Unpredictable Future
It's BTS fanfic | TaeGi | OOC | M-Preg, maybe/? | do not plagiarism | this story copyright © by WithYoongi
Enjoy!
.
.
.
.
.
.
.
.
Yoongi terbangun di saat tubuhnya terdorong menjauh. Ranjangnya bergerak dan menderit menandakan ada seseorang berada di sampingnya. Yoongi menguap, berpikir mungkin itu adalah ibunya yang akan memarahinya karena terlalu banyak tidur.
"lima menit lagi. Aku masih masih mengantuk.." Yoongi menarik bantal yang sebelumnya berada di kepalanya. Menjadikannya guling.
"bangun kau, sial!"
Yoongi dengan segera membuka matanya ketika mendengar suara Taehyung. Matanya mengerjap beberapa kali menatap Taehyung yang tengah terduduk bersila di sampingnya. Rambutnya berantakan danㅡ Taehyung agak berbeda dari malam sebelumnya. Sekarang wajahnya terlihat lebih.. Dewasa?
.
"apa.. Yang kau lakukan di kamarku?"
Taehyung meremas rambutnya frustasi. Ia mengerang keras lalu berdiri di samping ranjang, berjalan memutar dengan masih meremas rambutnya. Yoongi mendudukkan dirinya lalu melihat sekelilingnya. Tunggu! Ini bukan kamarnya.
"ini bukan kamarkuㅡ"
.
"ㅡ HYAA! KAU MENCULIKKU, YA?!"
Yoongi langsung berdiri di atas ranjang, tangannya menunjuk Taehyung berkali-kali.
Sedangkan Taehyung yang masih frustasi semakin bertambah frustasi dituduh menculik anak orang. Kurang kerjaan sekali menculik orang menyebalkan ini.
"i-ini dimana?!"
Yoongi berjalan memutari kamar itu. Meneliti setiap sudut dari kamar asing tersebut dengan kepanikkan. Sampai mata Yoongi terpaku pada bingkai foto berukuran besar yang tertempel di dinding yang tepat berada di depan ranjang.
Ia tidak salah lihat 'kan?!
Di dalam foto itu ada Yoongi dan Taehyung sedang tersenyum lebar dengan berbalutkan tuxedo.
Dan di paling bawah bingkai bertuliskan "HAPPY WEDDING"
.
"ASTAGA! APA-APAAN INI?!"
Taehyung berdiri di samping Yoongi. Matanya melebar melihat bingkai foto besar itu. Sedangkan Yoongi disampingnya masih membatu, mencerna apa yang terjadi hari ini di otaknya.
Mereka terbangun di siang hari dengan keadaan sudah menikah?!
Benarkah?
Mata Yoongi mulai menatap seisi kamar lagi. Di sudutnya, ada sebuah meja kerja dengan komputer ㅡmodernㅡ di atasnya. Yoongi segera menghampirinya dan di saat itulah ia melihat beberapa foto yang tertempel di dinding.
"astaga.."
Semua foto itu hanya menampilkan Taehyung dan Yoongi. Salah satu foto yang menarik perhatiannya adalah di saat Taehyung sedang memeluknya dari belakang, dan mereka tersenyum sangat bahagia.
Alis Yoongi mengerut. Apa maksudnya semua ini? Kenapa dirinya dan Taehyung bisa menikah? Sedangkan Taehyung saja membencinya.
Taehyung di sisi lain menatap photo-book yang sebelumnya berada di meja nakas dengan penuh kebingungan. Ia membukanya dengan perlahan dan kemudian matanya melebar.
Di sana ada Taehyung dan Yoongi lagi. Tapi bedanya sekarang ada dua anak kecil yang mereka gedong masing-masing. Satu perempuan dan satu lagi laki-laki.
Taehyung membalikkan halaman berikutnya dengan cepat. Ia dapat melihat dirinya dan Yoongi tengah mencium kedua pipi anak perempuan itu. Ada sebuah kue di depannya.
Foto yang diambil dari kamera polariod itu meninggalkan sebuah tulisan khas anak kecil di bawahnya.
'ulang tahun Yoonji-noona! Eomma dan Appa menyuruhku untuk mengambil foto dan hasilnya sangat bagus! -Taeguk'
.
"Yoonji? Taeguk?" Taehyung menggumamkan nama yang tertulis di sana.
Taehyung meneliti foto berikutnya. Di sana hanya ada anak perempuan itu ㅡYoonjiㅡ tengah memegang sebuket bunga mawar dengan senyuman lebar yang menampilkan gusinya.
Tapi kalau di perhatikan, anak ini mirip sekali dengan Yoongi.
Senyumannya, matanya, hidungnya, wajahnya. Semuanya.
Dan di halaman berikutnya adalah anak lelaki bernama Taeguk itu. Ia sedang menaiki sepeda beroda tiga. Tersenyum lebar sambil mengacungkan jempolnya dengan sebuah plester tertempel di hidungnya.
Dan seperti dugaannya, bocah ini sangat mirip dengan Taehyung.
Apa jangan-jangan, mereka itu adalah anak Taehyung dan Yoongi?
.
.
Taehyung memutar otaknya, kembali mengingat kejadian sebelumnya.
Hari itu ulang tahunnya, Taehyung pergi ke Klub bersama Jimin. Dia bertemu barista baru bernama Xiao. Barista itu memberinya permen dan berkata ia akan dapat melihat.. Masa depan?
Oh!
Jangan-jangan, ini semua gara-gara permen sialan itu?!
Tapi kenapa Yoongi juga ada berasamanya?
Dan yang lebih penting, kenapa di masa depan dia bisa menikah dengan orang yang jelas-jelas sangat dihindarinya?
Taehyung menghela nafasnya, mengusak rambutnya untuk kesekian kali hari ini. Matanya memincing ke arah Yoongi yang masih sibuk menatap jejeran foto yang tertempel di dinding.
Bagaimana caranya agar ia kembali pada masanya?
.
Tok, Tok
"Eomma, Appa. Kenapa kalian berteriak?"
Yoongi berjengit kaget mendengar suara anak kecil dari luar kamarnya. Dan apa tadi ia memanggil 'Eomma' dan 'Appa'? Tapi untuk siapa?
Taehyung berjalan dengan lesu menuju pintu. Tangannya hampir memutar knop pintu kalau saja tidak Yoongi halangi. Tatapan bertanya Yoongi cukup membuat Taehyung mengerti.
"tidak usah ikut campur, diam dulu di sini."
"tapi, Taeㅡ"
"diam saja, oke? Jangan membuatku semakin pusing!"
Yoongi hanya bisa mengangguk menurut. Taehyung terlihat sangat menakutkan, ditambah nadanya yang meninggi itu. Yoongi kembali mendudukkan dirinya di sisi ranjang, hanya melihat Taehyung yang sudah membuka pintu.
"Appa!"
Dan Yoongi langsung berdiri lagi, matanya melebar melihat dua anak kecil bergelayut di kaki Taehyung. Mereka masih memakai piyama dan rambutnya juga terlihat acak-acakan. Jangan bilang kalau mereka terbangun karena mendengar teriakan Yoongi dan Taehyung.
"Appa, kenapa berteriak? Yoonji sampai jatuh dari ranjang karena kaget."
Yoongi masih memperhatikan kedua anak kecil itu dengan mata melebar. Keterjutannya bertambah di saat ia melihat Taehyung mengelus kepala anak perempuan itu, di sertai dengan senyuman tipis.
Ini pertama kalianya Yoongi melihat Taehyung tersenyum sebegitu tulus. Memangnya siapa anak kecil ini?
Yoongi masih dalam lamunannya sampai salah satu dari mereka menghampiri Yoongi.
"Eomma! Jangan melotot, menakutkan."
Yoongi menundukkan kepalanya, melihat anak lelaki itu memeluk kakinya. Mata Yoongi segera beralih kepada Taehyung, yang untungnya juga sedang menatap Yoongi.
"T-Taehyungㅡ"
"anak-anak, bisa kalian keluar dulu? Kami ada urusan sebentar."
Anak-anak?! Anak siapa?!
.
Setelah kedua anak kecil itu keluar dari kamar, Taehyung langsung memerosotkan dirinya di samping pintu kamar. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Helaan nafas kasar terdengar di sana.
Yoongi segera menghampiri Taehyung, ikut menjongkokkan diri di depannya.
"Taehyung.. Mereka siapa?"
"apa kau memakan sebuah permen?"
Yoongi mengerjapkan matanya, Taehyung sendiri sudah menyingkirkan telapak tangannya dari wajah. Matanya menatap langsung ke dalam manik Yoongi.
Sedangkan Yoongi mencoba untuk memutar ulang kejadian sebelum ia bisa kesini.
Permen, ya? Kalau begituㅡ
"barista kemarin memberiku permen, lalu aku makan karena katanya gratis."
Yap! Sesuai tebakan, Taehyung sudah mengiranya. Karena jika hanya ia yang memakannya berarti hanya Taehyung yang kepanikkan sekarang.
Berarti di masa depan ia benar-benar menikah dengan Min Yoongi? Tapi, bagaimana bisa? Dan mempunyai dua orang anak yang masing-masing hanya berbeda satu tahun.
"memangnya ada apa dengan permen itu?" Yoongi mulai penasaran, melupakan sejenak kepanikkannya.
Taehyung mengerang. "barista sialan itu bilang jika kau memakan permen tersebut, kau bisa melihat masa depanmu."
"A-APA?! Mana ada yang seperti itu!"
Yoongi mulai panik lagi. Sedikit demi sedikit ia mulai menyadari jika di masa depan ia hidup bersama Taehyung sebagai sepasang suami-istri.
Pertanyaan yang sama,
Bagaimana bisa Taehyung menikah dengan Yoongi yang notabene orang yang dibencinya?
.
"berarti kita sedang berada di masa depan?" Taehyung mengangguk.
"kau.. Menikahiku?" sedikit tidak rela, tapi Taehyung mengangguk pelan.
"dan, anak kecil itu?"
"Taeguk dan Yoonji, mereka adalah anakㅡ"
"ㅡ uh, Anak kita di masa depan."
Ugh, anak kita. Rasanya sangat aneh berbicara seperti itu kepada seseorang yang kau benci.
Yoongi terdiam mendengarnya. Mereka mempunyai anak?
Kepanikkan Yoongi berubah menjadi kekhawatiran. Sekarang yang ada di pikirannya hanya nasib dari kedua anak itu. Mengetahui Taehyung dan Yoongi datang dari masa lalu dan tidak tahu apa-apa tentang anak mereka. Bagaimana jadinya?
"apa yang harus kita lakukan?" Yoongi seperti lebih bertanya kepada dirinya sendiri.
Tapi Taehyung menjawabnya. "apa kau tahu apa yang kupikirkan?"
Mereka saling bertatapan. Dan Taehyung harus mengangkui sesuatu, Yoongi di masa depan terlihat sangat manis.
"kau.. Mau menceraikanku?"
Tapi sangat bodoh.
"astaga.."
.
.
.
.
"paman Jimin!"
Taeguk dan Yoonji segera berlari menghampiri lelaki yang baru memasuki rumahnya itu, mereka bergelayutan di kaki Jimin. Jimin sendiri terlihat sedang mengontrol nafasnya semenjak ia membuka pintu tadi.
"Manaah.. Hah! Mana Appa dan Eomma kalian?" Jimin mendudukkan dirinya terlebih dahulu di sofa ruang tengah, mengusap peluh keringatnya yang berada di pelipis.
"aku mendengar mereka berteriak. Sebenarnya ada apa, Taeguk-ah?"
Tentu Jimin mempunyai alasan mengapa ia bisa terengah di siang hari yang panas ini. Ia mendengar suara teriakan Taehyung dan Yoongi. Dengan keadaan mereka yang bertetangga tentu saja Jimin mendengar teriakan itu.
Ia panik, tentu saja. Ponselnya hampir terlempar tadi dan Jimin langsung melesat ke rumah sahabatnya ini.
.
"kami juga tidak tahu, tapi Appa dan Eomma meminta kami keluar dari kamar saat kami kesana."
"dan sampai sekarang mereka belum keluar, paman."
Jimin mengerutkan keningnya. Apa ada sesuatu yang terjadi di antara mereka?
Jimin mengusap kepala kedua anak kecil itu. "biar paman tanyakan pada mereka. Kalian tunggu di sini, oke? Jadi anak yang baik."
"siap!" Taeguk membuat pose menghormat, Yoonji yang disebelahnya hanya memutar bola matanya.
Jimin terkekeh melihat kedua buah hati dari sahabatnya itu. Ia segera melesat ke arah kamar Taehyung dan Yoongi yang sudah sangat di hapalnya.
Jimin baru saja mau membuka pintu kamar tersebut sampai ketika pintu kamar itu terbuka sendiri dari dalam.
Dan menampilkan Taehyung dan Yoongi yang masih lengkap menggunakan piyama.
.
.
Yoongi tidak bisa berhenti untuk menatap Jimin. Ia sungguh kagum pada Jimin di masa depan, karena Jimin yang sekarang terlihat sangat dewasa, dan juga tinggi. Berbeda sekali dengan Jimin yang setara tingginya dengan Yoongi dan pipi tembamnya itu.
Taehyung di masa depan juga semakin bertambah tinggi, Yoongi hanya mencapai sebatas dadanya saja sekarang.
Jadi, hanya dia yang tidak tumbuh?
.
"kenapa kalian berteriak di siang hari? Aku hampir membanting ponselku tadi."
Taehyung juga sedikit kaget dengan perubahan Jimin. Tapi setelahnya ia berdehem lalu menarik tangan Jimin keluar dari kamar.
Langkah ragu Taehyung di rumah yang cukup luas itu berakhir pada dapur. Mereka duduk di meja makan dengan Taehyung dan Yoongi duduk menghadap Jimin.
"hey, ada apa ini? Kalian seperti ini mengintrogasiku." Jimin menatap kedua pasangan itu dengan kerutan di dahinya.
"jadi begini," Taehyung memulainya. Kedua tangannya ia satukan di atas meja.
"tahun berapa sekarang?"
Jimin terdiam sejenak, kerutan di dahinya semakin terlihat mendengar pertanyaan aneh dari sahabatnya ini.
"serius, Kim-Tae? Sekarang tahun 2024, hal sekecil itu saja kau lupa? Atau kau sedang mengetest-ku?"
Yoongi memangutkan kepalanya. Berarti sekarang mereka sedang berada di umur 26 tahun.
"lalu, berapa umur Yoonji dan Taeguk sekarang?"
"5 dan 4, astaga kenapa kau menanyakan hal seperti ini?!"
Jimin mulai risih. Ia datang dengan kekhawatiran dan sekarang kenapa Jimin jadi di introgasi tentang keluarga sahabatnya ini? Aneh.
"Jimin, apa kau ingat kejadian 9 tahun lalu? Saat kita di Klub? Hari ulang tahunku?"
Jimin memang sedang kesal, tapi ia tetap berusaha memgingat kejadian yang dimaksud Taehyung. Dan beruntung ia mempunyai ingatan yang bagus sehingga hanya beberapa menit berlalu, Jimin menganggukkan kepalanya.
"ya, aku meningatnya. Ada apa?"
Taehyung diam-diam bernafas lega. Sekarang tinggal mengungkapkan kebenarannya kepada seseorang yang sangat di percayanya ini.
"apa kau ingat saat pulang, kau mengemudi mobil? Aku di sampingmu? Dan apa kau melihatku memakan sebuah permen?"
Mata Jimin menatap kearah langit-lamgit dapur. Sepertinya ia mengingatnya tapi Jimin tidak tahu pasti.
"mungkin, aku hanya mendengar kau membuka bungkusan. Tapi aku tidak tahu itu sebuah permen. Setelahnya memakan itu kau seperti orang mabuk dan meracau tidak jelas."
Sekarang Taehyung yang mengerutkan keningnya. Ia tidak pernah merasa pernah begitu.
"meracau seperti apa maksudmu?"
"hm.. Kau mengumpatkan nama seseorang dan berkata jika ia orang aneh yang memberimu bungkusan aneh itu."
Ah, siapa lagi kalau bukan barista sialan itu. Taehyung pikir.
"lalu kau bergumam sesuatu yang aneh, tentang.. Masa depan? Aku tidak tahu pasti."
Nah, untung saja di bagian ini Jimin masih memgingatnya. Walaupun Taehyung sendiri tidak pernah tahu jika ia seperti orang mabuk setelah memakan permen itu.
"itu dia," ia menghela nafas terlebih dahulu, matanya melirik Yoongi di sebelahnya yang sama sekali tidak mengerluarkan suara.
"kami datang dari masa lalu."
"HAH?!"
.
Mata sipit Jimin melebar sepenuhnya, mulutnya juga ikut menganga. Semakin bertambah saja kebingungannya hari ini setelah di introgasi. Tapi apa maksud mereka 'datang dari masa lalu' itu?
"a-aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Apa ini lelucon?!" Suara Jimin meninggi di akhir kata.
"tidak," sekarang Yoongi membuka suaranya.
"yang ada di hadapanmu adalah Taehyung dan Yoongi dengan pemikiran 18 tahun."
"HAH?!"
.
"kami memakan sebuah permen dari barista ㅡsialanㅡ baru di Klub-ku. Dia berkata jika kau memakan permennya, kau bisa melihat masa depanmu." Taehyung memulai ceritanya. Mengabaikan Jimin yang masih shock.
"awalnya aku tidak mempercayainya, mana ada hal seperti itu di jaman sekarang? Tapi hari itu kami, memakan permen itu di waktu yang sama."
"Dan siang ini kami terbangun dengan keadaan tahun 2024, sudah menikah satu sama lain dan mempunyai dua anak berumur 5 dan 4 tahun."
Taehyung mengakhiri penjelasan dengan mendetail. Kedua pasangan itu menatap Jimin yang masih dengan wajah sama seperti sebelumnya. Tapi Taehyung tahu jika Jimin mendengarkannya.
.
"astaga.." Jimin akhirnya berucap setelah dua puluh menit terdiam.
Ia menatap Taehyung dan Yoongi bergantian. "apa kalian serius? Maksudku, kalau ini hanya sebuah lelucon, kalian berhasil membuatku shock."
Yoongi mendengus. "tentu saja tidak! Apa kami terlihat seperti sedang bercanda?" entah kenapa emosinya jadi meningkat.
Jimin mengangkat tangannya di depan dada. Jimin harus ingat jika Yoongi yang dihadapannya adalah Yoongi dengan pemikiran 18 tahun. Jadi ia harus memaklumi sifat kekanakannya.
"o-oke.. Lalu, bagaimana caranya kalian kembali?"
Taehyung mengusak rambutnya. "aku pun tidak tahu!" dan mengerang setelahnya.
Yoongi hanya bisa menghela nafasnya melihat Taehyung yang sedari tadi terlihat frustasi. Ia sebenarnya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi.
Sedetik kemudian Yoongi teringat sesuatu. Ia melirik Taehyung dari sudut matanya. Lalu setelah itu, ia memfokuskan dirinya kepada Jimin.
"Jimin, boleh aku bertanya sesuatu?"
Jimin yang sebelumnya sedang menatap prihatin kepada sahabatnya, memberikan perhatian penuh pada Yoongi.
"tentu. Tentu saja."
Yoongi sedikit ragu, sedari tadi ia hanya bisa mengigit bibir bawahnya. Dan lagi Taehyung yang ikut penasaran mulai menatapnya juga, menunggu Yoongi kembali berucap.
Tapi ini sangat penting, Yoongi maupun Taehyung harus mengetahuinya.
"bagaimana bisa kami menikah?"
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
.
.
.
.
SENENG DEH LIAT REVIEW KALIAN :"D SEMUANYA POSITIF DAN BIKIN AKU SEMANGAT NGELANJUTIN DAN TAADAAHH~ INI DIA CHAPIE 2NYA~
Dan FYI, di 2015 taehyung, yoongi sama jimin itu usianya 18 tahun. Mereka seumuran yeaps
TBCnya bikin ngeselin ga? x)
Aku harus bikin ngegantung dulu, biar kalian kesel *dibegal
Oh iya, yoonji sama taeguk itu asli ngarang banget namanya -,- tadinya mau pake song triplets. Tapi kalo ada yang dipanggil noona kan seru juga tuh x)
Apa lagi ya? '-' udah deh segini aja dan semoga ini memuaskan yaw :3
Last, I love you all and review pleajeu? ;3
With Love,
WithYoongi
Muah~
