"Ini pensil, ini permen mintZ. Daripada gigit pensil, mending lomba aja!"
.
.
Chapter II; MADNESS ON COMPETICION
Eyeshield 21 sampe saya mau matek tetep punyanya Riichiro Inagaki sama Yuusuke Murata! Kalo punya saya Riku bakal dibuat kayak Edward Cullen!
WARNINGNYA: typo, OOC, humor garing segaring pemen mintZ(?), nista, gajelas, bahasa vulgar—dalam maksud lain 8D
OH YA SAMPE LUPA! For ES21 Award, Agustus; Run To Win!
Eniweei, makasih yang udah review di chapter lalu! Selamat ya! Selamat! *lu kira kondangan*
.
.
.
"AKIRA!" teriak Ibu Chubo keras.
"Apa mak? Suruh beli gula?" tanya Chubo malas. Ia lagi membaca komik di ruang tengah.
"Kagak! Tapi, ini loh!" teriak Ibunya jijik. Chubo yang bingung bergegas ke arah Ibu Chubo.
"Ada apa sih mak? Teriak kayak pedagang sayur aja," ujar Chubo.
"Hush! Ini loh, emak mau tanya," Ibunya mengeluarkan baju kebaya, "ini kebaya emak... Kok bau asem ya nak?" tanya Ibu Chubo sambil menunjuk kebayanya. Matilah kau Chubo...
"Itu... Ehehe," Chubo nyengir kayak kuda.
"Ehehe apaan nak?" tanya Ibunya bingung.
"Kemaren kan Akira ada MOS tuh. Nah, disuruh upacara sama kakak kelas. Teruuuus, ya gitu deh," Chubo nyengir lagi. Ibunya mengangkat alisnya.
"Maksud kamu... BURKETMU NAK?" tanya Ibunya sedikit jijik.
"Bekas ketekku baru iya. Ehehe,"
BRUAK!
"CUCIIN CEPET IIH KEBAYANYA BELOM LUNAS TAUK UDAH DIKETEKIN IIH!" teriak Ibunya marah, "kalo nggak... NANTI SEMPAKNYA EMAK GAMBARIN HELO KITI NIH!"
"Nggih ndoro ayu,"
.
.
SMA Deimon. Hari kedua MOS.
"Wih! Kebayamu kok baunya lavender gini bro? Nyengat pula!" ucap Monta sambil menutup hidungnya.
"Wah, pasti Ibumu rajin mencuci kebaya itu! Sampai-sampai aromanya semerbak!" ucap Sena bangga kepada Ibu Chubo.
"Kebayanya disuruh cuciin pake pasir, dibilas tujuh kali. Habis itu dituang pewangi dua botol. Biar bau keteknya ilang," jawab Chubo stress. Baunya Chubo udah ngalahin bau kemenyan.
"Aneh-aneh Ibu lu," ujar Jumonji.
"Sama dong kayak aku! Ahaha~" Taki muter-muter, ngangkat tangannya dan memamerkan bau keteknya yang naujubilah gak beda jauh sama baunya nasi basi campur terasi.
"Kalo gitu, aku mau diketekin dong Chubo!" pinta Monta—dengan begonya part II.
"Nggak!" sanggah Chubo jijik.
"Ayo dong, Chubo-chaaan~" Monta memasang muka PALING IMUTnya. Ia menggaluti tangan Chubo. NAH LO INI YAOI DONG?
"NAJIS LU," ucap Kuroki hampir muntah.
"Kalo gak mau aku aja yang lakuin!" Monta akhirnya mendobrak Chubo. Chubo ditindihi Monta.
"IH GAK NGAJAK-NGAJAK!" Kuroki langsung loncat menindih Monta.
"NGELAWAN NIH! GUE IKUT!" Togano ikut-ikutan tindihin Chubo.
"SUPERMEN DENG DENG DENG!" Jumonji mengulurkan tangannya layaknya Superman, lalu menindih Chubo.
"Ini kebaya ketat. Jadi aku duduk aja ah," ujar Sena lalu duduk ala Ningrat di 'ikan sarden' tumpukan. Sementara Chubo cuma bisa mangap-mangap.
"MAMA ADA PANCAKE MANUSIA!" ujar seorang anak kecil sambil menunjuk ke arah tumpukan manusia—setengah—mayat.
"IIH AYO NAK JAUH-JAUH NANTI BAU KETEKNYA DATENG LOH!" ujar Ibunya yang langsung kabur dari tumpukan pancake gak jadi.
.
.
"Untuk para siswa baru dan siswa kelas sebelas, tolong berkumpul di halaman SMA Deimon!" teriak Mamori pakai toa masjid.
"YAAAH BAU KETEK LAGI DEH!" keluh semua murid.
Semua anak kelas satu dan dua berkumpul di halaman. Lalu tiba-tiba Kurita naik ke podium, yang hampir retak tentunya.
"JAMAAH!" teriak Kurita.
"BULLSH*T DAMN PIECE OF TRASH YOU FAT! SALAH NASKAH GOBLOK!" teriak Hiruma langsung melemparkan naskah baru ke Kurita.
"Ck, minggir lu sampah! Gue mau protes nih! Hari ini Syahrini pake baju renang," ucap Agon sambil mengusir Kurita dan meraih mic. Nah, salah naskah lagi deh.
"NIGHTMARE FOR YOU MAS BROH! NGIK! NGIK!" Akaba cegukan.
"YA TUHAN, BERIKAN DAKU RUMAH MEWAH, MOBIL BESAR, ISTRI SECANTIK ASHLEY TIDOLE!" teriak Kotaro ikut nimbrung.
"HUU SESAT LU SESAT LUU HUU!" teriak Julie kayak pendemo.
"ASEM YU YU PADE!" teriak Hiruma ngambek, "oke. Berhubung pasien rumah sakit jiwa yang kemarin belom sembuh, jadi gue yang ngambil posisi MC-nya," ucap Hiruma pasrah.
"CEPETAN WOI KETEK GUE UDAH BERKONTRAKSI NIH!" teriak salah satu siswa.
"Untuh hari kedua MOS, kita akan mengadakan lomba," ucap Hiruma.
"Yang menang dapet apa?" tanya seorang siswa.
Tiba-tiba Hiruma, nyengir. Kayak bapak-bapak mesum.
.
.
.
.
"Dicium Hiruma-san?" tanya Sena takut-takut.
.
.
.
"OHEMJI GUE MASIH NORMAAAAAL!" teriak Jumonji stress.
"ELAHDALAH BULAN PUASA GINI MALAH DICIUM SETAN!" teriak Kuroki stress juga.
"TANDA-TANDA KIAMAT!" teriak Togano hampir menangis.
"OH TIDAK! NANTI WAJAHKU YANG SEKSEH TERNODAAIII!" jerit salah satu siswa.
"Ehm, NGIMPI," dehem Hiruma marah.
"Ssst, diem! Nanti ada yang ngamuk!" suruh Mamori menenangkan.
"Jadi, hadiahnya masih dirahasiakan. Yang protes gue—"
"Cium?" Sena memotong pembicaraan.
"IIH SENA PIKIRANNYA MESUM TERUS!" teriak Suzuna hampir pingsan.
"Mati aja lu mesum," suruh Hiruma.
"OKE SEMUANYA! AYO KITA PERGI KE LAPANGAN KHUSUS DEIMON! Jamaah?" tiba-tiba Kurita nimbrung.
"Oh jamaah, ke sumur aja yah!" teriak Hiruma yang sepertinya sudah kusut untuk menghadapi para idiot.
.
"GEDE BANGET!" teriak Kuroki ndeso.
"Iya, kayak pantat lu," ejek Togano.
Semua anak Deimon pada antusias semua begitu lihat lapangan khusus Deimon. Kayak orang ndeso abis liat mukanya Edward Cullen. Mamori saja hampir menyerah untuk mengatur barisan.
"Ssst, Banba-san, tolong atur barisannya dong," pinta Mamori. Banba mengangguk.
"Ehm," Banba berdehem, "SATU KOMANDO SIAP GRAAAAAAAAK!" teriak Banba yang sepertinya masih ketularan upacara sinting kemarin.
"Gerimis!" teriak salah satu teman Chubo. Sementara Chubo Cuma pasrah dan menyesal punya teman sebego itu.
"Tolong membentuk barisan seperti tadi!" teriak Mamori memakai toa. Semuanya langsung baris seperti tadi.
"Pemberitahuan penting dari gue, perhatikan baik-baik," ucap Hiruma, "bagi kelas sebelas dan sepuluh yang ingin mendaftar di grup Amefuto, tolong baris ke belakang podium," suruh Hiruma sambil tertawa khas malaikat. Ting ting, semua punya firasat buruk.
Lalu—krik, krik, krik. Kasihan sekali Chubo. Sepertinya Cuma dia saja yang mendaftar di grup Amefuto. Teman Chubo tiba-tiba mengisyaratkan beberapa hal kepada Chubo yang berada di belakang Hiruma; 'hati-hati-nanti-dikentut-in-sama-yang-di-depan-mu.'
Chubo lagi-lagi Cuma bisa... Pasrah.
"Oke, yang nggak daftar ke grup Amefuto, silakan ikut kepala sekolah sialan itu. Terkecuali yang sudah ikut grup Amefuto," suruh Hiruma. Sena dkk langsung bermuka kusut, sementara sisanya udah jejingkrakkan gajelas.
"Kotaro-san, kesini bentaran dong," suruh Sena sambil mengajak Kotaro yang lagi sisirran.
"Ada apa?" tanya Kotaro bingung.
"Pimpin kita... Doa," ucap Monta lesu madesu. Semuanya mengadahkan tangan.
"YA TUHAN, BIMBINGLAH ANANDA KOTARO BERSAMA TEMAN-TEMAN KE JALAN YANG BENAR, YA RABBI YA ALLAH!" Kotaro teriak-teriak kayak kemalingan.
"Aha! JAMAAH?" tiba-tiba Kurita nimbrung sambil lari-lari.
Drrt... Kretak kretak... Drrt.
Oh tidak, sepertinya bangunan akan rubuh.
.
"SEMUANYA NGUMPUL!" teriak Hiruma. Semuanya langsung ngumpul.
"Lomba bakal diadain mulai dari sekarang. Gue bakal ngebentuk tim," ucap Hiruma. Semua langsung baca yasin.*?*
"Jurinya siapa?" tanya Sena sambil mengangkat tangannya. Hiruma tampak berpikir.
"Onihei," jawab Hiruma cepat sambl nunjuk Onihei.
"IIH JANGAN DIA NANTI TIMNYA PADA KALAH SEMUA!" protes Jumonji. Tiba-tiba Onihei pundung.
"Umm... Kalo gitu gue aja sendiri. Kekeke," Hiruma malah kekeh-kekehan sendiri. "Oke! Pembagian kelompoknya dilihat di situ!" teriak Hiruma. Semuanya langsung berbondong-bondong melihat pembagian kelompok.
Hiruma nyengir, persis kayak kuda mesum.
.
.
.
"YA-HA! KITA MULAI LOMBA PERTAMA INI!" teriak Hiruma girang.
"Hiruma-san, BGM-nya mau lagu apa?" tanya Akaba tiba-tiba nimbrung.
"Cenat-Cenut!" jawab Agon tiba-tiba.
"Ih jangan! Bonamana aja!" tiba-tiba Mamori nyeleweng.
"Lagunya yang ini aja loh... Yang kalo gak salah ada gakuat, galevel-nya itu loh!" teriak Suzuna bersemangat.
"Insyaallah-nya Maher Zeihn!" jawab Kotaro. Nah lo, jadi alim dia.
"Gak usah. Yang enakan aja, BGM alam aja," ujar Hiruma.
"Yang mana?" tanya Kotaro bingung.
"BGMnya petir sama angin topan," ucap Hiruma sante.
"Oke! Kita balik lagi, untuk grup pertama, Kurita, Gaou dan Banba!" teriak Hiruma sambil nunjuk grup pertama. Kurita, Gaou dan Banba ngelambaiin tangan kayak Miss Indonesia.
"Lomba pertama, BALAP KERUPUK!" teriak Hiruma.
"APAAA?" tiba-tiba Gaou kaget, dan pas banget BGMnya petir.
"BALAP KARUNG KALI!" protes semuanya.
"LONTONG BALAP ENAK SEKALI!" tiba-tiba Mizumachi berteriak.
"Terserah gue dong! Kekeke!" Hiruma ketawa bahagia, "peserta silakan ambil karung yang ada disana," suruh Hiruma. Ternyata, karung itu berisikan kerupuk.
"Ada kerupuknya!" teriak Kurita ndeso.
"KERUPUK EMAK GUE!" teriak Agon drastis.
"Bersiap-siap semua! Satu, dua dan tiga!" Hiruma menembakkan pistol ke udara. Kurita, Gaou dan Banba-pun berloncatan sambil makan kerupuk.
"ALLAHUAKBAR GEMPA BUMI!" teriak semuanya berlindung di bawah meja yang entah dapat darimana.
"AKU GATEGA KALO NGINJEK KERUPUKNYA! HUWEEE!" Kurita nangis.
"Lumayan, bisa spa ala kerupuk," Banba optimis.
"Selain latihan, nanti kerupuknya bisa jadi rebon nih," Gaou nyengir.
Kurita yang gatega harus nginjek kerupuk itu berhenti dan menyerah, sambil nyungkem kerupuk. Gaou yang merasa kerupuknya sudah menjadi rebon segera memaketkan rebon kerupuknya. Hingga Banba-lah yang menang.
"YAAAK! Banba-lah yang memenangkan pertandingan pertama!" teriak Hiruma. Semuanya bertepuk tangan, pake jari kelingking.
.
"Pertandingan kedua, Mamori, Sena dan Takami!" teriak Hiruma. Mereka sudah siap di tempat, bersama keringat dingin tentunya.
"Lombanya adalah... LOMBA MAKAN KARUNG!" teriak Hiruma seneng ngeliat orang kesiksa. Mamori, Sena dan Takami udah baca yasin tadi. Beberapa orang ada yang bersyukur terlebih dahulu.
"Monta, nanti kalo aku keracunan, tolong bilang papa mama bahwa Sena sayang mereka," ucap Sena sambil nangis.
Hiruma membawa Karung yang diikatkan selayaknya jemuran. Lalu ketiga peserta itu diikat tangannya kebelakang.
"Aduh... Bauknya ngalah-ngalahin sempaknya papa," batin Mamori hampir nangis.
"How pathetic... Inikah karung peninggalan Nyi Roro Kidul?" batin Takami yang seratus persen salah.
"Satu, dua, tiga... MULAI!"
Sena sepertinya masih menangisi kepergiannya nanti, sementara Mamori yang tiba-tiba inget Cream puff langsung lahap memakan karung—yang entah rasa apa—itu. Sementara Takami masih saja membolak-balikkan karung itu layaknya profesor. Tapi, adakah profesor yang meneliti karung butut?
"Nyem nyem, cream puffnya rada-rada asin gitu... Nyem, tapi ini cream puff nyem," Mamori masih aja makan dengan lahapnya. Glek! Tertelanlah semua karung itu.
"Yang merasa menang jangan muntah ya!" teriak Hiruma menunjuk kepada Mamori. Mamori langsung kissbay.
Dan semuanya... Muntah.
.
.
"Pertandingan ketiga, Yukimitsu, Riku dan Otawara!"
Yukimitsu, Riku dan Otawara segera menuju ke medan pertarungan*?*. Jalannya kayak penganten baru.
"Ya rabbi... Lomba apaan lagi nih," batin Riku yang udah sholat tahajud agar bisa selamat nantinya.
"Lombanya adalah... Lomba balap bola basket!" teriak Hiruma girang.
"EGILE LUU! BOLA KELERENG TUH!" sahut Yukimitsu dan Riku hampir tepar.
"Ooou endak bisaaa," Hiruma menggeleng-gelengkan jarinya, "ingat, yang protes~" Hiruma senyum lagi. Kali ini bener-bener kayak kuda meuseum.
"Nah lo, bola basketnya ditaroh di sendoknya gitu?" tanya Riku.
"Nggak. Khusus bola basket, bolanya ditaroh di baskom," ujar Hiruma enteng.
"GILE! GIGI GUE BISA OMPONG NIH!" teriak Yukimitsu.
Hiruma nyengir.
Riku pundung.
Yukimitsu ngais aspal.
Otawara... Kentut.
.
.
"Satu... Dua... Tiga... MULAI MAS BRO!"
Riku, Otawara dan Yukimitsu berusaha menggigit baskom berisikan bola basket—yang entah itu bisa digigit atau tidak—. Yukimitsu udah tepar duluan, giginya keburu ompong. Sementara Riku malah membopongnya—gapeduli apapun konsekuensinya. Tapi tiba-tiba, Otawara kentut. Riku langsung KO.
"KENTUTNYA BAU KETEKNYA TAKI NIH!" teriak Jumonji masih ingat benar bau ketek Taki.
"YASIN! BAWAIN YASIN KE RIKU!" ujar Mamori, siscomnya kumat deh.
"Zzt bezel... zelbubububub," Riku mengeluarkan busa di mulutnya.
"Eh, tadi aku kentut ya?" tanya Otawara dengan muka inosen. Semuanya cuma bisa tersenyum masam—dengan tangan yang udah gasabar pengen ngeremes mukanya Otawara.
Otawara—dengan inosennya—malah melanjutkan pelariannya*?* hingga sampai ke garis finish.
.
.
"CAPEK BANGET BOK," desah Kurita tepar.
"Sakit pak haji?" tiba-tiba Monta datang membawa peci.
"Mimpi apa sih gue semalem sampe bisa-bisanya makan karung, hiks," Sena nangis di pojokan.
"Chilla mau cembuh-cembuhin cemen Chilla yang chakiiiit... Biar bica bermain... Chama lagi! Hole!" tiba-tiba Riku kesambet setan saking stressnya.
"Gak apa deh! Yang penting gak dapet cium dari setan!" ucap Kuroki senang. Nah lo.
"Ih Kuroki maho ternyata. Lumayan, dapet ide bikin doujinshi Yaoi," bisik Togano yang ternyata meuseum.
"Bisakah kita pulang Hiruma? Belum sholat terawih nih," ucap Kotaro sambil melirik jamnya. NAH LO KOK JADI ALIM BENERAN YAAH?
"Hadiahnya nggak mau?" tanya Hiruma.
"MAU!" semuanya langsung bangkit dari kubur.
"Mmm... Let me guess... Pergi ke hongkong bersama paus akrobatis?" tanya Kid. Hiruma menggeleng.
"Diciumin satu-satu sama personilnya SNSD?" tanya Akaba nafsu bener.
"Di-cenat-cenut-in sama abang SMASH?" tanya Mamori kayaknya udah gak sabaran.
"Dapet uang tunai?" tanya Monta kemsemsem.
"Uang bukan segala-galanya. Masih ada ATM dan Bank," timpal Riku alim.
"Apa loh?" tanya Monta udah gak sabaran.
Hiruma tersenyum, kuda meuseum part II.
.
.
.
.
"Dinikahin... Hiruma-san?" tebak Sena.
.
.
.
.
"UAPAAAAAAAAAAAAH?" teriak Banba muncraattsss.
"GUE GAK MAU DIBOKEPIN SAMA SETAN!" teriak Jumonji ketakutan.
"POLIGAMI!" teriak Monta.
"KEENAKAN LU NIKAH SAMA GUE!" teriak Mamori kepedean.
"NAJIS!" teriak Kuroki.
"Alah bilang najis gitu padahal sendirinya maho," cibir Togano.
"Diem ato celana lu gue gambar helo kiti," ancam Kuroki.
"Teman-teman! Aku sudah pinjam odong-odong untuk kabur! Ayo kita kabur sebelum setan itu menikahi kita!" ujar Riku sambil membawa lima odong-odong yang entah dapet darimana. Semua langung naik ke odong-odongnya Riku dan kabur.
Zzzt.
"Bayonku ada limaa... Yupa-yupa walnanya,"
Oh yeah, backsong dari odong-odong itu meninggalkan Hiruma dalam kesendirian.
Dan odong-odong itulah yang menjadi saksi bahwa Hiruma—galaku.
.
"Odong-odong, menikahlah denganku,"
.
.
TBC(only one chapter again xD)
HALO! SALMA KEMBALI DI CHAPTER II! *nari tari piring*
Chapter ini susah banget dibuatnya... Pertandingannya ginilah gitulah, orz gabisa... Bingung... Dan kayaknya chapter ini jayus banget sumpah U.U
Chapter besok adalah yang terakhir... Moga sense humor saya balik... Kotaro! Pimpin doa! *duak*
Well, review, concrit dan flame diterima dengan suka hati x)
.
.
Omake
"EEEEH ODONG-ODONG SALMA KEMANA NIH KOK PADA ILANG SEMUA?" teriak seorang gadis itu panik.
"Oh, tadi ada yang cepet-cepet gitu ngambil sepedamu. Mungkin itu curut," jawab mama Salma.
"Emang curut bisa gondol odong-odong lima ya?" pikir Salma bingung.
.
