Disclaimer: Bigbang is YG's. OC are mine.

.

Happy Reading!

.

*Bae Bae*

.

Brak

Kwon Jiyong dan Sandara Park yang duduk berdampingan di sofa kediaman Dara langsung menoleh terkejut pada pintu yang baru saja didobrak seorang namja.

"Jiyong-hyung, saranghaeyo!" teriak namja yang mendobrak pintu.

Terkejut. Ya, Jiyong membulatkan matanya tak percaya. Dia terkejut mendengar kalimat barusan. Kata-kata tabu. Kata-kata terlarang. Dan tidak seharusnya dia mendengarnya dari seorang Lee Seunghyun, kan?

"K-kau pasti bercanda." pekik Jiyong yang mulai meredakan rasa shocknya.

Tapi tak lama, namja yang berdiri di ambang pintu itu menghampiri Jiyong. Mendekati Jiyong yang duduk bersebelahan dengan Dara. Mengabaikan pandangan tak percaya dari dua sejoli di hadapannya. Kemudian Seungri mendudukkan diri dengan lututnya menyentuh lantai dan meraih pipi kiri Jiyong dengan tangan kanannya.

"Jiyong-hyung, aku mencintaimu. Dan sudah lama aku rasakan itu. Tidak bisakah kau membalas dengan perasaan yang sama?"

Dalam keadaan seperti ini, Jiyong mematung. Seolah kata-kata barusan adalah senjata absurd nan sanggup melumpuhkan dirinya. Dara yang duduk di sebelahnya hanya bergidik ngeri melihat pemandangan bromance dadakan ini. Perlahan, yeoja itu menggeser posisi duduknya menghindar guna mencegah agar matanya tak melihat pemandangan bromance itu lebih lama.

Brak

Sampai akhirnya ada namja yang tiba dengan mendobrak pintu rumah. Dan untuk kedua kalinya Dara a.k.a pemilik rumah menoleh terkejut pada namja yang baru tiba.

"Seungri-ya, kau sudah selesai belum?" tanya Kang Daesung yang berjalan memasuki rumah Dara.

"Oh, belum selesai ya, kalau aku sih sudah." gumam Daesung begitu melihat posisi Seungri di antara Jiyong dan Dara.

"Ck, Daesung-hyung beruntung karena mendapat tantangan menembak Kim Jinwoo yang polos itu. Justru aku sangat sulit mendapat jawaban Jiyong-hyung di sini." keluh Seungri yang berdecak sewot dan melepas tangannya yang sempat mengusap pipi Jiyong.

"Eoh? Sebenarnya ada apa ini?" tanya Dara yang mengernyitkan dahi bingung. Dipandangnya Kang Daesung dan Lee Seunghyun secara bergantian.

"Oh, aku, Seungri, dan Seunghyun-hyung main ToD. Aku disuruh menembak Jinwoo, dan Seungri disuruh menembak Jiyong-hyung." jelas Daesung sambil tersenyum cerah. Jelas saja, dia puas karena sukses menjalani dare. Lain dengan Seungri yang sepertinya harus menelan pil pahit kegagalan.

Jiyong dan Dara mengerjapkan mata sejenak, mendalami kata-kata lelaki dengan eyesmile itu.

"MWO?!"

~ Bang Bang Bang ~

"Seunghyun-hyung keterlaluan! Bagaimana bisa dia melakukan itu? Apa dia sengaja mengacau kencanku dengan Dara-noona?!" gerutu Jiyong sepanjang jalan.

Kini, Jiyong, Seungri, dan Daesung memasuki kawasan rumah kost mereka. Di teras rumah, tampak Dong Youngbae sedang menyesap kopi sorenya. Youngbae mengerutkan kening begitu melihat Jiyong tiba dengan raut wajah yang tak terdefinisikan.

"Wae-"

"Dimana Seunghyun-hyung?" tanya Jiyong menginterupsi Youngbae.

"Err, sedang-"

"Jadi, bagaimana dengan tantanganmu, Daesung-ah?"

Seorang namja berperawakan tinggi berdiri dengan secangkir kopi di tangan kanannya. Pertanyaannya cukup untuk membuat Youngbae, Jiyong, Seungri, dan Daesung menaruh perhatian padanya.

"Ah itu, tentu saja itu mudah. Jinwoo itu kan anak polos nan penurut." jawab Daesung sekenanya.

Seungri yang melihatnya hanya mencibir pelan. Begitu juga Jiyong yang entah kenapa emosinya yang sudah siap dilampiaskan pada pemuda Choi seolah musnah. Selalu begitu. Setiap Jiyong ingin memperingati TOP akan semua yang sudah dilakukannya, Jiyong selalu lupa diri. Namja tinggi itu seperti memiliki karisma yang mampu membuat manusia mana pun lupa pada niatnya untuk memarahi sosok tinggi itu.

"Woah, kau memang hebat, Daesung-ah!" TOP merangkul pundak Daesung. Dan dua namja itu pun saling membanggakan diri masing-masing.

Jiyong menghela napas, mencoba mengalah pada niat jahil hyungnya kali ini. Sedangkan wajah namja termuda di sana tampak memucat. Seungri meneguk ludah menimbang-nimbang apa yang harus dilakukannya sebagai hukuman yang diberikan TOP karena gagal menjalani dare.

~ Bang Bang Bang ~

Di malam hari, tepatnya waktu makan malam bagi penghuni rumah kost, seorang namja bersurai pink dengan eyesmile khasnya kini menyeringai. Sosok yang sedang memasak itu mengangkat sudut bibirnya begitu menerima panggilan masuk dari ponselnya. Youngbae mengaktifkan loud speaker usai terkekeh pelan membaca nama kontak 'Bae Bae' pada ponselnya. Seperti biasa, pamer manakala ada teman sekostnya yang lewat dan memergokinya berteleponan dengan seorang yeoja.

[Halo, Youngbae-ya, besok aku ada urusan, bolehkah aku minta bantuan?]

"Eoh? Tentu. Apa yang bisa kubantu?"

[Terimakasih sebelumnya. Bisakah kau menjemput adik-adikku besok saat pulang sekolah? Besok kukirim supirku mengantar mereka sekolah. Jadi, kau yang menjemput mereka pulang.]

Choi Seunghyun yang berdiri di ambang pintu dapur -yang tadinya tiba untuk menagih makan malam- kini mengangkat sebelah sudut bibirnya begitu mendengar pembicaraan telepon.

TBC

A/N:

Yosh! Fura kambek egein ^3^)9

Fura terharu. Selain ada satu yang review, rupanya ada satu yang ngefav. Atas dasar apa coba?! '-')a

Yasudah, apa pun alasannya, Fura ucapkan terimakasih. Semoga fict gaje ini ada yang suka :'3

Itu surai pink Taeyang Fura ambil dari rambutnya yang di Bang Bang Bang oke :v

Dan itu suffix noona/hyung Fura tulis pake strip kenapa yak? Maaf, sudah biasa pasang strip dalam penulisan suffix '3')a

Oke, mind to review? ^-^)v