sorry ya kalau ini terlalu buruk dan tidak mengungah selera..

tapi bagi yang suka, mohon reviewnya ya.

Bab II:

Walaupun dibilang sudahlah, Rei tak bisa melupakan apa yang dibicarakan mereka tadi pagi, tentang si Yamashina itu. Rei bisa dibilang benci bahkan muak dengan Yamashina itu. Rei dari dulu selalu menggangumi perempuan. Apalagi yang mempunyai wajah imut kecil dan tubuh ideal serta pakaian yang manis. Kalau bisa ingin rasanya Rei datang ke Yamashina dan menanyai kenapa begitu jahat dengan permpuan, mereka toh sama sama manusia kayak kamu. Rei hanya menung sambil menatap ujung jendelanya dan tiba pandangannya di kelas 1-0. Kelas yang luar biasa yang hanya memuat orang yang luar biasa, contoh iq nya harus 145. Setelah diperhatikan baik baik, ia menemukan cowok yang ada di pikirannya saat ini. Kalau dibilang tampan sih emang iya. Wajahnya sempurna dengan rambut panjang hitam dan dibingkai kacamata besar. Tubuhnya atletis dengan otot yang membentuk tubuhnya. Gayanya juga modern dengan sweater dan sedikit pernak pernik. Agak lama Rei menatap cowok itu dan tiba tiba, cowok itu YAMASHINA membalas tatapannya. Setelah agak lama berpandangan, Rei-pun membalikkan wajahnya dan menatap papan tulis. Ketika itu, Rei menatap lagi ke jendela yang disebelahnya dan dia melihat Yamashina masih menatapnya dengan matanya yang tertutupi oleh kacamata itu sampai akhirnya ia tersenyum dan fokus ke pelajaran. Memang iya, bisa dibilang Rei tau kenapa cowok itu sampai bisa digemari kayak gitu. Tapi sampah tetaplah SAMPAH, maupun apa yang kau lakukan dia tak akan berubah menjadi berlian. Pulang sekolah Rei menunggu Rika yang sedang mengurus kelas, karena ia pengurus kelas dan sebentar lagi ada festival sekolah jadinya dia agak sibuk.

"Rei, maaf lama nunggu, tapi aku mau ke kelas kakak aku bentar ya. Dia mau kembaliin buku aku."Rika pamit bentar dan langsung ke kelas kakaknya yang terletak di paling ujung.

Walaupun dibilang kakak dan adik tapi mereka beda jauh. Rika bisa dibilang bak malaikat pria, wajahnya yang cantik, lumayan pintar sampai masuk ke kelas 1-1 yang dibawah 1-0, yah olahraganya sih nol besar. Kakaknya kebalikan darinya. Wajahnya lumayan lah, pintar?BODOH minta ampun sampai masuk kelas 1-8 kelas paling tolol di sekolah, tapi olahraganya 100% jago. Makanya sampai sekarang dia belum dikeluarkan dari sekolah karna dalam waktu 6 bulan, dia bisa meraih banyak mendali. Setelah ditunggu agak lama, Rika belum saja datang. BT menghampiri Rei yang udah menunggu dari lama. Akhirnya ia pergi ke kelas kakaknya Rika.

Di kelas kakaknya, ia melihat banyak orang berkumpul di satu sisi, karena penasaran Rei mencoba bertanya.

"ada apa disini? Bukannya udah waktu pulang?" Tanya Rei ke cewek paling dekat dengan sisinya.

"oh.. Rei-kun belum tau ya. Itu Yoshitora berkelahi dengan cewek penggemar Yamashina karena ada yang melihatnya berduaan dengan Yamashina." Jelas cewek itu sambil menunjuk ke arah perkelahian terjadi.

Memang disitu ada Yumai dan satu orang cewek, tapi Rei tak peduli. Sekarang dimana Rika.

"ah, kau disitu rupanya. Rika-chan ayo pulang. Apa kau mau menunggu kakakmu?" Tanya Rei langsung ketika melihat Rika disebelah kakaknya

"apa yang kau lakukan dengan Mikami-kun, aku melihat kalian berdua sedang bercanda dengan gembira di taman sekolah. Padahalkan kau hanya..."

Rika-chan langsung menarik Rei dan keluar dari kelas.

"Rika-chan, Rika-chan, Rika Rika RIKA..."Rei berteriak sampai orang yang sedang berlalu lalang menatapnya, baru Rika berhenti berlari keluar dari kelas kakaknya.

"memang kenapa sih?. Kau menarikku seperti kesurupan saja."Rei menatap mata Rika mengharapkan jawaban yang memuaskan.

"tidak, hanya saja aku malu melihatmu harus melihat kakakku dihina orang karena satu orang sialan itu."Rika tak berani menatap mata Rei dan hanya memperlihatkan wajah tegang dan takut.

"ah... ya sudah. Aku tidak terlalu memperdulikan sampai segitunya kali. Nanti juga dia berkesempatan menjadi kakak iparku." Goda Rei sambil tersenyum dan memegang tangan Rika, lalu mengandengnya keluar sekolah.

"makasih, Rei. Kau betul betul tidak apa apa dengan kejadian tadi?" Rika terus mengatakan kalimat itu dalam perjalanan pulang mereka.

"tenang saja. Aku tidak marah kok" Dan Rei selalu memberikan jawaban yang memuaskan.

Rei mengantar Rika pulang dan langsung pergi ke jalan arah rumahnya. Tapi dalam arah pulangnya, ia melihatnya, orang yang menjadi gosip pembicaraan hari ini dan arahnya sepertinya dari rumah Rika.

"ah kamu, Yamashina-san kan?. Aku Ishiyama dari kelas 1-1. Aku mengenalmu karena katanya kamu sangat populer, yah mungkin kamu tidak kenal aku sih" Rei menatap sebentar ke arah Yamashina. Betul betul paras yang dikaruniai semuanya oleh tuhan. Tidak salah banyak cewek yang rela melakukan apapun hanya untuk menjadi pacarnya seminggu saja.

"aku kenal kamu. Kamu itu cowok yang baik ke setiap cewek kan. Orang yang tak pernah menolak cewek kan. Tapi juga pacaran dengan Rika." Mikami hanya sedikit tersenyum dan pergi ke halte bus di ujung jalan.

"ah, tunggu sebentar.. kamu Yamashina-san." Kejar Rei ke Mikami dan akhirnya berhasil memegang bahunya.

"kenapa lagi?. Kamu mau apa?" Mikami yang sudah menatap Rei langsung menjauhkan tubuhnya dari Rei

"aku gak mau lama lama, jadi gak usah buat aku marah. Nah ini singkat dan jelas..." Rei yang masih bertubi tubi mengatakan ia tak akan lama lama.

"HAHAHAHAHAHAHA...BUAHAAHAHAHAHAAHAHA"Mikami tertawa dengan kencang sampai Rei langsung terbinggung binggung dan berpikir, orang ini gila ya?

"kamu bilang gak akan berlama lama, tapi kalo kamu tetap mengatakan seperti tadi, aku yakin seharipun tak akan selesai." Mikami langsung menjelaskan setelah melihat wajah Rei yang keliatan binggung.

"oke, ini jelas dan singkat. Kenapa kamu memanggil nama Rika dengan Rika. Apakah kamu akrab dengan Rika?" Tanya Rei ke Mikami dan sepertinya sudah melupakan kesalnya karena hal tadi.

"kenapa kau cemburu. Tenang saja kau tak perlu khawatir karena ia sangat suka denganmu." Balas Mikami sambil pergi dan dikejar oleh Rei lagi.

"kau tau maksudku. Maksudku bukan itu. Tadi Rika waktu cewek yang memukul kakaknya mencoba membilang hubungan kakaknya denganmu, ia langsung menarikku keluar. Jadi aku penasaran saja." Rei mencoba menjelaskan dengan bahasa yang mudah dan singkat.

"tenang saja, aku tak ada hubungan dengan Rika sekarang. Mungkin hanya ada hubungan dengan Yumai saja." Mikami menatap sebentar ke arah Rei dan langsung pergi setelah Rei melepaskan pundaknya.

Rei masih sebentar memikir dan hanya dapat satu jawaban. Mikami Yamashina betulan pacaran dengan Yumai Yoshitora. Yah yang dipirkan oleh Rei, bukan penulisnya ya.

sama seperti di atas,

mohon review dan dukungannya