Kelas A Reguler adalah kelas akhir yang dikunjungi anggota utama OSIS. Ketua OSIS dan empat orang yang memiliki jabatan penting melenggang pergi meninggalkan ruangan dengan menggandeng Omega pilihan.
Omega dengan tattoo 'ai' dijidat hanya memasang wajah datar disamping Alphanya yang berambut panjang bak model iklan shampoo. Omega dengan rambut hitam panjang memiliki mata yang sama dengan Alpha rambut iklan shampoo hanya menunduk malu disamping Alphanya yang berambut merah muda cerah. Sedangkan Omega berambut pirang dengan poni menutup sebelah matanya tampak tak malu menggandeng Alphanya yang sedari tadi menenteng boneka manekin. Dan Kiba hanya tersenyum malu disamping Alphanya yang terus menguap. lain dengan Omega dibelakangnya lain dengan Naruto, sedari tadi memasang senyum lembut dan berjalan dengan anggun sementara Alpha disampingnya hanya berwajah datar.
Rasanya ingin sekali Naruto menghajar wajah datar itu—
.
.
Title : BAD OMEGA
Genre : Comedy, Romance, School-life
Rating : T to M
Pairing : Sasuke x Naruto, Shikamaru x Kiba, Neji x Gaara, Sasori x Deidara, Sakura x Hinata
Chapter : 2
Warning : Alur kecepetan, banyak TYPO dimana-mana, sudah pasti OOC.
Summary : Naruto seorang Omega tapi dengan sifat Alpha plus plus. Diumurnya yang ke tujuh belas bertekad kuat untuk menjadi Omega seutuhnya berusaha mendapatkan seorang Alpha Jantan. Bagaimana usaha Naruto? Akankah ia berhasil menjadi Omega seutuhnya?
.
Naruto ©Masashi Kishimoto
BAD OMEGA ©saruakira
.
[AU] [Omegaverse]
.
"Kiba, aku tidak mau berpisah denganmu." Naruto merengek, mengerucutkan bibirnya imut, pura-pura cengeng ala omega labil.
"Tidak apa-apa Naruto ini hanya sesi pengenalan dengan Alphamu." Kiba mengacak surai pirang Naruto.
"Tapi—" Saphire naruto membulat imut, pose anak kucing minta dipungut "Aku janji kita akan pulang bersama." Kiba berusaha menenangkan Naruto.
"Benarkah?" Naruto melompat girang. Menurut, Narutopun merelakan perpisahannya dengan Kiba "Baiklah, sampai bertemu nanti Kiba-chan~" Naruto melesat pergi dari ruangan Kiba dengan pria berambut nanas yang sedari tadi menatap interaksi keduanya dengan malas. Menutup pelan pintu dan dengan langkah pelan mengendap-endap berusaha kabur dari sesi 'pengenalan lebih dalam dengan mate-mu' ala Konoha Gakuen.
Tiba-tiba kerah kemeja bagian belakang Naruto tertarik keatas. Sepatu ruangannya juga sudah tak menapak lantai lagi. Kepala pirangnya menengok cepat "Kyaaa, U-Uchiha-san?"
"Kau mau kabur ?"
"Ti-tidak aku—" Naruto berusaha mengelak
Sasuke melempar Naruto masuk keruangannya. Naruto terpental begitu saja ke atas sofa. "I-ittai Uchiha-sama" protesnya dengan suara dibuat-buat imut.
Sasuke menutup pintu ruangannya. Menekan kunci otomatis. Sasuke berbalik menghadap Naruto. Belum sempat membalikan badanya 180 derajat, tendangan kuat sudah menghadangnya, satu inchi lagi bisa mengenai wajah tampan Sasuke. Dengan tenang Sasuke menatap datar sepatu dihadapnnya.
"TEMEEE!" Naruto menurunkan kakinya "Memangnya kau siapa?!" Satu tendangan berputar mengarah ke Sasuke, dengan gesit Sasuke menghindar.
"Seenaknya saja menjadikanku Omegamu!" Satu tinju dilayangkan, berhasil dihindar dengan mudah
"Kau pikir aku mau huh?!"
Naruto berteriak-teriak protes sambil melayangkan beberapa pukulan dan tendangan yang tidak berhasil mengenai targetnya. Beruntung ruangan didesain kedap suara, jadi Naruto tak perlu takut jika identitasnya sebagai Omega –yang sama sekali tidak Omega— alias Omega Kw super akan terbongkar.
Menahan kepalan tangan Naruto, menariknya hingga wajah tan itu menubruk dada bidangnya. Sasuke menatap Naruto intens. "Wajahmu manis, tapi kelakuanmu barbar."
Naruto mengernyit, memasang wajah galak terbaiknya mencoba menakuti Sasuke.
Telapak besar Sasuke berpindah memeluk pinggang ramping Omega dihadapnnya "Tapi aku suka Omega sepertimu." Mengelus lembut pipi dengan tiga garis tanda lahir. Mengecup lembut bibir merah muda dihadapannya. "Kau milikku."
Saphirenya membola.
.
Bel sekolah berbunyi nyaring tiga kali. Memberi salam terakhir kepada sensei setelahnya banyak yang menghambur keluar. Di ujung sana, Naruto masih terpaku diam. Mejanya masih berantakan dengan beberapa buku dan alat tulis berserakan, tak berniat untuk dibersihkan.
Kiba melirik Naruto, pria manis itu masih tak bergeming dikursinya. Entah mengapa tatapan sahabatnya serasa hampa. Naruto disana, dikursinya, tapi tidak dengan atensinya, hilang.
"Naru-chan?" menyentuh pundak Naruto selembut kapas.
"Ah, eh? Hai'k Kiba-chan?"
"Sudah bel pulang sekolah, ayo kita pulang."
Mengangguk, buru-buru merapihkan mejanya. Memasukan seluruh isi meja ke dalam tas sembarangan. Naruto butuh waktu hanya 5 menit untuk melihat mejanya rapih kembali. Ia berdiri sambil menyimpan kursinya lebih masuk kedalam kolong meja. "Ikuzo~" kemudian dengan riang merangkul lengan Kiba.
Di lima puluh langkah meninggalkan ruang kelas. Sepasang sahabat itu harus terhenti lantaran seorang berambut nanas menghalangi jalan.
"Kiba, ayo pulang. Kau harus mengemasi barang-barangmu. Akan lebih cepat jika naik motorku." Tanpa menunggu jawaban, segera menarik tangan Mate-nya menjauh.
"Ma-maaf" Naruto mencoba menghadang "Tapi Kiba sudah janji akan pulang denganku."
"Mendokusai." Melirik malas sambil menguap "Alphamu sudah menunggu, Omega pirang." Tunjuk Shikamaru pada pria dengan rambut mencuat yang berjalan mendekat.
Naruto menengok, beberapa bulir keringat menetes. "Tolong biarkan aku pulang dengan Kiba ne Nara-kun ?" Keras kepala, Naruto merangkul posesif lengan Kiba sambil melemparkan senyum lembutnya untuk Shikamaru.
"Maafkan Omegaku, Shika." Sasuke mengelus lembut surai pirang Naruto. "Bukankah kau akan pulang denganku? Apa kau lupa Hime-chan?" tanyanya sambil mengecup lembut kening Naruto.
Hoek, Naruto hampir saja muntah dan akan melayangnya satu pukulan jika saja ia tidak ingat sedang diruang publik. "A-Aku—."
Kiba melepas pelan cengkraman tangan Naruto. "Lain kali kita akan pulang bersama ya Naru-chan aku janji!" memberikan cengiran khasnya "Ah, sejujurnya aku juga lupa kalau hari ini harus mengemasi barangku. Aku akan pindah dan tinggal bersama Shika mulai besok hehe." Kiba menggaruk rambutnya canggung.
'EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH TINGGGAL BERSAMAAAAAAAAAAAAAAA?!' teriak Naruto dalam hati, kenyataannya—
"Eh? tinggal bersama?" Naruto menutup mulutnya dengan satu tangan, dibuat-buat anggun.
Kiba mengangguk. Sudah tradisi jika Omega dari keluarga Inuzuka jika sudah memiliki Mate harus meninggalkan rumah.
Kiba pamit. Naruto hanya menatap punggung Kiba dan pria berambut nanas itu menjauh. Sebenarnya ia bukannya ingin pulang dengan Kiba. Malah niat awal hanya ingin bareng Kiba sampai dibelokan depan setelahnya ia akan mencari 'pelampiasan'—memukuli orang hingga babak belur— karena ciuman pertamanya sudah direbut paksa hari ini. Tapi apa daya niatnya sudah buruk duluan sehingga tidak diaminkan.
"Butuh 1000 tahun untuk kabur dariku, akan aku antar pulang."
"Teme—" Naruto mendesis. Menahan amarah karena ini masih diruang publik. "Umm." Naruto mengangguk, mengamit tangan Sasuke, menautkan jari-jarinya sambil sesekali meremat kuat telapak tangan Sasuke.
Tak sadar beberapa mata terperangkap dalam ilusi romansa Mate baru super popular di kalangan Konoha Gakuen. Decakan kagum dan siulan menggoda cukup sering terdengar, Naruto hanya melempar senyum.
.
"APA?! KAU TERPILIH MENJADI MATE UCHIHA?" Naruto menutup telinganya karena volume tinggi yang dikeluarkan Ibunya, Kushina.
"Betapa beruntungnya kau nak." Minato mengelus sayang rambut pirang milik Naruto.
Kushina menghambur, memeluk Naruto gemas "Kau memang anakku~"
"Aku tidak mau dattebayooo, masih ada yang lebih tangguh dari Uchiha itu!" Naruto bersungut-sungut. Ia benar-benar kesal orang tuanya mendukung si Uchiha cabul pantat ayam itu.
Kushina terkekeh. Melipat tangan didepan dada "Lebih tangguh? Kau pikir siapa Alpha yang menduduki tingkat atas di Konoha?" tersenyum miring sambil mengibaskan helaian merahnya.
Naruto menyipitkan mata sambil merenggut kesal. Mana ia tahu urutan-urutan Alpha tangguh. Hell, pekerjaannya bukan hanya menonton acara 10 keajaiban Konoha dimana selalu diukur kekuatan atau apalah yang istimewa dimiliki seseorang dan diurutkan dengan sistem rating.
"Uchiha." menekankan kata-katanya Kushina mencubit pipi Naruto. "Uchiha selalu pada posisi pertama, Alpha tangguh yang paling diincar." Mengacak surai pirang putra semata wayangnya "Seharusnya kau bersyukur Naruto, sana bersihkan badanmu."
Naruto cemberut. Berusaha tidak memukul vas bunga disampingnya. Dan tolong ingatkan ia untuk melakukan exercise ringannya esok pagi.
.
Gemerincing lonceng dari gantungan kunci tas Naruto terdengar. Menebar senyum hangat sambil sesekali melambaikan tangan atau mengangguk. Siapapun juga dapat melihat jika Naruto terlalu manis untuk ukuran seseorang yang memiliki penis.
Beberapa Alpha dibuat terpesona, namun harus menelan pil pahit begitu ingat Omega dihadapannya sudah terpilih. Omega lain mengagumi sosok anggun Naruto, berharap suatu hari bisa seperti dirinya.
"Yo Naruto, kau semangat sekali hari ini ?" seorang dengan alis tebal menyambut kedatangan Naruto di ruang belakar.
"Ah, Lee-san, tentu saja hari ini aku berhasil bangun pagi." Balas Naruto dengan senyuman mataharinya 'dan melakukan sedikit senam pagi dengan siswa sebelah~' lanjutnya dalam hati.
"Bangun pagi memang membuat badan segar, hidup masa muda!" Lee berteriak penuh semangat.
Mengedarkan pandangan, Naruto tidak menemukan Kiba. "Kemana Kiba? Tumben sekali ia belum datang?" kepala kuningnya celingukan keluar kelas.
"Hari ini Kiba absen, kau tau heat-cycle"
"Heat-cycle?" Beo Naruto.
"Umm" Lee mengangguk kemudian meneruskan gerakan yang katanya gerakan kung-fu.
Naruto pernah mendegarnya. Heat-Cycle. Siklus yang akan dialami Omega setiap bulannya. Mirip menstruasi pada female Beta atau female Omega. Tapi saat Heat-Cycle tidak mengeluarkan darah. Ia pernah melihat sepupunya Deidara begitu tersiksa saat Heat-Cyclenya tiba.
"Astaga, aku tahu rasanya pasti sangat menyakitkan." Naruto berempati
Sejujurnya ia tidak tahu bagaimana rasanya mengalami siklus itu. Tapi bukankah normalnya seorang Omega akan mendapat Heat-cycle pertamanya saat berumur 10-17 tahun. Diumurnya yang ketujuh belas tahun ini saja Naruto belum mendapatkannya. Apa kata dunia jika mereka tahu. Naruto benar-benar akan di cap Omega-KW super.
"Tapi tidak apa untung Kiba sudah punya Alpha yang akan menemani ia selama Heat-cycle, hidup masa muda" Lee menanggapi.
"Iya syukurlah." Naruto tertawa canggung.
.
"Kau mau menjenguk temanmu yang sedang dalam heat-cycle?" alis sasuke terangkat
"Kiba pasti tersiksa teme, kau tau kata alis tebal itu rasanya sangat sakit dan tidak enak, aku jadi khawatir." Memasang sepatu luarnya dan kembali menaruh sepatu ruangannya dengan rapih di loker.
"Aku tidak mengijinkan."
DUAK.
Naruto meninju pintu loker besi disampingnya hingga penyok. "Memang siapa yang meminta izinmu, aku bisa menjenguknya sendiri."
Sasuke menatap naruto heran "Jangan bilang kalau kau belum pernah mengalami Heat-cycle?"
Naruto menghentikan langkahnya. "A—ahahah bicara apa kau teme, siklus pertamaku saat aku berumur 12 tahun."
Sasuke makin menaikkan sebelah alisnya "Akan kuantar."
"Tidak usah, aku tidak mau merepotkanmu Teme"
Naruto melenggang. Menarik tangan Naruto, Sasuke menggeretnya ke dalam mobil.
"Teme! Lepaskan, aku bukan kucing oooi Teme!"
.
Dengan kecepatan sedang mobil sport hitam mngkilat membelah jalanan arteri kota Konoha. Tiga puluh menit waktu yang dibutuhkan untuk sampai dikediaman baru Kiba. Memasuki kawasan perumahan elit Sasuke melambatkan mobilnya. Menemukan mansion dengan nomor 5, Sasuke memakirkan mobilnya dihalaman depan.
"Kau masuk, Aku tunggu dimobil."
"Iya iya, cerewet!"
Sasuke menggenggam tangan Naruto. "Hati-hati"
"Cih, kau pikir aku kerumah siapa, aku kerumah sahabatku Teme!" Naruto membanting pintu mobil dengan kencang.
"Dobe." Memanggil dengan suara rendah, sambil sedikit mencodongkan badannya dekat jendela disamping kursi yang baru saja diduduki Naruto.
"Ya?"
"I Love You"
DUAK. Naruto menendang mobil sasuke hingga penyok sedikit.
"Love you too." Tanggap Sasuke tidak nyambung.
.
Naruto menekan bel rumah KIba, tidak ada siapa-siapa. Menunggu sesaat sambil menguncang-guncangkan kaki dengan sepatu orangenya. Berinisiatif memencet bel kembali, mengguncang-guncangkan kakinya lagi tapi tetap tak ada siapapun yang menyaut dari dalam. Membuka kenop pintu dan ternyata tidak dikunci.
"Permisi, Kiba kau didalam?" Naruto celingukan "Kiba ini aku, Naru—"
Sasuke membalikan halaman lain. Sudah lima menit sejak NAruto memasuki rumah sahabatnya. Tiba-tiba kaca mobil terketuk pelan, Sasuke menengok. "Shikamaru?" Inisiatif untuk keluar dari mobilnya.
"Sedang apa kau kemari? Bukankah kau sudah tahu aku izin untuk meladeni Omegaku?" Shikamaru memberondong Sasuke beberapa pertanyaan. "Mendokuse hari pertama tepat sekali saat Heat-cyclenya"
Sasuke mencium bau Omega kuat menguar dari tubuh Shikamaru "Kau sudah mengklaimnya, huh?"
Shikamaru melirik Sasuke "Mau bagaimana lagi aku tidak tahan." Shikamaru menggaruk tengkuknya, tersadar akan sesuatu "Ah untuk apa kau kesini hei Sasuke?"
"Mengantar Omegaku menjenguk sahabatnya. Dan kau ?"
"Aku membeli es krim untuk Kiba, geez beginikah saat omega mengalami heat-cycle? Mendokusai." Shikamaru memperlihatkan beberapa mangkuk es krim yang berjejalan dibalik kantung plastik belanjanya.
Sasuke melotot "Kau meninggalkan Omegamu didalam? Sial kau Shika."
"Iya, memangnya kenapa?" Menguap malas, Shikamaru menjawab.
Sasuke meninggalkan Shikamaru. Berlari secepat yang ia bisa. "Oi sassuke oiii –" Shikamaru dibuat heran dengan tingkah Sasuke. "Mendokusai"
Sasuke berlari mendobrak pintu rumah shikamaru. Bau Omega bercampur dengan bau milik Shikamaru menguar kuat. Inilah mengapa ia tadi tidak mengijinkan Naruto untuk menjenguk Kiba. Bau Omega yang sedang dalam heat-cycle sangat merangsang. ia takut sesuatu hal terjadi pada Naruto. Ia tidak takut jika Naruto akan terangsang. Naruto tidak dapat mencium feromon yang dilepaskan Omega lain, tapi yang ia takutkan—
"Naruto!" Sasuke segera menarik tubuh Naruto yang ditindih kiba.
–Ia takut kalau Naruto diraba-raba duluan.
Shikamaru menyusul tepat dibelakang Sasuke. "Astaga dear, kau tidak bisa ditinggal sebentar ya?"
"Shikaaa—Shikaa ngggh" Kiba menangis sesegukan sambil menekan-nekan bagian bawahnya—merasa tersiksa—. Shikamaru menunduk memeluk Omeganya posesif, Kiba segera menarik-narik kemeja Shikamaru tidak peduli ada sahabatnya disana.
"Sasuke bawa Omegamu pulang, aku akan urus Omegaku."
Sasuke mengangguk, mengangkat Naruto seperti karung beras dan membawanya pergi.
"Tidaaak Teme lepaskan aku, Kiba apa yang terjadi kenapa ia merasa tersiksa? Kenapa ia ingin menciumku tadi?" meronta sambil terus menendang Sasuke.
Sasuke mendudukan Naruto kasar didalam mobilnya. Singkat bibirnya membungkam mulut dihadapnya yang tak berhenti meracau. "Sudah kuduga kau belum pernah mengalami heat-cycle." onyxnya menatap datar sapphire dihapannya. Sepersekian detik kemudian Sasuke sudah menghujani Naruto dengan ciumannya
"Tidak— Sa—Sasuke—mmh." Naruto berusaha melawan tapi entah mengapa tenaganya serasa hilang. Saphirenya membola begitu tanpa sengaja lututnya menyentuh sesuatu benda yang mengeras dibalik fabric celana yang dikenakan Sasuke.
.
.
Tsuzuku
.
Next on
"Kapan kau akan mengklaim Omegamu?"
.
.
Big Thanks to :
Andiiramayana | choikim 1310 | shirota strain | Aiko Vallery | akira lia | Guest 1 | Dahlia Lyana Palevi | onyx sky | Ale Genoveva | relasia95 | Scarlett Overkill | hyunnie02 | Uhara Uchime | Yuuki Igarashi | Jongin48 | AprilanyArdeta | | .ay | uchiha senju naru hime | satansoo | Ratih | ChulZzinpang | SNlop | fsyjelf06 | xapler rivanea huges | Kris hanhun | yuha | goodnight | Evi | Zora fujoushi | Vilan616 | Guest 2 | gyumin4ever | femix | AoiFuu | Shiroi.144|
(maaf jika ada penulisan nama yang salah atau terlewat, sutradara hanya manusia biasa yang ngship SasuNaru #plaaak)
Dan mohon maaf belum bisa membalas review kalian, tapi sungguh review kalian membuat aku terharu :"D
Author's note :
Ohisashiburi Minna-sama~
Yuhuuuuuu saru kembalii, ada yang kangen XD
Niatnya mau melanjutkan bulan maret tapi ternyata dapet waktu senggang untuk meneruskan shooting film ini. Yokatta.
Mohon maaf jika episode kali ini sedikit aneh. Hmm saru merasa aneh saat menggarap episode ini soalnya, hem ini pasti pengaruh skripsi *salahin skripsi* *ditimpuk* tapi jika reader dan watcher merasa terhibur saru akan merasa senang sekali~
Sebelumnya saru mencari beberapa sumber mengenai Omegaverse ini, dan cukup mengejutkan ternyata disamping keistimewaan Omega yang bisa mengandung dan melahirkan ternyata mereka juga memiliki siklus seperti menstruasi mungkin ya yang dinamakan heat-cycle. Sebelumnya saru pernah baca manga sex pistols juga nyebut-nyebut heat-cycle bahkan alpha bisa heat-cycle juga tapi saru ga ngerti itu apaan waktu itu wkwkwk #phaaak. Dan saru cukup dikejutkan dengan organ reproduksi yang dimiliki Omega dan Alpha woaaaah *O*
Berikut link untuk sumbernya, jadi jika ada yang berniat membuat fanfic dengan tema Omegaverse semoga link ini bisa sedikit membantu :
-http-:/-/-fanlore.-org/-wiki-/-Alpha-/-Beta-/-Omega-
-http-:/-/-theomegaverse-.-tumblr-.-com-/-Rundown-
- -/-jonnyluvssherlock-.-tumblr-.-com-/-post-/-96739328984-/(*breannadolly-hello-i-am-an-artist*)
Note : Hapus semua tanda strip (-) kecuali yang didalam kurung hapus tanda kurung dan tanda bintang (*), nomer tiga berisi gambaran perbedaan penis Alpha dan Omega
Ah ngomong-ngomong saru sedang suka dengan Anime One Punch Man, adakah yang mengikuti? Siapa yang shipperin SaiGenos ato GenosSai? Mwehehehehe~
Dan satu lagi episode depan akan naik rating jadi M. behahaha~ jadi yang masih dibawah umur lekas dewasalah nak #nasihat yang ga membantu #dionepunch*
Akhir kata,
Happy Reading Happy Watching~
C(O w O)D
-Saruakira-
