Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : AU, OOC, Typo bertebaran, no EYD, mainstream, alur yang berantakan, cerita pemula.
By : Rozzeana
Rated : T
.
.
.
2. Pernikahan
Dalam ruangan sunyi yang hanya diterangi oleh cahaya dari sebuah laptop, seorang pria bersurai kuning duduk dengan menyilakan kakinya pada sebuah kursi didepan laptop yang menyala itu. Pria itu hanya menatap layar laptop dengan sesekali menekan mouse yang terhubung pada laptop itu. Wajah pria itu sesekali terlihat menyendu, tapi sesekali pula terlihat sangat ceria.
Diperhatikan lebih dekat, ternyata pria itu sedang melihat sebuah foto yang dilayar laptopnya. Foto yang berlatar taman dengan pohon berwarna merah muda dan berdiri seorang perempuan bersurai indigo panjang terurai yang sedang tertiup angin, wajahnya tidak terlalu jelas terlihat karena tertutup rambut yang tertiup angin, tapi dari sedikit yang terlihat, dapat dipastikan jika perempuan itu sedang tersenyum walau di buat kerepotan dengan angin yang berhembus.
Pria itu mengarahkan kursor pada laptopnya dan menekan tombol panah yang menunjukkan kearah kanan lalu pria itu menekan tombol di sebelah kiri pada mousenya. Foto berganti tapi masih dengan latar yang sama dan perempuan yang sama, yang berbeda hanya wajah perempuan itu sedikit lebih jelas terlihat, karena angin yang sepertinya sudah mulai menghilang. Jika dilihat, kulit wajah perempuan itu begitu putih tapi tidak pucat, matanya tampak seperti rempulang yang bersinar dimalam hari. Pria itu tersenyum menatap foto itu, tapi kemudian berubah menyendu kembali.
Satu malam dihabiskan pria itu dengan duduk menatap layar, ketika cahaya matahari mulai menyinari langit tapi belum terbit sempurna, pria itu mulai membereskan laptopnya lalu berjalan menuju salah satu sofa yang sudah teredia sebuah bantal dan sebuah selimut. Pria itu mengambil posisi tidur dengan menggunakan selimut. Tak lama pria itu mulai terlelap dan matahari mulai terbit menyinari bumi.
"Naruto bangun, ini sudah hampir jam buka." Pria yang sedang tidur itu terlihat terganggu dan perlahan membuka matanya. "Kau tidur pagi lagi? Memangnya apa yang kau lakukan?"
"Bermain game online." pria yang di panggil Naruto itu lalu kembali memejamkan matanya dan pria yang baru datang dan membangunkannya hanya menggelengkan kepalanya dan mulai membuka gorden yang tertutup. "Hey, Shikamaru. Semalam aku bermimpi kalau Sasuke membawa perempuan."
"itu bukan mimpi bodoh, Sasuke memang mengenalkan calon istrinya pada kita semalam. Pernikahan mereka hanya tinggal menghitung jari, jangan berulah yang aneh - aneh." Ujar pria yang dipanggil Shikamaru seolah mengatakan sesuatu yang mungkin bisa terjadi.
"Berulah apa? Aku tidak akan melakukan apa pun." Naruto memutar tubuhnya hingga menghadap pada sandaran sofa dan membelakangi Shikamaru.
"Aku sudah melihatnya. Hyuga adalah perempuan yang ada di taman kan?"
Dengan gerakan cepat Naruto bangun dari tidurnya dan menoleh kearah Shikamaru. "Siapa bil-Hey jangan buka sembarangan folder di laptopku." Omel Naruto, tapi terlambat Shikamaru sudah membuka folder foto dimana ada foto yang semalaman Naruto lihat.
"Kau tidak boleh menyukai istri sahabatmu Naruto." Tegur Shikamaru yang diikuti gerakan Naruto yang kembali dalam posisi tidur.
"Urusai! Aku hanya menyukainya sebagai objek foto, tidak lebih!" Protes Naruto.
"Bagus lah kalau memang seperti itu kenyataannya." Shikamaru berjalan keluar ruangan, tapi berhenti sesaat sebelum menutup pintu. "Kau harus bersiap, hari ini ada pemotretan pagi!" Titah Shikamaru lalu melanjutkan menutup pintu.
"Pemalas itu terkadang sangat berisik!" Omel Naruto yang sudah pasti tidak terdengar oleh Shikamaru.
Hyuga Hinata, perempuan yang dikenalkan oleh Sasuke, teman Naruto sebagai calon istrinya memang adalah perempuan yang tanpa sengaja ditemuinya di taman tempo hari. Sejujurnya sejak awal pertemuan itu, Naruto memang sudah sedikit tertarik dengan perempuan itu. Tapi untuk sekarang mungkin bisa dikatakan hanya sebagai rasa penasaran dan ingin tahu tentang siapa sebenernya perempuan itu.
Walau saat malam hari, Naruto terlihat seperti orang yang sedang patah hati, tapi jika sudah berhubungan dengan foto, dirinya seperti menjadi orang yang lain. Masalah apapun akan seketika terlupakan saat Naruto sudah mulai membidik kameranya pada objek apapun. Naruto memang cukup profesional walau tidak jarang ceroboh dan terkesan cuek dalam urusan lain.
Waktu berlalu tanpa terasa, Matahari kini sudah mulai menuruni posisi puncaknya, tapi Naruto masih saja duduk didepan laptopnya dengan mata yang sangat fokus. Yang dilakukannya sekarang berbeda dengan yang dilakukannya malam tadi. Jika malam tadi dia hanya menatap sebuah foto, kali ini dia sedang mengedit dan mengkoreksi hasil pemotretannya.
"Hey, berhenti dulu. Kau harus makan." Shikamaru meletakan satu kantung berisi makan disamping laptop Naruto.
"Ah, aku baru sadar jika sudah lewat waktu makan siang." Naruto mengambil kantung makanan yang dibawakan Shikamaru tadi.
"Jangan menjadikan pekerjaan sebagai pelarian." Sindir Shikamaru.
"Masihkah harus kita bahas?" Tanya Naruto dengan nada tidak suka.
"Haha.. Jadi kau masih mau membantu Sasuke menyiapkan pernikahannya kan?" Tanya Shikamaru.
"Tentu saja, temanku menikah mana mungkin aku tidak membantunya." Jawab Naruto dengan penuh semangat.
"Baguslah, berarti nanti sore kita ke hotel." Ujar Shikamaru sebelum meninggalkan Naruto didalam ruangannya, dan Naruto hanya melanjutkan makannya tanpa menjawab ucapan Shikamaru.
oOo
Hotel Uchiha adalah salah satu hotel bintang tiga yang ada di Jepang. Memang tidak semewah hotel bintang lima tapi cukup terkenal untuk ukuran hotel bintang tiga. Hotel Uchiha pula adalah hotel milik Keluarga Sasuke. Dan hotel yang ada di Yokohama adalah hotel yang dikelola sendiri oleh Sasuke. Hotel Uchiha sendiri memiliki beberapa cabang di Jepang, dan sudah ada juga di beberapa negara di Asia.
Jika kemarin malam Naruto dan kawan - kawannya berkumpul di restaurant Ichi's milik Chouji, sekarang mereka berkumpul di sebuah ruangan yang cukup resmi. Sepertinya ruangan itu biasa digunakan untuk kebutuhan rapat pemilik hotel maupun penyewa hotel. Selain Naruto dan kawan - kawannya ada juga beberapa orang yang menggunakan setelan yang sama persis. Mereka memang sedang membahas tentang persiapan pernikahan Sasuke yang tinggal kurang dari satu minggu. Mungkin bagi teman - temannya berita ini cukup mendadak, tapi ternyata persiapan pernikahan sudah di proses sejak lama. Bahkan jika di persentasinya persiapan menuju hari H sudah sekitar 70%. Undangan sudah selesai cetak dan hanya tinggal di bagikan, Souvenir sudah hampir selesai di persiapkan, Gaun dan jas pengantin hanya tinggal Finishing, makanan sudah terpilih menunya, persiapan di lapangan juga sudah tinggal penerapan yang mungkin akan mulai mendekor H-2, Pakaian untuk kerabat dan keluarga sudah selesai hanya tinggal diambil di butik dan di bagikan. Panitia pun sudah ditentukan. Entah apa tujuan Sasuke mengumpulkan teman - temannya jika persiapan pernikahannya sudah hampir rampung.
Setelah semuanya keluar dari ruangan meeting, Sasuke mengajak teman - temannya pergi keruangan kerjanya, tapi Shino dan Chouji pamit undur diri terlebih dahulu.
"Teme jika persiapan pernikahanmu sudah hampir selesai untuk apa kami diminta kemari hari ini? Kami juga tidak di tunjuk sebagai panitia." Protes Naruto.
"Kalian adalah teman - temanku mana mungkin aku meminta kalian bekerja untukku, tentu saja kalian harus menjadi tamuku pada saat hari H." Sasuke ikut duduk di sofa yang sudah terlebih dahulu diduduki teman - temannya. "Aku mau minta tolong pada Naruto dan Sai." Ujar Sasuke.
"Apa?" Tanya Naruto.
"Sebenarnya aku sudah melakukan sesi foto prawedding, tapi entah kenapa aku merasa kurang dengan hasilnya. Bisa kau menjadi photograperku?" Tanya Sasuke pada Naruto.
"Bagaimana Shikamaru apa ada hari kosong?" Tanya Naruto pada Shikamaru yang langsung melihat handphonenya dimana dia mencatat jadwal studio.
"Kau mau foto indoor atau outdoor?" Tanya Shiakamru.
"Keduanya kalau bisa." Jawab Sasuke.
Shikamaru menghela nafas, "Aku kurang yakin apa masih sempat jika hari itu." Ujar Shikamaru bingun.
"Memang bisanya hari apa?" Tanya Naruto.
"H-3. Hanya satu hari itu saja. Sisanya penuh." Jawab Shikamaru.
"Sehari sebelumnya apa jadwalku?" Tanya Naruto.
"Pemotretan Yamanaka Ino." Jawab Shikamaru.
"Apa jika dua hari kalian sanggup?" Tanya Sai.
"Tapi Ino cukup merepotkan, Sai." Ujar Naruto bingung.
"Pertanyaanku itu, apa dua hari cukup untukmu?" Sai mengulang pertanyaannya pada Naruto.
"Cukup, selama konsepnya tidak aneh - aneh." Jawab Naruto sembara melirik kearah Sasuke.
"Tidak ada konsep khusus, yang penting di foto itu aku dan Hinata terlihat elegan tapi sederhana. Dimana dan bagaimananya terserah padamu. Aku yakin kau tidak akan mengecewakanku." Jawab Sasuke tanpa ditanya.
"Tetap saja, Ino pas-"
"Ino bilang tidak apa jika pemotretan dilakukan minggu depan." potong Sai yang menunjukkan pesan dari Ino.
"Kau kenal dengan Ino?" Tanya Kiba yang sedang membaca pesan di handphone Sai.
"Memangnya aku belum bilang kalau Ino itu satu Fakultas saat kuliah?" Tanya Sai yang di jawab gelengan kepala teman - temannya.
"Lalu kau mau aku membantu apa?" Tanya Sai pada Sasuke.
"Ah iya, aku mau kau membuatkanku tiga lukisan, lukisan aku dan Hinata sendiri dan lukisan saat kami berdua. Bisa?" Tanya Sasuke.
"Bisa. Kapan kalian mau dilukis?" Tanya Sai.
"Nanti aku kabari, aku harus bertanya pada Hinata dulu." Jawab Sasuke.
Mereka pun menghabiskan malam dengan mengobrol membahas hal - hal yang tidak penting tapi cukup menyenangkan untuk mereka bicarakan. Dan mereka membubarkan diri saat waktu sudah lewat dari tengah malam.
Keesokkan mereka semua, melakukan kegiatan seperti biasa, yang berbeda hanya satu persatu dari mereka telah menerima surat undangan yang baru saja di sebar oleh Sasuke. Dan setelah mengatur jadwal, siang ini Sai menjadwalkan untuk melukis Hinata sesuai permintaan Sasuke. Sedangkan untuk Sasuke sendiri kemungkinan besok jika tidak ada jadwal mendadak yang berurusan dengan hotel. Lalu lusa giliran Naruto yang melakukan pekerjaannya melakukan pemotretan outdoor, pada pagi hari dan siang harinya kembali Sai yang melukis Sasuke berdua dengan Hinata. Pemotretan outdoor dilanjutkan sore hari. Kenapa di bagi dua waktu? Untuk menghasilkan latar langit dengan warna yang indah. Itu jawaban Naruto saat ditanya oleh Sasuke. Untuk pemotretan Indoor akan dilakukan sehari setelahnya, Naruto mengharuskan melakukan pemotretan pada pagi hari, agar siang foto sudah bisa di edit dan dilihat hasilnya lalu di cetak.
Tibalah di hari pernikahan Sasuke dan Hinata, salah satu ruangan di Hotel Uchiha sudah padat ramai karena pernikahan Sasuke diadakan disana. Jadwal yang padat kemarin berjalan sesuai dengan yang sudah ditentukan. Lelah sudah pasti dirasakan oleh sang pengantin baru dan teman - temannya begitu pula dengan para panitia acara. Tapi rasa lelah seolah hilang begitu acara sudah mulai. Itu yang dirasakan sang pengantin, entah dengan yang lainnya. Cukup jarang melihat Naruto dan teman - temannya memakai setelan resmi. Mereka kompak memakai jas berwarna hitam. Yang berbeda hanya warna dasi, kemeja dalam, dan sepatu. sebenarnya hanya Chouji yang memakai dasi, itupun dasi kupu kupu yang dia pakai, sedangkan yang lain tidak ada yang menggunakan dasi.
"Tidak ada wanita cantik kah disini?" Ujar Kiba seraya mengedarkan pandangannya.
"Ini pernikahan temanmu, kau masih saja sempat mencari wanita." Tegur Shino yang kebetulan berdiri disebelah Kiba.
"Haha. Bagaimana kalau kau ikut aku pergi bersama wanita. Kau pasti bosan kan hanya bermain dengan serangga. Haha." Ejek Kibapada Shino.
"Lebih baik bermain dengan serangga daripada harus jadi sepertimu." Balas Shino.
"Hey sudahlah, jangan ribut - ribut." Tegur Shikamaru.
"Kenapa dengan Naruto?" Tanya Chouji setengah berbisik pada Shikamaru.
"Kurang tidur sepertinya." Jawab Shikamaru asal.
"Dia sudah habis lima gelas minuman lho." Ujar Sai.
"Darimana kau tahu?" Tanya Kiba.
"Aku menghitungnya." JAwab Sai dengan senyumannya.
Setelah berdebat tidak penting, dimulai dari Shino yang pamit pulang, disusul Chouji setelah menerima telpon yang juga harus pamit, diikuti Kiba yang sebenarnya masih ada di pesta tapi dia menemukan target wanita baru untuk di rayu, setelahnya Sai yang juga pamit setelah menerima telpon. Kini hanya tinggal Naruto dan Shikamaru.
"Hinata sangat cantik ya hari ini?" Ujar Shikamaru tiba - tiba membahas Hinata.
"Tentu saja, ini adalah malamnya dan Sasuke." Sahut Naruto setelah menoleh kearah kedua pengantin yang sibuk bersalaman dengan tamu.
"Ya benar, Hinata dan Sasuke sekarang sudah menikah dan Hinata kini menyandang status sebagai Istri Sasuke, Teman kita." Ujar Shikamaru yang diberi sedikit tekanan pada kata Istri dan Teman yang seolah menyindir Naruto.
"Apa maksud ucapanmu?" Tanya Naruto.
"Tidak ada. Sudahlah ayo pulang. Sudah malam, besok kita ada jadwal pagi." Ajak Shikamaru yang berjalan terlebih dahulu berjalan menuju Kiba diikuti Naruto.
Setelah pamit pada Kiba, Naruto dan Shikamaru ikut antri agar bisa pamit langsung pada Sasuke. Begitu keluar dari ruangan dimana acara pernikahan Sasuke dan Hinata dilaksanakan, Shikamaru dan Naruto pun berpisah di parkiran karena masing - masing dari mereka membawa mobil sendiri. Keluar dari hotel, Naruto mengendarai mobilnya dengan sangat pelan seperti orang yang baru belajar menyetir mobil. Pandangan Naruto juga kurang fokus pada jalanan, beberapa kali Naruto menghela nafas berat.
'Andai aku mengenalmu lebih dulu dari pada Sasuke.'
oOo TBC oOo
Pojok Rozzeana :
Assalamualaikum, selamat sore. Rozzeana balik lagi buat update ceritanya. Ya walau yang ninggalin review hampir ga ada huhu. Tapi gapapa Rozzeana bakal tetep lanjut semampunya kok, demi yang udah baca hehe emang pengen posting juga sih haha
Segitu aja dari Rozzeana, jangan lupa kritik dan sarannya yaa.
