Author POV

Malam ini HunHan dan Kaisoo mengajak Baekhyun ikut ke club malam. Awalnya gadis mungil itu malas pergi, namun tidak ada salahnya menghibur diri.

Dengan celana pendek dan tangtop hitam ia segera berangkat menuju tempat. Namun ia tak lupa mengenakan jaket karena udara luar begitu dingin.

Tiba di club malam, ia membuka jaket dan meninggalkannya di mobil begitu saja. Ini adalah kedua kalinya ia menginjak tempat tersebut. Gadis ini hanya akan pergi ke club malam jika HunHan dan Kaisoo mengajaknya.

"kalian menunggu lama?" tanya Baekhyun saat bertemu para sahabatnya sedang duduk di meja bar. Gadis ini pun ikut duduk dan memesan minum tanpa alkohol.

"kau yakin tidak ingin mencoba anggur merah atau yang lainnya?" tanya Kai.

"jika Kyungsoo dan Luhan mabuk, itu tidak masalah karena ada kalian sebagai kekasih!—"

"lalu jika aku mabuk? siapa yang akan membantuku?" jelas Baekhyun.

"disini banyak namja Baek~! pilihlah..." usul Sehun.

"kau pikir mereka semua barang-barang yang dengan seenaknya aku pilih tanpa menganalisis?"

"diamlah kalian berdua! nikmati saja minuman kalian itu. aku tidak tertarik dengan namja disini. mereka berdarah panas." celoteh Baekhyun.

"gurae! terserah padamu saja Baeki~" ucap Kyungsoo.

"kka...! kita gabung dengan mereka yang menari disana." usul Luhan menarik Sehun.

Baekhyun hanya asik melihat kedua pasangan tersebut yang sedang menari tak jelas. Terkadang tertawa kecil melihat kekonyolan Kai dan Sehun saat menari.

Selama melihat para sahabatnya menari, Baekhyun memesan sebotol anggur merah pada bartender. Mungkin tak masalah jika sekali-kali mencoba minuman alkohol ini.

1 gelas

2 gelas

3 gelas

Bagi seorang pemula, minuman ini cukup memabukkan walau dengan kadar alkohol rendah.

Kepala Baekhyun merasa sedikit pusing dan perutnya sangat mual. Sekarang yang ia butuhkan adalah toilet.

Dengan berjalan terombang-ambing, Baekhyun terus bertahan melewati lorong menuju toilet. Namun belum sempat ia di toilet, beberapa namja pemabuk mendekatinya dan menggodanya. Dalam keadaan seperti ini, Baekhyun tidak bisa melawan karena tubuhnya pun tak berenergi.

"omo...ada bidadari lewat~!" goda seorang namja mendekat.

"manis sekali~!" sambung yang lainnya.

"bermain sejenak bisa?" tangan-tangan nakal itu mulai berani menyentuh wajah Baekhyun.

"perutku mual, aku ingin ke toilet!"

"sejenak saja cantik~! mungkin bibir manismu itu."

"hemmm...gurae! jangan salahkan aku jika isi perutku keluar mengotori wajahmu."

Menurut pendapat orang lain jika seseorang mabuk, tingkat kesadarannya hanya sekian persen saja. Begitu pun dengan Baekhyun yang tidak menyadari dengan ucapannya tersebut. Saat namja berdarah panas itu mendorong tubuh Baekhyun ke dinding dan siap untuk menyantap bibir manis milik Baekhyun, seseorang memukul wajah namja tersebut.

"yak! siapa kau berani sekali memukulku!!" protes namja tersebut.

"aku suaminya! dan kalian lancang sekali menyentuh istriku!"

Dengan wajah kecewa dan kesal, para namja berdarah panas itu segera pergi menjauh. Baekhyun masih terdiam mematung dengan pandangan kosong.

"apa yang kau lakukan disini?"

Detik itu juga Baekhyun memuntahkan seluruh isi perutnya tepat di baju namja tinggi yang tak lain Park Chanyeol. Baru saja ingin protes, namun tubuh mungil itu ambruk begitu saja. Dengan sigap Chanyeol menangkap tubuh Baekhyun dan membawanya pergi dari tempat club ini.

HunHan dan KaiSoo yang mengakhiri tarian mereka terkejut karena tak mendapati Baekhyun di tempat bar. Mereka pun sudah mencari keseluruh ruangan bahkan setiap kamar bercinta, mereka membukanya satu persatu dan tetap tidak ada Baekhyun.

"dimana gadis itu?" pikir Sehun.

"mungkin di culik dan dibawa ke hotel?" sambung Kai.

"yak! jangan berpikir seperti itu! sebaiknya hubungi dia." usul Kyungsoo.

"semoga baik-baik saja dengannya!" gumam Luhan.

Park Chanyeol POV

Aku terdiam di dalam mobil memandangi gadis mungil yang tak sadarkan diri ini. Sepertinya dia mabuk berat. Mau tak mau aku membawanya ke apartement ku karena aku tidak tahu alamat rumahnya bahkan namanya saja aku tidak tahu.

Skip Time...

Saat tiba di apartement, aku segera membawanya ke kamar pribadiku. Bau menyengat dari muntahan ini membuatku mual, dengan segera aku membuka bajuku. Dan sepertinya gadis ini pun butuh baju ganti.

"bagaimana aku mengganti bajunya? tidak mungkin aku membukanya begitu saja."

"ok, aku akan mengalihkan pandanganku saat membuka tangtop kotor ini!"

Selesai mengambil baju milik ku yang akan ku pinjamkan untuknya, perlahan aku mencoba membuka tangtop ini dengan cukup bergetar. Pandanganku beralih pada dinding kamar agar kedua mataku tak melihat pemandangan yang tak bisa ku jelaskan.

Dengan cukup berkeringat, aku berhasil memakaikan baju untuknya tanpa melihat tubuh pribadinya. Untuk celana, aku tidak membukanya karena biarkan short pant itu terlapisi celana besar ku ini.

Saat aku menyelimuti tubuhnya dengan bedcover, tiba-tiba gadis ini mengalungkan lengannya pada leherku. Jantungku berdetak dengan hebat saat jarak wajah kami begitu dekat.

"apakah kau minta bayaran untuk pertolonganmu padaku?" celotehnya membuka kedua matanya. Tatapannya sangat menggoda namun tetap indah untuk di pandang.

"apa yang kau inginkan?" lanjutnya.

"omo...lihatlah tubuhmu! Otot-otot ini begitu kekar. Seksi sekali~!"

Entah gadis ini sadar atau tidak dengan ucapannya dan dengan sentuhan jemari lentiknya pada lengan dan perut abs miliku. Aku hanya bisa menahan hasrat nafsuku saat jemarinya menyentuh permukaan kulitku ini. Shit, aku lupa untuk memakai bajuku sendiri.

Chup~

Tanpa ku duga, gadis mungil ini mendorong tengkukku hingga terjatuh tepat pada bibirnya. Ya, bibir kami kini sudah menempel. Detik kemudian, ia melumat bibirku dengan agresif. Tolong jangan salahkan aku jika aku ikut dalam permainan ini. Karena siapapun lelaki yang mendapat sebuah ciuman pasti ia tidak akan tahan berdiam diri.

Kami saling bertautan dan ini untuk pertama kali terjadi padaku. Saat ini posisi ia berada dibawahku.

Ditengah permainan, tangan mungil itu meremas kepemilikkanku hingga yang dibawah sana terbangun. Aku segera melepas tautan kami dan segera menjauh darinya kemudian menuju kamar mandi.

"aku tidak bisa lepas kendali begitu saja pada gadis mabuk itu!"

TBC~

halo...

apakah ada yg ga asing sama cerita ini?wkwk

sebenarnya saya itu author di akun wattpad. udah lama jadi author disana. terus mau coba bikin akun ffn juga. jadi cerita saya yg di wattpad di publish ulang kesini wkwk

merasa anak baru disini :')

salam kenal ya