Chapter 2
warn: typos/ gaje/woman rape man/ rate: M for language and lemon/ mohon maaf apabila cerita agak melenceng dari summary-nya(maybe). Newbie author/NOT FOR UNDER 21 YEARS OLD, and etc
Summary: "Kehidupan bahagia Naruto bersama 7 istrinya yang sudah berlangsung selama 13 tahun harus berantakan karena sebuah masalah baru yang menimpa Naruto. Kali ini masalah tersebut jauh lebih ekstrem dari sebelumnya. Kira-kira apa masalah baru yang menimpa Naruto kali ini?"
Perubahan usia chara:
Naruto: 20 tahun
Konan: 22 tahun
Yugao: 23 tahun
Tayuya: 20 tahun
Shizuka: 20 tahun
Guren: 22 tahun
Hinata: 20 tahun
Hanabi: 18 tahun
Perubahan fisik Naruto: Kulit putih bersih, tubuh tinggi semampai dengan body yang langsing dan ukuran dada yang proposional. Kalau wajahnya hampir mirip dengan Naruko aka anak perempuan Naruto yang punya sifat fathercom. Yang membedakan Naruko dengan Naruto adalah panjang rambut mereka dan ukuran dada mereka. Naruko memiliki surai kuning keemasan dengan panjang sepunggung. Kalau Naruto memiliki surai berwarna sama dengan Naruko hanya saja panjang surai Naruto mencapai belakang lututnya. Kini Naruto memiliki 2 alat kelamin sekaligus.
Keterangan tentang anak-anak Naruto:
Shin: Seorang remaja laki-laki bersurai biru jabrik, memiliki iris mata berwarna kuning seperti Konan dan berkulit tan seperti Naruto. Usia 13 tahun, anak dari Naruto dan Konan. Sifat: Sedikit urakan tapi baik hati, peduli pada sekitarnya dan suka menolong. Meskipun begitu, ia memiliki sebuah kebiasaan buruk, yaitu menggoda gadis-gadis cantik yang ada di sekitarnya atau menggoda anak Naruto yang bernama Rin yang sangat tempramen jika digoda atau diganggu.
Naruko: Seorang gadis remaja yang berwajah cantik berambut lurus sepunggung berwarna kuning, memiliki iris mata berwarna biru seperti Naruto dan berkulit putih seperti Yugao. Usia 13 tahun, anak dari Naruto dan Yugao. Sifat: Tenang, pendiam, dan sedikit cuek. Gadis ini mengalami sifat fathercom. Sifat tenang dan pendiamnya akan langsung hilang jika iris birunya melihat perempuan yang mencoba mendekati ayahnya aka Naruto.
Yuki dan Tatsuki: Remaja kembar berbeda gender tapi memiliki sifat yang sama. Yuki seorang gadis berambut kuning sebahu berwajah cantik dan manis, memiliki iris berwarna coklat, dan kulit tan seperti Naruto. Sementara Tatsuki seorang remaja laki-laki bersurai lurus sepunggung bewarna merah pucat berwajah tampan dengan tiga wisker di pipinya seperti Naruto saat kecil, memiliki iris mata berwarna coklat dan kulit putih seperti Tayuya. Usia mereka 13 tahun, anak dari Naruto dan Tayuya. Sang kakak, Yuki berusia beberapa menit lebih tua dari sang saudara kembar Tatsuki. Sifat mereka: Keras, sedikit kasar dan cuek pada sekitarnya. Tapi mereka sangat peduli terhadap saudara dan orang tua mereka.
Ryuuki: Seorang gadis berwajah cantik dan paling mencolok di antara anak Naruto yang lain karena warna rambutnya yang berwarna merah menyala. Memiliki iris berwarna hijau dan kulit putih seperti Shizuka. Gadis ini mirip sekali dengan Uzumaki Kushina aka Ibu dari Naruto. Usia: 13 tahun, anak dari Naruto dan Shizuka. Sifat: Pendiam, sedikit tertutup, baik hati, peduli pada sesama, dan sangat menyukai binatang terutama kucing.
Rin: Seorang gadis berwajah cantik besurai biru dan selalu mengikat rambutnya dengan gaya pony tail. Memiliki iris berwarna biru dan berkulit tan eksotis. Usia: 13 tahun, anak dari Naruto dan Guren. Sifat: Ceria dan murah senyum. Tapi sifatnya akan berubah 180 derajat jika digoda atau di ganggu oleh orang lain.
Boruto: Seorang remaja laki-laki berwajah tampan bersurai kuning jabrik dengan gaya yang selalu terlihat acak-acakan dan berkesan urakan. Ia menguasai byakugan dengan sempurna sejak usianya 9 tahun. Usianya saat ini 13 tahun, anak dari Naruto dan Hinata. Sifat: urakan, tidak suka di atur, tapi baik hati pada semua orang dan suka menolong sesama.
Reiga dan Reiji: Anak kembar laki-laki yang memiliki sifat berbeda dari hubungan Naruto dan Hanabi. Usia mereka 13 tahun. Sifat: Reiga seorang lelaki dengan sifat yang cenderung tenang dan dingin. Sementara Reiji memiliki sifat ceria dan sedikit urakan. Secara fisik mereka terlihat sangat mirip yaitu memiliki kulit putih yang mereka warisi dari ibu mereka dan mata biru seindah langit dari ayah mereka. Yang membedakan mereka hanyalah rambut dan sifat mereka. Reiga memiliki rambut berwarna kuning pucat dengan panjang sepunggung. Jika dilihat sekilas dia terlihat seperti mendiang Hyuuga Neji. Bedanya Reiga memiliki mata biru langit dan rambut berwarna kuning pucat. Sementara Reiji memiliki surai coklat dengan gaya jabrik dan terkesan tidak beraturan. Mereka berdua sangat tidak menyukai semua orang yang berani menganggu saudari atau saudara mereka.
don't like don't read.
The owner of Naruto is Masashi Kishimoto
Let the story begin...
Pagi hari di sebuah rumah megah yang ada di desa Konoha...
"NARUTO!" Terdengar teriakan dari 7 wanita yang memiliki usia kisaran 20 tahunan yang masing-masing memiliki wajah yang cantik.
Teriakan ke 7 wanita berparas cantik tersebut terdengar hingga radius beberapa puluh meter dari kediaman megah tersebut.
Akibat teriakan tersebut, beberapa tetangga yang mendengar teriakan 7 wanita tersebut langsung terkejut bukan main.
Bukan hanya para tetangga. Teriakan yang kerasnya bukan main barusan berhasil membangunkan 9 remaja yang masih terbuai mimpinya yang berada di dua kamar yang berbeda di dalam rumah megah tersebut.
9 remaja yang memiliki usia sekitar belasan tahun tersebut langsung membuka mata mereka saat mereka mendengar suara teriakan yang mereka asumsikan berasal dari kamar seseorang yang mereka panggil dengan sebutan tou san.
Di dalam sebuah kamar yang luas dan ditempati oleh 5 orang remaja bergender laki-laki...
"Reiji, apa kau mendengar teriakan barusan?" Tanya seorang pemuda yang memiliki surai berwarna kuning pucat dengan nada yang berkesan tenang dan dingin kepada seorang pemuda lain yang memiliki surai coklat dengan style jabrik yang sedang berbaring di samingnya dengan mata terbuka.
Sepertinya remaja bersurai coklat tersebut langsung membuka matanya setelah teliganya mendengar teriakan barusan.
"Hai'." Jawab pemuda bersurai coklat jabrik yang barusan aka Reiji. "Apa kalian juga mendengarnya?" Lanjut Reiji yang bertanya pada 3 pemuda lain yang berada di kamar yang sama.
Seorang pemuda dengan surai kuning jabrik yang langsung mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk di tepi kasur hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan dari pemuda kedua yang bernama Reiji barusan.
Sementara seorang pemuda lain yang memiliki surai berwarna merah pucat dengan panjang mencapai punggungnya langsung melompat dari atas kasur dan berdiri di tepi kasur king size yang ia tempati bersama para 4 pemuda yang sekamar dengannya.
"Teriakan itu berasal dari kamar Tou san." Ucap seorang pemuda yang memiliki surai jabrik berwarna biru. Ia langsung melakukan hal yang sama seperti pemuda bersurai merah pucat barusan.
Setelah itu kelima pemuda tersebut langsung berlari meninggalkan kamar tersebut untuk menuju kamar ayah mereka yang menjadi sumber kegaduhan pagi itu.
Sementara itu di kamar lain yang berisi 4 remaja perempuan yang memiliki wajah cantik dan manis...
"Sepertinya barusan aku mendengar teriakan dari para kaa chan?" Ucap seorang gadis berwajah cantik dan manis yang memiliki surai yang di ikat pony tail berwarna biru. Gadis tersebut terlihat sudah dalam keadaan rapi dan segar.
"Teriakan barusan berasal dari kamar tou chan." Ucap seorang gadis cantik lain yang memiliki surai berwarna kuning sepunggung dan juga terlihat sudah rapi seperti gadis yang pertama.
Sementara seorang gadis lain yang memiliki surai sebahu berwarna kuning yang awalnya sedang membaca sebuah buku, langsung menutup bukunya setelah telinganya mendengar apa yang di ucapkan gadis kedua.
"Ayo kita segera kesana." Ucap gadis ke 4 yang memiliki wajah cantik dan surai sepunggung berwarna merah dan iris berwarna hijau yang menyampaikan opini yang ada di kepalanya.
Ucapan gadis ke 4 tersebut langsung ditanggapi dengan anggukan setuju dari 3 gadis lain yang berada di kamar tersebut.
Dan setelah itu mereka ber 4 langsung berlari menuju sumber suara barusan.
Di saat 4 gadis tersebut baru membuka pintu, iris mereka melihat 5 remaja laki-laki yang memiliki usia yang mungkin sama dengan mereka sudah berlari meninggalkan kamar dan menuju kamar yang menjadi sumber kegaduhan pagi itu.
Beberapa saat kemudian...
Setelah beberapa saat berlari 9 remaja tersebut langsung menghentikan langkah kaki mereka di depan sebuah kamar yang sudah tidak berpintu.
Mata mereka langsung melotot saat melihat 8 perempuan cantik yang berada di kamar seseorang yang berada di kamar tersebut.
Di dalam kamar yang berada di depan sembilan remaja tersebut terlihat seorang gadis cantik yang sedang berbaring di atas kasur dengan surai kuning keemasannya yang tergerai. Sementara 7 perempuan yang lain duduk mengitari gadis yang tengah pingsan tersebut.
"SIAPA KALIAN?! DAN APA YANG KALIAN LAKUKAN DI KAMAR TOU CHAN KAMI?!" Tanya seorang gadis cantik yang memiliki surai panjang sepunggung berwarna kuning keemasan dengan nada suara yang tinggi.
"Tenanglah, Naruko chan." Ucap seorang gadis manis yang memiliki surai berwarna biru yang di ikat pony tail.
"Siapa namamu nona cantik?" Ucap seorang pemuda yang memiliki surai berwarna biru dan beriris kuning dengan nada yang berubah cool kepada salah seorang wanita cantik yang memiliki surai sebahu berwarna biru langit.
DUAK DUAK DUAK DUAK
Dan seketika kepala remaja laki-laki tersebut langsung dihadiahi 4 jitakan dari 4 gadis remaja yang tadi berada di depan kamar.
Sementara 7 wanita yang berada di dalam kamar, serta 4 remaja yang berada di depan kamar langsung sweetdrop saat melihat kejadian barusan.
Para remaja yang tersebut tidak menyangka jika saudara mereka masih sempat-sempatnya menggoda perempuan di saat yang genting begini.
Sementara 7 wanita yang berada di kamar tersebut sweetdrop karena melihat tingkah unik yang belum pernah mereka lihat tersebut.
Note: Shin aka pemuda yang barusan menggoda perempuan tadi tidak berani menggoda perempuan jika ia berada di bawah pengawasan salah satu kaa channya. Terutama sang ibu kandung aka Konan yang jika sudah marah aura angkernya bisa membuat seorang anbu pingsan di tempat.
"JANGAN MENCARI KESEMPATAN DASAR BOCAH MESUM!" Ucap 4 gadis remaja tadi yang barusan memberi pemuda tersebut aka Shin dengan sebuah jitakan.
"Hehehe..." Sementara pemuda tersebut hanya cengengesan sambil menggosok belakang kepalanya seolah ia tidak merasakan sakit sedikitpun.
KRETEK KRETEK
Tiba-tiba wanita yang baru saja di goda Shin barusan langsung berdiri dari duduknya yang berada di atas kasur dengan aura angker. Wanita tersebut juga membunyikan jari-jari lentiknya.
DEG
4 gadis yang baru saja memberi Shin sebuah jitakan masing-masing langsung merinding disko saat mereka merasakan aura angker yang sangat mereka kenali.
'Si-siapa perempuan bersurai biru itu? Mengapa ia memiliki aura angker yang sama seperti salah satu dari kaa chan/san kami?' Ucap 7 remaja yang langsung merinding dalam hati di waktu yang bersamaan saat iris mereka yang berbeda warna melihat wanita tadi mengeluarkan aura angkernya.
Sementara seorang pemuda lain yang memiliki surai panjang sepunggung berwarna kuning pucat terlihat diam saja di tempatnya berdiri sambil bersidekap dada.
Akan tetapi iris mata lelaki yang berwarna biru langit itu terlihat memperhatikan satu persatu perempuan yang berada di kamar tersebut. Sepertinya pemuda yang tenang ini sedang menganalisis siapa para perempuan yang berada di dalam kamar tou sannya.
Iris mata pemuda tersebut berhenti pada dua orang perempuan berparas cantik yang sedang duduk bersandingan.
2 perempuan cantik tersebut memiliki surai panjang sepunggung berwarna coklat dan surai panjang sepunggung berwarna indigo.
'Mereka berdua terlihat seperti kaa san Hanabi dan kaa san Hinata.' Ucap pemuda tersebut dalam hatinya sambil terus memandang dua perempuan yang masih sweetdrop tersebut dengan pandangan tenang miliknya.
'Atau jangan-jangan...' Ucap pemuda tersebut dalam hati yang terdengar menggantung sambil melangkahkan kakinya untuk memasuki kamar tidak berpintu di depannya.
Perempuan cantik bersurai biru sebahu yang sudah akan melayangkan tangannya ke arah kepala pemuda yang memiliki surai yang sama dengannya langsung menghentikan gerakannya saat iris kuningnya melihat seorang pemuda bersurai panjang sepunggung berwarna kuning pucat memasuki kamar tersebut dengan langkah yang terlihat tenang dan perlahan.
"Kau Hanabi kaa chan kan?" Tanya tadi saat ia sudah berada di depan perempuan bersurai coklat yang sedang duduk di dekat kaki perempuan yang sedang terbaring di atas kasur king size di ruangan itu.
Perempuan bersurai coklat panjang sepunggung yang tidak sadar jika sejak tadi dipandangi oleh pemuda tersebut langsung menolehkan kepalanya saat telinganya mendengar namanya dipanggil.
"Beruntung sekali aku memiliki anak yang cerdas sepertimu, Reiga." Ucap perempuan bersurai coklat sepunggung tersebut yang tidak lain adalah Hanabi saat iris lavendernya melihat seorang pemuda yang saat ini sedang berdiri di tepi kasur.
Mata pemuda tersebut aka Reiga yang notabene adalah anak Hanabi langsung membelalak terkejut saat mendengar jawaban perempuan di depannya.
"Ja-jadi kalian se-semua..." Ucap seorang gadis remaja yang memiliki surai berwarna kuning pucat sebahu. Kalimat gadis cantik tersebut terdengar menggantung begitu saja.
"Benar." Ucap seorang wanita cantik bersurai biru panjang aka Guren. (Saat itu rambut Guren belum di ikat pony tail)
"Kami adalah kaa san kalian." Lanjut perempuan lain yang memiliki surai berwarna hitam panjang dan beriris hijau aka Shizuka. (Surai Shizuka juga belum di ikat pony tail.)
Mata sembilan remaja tersebut langsung melotot saat mendengar ucapan seorang perempuan cantik bersurai hitam panjang dan memiliki iris berwarna hijau barusan. Sementara 7 wanita yang ada di kamar tersebut yang memang ibu 9 remaja tersebut langsung tersenyum ke anak mereka masing-masing. Tapi hal tersebut tidak berlaku untuk Konan yang langsung menghajar seorang pemuda bersurai senada dengannya karena berani menggoda dirinya.
"Jika memang kalian adalah kaa chan kami, mengapa kalian terlihat er... Jauh lebih muda dari sebelumnya?" Tanya seorang gadis remaja yang memiliki surai merah sepunggung dan iris berwarna hijau aka Rin, anak dari Naruto dan Shizuka.
"Kami sendiri juga kurang tahu apa yang terjadi pada kami." Jawab Shizuka yang merupakan ibu dari gadis cantik yang baru saja melontarkan pertanyaan barusan. "Semalam tou chan kalian berteriak dengan suara yang cukup keras, dan kebetulan kami yang saat itu berada di ruang keluarga dan belum tidur langsung berlari untuk melihat keadaan tou chan kalian." Lanjut Shizuka yang menjelaskan dengan panjang lebar.
"Kami melihat tou chan kalian atau Naruto kun mengejang seperti tersengat listrik yang sangat kuat." Lanjut seorang perempuan lain yang memiliki surai berwarna biru panjang aka Guren. "Setelah itu kami berusaha memegangi anggota tubuh Naruto kun sambil berharap bahwa ia akan berhenti mengejang." Lanjut Guren sambil mencoba mengingat kejadian semalam. "Dan setelah itu sebuah lingkaran hitam yang membungkus kami. Dan saat kami sadar kami sudah dalam kondisi tubuh yang begini." Ucap Guren sambil menunjuk dirinya serta 5 wanita yang berada di dekatnya. Kenapa 5? Karena Konan sedang sibuk menghukum anaknya yang mesum aka Shin.
"Kalau begitu, dimana tou chan sekarang? Dan siapa perempuan cantik bersurai kuning yang sedang berbaring di atas kasur tersebut?" Tanya beruntun seorang gadis yang memiliki surai berwarna kuning sepunggung yang celingukan kesana kemari mencari sosok ayahnya. 8 remaja yang lain (termasuk Shin yang dalam kondisi babak belur karena habis dihajar ibunya) langsung ikut celingukan untuk mencari keberadaan seseorang yang ditanyakan gadis remaja bersurai kuning keemasan tersebut.
Sepertinya para remaja tersebut tidak begitu peduli dengan keberadaan perempuan misterius bersurai kuning yang masih berbaring di atas kasur king size di kamar itu. Mereka lebih terfokus untuk mencari sosok laki-laki yang selama ini mereka panggil ayah.
Setelah tidak menemukan keberadaan ayah mereka di dalam kamar tersebut, 9 remaja tersebut langsung memandang para perempuan cantik yang berada di kamar tersebut dengan pandangan tajam dan meminta penjelasan.
7 perempuan tersebut langsung kelabakan saat mendapatkan tatapan tajam dari putra putri mereka.
Akan tetapi yang paling takut di antara 7 wanita tersebut adalah Yugao. Dia bahkan sampai berkeringat dingin saat melihat mata biru anaknya yang menatap tajam dirinya.
"Uh... Bagaimana mengatakannya ya?" Tanya Yugao entah pada siapa dengan kepala yang terus menoleh kesana kemari. Ia berusaha untuk menghindari tatapan tajam dari anak gadisnya.
Dan kemudian keadaan kamar tersebut diselimuti oleh keheningan. 7 wanita yang berada di dalam kamar yang sedang di tatap tajam oleh para remaja yang berada di ruangan yang sama terlihat saling pandang satu sama lain.
Mereka terlihat saling melempar tanggung jawab untuk menjelaskan melalui tatapan masing-masing.
"Kenapa kalian diam? Beritahu kami dimana tou san!" Tuntut seorang remaja laki-laki yang memiliki surai berwarna kuning jabrik aka Boruto.
Dan setelah mendengar ucapan dari salah satu remaja yang ada disana, seorang perempuan berparas cantik bersurai indigo sepunggung menarik nafas panjang melalui hidungnya lalu menghembuskannya perlahan melalui mulutnya.
"Se-sebenarnya tou chan ka-kalian ada di ruangan ini dan se-sepertinya kondisinya ba-baik-baik saja." Ucap perempuan bersurai indigo sepunggung tersebut aka Hinata.
"Kalau begitu dimana tou san?" Tanya seorang pemuda tampan yang memiliki surai coklat jabrik dan terlihat sedikit urakan aka Reiji.
"Kalian bisa lihat perempuan yang sedang berbaring disana?" Tanya Konan setelah berhasil mengendalikan emosinya sambil jari telunjuk tangan kanannya menunjuk seorang perempuan yang sedang berbaring di atas kasur.
8 remaja yang ada disana hanya bisa menganggukkan kepalanya saat mereka melihat seorang perempuan cantik yang ditunjuk oleh salah satu kaa san mereka.
Sementara Reiga hanya diam dan tidak menunjukkan respon apapun. Akan tetapi iris biru pemuda bersifat tenang tersebut juga mengikuti arah telunjuk Konan.
"Dia adalah tou chan kalian." Lanjut Konan tanpa ragu kepada 9 remaja tersebut.
9 remaja yang berada di dalam kamar tersebut langsung tercengang saat mendengar penuturan Konan barusan.
Mereka tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Konan barusan.
"Ja-jangan bercanda Konan kaa san." Ucap Shin yang tidak percaya dengan ucapan ibu kandungnya. "Tidak mungkin perempuan secantik dia adalah tou san kami." Lanjut pemuda bersurai biru jabrik tersebut.
Sementara para remaja yang lain hanya menganggukkan kepalanya tanda bahwa mereka setuju dengan pendapat salah satu saudaranya barusan.
"Boruto chan, gunakan byakuganmu." Ucap Guren yang memberi perintah salah satu remaja yang ada disana dengan nada lembut.
Pemuda bersurai kuning jabrik dengan style acak-acakan tersebut langsung menganggukkan kepalanya saat mendengar perintah salah satu ibunya barusan.
"Byakugan"
Pemuda tersebut langsung mengaktifkan salah satu doujutsu khas klan Hyuuga yang ia kuasai sejak usia 9 tahun. (Byakugan Boruto seperti di animenya).
Sepasang mata remaja tersebut yang sedang dalam keadaan menggunakan byakugan langsung melotot saat melihat aliran chakra sang perempuan yang sedang berbaring di atas kasur. Ia sangat mengenali aliran chakra perempuan tersebut.
"Tidak mungkin..." Ucap pemuda tersebut sambil terus memandang gadis yang sedang berbaring di atas kasur king size di kamar itu dari puncak kepala hingga ke kaki jenjang sang gadis secara berulang-ulang.
Sementara itu di dalam mindscape Naruto...
Terlihat seorang perempuan cantik bersurai kuning selutut yang sedang berbaring di atas kepala seekor rubah besar berbulu orange yang sedang duduk di atas genangan air di dalam ruangan yang minim cahaya tersebut.
Perempuan tersebut berbaring di atas kepala rubah besar tersebut dengan kelopak mata yang tertutup.
Sementara sang rubah sendiri sedang duduk sambil menutup kedua matanya. Kali ini 9 ekor rubah besar tersebut terlihat diam di atas genangan air di tempat itu. Tidak seperti semalam yang terus bergerak kesana kemari.
Keadaan di sekitar kedua makhluk berbeda wujud tersebut terasa hening karena tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara.
"Kurama?" Ucap sang perempuan cantik dengan suara merdunya untuk memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.
Perempuan cantik tersebut berucap sambil membuka kedua kelopak matanya yang tertutup dan menampilkan iris birunya yang indah.
"Hm..." Gumam rubah besar tersebut tanpa membuka kelopak matanya.
"Apa kau mempunyai solusi untuk masalah ini?" Tanya perempuan berparas cantik tersebut.
"Berapa kali harus kubilang, Naruto..." Ucap rubah tersebut aka Kurama. "Aku tidak mempunyai solusinya." Lanjut rubah besar tersebut sambil membuka kelopak matanya dan memperlihatkan iris merahnya yang memiliki pupil vertikal.
"Ini sudah yang ke 9 kali kau bertanya kepadaku dengan pertanyaan yang sama." Ucap Kurama dengan nada yang berubah kesal karena merasa dipermainkan oleh perempuan berparas cantik yang berada di atasnya.
"Hah..." Perempuan berparas cantik tersebut aka Naruto langsung menghembuskan nafas panjang saat mendengar jawaban dari sang partner.
"Untuk saat ini kau hanya bisa menerima keadaanmu saja, Naruto." Ucap Kurama lalu merendahkan kepalanya sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Aku mau tidur dulu. Aku sudah bosan mendengar keluh kesahmu." Ucap rubah besar tersebut sambil menutup kedua iris merahnya.
"Hah..." Naruto hanya bisa menghela nafas panjang lagi saat mendengar ucapan sang partner barusan.
Dan setelah itu perempuan berparas cantik tersebut menghilang dari atas kepala rubah besar tersebut.
Kembali ke dunia nyata...
"Bagaimana Boruto?" Tanya seorang gadis berparas cantik yang memiliki surai berwarna kuning sepunggung.
Sementara para remaja yang langsung menatap sang pemuda yang masih menggunakan doujutsunya tersebut dengan pandangan penasaran.
"Apa yang dikatakan Konan kaa san benar." Ucap Boruto sambil menonaktifkan byakugan miliknya. "Perempuan cantik bersurai kuning tersebut adalah tou san." Lanjutnya dengan nada yang sedikit berat.
Mata semua remaja yang ada disana langsung kembali melotot saat mendengar penuturan salah satu saudaranya barusan.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada tou chan, Yugao kaa chan?" Ucap seorang gadis cantik bersurai kuning sepunggung dengan nada menuntut penjelasan.
"Entahlah, Naruko chan." Jawab Yugao sambil menggelengkan kepalanya. "Seperti yang kami bilang tadi, saat kami sadar keadaan sudah menjadi seperti sekarang ini." Lanjut Yugao dengan nada yang terdengar bingung.
Dan setelah mendengar pernyataan barusan keadaan kamar tersebut menjadi hening.
Sepertinya para remaja tersebut sangat shok saat mengetahui bahwa ayah mereka berubah menjadi sesosok perempuan.
Beberapa saat kemudian...
Setelah beberapa saat hening, kelopak mata perempuan yang sedang berbaring di atas kasur king size yang ada di ruangan itu terlihat mulai bergetar.
Tidak lama setelahya kelopak mata perempuan tersebut mulai terbuka dan memperlihatkan iris birunya yang terlihat lebih indah dengan bulu mata yang terlihat jauh lebih lentik.
Wajah tampan semua remaja laki-laki yang berada di dalam kamar tersebut langsung memerah saat melihat kecantikan perempuan bersurai kuning tersebut saat ia mulai memperlihatkan iris birunya.
Bahkan Reiga yang sejak tadi cuek dan bersikap dingin, wajahnya ikut memerah seperti para saudara laki-lakinya.
"Ugh..." Rintih perempuan tersebut aka Naruto, saat ia berusaha mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk.
Dengan gerakan yang sangat cepat, semua remaja laki-laki yang ada di ruangan tersebut langsung berebut untuk membantu sosok perempuan tersebut yang ingin merubah posisi berbaringnya menjadi duduk.
"HEI MINGGIR KAU DASAR BOCAH MESUM!" Ucap seorang remaja laki-laki yang memiliki surai coklat aka Reiji kepada seorang remaja yang memiliki surai biru jabrik dan wajahnya yang terlihat babak belur aka Shin.
"KAU YANG MINGGIR DASAR BOCAH LIAR!" Balas Shin yang merasa tidak terima dengan hinaan saudaranya barusan.
"APA KAU BILANG?!" Balas Reiji yang langsung tersulut emosinya.
"Kalian berdua menyingkir saja. Biarkan aku yang membantu tou chan untuk merubah posisinya." Ucap seorang laki-laki lain yang memiliki surai merah pucat sepunggung aka Tatsuki dengan nada yang terdengar tenang dan cool.
"JANGAN SOK COOL KAU, DASAR BOCAH TEMPRAMEN!" Ucap dua remaja tadi saat mendengar nada sok cool dari saudara lelakinya yang terkenal tempramen dan kasar.
TWITCH
Sebuah perempatan langsung muncul di kepala lelaki yang memiliki surai berwarna merah pucat tersebut saat mendengar hinaan dari dua saudara laki-lakinya.
"KALIAN NGAJAK BERANTEM YA?!" Balas Tatsuki yang langsung menunjukkan sifat aslinya.
"Sudah-sudah..." Ucap Boruto yang berusaha menengahi. "Biarkan aku saja yang membantu tou chan dan kalian bertiga bertengkar saja di luar." Lanjut bocah remaja yang memilki surai berwarna kuning jabrik tersebut sambil tersenyum manis.
"JANGAN MENCARI KESEMPATAN KAU RAMBUT TAI!" Ucap 3 lelaki yang sejak tadi bertengkar kepada remaja yang berusaha mencuri kesempatan.
Sementara itu semua perempuan disana serta seorang remaja laki-laki yang memiliki surai berwarna kuning pucat sepunggung yang tidak ikut bertengkar hanya bisa sweetdrop saat melihat pertengkaran gaje tersebut.
Sebenarnya pemuda tersebut juga ingin membantu Naruto untuk mengubah posisinya. Hanya saja ia langsung membatalkan niatnya saat iris birunya melihat pertengkaran gaje para saudara laki-lakinya.
Setelah tersadar dari sweetropnya, Yugao yang kebetulan duduk paling dekat dengan Naruto langsung membantu perempuan bersurai kuning tersebut untuk mengubah posisinya menjadi duduk.
"Ah... Terima kasih Yugao chan." Ucap Naruto dengan nada lega sambil mengukir sebuah senyuman manis di wajahnya yang cantik.
Blussshhh
wajah cantik Yugao langsung berubah memerah saat irisnya melihat senyuman manis yang terukir di wajah cantik Naruto.
'Kenapa wajahku terasa memanas setelah melihat senyuman manis Naruto kun barusan?' Ucap Yugao dalam hati saat ia merasakan perasaan aneh yang merayapi hatinya.
"Apa yang kalian lakukan di dalam kamarku, minna?" Tanya Naruto dengan suaranya yang berubah menjadi merdu sambil mengedarkan pandangan matanya yang terlihat indah serta meminta jawaban kepada semua orang yang ada di kamarnya yang cukup luas tersebut.
Semua orang yang berada disana seolah tersihir dengan pandangan Naruto saat mata biru Naruto melihat wajah mereka walau hanya untuk sekejap. Wajah semua orang disana langsung berubah memerah padam.
Bahkan wajah Reiga yang sejak tadi terlihat datar dan terlihat tenang juga ikutan memerah saat melihat iris indah biru Naruto menatapnya meski hanya sekejap.
Semua orang disana langsung terpaku di tempat mereka berdiri dan duduk masing-masing saat melihat wajah cantik Naruto barusan. Pikiran semua orang disana langsung melayang entah kemana setelah melihat wajah cantik Naruto barusan.
'Cantik sekali...' Ucap anak-anak Naruto yang bergender laki-laki dalam hati mereka masing-masing dengan wajah mereka yang memerah.
'Benarkah dia adalah tou san kami?' Tanya anak-anak Naruto yang bergender perempuan dalam hati mereka di waktu yang bersamaan secara tidak langsung setelah iris indah mereka melihat wajah cantik Naruto. Wajah cantik merekapun juga terlihat memerah seperti semua orang yang berada disana.
Semua orang disana langsung terpaku dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan Naruto barusan. Bahkan wajah para istri Narutopun juga terlihat memerah setelah mereka melihat wajah cantik Naruto.
Dan setelah itu ruangan tersebut diselimuti dengan keheningan karena semua orang yang berada di dalam kamar tersebut terlihat sedang sibuk dengan pikiran masing-masing. Sementara Naruto di kepala Naruto muncul tanda tanya yang lebih besar dari sebelumnya saat iris biru indahnya melihat wajah orang sekitarnya malah berubah memerah.
'Ada apa dengan mereka ya?' Tanya Naruto dalam hati.
Beberapa saat kemudian...
PLOK
"EH?" Semua orang disana langsung tersentak dari lamunannya masing-masing saat telinga mereka mendengar suara tepukan tangan Naruto yangh cukup keras barusan.
"Ta-tadi kau ber-bertanya apa Naruto chan-eh? Mak-maksudku Na-Naruto kun." Ucap Hinata dengan nada gugup. Saking gugupnya, Hinata sampai salah dalam mengucapkan suffix saat memanggil Naruto barusan.
Semua orang yang ada di dalam kamar tersebut langsung terkikik geli kecuali Naruto dan Hinata.
Mereka terkikik setelah mendengar Hinata yang salah mengucapkan suffix saat ia memanggil Naruto barusan. Bahkan Reiga yang sejak tadi bersikap dingin dan tenang ikutan terikik. Borutopun yang notabene adalah anak kandung Hinata malah sampai membungkuk untuk memegangi perutnya.
Naruto yang mendengar Hinata memanggilnya dengan suffix chan barusan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
Sementara wajah Hinata semakin memerah setelah telinganya mendengar kikikan orang-orang yang ada di sekitarnya.
"Mi-minna, ja-jangan tertawa..." Ucap Hinata dengan nada tergagap dan wajahnya yang berubah semakin memerah karena malu.
Bukannya berhenti, semua orang yang yang ada disana malah terus terikik. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang sampai memegangi perut mereka seperti yang dilakukan Boruto.
"Ka-kalian-" Hinata yang hendak mengucapkan sesuatu langsung mengurungkan niatnya saat ia merasakan aura membunuh yang berasal dari seseorang yang berada di dekatnya.
Wajah cantik Hinata yang semula memerah langsung berubah pucat pasi saat ia merasakan aura membunuh yang sangat kuat tersebut.
Keadaan di dalam kamar yang lumayan luas tersebut langsung berubah menjadi hening dan mencekam saat seseorang yang melontarkan pertanyaan barusan mengeluarkan aura membunuh miliknya.
Bahkan beberapa di antara mereka ada yang sampai jatuh berlutut di atas lantai saat merasakan aura membunuh tersebut yang seolah mencekik mereka.
'Ternyata dia memang tou san.' Ucap anak-anak Naruto yang bergender laki-laki dalam hati masing-masing secara bersamaan.
'Aura membunuh yang sangat kuat. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengeluarkan aura seperti ini.' Ucap anak-anak Naruto yang bergender perempuan dalam hati mereka.
Sementara para istri Naruto hanya bisa diam membeku di tempatnya masing-masing.
"Aku ulangi sekali lagi pertanyaanku..." Ucap Naruto menggantung sambil terus mengeluarkan aura membunuhnya. "Apa yang kalian lakukan di kamarku, minna?" Lanjut Naruto bertanya sambil menampilkan senyuman manisnya tanpa mengurangi intensitas aura membunuhnya sedikitpun.
Setelah mengulang pertanyaannya barusan, Naruto langsung menghilangkan aura membunuh yang ia keluarkan sejak beberapa saat yang lalu.
Semua orang disana langsung bisa bernafas lega saat mereka merasakan aura membunuh Naruto yang menyelimuti kamar tersebut telah hilang secepat datangnya.
Setelah itu semua orang yang ada di dalam kamar langsung mengatur nafasnya yang terdengar memburu.
"Sebenarnya kami ada di sini karena tadi kami mendengar para kaa san berteriak." Ucap seorang pemuda bersurai kuning pucat sepunggung saat ia sudah kembali tenang.
"Oh..." Ucap Naruto sambil manggut-manggut tanda mengerti.
Dan setelah itu keheningan kembali merayapi tempat tersebut. Sepertinya orang-orang disana kembali sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Setelah beberapa saat sibuk dengan pikirannya, Naruto mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding yang ada di dalam kamarnya.
Naruto langsung mengerutkan dahinya setelah iris birunya melihat jam yang menempel di dinding kamarnya yang menunjukkan pukul 08:43 waktu setempat.
"Uh... Minna, apa kalian tidak harus pergi untuk melakukan misi yang sudah kuberikan kepada kalian kemarin?" Tanya Naruto sambil melihat wajah anak-anaknya yang berada di kamarnya.
"EH?" Lamunan anak-anak Naruto langsung buyar seketika saat mendengar pertanyaan dari ayah mereka barusan.
Dan setelah itu semua remaja yang berada di kamar tersebut langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah jam yang menempel di dinding kamar tersebut.
Mata semua remaja tersebut langsung melotot saat melihat jam di dinding kamar tersebut sudah menunjukkan pukul 08:44 waktu setempat.
"GAWAT KITA TERLAMBAT!" Teriak semua remaja tersebut yang langsung kelabakan setelah mata mereka melihat jam yang berada di dalam kamar tersebut.
Para anak laki-laki Naruto, yang memang kebanyakan belum siap langsung berlari ke kamar tempat mereka untuk mempersiapkan diri mereka. Sementara para gadis yang memang sudah siap langsung berpamitan pada orang tua mereka.
"REIGA?! REIGA DIMANA KAMU?!" Teriak Reiji yang terlihat berlari mengelilingi rumah megah dan besar tersebut untuk mencari keberadaan saudara kembarnya.
"Kaa san, kau melihat Reiga?" Tanya pemuda bersurai kuning jabrik tersebut saat ia berhenti di depan kamar Naruto.
"Reiga sudah berangkat sejak tadi bahkan sebelum para gadis." Ucap Hanabi dengan nada tenang.
"APA?!" Reiji langsung berteriak dengan keras setelah ia mendengar penuturan hanabi barusan.
"Sudahlah, urus saja dirimu sendiri Reiji." Ucap Hanabi dengan nada mengusir pemuda bersurai coklat jabrik tersebut.
Dan setelah itu pemuda tersebut langsung berlari menuju kamar dan langsung mempersiapkan segala yang ia butuhkan.
Beberapa saat kemudian...
Terlihat para anak Naruto yang memiliki gender laki-laki sudah siap. Setelah itu mereka berpamitan pada orang tua masing-masing dan langsung berlari meninggalkan kediaman megah tersebut dengan berlari secepat yang mereka bisa.
Para wanita yang ada di dalam kamar tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya setelah melihat anak-anak mereka yang bergender laki-laki.
Tapi salah seorang perempuan di dalam kamar tersebut terlihat kembali sibuk dengan pikirannya setelah kepergian anak-anak bergender laki-laki tadi.
"Naruto kun, apa hari ini kau akan berangkat ke kantor hokage?" Tanya seorang perempuan yang memiliki surai berwarna hitam dan iris berwarna hijau kepada perempuan lain yang terlihat masih duduk di atas kasur king size di dalam kamar tersebut.
"Kurasa tidak, Shizuka chan." Jawab Naruto. "Para penduduk Desa Konoha pasti akan langsung heboh saat mereka mengetahui bahwa hokage mereka yang ke 7 berubah menjadi seorang perempuan." Lanjut Naruto yang menjelaskan kenapa ia tidak berangkat bekerja.
"Lalu apa rencanamu untuk selanjutnya, Naruto kun?" Tanya wanita cantik lain yang memiliki surai berwarna biru yang terlihat tergerai indah di punggungnya.
"Aku juga masih memikirkannya, Guren chan." Jawab Naruto sambil mengusap wajah cantiknya yang terlihat lelah karena terus berpikir apa yang harus ia lakukan untuk selanjutnya.
"Mengapa kau tidak menggunakan hiraishinmu saja untuk keluar dan masuk kantor hokage, Naruto kun?" Tanya seorang wanita cantik yang memiliki surai merah pucat sepunggung.
"Yang menjadi masalah bukan hanya bagaimana aku berangkat ke kantor hokage, Yuya chan." Jawab Naruto dengan nada lembut. "Tapi juga bagaimana jika ada seseorang yang akan melaporkan misinya yang sudah ia jalankan atau saat aku menghadiri rapat council, itulah yang menjadi masalah utamanya." Lanjut Naruto dengan nada lesu.
"Bukankah kau bisa menggunakan, henge?" Lanjut Tayuya yang masih mencoba memberi saran untuk suaminya.
"Para anbu yang menjagaku saat di kantor pasti akan mencurirgai aku sebagai seseorang yang berusaha menyamar menjadi hokage dan ingin mencuri dokumen penting desa Konoha." Jawab Naruto. "Setelah itu, hal tersebut akan menimbulkan keadaan heboh yang menggemparkan desa Konoha dan desa-desa sekitarnya jika berita tersebut menyebar keluar."
Setelah mendengar penuturan Naruto barusan, Tayuya langsung diam seribu bahasa. Ia benar-benar tidak berpikir jika masalah yang bisa terbilang kecil ini bisa menjadi serumit itu jika kita salah dalam mengambil langkah atau membuat keputusan.
Dan setelah itu keadaan di dalam kamar tersebut menjadi hening kembali.
'Apa hanya perasaanku saja atau memang aura membunuh Naruto tadi menjadi lebih kuat dari sebelumnya?' Tanya seorang wanita dalam hatinya. Wanita tersebut memiliki surai biru sebahu dan iris berwarna kuning yang indah.
Dan setelah tidak ada topik yang perlu dibicarakan lagi, 7 perempuan tersebut meninggalkan Naruto sendirian di dalam kamarnya.
Sebenarnya apa yang sedang menganggu pikiranmu, Konan chan?" Tanya seorang wanita cantik yang memiliki surai berwarna ungu gelap kepada wanita cantik yang sejak tadi sepertinya terjebak dengan pikirannya sendiri.
"Apakah kau merasakan ada yang berbeda dengan aura membunuh yang dikeluarkan Naruto kun beberapa saat yang lalu, Yugao chan?" Tanya balik Konan kepada perempuan bersurai ungu gelap tersebut yang saat ini berada di sampingnya.
"Hai'." Jawab Yugao dengan nada serius. "Aura membunuh yang dikeluarkan Naruto kun tadi terasa lebih kuat dan lebih..." Lanjut Yugao menggantung. Wanita cantik bersurai ungu gelap tersebut agak ragu mau melanjutkan kalimatnya.
"Pekat." Ucap salah satu wanita cantik yang ada di sana. Wanita cantik yang barusan berucap barusan memiliki surai indah berwarna biru yang terlihat tergerai sepunggung.
"Ja-jadi kalian juga me-merasakannya?" Tanya seorang wanita yang memiliki surai indigo sepunggung dan iris berwarna lavender kepada semua wanita yang ada di dekatnya.
Semua wanita yang sedang berjalan menuju ruang keluarga tersebut hanya menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan wanita bersurai indigo barusan.
Dan tidak lama setelah itu, mereka sudah sampai di ruang keluarga yang berada di rumah megah itu. Mereka langsung menduduki sofa yang tersedia di dalam ruangan tersebut.
"Maaf jika aku lancang, tapi apakah menurut kalian itu adalah sebuah pertanda buruk?" Tanya seorang wanita yang memiliki surai berwarna coklat sepunggung dan iris berwarna lavender.
Semua wanita yang berada langsung hening seketika setelah mendengar pertanyaan dari wanita yang terlihat paling muda di antara mereka barusan.
"Semoga saja itu tadi hanya perasaan buruk kita saja." Ucap seorang wanita cantik yang memiliki surai merah pucat sepunggung dan iris mata berwarna coklat yang sejak tadi hanya diam mendengarkan pembicaraan para wanita yang sedang bersamanya.
"Akan tetapi jika itu memang pertanda buruk, maka kita hanya bisa menghadapinya saja." Lanjut wanita bersurai merah pucat sepunggung tersebut.
"Aku yakin selama kita bersama kita pasti mampu melewati semuanya." Ucap sebuah suara merdu lain yang tiba-tiba muncul di dalam ruang keluarga tersebut.
"HIIII..." Semua wanita disana langsung berjingkat karena terkejut setelah mendengar suara barusan. Mereka tidak sama sekali tidak menduga jika sang pemilik suara tersebut akan muncul di dekat mereka secara mendadak seperti barusan.
"Kalian kenapa?" Tanya sang pemiliki suara tersebut dengan nada yang tidak bersalah sama sekali.
"Kau hampir membuat jantung kami copot, Naruto kun." Ucap Konan yang terlihat paling terkejut di antara wanita yang lain. Itu karena Naruto tiba-tiba muncul di samping tempatnya duduk lalu dengan seenak jidat menyampaikan pendapatnya.
"Hehehe... Gomen-gomen." Ucap Naruto sambil cengengesan dan memperlihatkan senyumannya yang kembali berhasil membuat wajah cantik 7 perempuan yang berada di ruang keluarga tersebut memerah.
'Sepertinya bukan aura membunuhnya saja yang menguat.' Ucap 7 wanita tersebut dalam hati saat mereka merasakan wajah cantik mereka memanas setelah melihat senyuman manis yang terukir di wajah cantik Naruto. 'Sepertinya seluruh aura yang dimiliki Naruto kun menjadi lebih kuat dari sebelumnya.' Lanjut 7 wanita tersebut masih dalam hati.
Dan setelah itu keadaan mulai terasa hangat kembali setelah mendengar pernyataan positif dari Naruto tadi. Lalu para perempuan cantik tersebut mengobrol kesana kemari selama beberapa saat sebelum akhirnya 7 wanita tersebut meninggalkan seorang perempuan lain yang memiliki surai kuning selutut yang di ruang keluarga sendirian.
TBC
