UJI NYALI

This fic © Fuyuhime Ryuu

All of cast © GOD and themselves

Rated : T

Genre: Failed Horror, Mystery.

Warning! Horror area, Gaje, abal, EYD gak karuan, no bashing, RnR?.

Don't like, DON'T READ THEN...!

Bagi yang gak suka cerita horror buatan fuyu, pencet aja back atau pencet tanda X berwarna merah di sudut kanan atas. Oke...?

_o0o_

Happy Reading...

_o0o_

PART 2: HANTU SEKOLAH

Tiga orang namja dengan tinggi yang hampir sama nampak memandangi amplop yang baru saja mereka dapatkan siang tadi. "Misi untuk kita, benar-benar berat. Kenapa sekolahan selalu berhantu sih...?" Keluh salah satu namja dengan wajah tampan dan lembut. Dua yang lainnya hanya mengangguk.

"Apa kita tidak jadi ikut saja ya?." Tanya salah satunya lagi yang berwajah tak kalah tampan.

"Tidak bisa hyukkie. Kita tidak bisa membatalkannya." Namja berwajah imut bernama lee sungmin itu nampak cemberut menanggapi kalimat sahabatnya.

Lalu bagaimana minnie. Aku sungguh takut." Namja tampan bernama lee hyukjae atau kerap dipanggil eunhyuk itu nampa frustasi.

"Aku juga." Ucap lee donghae, namja tampan berwajah lembut itu turut mengangguk setuju.

"Tapi aku tidak mau dipanggil pengecut." Sungmin nampak lemas melihat kedua sahabatnya itu kehilangan keberaniannya.

"Heh... Kita akan melakukannya kalau begitu."Ucap eunhyuk akhirnya. Perasaannya tidak karuan. Tapi kalau sungmin membuat wajah sedih sedemikian rupa, siapa yang akan tahan melihatnya.

"Jeongmal...?" Sungmin mendapatkan semangatnya lagi. Ditatapnya donghae yang masih belum mengeluarkan kalimat apapun.

"Baiklah. Kita akan melakukannya." Ucap donghae nampak terpaksa. Meski begitu, sungmin kembali berwajah ceria.

"Kalau begitu, kita kumpul digerbang sekolah hari minggu jam setengah 12 malam. Setuju?." Tanya sungmin.

"Baiklah." Balas kedua sahabatnya serentak.

Akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing setelah mencapai kesepakatan bersama.

Sebuah kertas tergeletak begitu saja dilantai.

PARAN HIGH SCHOOL

RUANGAN MUSIK dan RUANG SENI

Penerangan: Satu batang lilin dan tiga batang korek api.

Pelaksanaan: Minggu, 11 juni 20xx, Pukul 00:00 KST

_o0o_

Sudah menjadi rahasia umum bahwa setiap sekolah memiliki cerita misterinya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan paran high school. Isu yang kerap beredar adalah seringnya terdengar suara instrumen dari ruang musik sekolah tersebut. Instrumen itu awalnya akan terdengar lembut, namun semakin lama semakin keras dan bisa menyebabkan orang yang mendengarnya pingsan karena terlalu tinggi nada yang didengarnya.

Selain itu, ruang musik berseberangan dengan ruang seni. Disana kabarnya sering ada penampakan siswa perempuan yang nampak melukis. Namun sebenarnya yang dilakukan adalah menggores kanvas dengan kuas namun tintanya adalah darah miliknya. Dulu ada gadis yang meninggal bunuh diri diruang seni karena gurunya terus menerus mengatakan lukisannya jelek. Warnanya merahnya tidak terlihat. Maka dia nekat memotong nadinya dan mewarnai dengan darahnya agar terlihat merah.

Namun siapa yang tahu kebenarannya?. Tidak seorangpun. Maka dari itu, tugas mereka mencari kebenaran isu tersebut.

Tanpa terasa, minggu malam telah tiba. Sungmin nampak bersemangat malam itu. Dia datang pertama kali. Kemudian eunhyuk datang dan disusul donghae.

"Aku sungguh khawatir kalian tidak datang." Ucap sungmin pelan.

"Tentu kami datang. Kami tak suka melihat wajah melasmu min..." Balas eunhyuk. Sementara donghae hanya mengamini dengan anggukan.

"Kalian benar-benar best friend forever ku..." Sungmin memberi acungan jempol pada kedua sahabatnya itu.

"Halah... Sudahlah... Ayo kita masuk. Sudah hampir pukul 12 pas ini." Eunhyuk yang sebenarnya penakut merasa tidak sabar dan ingin segera menuntaskan misinya itu.

"Tunggu hyuk..." Sungmin segera mengejarnya dan donghae menjadi yang paling belakang.

Sekolah mereka dimalam hari benar-benar menakutkan seakan menyimpan teror dimana-mana. Namun tiga siswa nekad itu sudah membulatkan tekad, dan mulai menyalakan lilinnya ketika memasuki beranda sekolah.

Dengan langkah perlahan seolah takut membangunkan para penghuni malam, mereka mulai melangkah semakin dalam memasuki sekolah. Dicarinya ruang musik dan ruang seni yang kebetulan berhadapan itu dengan seksama.

"Ini dia..." Bisik sungmin pelan.

"Ayo kita masuk..." Ajak donghae mulai membuka pintu ruangan yang ternyata tidak dikunci.

Dengan langkah semakin pelan, ketiganya semakin mendekat kearah alat-alat musik yang tak bertuan itu. "Ah... Itu semua hanya isu. Baiklah, kita keluar dan masuk ruang seni."
Ajak eunhyuk mengomando. Dia benar-benar ingin segera menyelesaikan misi ini dan istirahat di kasurnya yang nyaman.

"Hm... Sepertinya tidak ada apapun disini." Ucap sungmin sembari melangkah menjauhi ruang musik bersama kedua temannya. Namun baru dua langkah. Suara 'ting...' tinggi terdengar melenting dari piano tua disudut ruangan.

Tiga siswa itu mulai memucat dan saling berpandangan. Suara ting itu berlanjut menjadi melody merdu milik mozart. Sekalipun nada itu lembut dan terdengar membuai ketiganya malah membeku ditempat.

Secara bersamaan, tiga siswa itu segera menolehkan kepalanya. Dan mereka tak mendapati siapapun di depan piano itu. Namun tuts nya dapat bergerak sendiri sesuai irama. Bagaimana ketiganya bisa melihatnya dikegelapan. Sesungguhnya, kegelapan itu bukan dalam arti sebenarnya. Sinar rembulan malam itu terlihat terang, jadi bagian dalam ruangan masih terlihat sekalipun hanya berupa bayang-bayang.

Saking takutnya, ketiganya mulai melarikan diri dan melangkah menjauh dari ruangan musik. Cahaya lilin padam, hal itu membuat rasa frustasi yang lain.

Ketiganya segera berlari tunggang langgang. Namun, "Hyukkie, lihat..." Donghae yang berhasil menangkap lengan eunhyuk segera menghentikannya.

"Ya Tuhan..." Ucap eunhyuk semakin frustasi saat melihat seorang gadis duduk dengan tenangnya sembari menghadap kanvas dihadapannya.

"Apa yang kalian lakukan? Ayo..." Ajak sungmin yang sudah berjarak 10 meter dari tempat mereka berdiri.

"Chakkaman minnie ah... Jangan tinggalkan kami." Ucap eunhyuk mulai memperkecil jaraknya dengan sungmin.

"Kalian pasti takut sekali" Ucap sungmin sembari tersenyum.

"Seperti kau tidak." Balas donghae saat sudah hampir mencapai beranda depan. Mereka merasa terselamatkan.

"Chakkaman, sepertinya aku kehilangan handphone ku. Aku cari dulu ya sebentar?." Sungmin segera kembali tanpa mengindahkan panggilan donghae dan eunhyuk.

"Ah... Dasar namja pabo. Kita bisa mengambilnya besok kan?" Ujar eunhyuk setengah kesal. Ingin rasanya segera menghilang dari tempatnya berdiri dan bergulung didalam selimutnya yang hangat dikamarnya yang nyaman dan aman.

"Ya Tuhan... Mereka benar-benar ada. Wa... Sungminnie lama sekali sih. Jangan-jangan dia dimakan hantu..." Ujar donghae berasumsi.

"Kau ngawur sekali hae ah... Ah sial... Aku mulai takut lagi." Lagi-lagi eunhyuk menggerutu tak jelas.

Srak.. Srak... Donghae segera memeluk eunhyuk intens saat telinganya mendengar suara langkah kaki yang bergesekan dengan daun kering. "Hyukkie... Ayo pulang saja..." Ajak donghae hampir menangis.

"Dan meninggalkan minnie?. Aigoo... Aku juga takut, tapi aku bukan orang yang tak setia kawan hae ah..." Eunhyuk mulai gemetar juga. Suara itu, bukan hanya donghae yang mendengarnya.

Suara langkah itu semakin dekat kearah dua namja yang semakin ketakutan dengan keringat dingin yang sudah mengucur tidak karuan dari kulit keduanya.

"Minnie... Jebal... Palliwa..." Eunhyuk sudah mulai putus asa. Satu langkah lagi dari suara itu, eunhyuk sudah berjanji akan melarikan diri dan meninggalkan apapun yang tidak bisa lagi ditunggunya. Batas toleransi keberaniannya sudah sampai pada ujungnya.

"Hyukkie.. Hae ah..." Suara yang terdengar bergetar itu segera saja memasuki gendang telinga keduanya.

"Minnie..." Ucap keduanya serentak. "Minnie, palli... Kita harus segera pergi dari sini." Eunhyuk segera menggenggam pergelangan tangan seseorang yang diyakininya sungmin itu, dan tak melupakan donghae juga.

Ketiganya segera mengambil langkah seribu tanpa sempat mengatur nafas mereka.

_o0o_

"Itu tadi menakutkan sekali..." Keluh dongahe saat ketiganya sudah didalam kamar. Sungmin dan donghae akhirnya memilih untuk menginap dirumah eunhyuk malam itu.

"Aku setuju." Balas sungmin sambil bergidik. Sungguh masih segar diingatannya pengalaman mengerikannya.

"Kau sih min, pake acara menghilangkan ponsel segala. Kami hampir mati ketakutan saat kau tidak segera kembali, sementara suasana sekolahan semakin mengerikan." Keluh eunhyuk menumpahkan segala kekesalannya.

"Aku tidak kehilangan ponsel. Ponselku ada di dalam tas dan tidak hilang." Sungmin segera memperlihatkan ponselnya yang baru saja dikeluarkan dari tasnya.

"Eh...? Kau yakin?." Tanya donghae curiga.

"Ehm... Aku sudah mempersiapkan kemungkinan terburuk. Jadi aku menyimpan semua barang berhargaku didalam tas agar tidak terjatuh kalau aku berlari." Jawab sungmin. "Ah ya, mian... Aku meninggalkan kalian tadi. Habisnya aku takut sekali, dan melupakan kalian. Hehehe..." Lanjut sungmin cengengesan.

Sementara eunhyuk dan donghae seketika memucat dan saling berpandangan. "Kau yakin meninggalkan kami?." Kali ini eunhyuk yang bertanya.

Sungmin mengangguk yakin. "Wae...?"

"Kau tidak bersama kami saat keluar dari sekolah?." Tanya donghae masih kurang yakin.

"Ehm... Saking takutnya, aku langsung lari. Bahkan aku tersesat berkali-kali disekolahku sendiri. Sedikit aneh, harusnya aku hafal. Kenyataannya aku hampir tidak tahu arah pintu gerbang berada." Sungmin kembali bergidik mengingat hal itu.

"Kalau begitu, siapa yang keluar bersama dengan kita tadi hyukkie...?" Donghae semakin memucat. Eunhyuk hanya mampu menggeleng tak mengerti.

_END_

Cuplikan uji nyali part 3.

"Serius, kita tidak jadi melakukan uji nyali. Bagaimana kita membuat laporannya nanti.? Mengarang bebas?."

"Tentu saja tidak. Kita akan membuat laporannya dengan benar."

...

"Ya Tuhan... Ini benar-benar menakutkan... Ayo kita kembali saja. Aku mengaku, aku seorang penakut dan pengecut. Jebal... Ayo pulang saja. Kita hanya cari penyakit disini."

"Kali ini... Untuk kali ini saja. Aku setuju denganmu chullie. Aku sungguh ingin berbalik arah dan pergi kepantai mencari nelayan, meminta ikannya dan membakarnya."

...

"Teuki, chullie... Kau merasakannya?."

"Ayo kita pulang..."

Sa, Ini lanjutannya datang dengan trio lee yang menjadi castnya.

Tambah nggak serem?. Sama sekali gak buat merinding? Ya mau bagaimana lagi...? Maafkan fuyu...

Fuyu mohon maaf gak bisa balas review kalian satu persatu.

Tapi fuyu sangat berterimakasih atas aspirasi dari readerdeul semua... #bow,

Give me a review...

Fuyuhime Ryuu, 06-10-2015