbut pirang. Kusadari, itu hatiku, namun bersinar lagi hatiku namun berubah kembali menjadi rusak, kotor, keruh dan hancur dibagian-bagiannya. Mungkin ini keadaan hatiku sekarang.

Aku jatuh ke haiku, hati rapuhku hancur dan aku terus jatuh kebawah...

-...-

"Apa kau tak apa?" Suara membangunkanku dari mimpiku yang aneh.

"Sepertinya begitu, aku akan pergi," ujarnya kembali. Aku mencoba membuka kedua mataku. Aku berada disebuah ruangan, yah, UKS. Jarang sekali aku saat setelah dipukuli Seifer dan kawan-kawannya dibawa ke ruang ini, malah tidak pernah. Apa itu tadi benar-benar Riku?

Aku tidak punya teman lagi semenjak semua orang di desaku mati di medan perang, kecuali aku. Aku adalah orang yang paling dilindungi saat mengikuti perang itu. Perang antara negara Juusan dan Nana. Mereka bilang bahwa pasti akan ada suatu perang lagi nanti yang membuat aku sebagai pemimpin.

Namun mereka semua—yang membantuku mati karena saat itu aku tak bisa apa-apa. Karena aku sangat syok melihat kedua orang tuaku mati didepan mataku saat awal perang dimulai. Semua kekuatan, kepandaian, dan keahlianku hilang begitu saja. Itu semua lenyap dan membuatku dibenci sekarang. Ingatanku tentang apa yang akan kugunakan dalam perang juga hilang. Hanya ada ingatan kedua orang tuaku, dan Riku Sharo.

Aku dan Riku adalah teman baik—aku tak pernah menang darinya, namun suatu saat pasti aku akan mengalahkannya. Aku sudah berjanji padanya sebellum perang dimulai. Setelah hidup baru muncul, aku akan mengalahkannya.

Namun, hidup baru ini tiba, aku sudah tertinggal jauh darinya. Aku menjadi pecundang kelas kakap. Namun aku tak peduli dan harus bisa mendapatkan teman kembali seperti dulu dan diakui semua orang.

"Bagus, kau membuat mereka berpikir aku sepertimu, padahal aku hanya anak baru disini," Seseorang datang ke ruang UKS. Yah, aku menjadi merasa sedikit lebih baik karena ada orang menjengukku. Tunggu Itu Riku, dia benar-benar masih hidup.

"Riku! Kau masih hidup! Tap, bagaimana mungkin?!" aku girang, aku sekarang punya teman, teman lamaku yang kukira sudah mati di medan perang.

"Kau tahu Sora, kau berubah, mana janjimu kau akan mengalahkanku, kau sekarang malah jauh tertinggal denganku. Aku tak ingin nama baikku tercemar, apalagi aku hanya anak baru disini. Aku akan menjauh darimu sampai kau benar-benar bisa mengalahkanku!" Ia pergi sembil membanting pintu. Serentak, harapanku yang sudah pasti bahwa aku akan dapat teman karena ada Riku sudah lenyap. Ia menjauhiku juga, kejamnya dunia ini. Apa sebenarnya keistimewaanku yang terpendam dan terlupakan sehingga aku menjadi orang penting di perang itu. Aku juga hanya pelajar SMP.

Kurasa tangan kiriku patah, ini cedera terparah yang kuterima dari seifer. Syukurlah, ini berarti aku bisa tak masuk sekolah besok.

-...-

Aku keluar dari UKS, berjalan dengan sekuat tenaga karena tak punya tenaga untuk berjalan. Orang-orang hanya melihatku dan berbicara yan tidak-tidak tentangku. Mereka mungkin memelankan suaranya, tapi aku sudah tahu pasti apa yang mereka bicarakan.

Di kelasku, aku melihat Riku dihadapan Seifer seperti sedang ada keributan, "Dia bukan orang penting bagiku, bahkan bukan temanku, pecundang sepertinya tak mungkin berteman denganku" ujarnya.

"Mari kita buktikan kau bukan pecundang," mendadak, Seifer memukulnya, Riku menghindarinya dengan santai, tanpa meliha dan terus membaca bukunya. Seisi kelas menyoraki Seifer untuk menghajar teman pecundang, Riku.

"Kau hanya beruntung bisa menghindariku Rasakan ini!" Ia mendaratkan tendangannya dan Riku masih bisa menghindar. Aku melihat ini dari jauh, agar mereka idak menghabisiku. Lagipula Riku bisa menjaga dirinya, dia artis bela diri yang tangguh. Tunggu dulu, aku dulu selalu ranking 2 di bela diri, benar, aku memiliki kemampuan beladiri, namun aku masih tak bisa mengingatnya.

Seifer sepertinya sudah naik darah. Ia menggunakan meja untuk mengalahkan Riku, sekali lagi Riku menghindar, Seifer menghantamkan meja itu ke dinding hingga meja itu rusak. Bu Maleficent pun datang.

"Seifer, Kau harus mengganti meja yang kau hancurkan dengan 3 Meja yang sama, besok!" bentaknya setelah melihat insiden tersebut. Aku tersenyum, akhirnya Seifer terkena hukuman, terimakasih pada Riku, ia seekarang memiliki pandangan yang lebih baik di mata para siswa dengan tidak melawan Seifer dan jago bela diri. Namun, aku tetap menjadi pecundang.

-...-

Minggu 10 Februari

Ponselku berdering, ada SMS yang masuk, pasti ini dari operator, karena tak mungkin ada anak yang meu menelponku.

Setelah kubuka Ponselku, ini adalah nomor seseorang yang belum terdaftar, sebenarnya hanya Chip & Dale dan paman Mickey yang ada di kontakku mereka juga punya kesibukan sendiri tak mungkin menghubungiku. Kalau Schip dan Dale hanya aku hubungi jika aku butuh tumpangan untuk pulang kerumah.

From: +763740XXX

To: 03759XXX

Sora-kun, aku Kairi, temui aku di taman kemarin kita terakhir bertemu. Aku akan mengajarimu bersosialisasi yang baik. Aku tunggu jam 9 ^_^

Aku terkejut, baru kali ini ada orang yang mengajakku bertemu. Apalagi ini perempuan. Namun apa ini sungguhan? Ini mungkin hanya sebuah jebakan agar aku kesana dan pulang tanpa hasil apapun. Akan kuhabisi dia jika ini palsu.

-...-

Aku berjalan kaki menuju taman dengan menempuh berbagai rintangan, dikejar anjing, Ketabrak sepeda, terserempet mobil, kejatuhan tong besar kosong dan lain-lain. Hari ini aku benar benar sial. Akan benar-benar kuhabisi dia jika semua rintangan yang kuhadapi ini sia sia.

Sesampai disana, tidak ada siapapun kecual 3 anak TK yang bermain bersama. Mereka mengingatkanku pada masa sebelum perang. Hei benar, mana Kairi? Dia benar-benar membodohiku?

"Maaf, aku terlambat aku masih mengantri untuk membelikan donat untukmu," suara perempuan berada di belakangku.

"Untung kau menepati janjimu, kalu tidak habislah kau" ujarku

"Hoo, kulihat kau berani pada perempuan tapi tidak pada si berandal itu,"

"Aku kurang memiliki kepercayaan pada orang lain, karena mereka selalu datang untuk membodohiku" gumamku

"Mereka bilang untuk membuat orang percaya padaku," Kairi mendekatiku, rasanya ini tidak enak. Ia langsung mendekapku, "aku harus memeluknya."

Angin berhembus kencang namun pelukan Kairi membuatku tetap hangat. Ketiga anak kecil itu pergi. Aku hanya sendiri berdua. Rasanya tidak enak namun begaimana aku harus menghadapi ini? Aku membalas pelukannya, mungkin aku bisa mempercayainya.

Bersambung

Ahhh di tengah-tengah kehenti gara-gara ilang ide... untung masih bisa selesai. Ditunggu RNRnya...

Jawaban untuk

Rija: Fuu nggak juga kok, seikhlasnya pembaca buat ngasih..

Oke besok CHAP 3 will be release... See ya!