COLORFUL SENSIBILITIES

By 99Eighttwo

BOY'S LOVE, SHOUNEN-AI, SLASH, ALTERNATE UNIVERSE, OUT OF CHARACTER

ROMANCE

.

.

.

==== 43 6f 6b 6f 72 66 75 6b 20 73 65 6e 62 69 74 79 ====

IT'S MIRACULOUS

.

CHANBAEK (Chanyeol – Baekhyun)

Baek Hyun lelah..

Semuanya terjadi begitu cepatnya.

Terjadi cepat hingga ia tak tahu kemana temannya yang idiot itu pergi—

—salahkan kaki si idiot itu yang terlalu panjang hingga Baek Hyun tak mampu mengejar.

Atau mungkin kakinya sendiri yang terlalu pendek.

Ia berhenti sejenak di taman belakang sekolahnya. Menumpukan badannya yang lelah dengan kedua tangan yang ia sangga pada kedua lututnya.

Sebenarnya, ia bingung siapa yang harus di salahkan akan kepergian Chan Yeol yang terlalu mendadak itu.

Tapi kalau dipikir-dipikir, hal itu lebih condong ke Chan Yeol. Salah Chan Yeol sendiri yang dengan usil memberi blush on —milik temannya yang dijuluki The Queen Of Make Up— pada pipi Baek Hyun hingga membuat Baek Hyun —entah disengaja atau tidak— memukul kepala Chan Yeol dengan kamus tebal yang kala itu di tangan mungilnya.

Well, sebenarnya hal semacam itu sudah biasa. Pertengkaran Chan Yeol dan Baek Hyun bukanlah hal yang tabu. Namun setelah peristiwa itu, bel istirahat berbunyi dan Chan Yeol langsung melesat pergi keluar dari kelas. Meninggalkan Baek Hyun dan teman-teman sekelasnya dengan sejuta pertanyaan di otak mereka.

Dan kembali pada Baek Hyun.

Tak jauh dari tempatnya bertumpu, Baek Hyun tak sengaja menangkap sosok Se Hun duduk di sebuah bangku coklat dengan kertas di tangannya.

Ia tersenyum, dan berlari mendekati juniornya yang terkenal se-antero sekolah karena wajah tampannya yang manyaingi Kris itu.

—perlu diingatkan! Baek Hyun tak pernah menaruh hati pada si salju macam Se Hun, atau si Angry Bird macam Kris, sekalipun wajah mereka bagaikan Shia Labeouf*, aktor favoritnya.

"Hei!"

Baek Hyun berdiri di depan Se Hun dengan senyum mengembang di wajahnya. Dan ia tertawa kecil saat melihat Se Hun tersentak dan hampir terjatuh.

"Eh, Hyung? Bisakah kau membantuku memecahkan huruf-huruf disini?"

Baek Hyun menerima kertas kecil di tangan Se Hun saat si junior itu menyodorkan padanya. Ia berpikir sejenak. "Oh.. ini sandi sungai. Oh ya, kau tahu kemana Chan Yeol? Tadi aku mencarinya di atap sekolah, tempat biasa ia bermeditasi, tapi aku tak menemukannya."

"Sebenarnya kau tidak perlu mencarinya dengan mengelilingi sekolah, Hyung. Cari saja di hatimu, kau pasti menemukannya— ouwhh!"

Baek Hyun memutuskan untuk memukul kepala Se Hun dengan tangan kecilnya. What thecari saja dihatimu, apa maksudnya itu, eoh?

Dengan itu, ia pergi meninggalkan juniornya yang ternyata juga menjabat sebagai tetangganya itu.

"OH! ASTAGA! PARK CHAN YEOL!"

Baek Hyun tak bisa mengontol suaranya saat ia tak sengaja menemukan si tiang Chan Yeol di toilet khusus pria di sekolah yang kini ia singgahi kurang lebih selama 2 tahun itu.

Ia bahkan tak menyadari jika tubuh mungilnya itu tengah mendekap pemuda yang lebih muda darinya beberapa bulan itu. Mendekapnya erat.

Terlampaui erat hingga panas menjalar di wajah Chan Yeol —yang membolakan matanya— bahkan sampai ke kedua telinga lebarnya.

Yang untungnya Baek Hyun tak mengetahui hal itu.

"Yeol, maafkan aku. Tadi aku tak sengaja memukulmu dengan kamus. Jadi tolong jangan pergi lagi.."

.

Chan Yeol berkedip.

Sekali.

Dua kali.

.

Baek Hyun mengucapkan kata maaf padanya.

Dan itu untuk yang pertama kalinya.

Sungguh sulit di percaya.

.

"BAEK HYUN! KAU KENAPA? Hari ini tidak ada hujan, badai, gempa, bahkan petir dadakan! Apa yang terjadi padamu, eoh?" Chan Yeol mengguncang tubuh mungil dihadapannya dengan cukup kencang.

Demi Jong In dan Se Hun yang sering tertangkap basah mengupil di tempat umum, Chan Yeol berani bersumpah bahwa ini untuk pertama kalinya ia mendengar kata maaf dari bibir tipis Baek Hyun yang dilontarkan padanya.

Dan Chan Yeol mendengarnya secara LANGSUNG!

Bukan apa-apa sih, hanya saja, setiap Baek Hyun melakukan kesalahan padanya, si mungil itu tak pernah meminta maaf padanya.

Rasanya Chan Yeol seperti mendapat The Greatest Surprise di hari ulang tahunnya.

"Aku tidak apa-apa, Yeol. Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Kenapa kau tiba-tiba keluar kelas setelah aku memukulmu? Biasanya 'kan kau tidak seperti itu. Apa kau marah padaku? Kalau kau marah padaku maafkan aku, Yeol."

.

.

.

.

.

Loading…

.

.

.

.

.

.

"PffttBWAHAHAHAHAH!"

Baek Hyun mengerutkan keningnya bingung.

Ia tak tahu kenapa tiang itu tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya yang untungnya kotak-kotak itu. (Baek Hyun tak sengaja melihatnya saat ia berkunjung ke rumah Chan Yeol dan menemukan Chan Yeol bertelanjang dada dengan handuk yang melilit di pinggangnya.)

"Baek Hyun, lupakan saja! Ayo kita ke tempat kita biasa bermeditasi."

Baek Hyun masih terlalu bingung hingga ia tak sadar Chan Yeol merangkul pundak kecilnya dan menuntunnya ke atap sekolah.

—Padahal si Chan Yeol itu melarikan diri ke toilet karena terlalu terburu-buru untuk buang air—

Tak menyadari sosok Chan Yeol yang menganggap itu semua adalah keajaiban untuknya. Walaupun di tempat yang tidak elit macam toilet.

.

.

SELESAI..

==== 43 6f 6b 6f 72 66 75 6b 20 73 65 6e 62 69 74 79 ====

Review^^