Unusual Love Story
( Hades!Yoongi x Persephone!Jimin)
II : Potion.
Jelas-jelas mereka berdua itu tidak mungkin bersatu.
Yoongi menyukai gelap, lantas Jimin menyukai terang.
Yoongi menyukai pahit, lantas Jimin menyukai manis.
Yoongi menyukai Jimin, lantas Jimin tidak suka Yoongi.
Sakit? Jelas.
Ia sudah berabad-abad hidup sebagai dewa neraka, tak heran banyak yang segan. Jimin tak luput juga ketakutan padanya sekalipun mereka sama-sama bagian dari Olimpus. Yoongi bisa memaklumi—sayangnya lama-kelamaan ia merasa sakit juga.
Kelewat sakit sampai ia mengoceh panjang-lebar mengenai dosa pada mortal yang berat hukumannya. Yoongi jadi penceramah dadakan sebulan penuh, duh.
Petang ini Yoongi mampir di taman tempat pertemuannya dengan Jimin dulu. Ini sudah terhitung satu tahun semenjak insiden itu, dan Jimin masih juga ketakutan padanya.
Jujur, mereka bahkan belum malam pertama.
Kemudian bunga di sekitar Yoongi kembali layu.
Oke, begini-begini ia masih menjaga kerapuhan hati Jimin.
"Yoongi?"
Suara merdu mengalir di telinganya. Yoongi menoleh, mendapati sosok yang senantiasa diagung-agungkan kaum mesum atau dewa-dewi haus belaian, Afrodit—alias, Jungkook. Kabarnya ia biseksual. Pacarnya muda-mudi mortal saat zaman jahiliah. Dewa-dewi apalagi melimpahnya. Makanya playboy dibilang kelinci.
Sorry, Hades ganteng di depannya ini sudah taken. Nggak mempan pesonanya Mas Jungkook.
"Ya."
"Berhenti murung, parasmu itu sudah seram, jadi berlipat ganda seramnya."
Yoongi menghela napas panjang, "Jimin masih takut padaku."
"Sudah nganu?"
"Pegangan tangan saja sebulan sekali, apalagi itu."
Tampang cerah Jungkook meluntur jadi miris. Hebat dia, setahun menikah belum anu-anu. Kalau Jungkook mungkin sudah sekarat duluan.
Makanya ada Hoseok, ehem. Sosok yang tidak diakui dalam KK.
Jungkook memetik sekuntum tulip. Ia memain-mainkan kelopaknya. Tebar pesona. "Ajak dia kencan, kau ini payah banget!" Kemudian ia cabut seluruh kelopaknya dan ditaburkan di atas wajah tampan Yoongi.
"Kau kira pekerjaanku mudah? Aku heran kenapa neraka selalu ramai pengunjung!" Yoongi mengacak rambutnya frustasi. Ia menggerak-gerakkan kakinya gelisah. Jungkook iba, macam menonton Orang Pinggiran. Pikirannya jadi ikut bercabang-cabang tak jelas. Bibirnya manyun.
Berjam-jam kemudian, mereka masih merenungi kehidupan—tidak, itu Yoongi. Sisanya merenungi malam Jum'at bersama Ares.
"Aha!" Jungkook menjetikkan jemarinya dan mengeluarkan lampu sorot imajiner. "Aku punya ini!"
Ia merentangkan tangannya sedikit, membiarkan cahaya-cahaya yang Yoongi tidak peduli apa itu berputar-putar di antara tangannya. Tak lama, muncul sebuah botol mungil yang cantik, lengkap dengan tutup berbentuk love yang benar-benar norak.
"Jeng jeng—ramuan cinta!" Jungkook meniru nada salah satu karakter animasi.
"...bodo amat."
"Wahai kau, Sang Dewa Neraka yang benar-benar bolot bercinta!" Asik, efek dramatisnya memancar. "Aku, Sang Dewa Cinta! Mewariskan ramuan legendaris ini padamu!"
Angin mendadak berhembus kencang. Serbuk bunga melayang-layang dan sampai ke hidung Yoongi, lalu ia bersin dan sebuah ladang bunga berubah gersang. Jungkook rambutnya melambai hingga menutupi seluruh matanya. Lantas mari kita hentikan skenario konyol yang tidak berfaedah ini.
"Barangsiapa yang bibirnya terkena ramuan ini atau tertelan, baik setetes maupun sebotol, ia akan cinta mati pada sosok yang pertama kali dilihatnya." Jungkook memelankan suara, berdeham, "Sebotol lebih baik, ia akan memiliki nafsu padamu."
Yoongi melebarkan matanya, wow, Jimin yang tergolek di atas ranjang dengan taburan bunga-bunga mawar dan aura sensual—oke, fanfiksi ini tidak bisa mendeskripsikan lebih jauh. Itu pasti akan menjadi malam pertama yang teramat sempurna. Ia menggenggam tangan Jungkook dan mengangguk. Mengambil ramuan cinta dan bergegas pulang.
"Eh, Pak, tunggu dulu! Aku nggak bilang itu gratis!"
Lah?
"Apa?"
Ia mengernyitkan dahinya. Menatap Jungkook dengan pandangan tak paham. "Mau dibayar pakai apa?"
"Nggak susah, berikan aku link streaming YoonMin malam pertama live."
"Deal."
Bagus, dua orang—ralat, dewa, ini benar-benar tampak bodoh sekarang.
Hingga tidak menyadari bahwa ibu mertua berbalur aura hitam yang berkibar-kibar berdiri tepat di belakang mereka.
Selanjutnya, kekuasaan raja neraka dinyatakan kosong dan manusia tidak memiliki hawa nafsu akan cinta.
Dewa Hades dan Afrodit dinyatakan hilang tertelan badai dari Demeter.
"Mama?"
Hari ini, istana Yoongi sunyi senyap. Jimin pun tak tampak batang hidungnya. Yoonji menapaki anak tangga menuju lantai bawah. Mencari-cari sosok ibu tirinya tersebut. Bibirnya mengerucut sebal, anjingnya pun terasa hilang dari peradaban.
Yoonji berkeliling seluruh ruangan sebab terlampau bosan, gadis muda berambut pendek tersebut iseng memunculkan kepalanya di antara pintu kamar Yoongi dan Jimin yang terbuka. Ada sepatu di sana, pasti ayahnya sudah pulang dan pergi lagi untuk memantau kerja anak buahnya. Ia mencebik kesal. Melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.
"Aah, mama dan papa kemana sih?! Padahal hari ini Holly ulangtahun!"
Ia merebahkan diri di atas kasur king size Yoongi. Berguling-guling tidak jelas sampai mata tajamnya menemukan sesuatu.
Sebuah botol kecil di atas meja rias Jimin.
Yoonji, dengan rasa keingintahuannya yang besar, mengambil botol tersebut dan mengguncangnya, mengendus sedikit dan membuka tutupnya.
"Ini parfum mama?" Ia menatap isi botol yang tidak sampai penuh. "Baunya manis, kayak sirup."
Kepalanya tertoleh ke kiri dan kanan. Memastikan tidak ada orang. Yoonji menuang setetes isi ke telapak tangannya. Ia menjilat sedikit tetesan itu. "Hambar!" Lalu botolnya ia letakkan seperti semula.
"Sudahlah, mending aku main dengan Holly—"
"Yoonji?"
Freeze. Yoonji beku di tempat. Ia berbalik badan dengan dramatis. "E-eh, Mama ..."
"Kenapa masuk ke sini?" Jimin menghampiri anaknya. "Holly yang berkepala tiga sudah minta makan di luar."
"Kukira semuanya lagi pergi, jadi—"
Deg.
Yoonji merasakan getaran aneh di dalam rongga dadanya.
"Sayang?"
DEG. DEG.
Jimin mendekatkan wajahnya, ia menatap wajah Yoonji yang pucat pasi dengan khawatir.
DEGDEGDEGDEGDEG.
"M-mama ..."
Jantung Yoonji rasanya ingin meledak.
Wajahnya merah padam.
"Yoonji? Sayang? Kau sakit?" Jimin menempelkan dahinya pada dahi Yoonji. Ia memasang air muka terkejut, tubuh Yoonji terasa sangat panas. "Ya ampun! Sini, Yoonji istirahat saja hari ini!"
Yoonji meneguk ludahnya dengan kasar. "R-rasanya aneh, Ma ..."
"Iya, kau demam." Jemari Jimin menarik lengan kurus Yoonji. "Istirahat dulu—"
Ia menepis tangan Jimin. Warna merah pada wajahnya tampak menjadi-jadi. Tidaktidaktidaktidak—ini tidak boleh terjadi!
Sayang, perasaan itu meledak-ledak sedari tadi untuk dikeluarkan.
Jimin melebarkan netranya.
Sang anak tiri bertumpu pada ujung jari kakinya, berjinjit dan meraup bibir perawan Jimin. Ia mendorong ibunya ke atas ranjang. Entah kenapa aura dominasi Yoonji lebih kuat dari Jimin yang notabene seorang lelaki.
"Y-Yoonji ...?"
"Ma—"
BRAK!
"WOWOWOWOW!"
Pintu terbanting sampai lepas. Yoonji ikut terguling, diterjang kerberos Yoongi yang bernama Holly. Yoongi buru-buru merengkuh Jimin yang masih shock. Menatap horror pada anaknya-entah-dengan-siapa. "Kau mau memperkosa ibumu sendiri lalu masuk majalah Hidayah?!" Yoongi menunjuk-nunjuk wajah Yoonji. "Aku tau dia cantik, tapi kau itu perempuan, Nak!"
"Ugh ..."
"Y-Yoonji, ayo jelaskan kenapa ..." Jimin gemetar dalam rengkuhan Yoongi. Sejujurnya ia jadi agak takut pada sang anak. "Kau punya alasan, kan?"
"Aku tidak sengaja mencicipi isi botol aneh itu!"
Yoonji bangkit dan mengambil botol di atas meja. Ia memperlihatkannya pada Yoongi yang kemudian histeris dalam hati.
Holy shi—
Itu ramuan cintanya.
"Aku kira ini sirup atau parfum biasa!"
"Jadi ini apa?" Jimin meraih botol di tangan Yoonji. Ia mengendusnya sedikit, kemudian buru-buru menjauhkannya. "Astaga, kenapa ramuan ini bisa sampai sini?!"
"Loh, kau tau?"
"Ya, Afrodit pernah pamer saat arisan ... kukira itu cuma bohongan."
"..."
Suasana keluarga neraka ini makin mencekam dan neraka aslinya mulai terasa. Yoongi meneguk ludahnya sendiri. Wah, sial. Tujuan tak tercapai, malah tambah rival. Mana rivalnya itu anaknya-entah-dengan-siapa lagi. Yoongi mendadak merasa sesal di dadanya sebab dahulu menjadi seorang lelaki kardus.
"... ini milikmu, Yoongi?"
Sialsialsial. "A-Afrodit yang memberikannya ..."
Wajah Jimin ikut memerah. Ia menunduk, rasanya sedikit malu tidak menjalankan kewajiban istri meskipun ia masih agak takut pada Yoongi. "Padahal kalau mau apa-apa kau bisa minta—"
"MAMA JAUH-JAUH DARI KOTAK KARDUS INI!"
Yha.
Detik berikutnya, terjadi insiden Penculikan Persefon bagian dua yang diperankan oleh Yoonji dan Jimin, dan anjing mereka yang dijadikan tunggangan melintasi sungai Akheron sampai nyaris menyasar ke surga (dan pastinya mereka segera ditolak untuk masuk).
Terakhir, Yoongi ditemukan anak buahnya sedang meratap sendu bersama para arwah di pinggiran sungai Kokitos.
Dan Jungkook yang merasa dikhianati karena tak kunjung menerima link yang dijanjikan Yoongi.
Bagian fanfiksi ini berakhir tanpa kejelasan.
—Bersambung.
[a/n : nyaris lupa untuk apdet huhu- saya memang nggak pinter ngelawak...
review sangat ditunggu! /u/ ]
