Disclaimer : Andai Naruto punya ku, pasti aku gak perlu repot-repot ngegadai kan segala hal untuk biaya sekolah. =..="
Summary : Sasuke heran bin penasaran dengan perubahan naruto yang mistis. Apakah sebenarnya yang disembunyikan Naruto? Kenapa dia bias berubah drastis?
Warning : OOC, garing, gajeness, author abal yang mempersatukan paduan antara donat yang dilumuri coklat dan ditaburi kacang di atasnya.(?)
Rahasia Ku
O-Ren ishi
Naruto masih membuka majalahnya, membolak-balik terkadang mengacak-acak rambutnya sendiri dengan tangan kanan dan tangan kiri membuka majalah khusus membahas keremajaan itu.
Badannya tengkurap hanya dengan sehelai singlet dan boxer mini bergambar animasi katak hijau. Kamar yang begitu berantakan, buku berserakan di meja belajar. Pakaian dimana-mana. Sehingga tidak dapat dibedakan lagi mana yang bersih dan yang kotor. Bau-nya juga sedikit tidak sedap.
Udara semakin siang semakin panas, tubuh Naruto yang mengandung hasil metabolisme berupa keringat dan minyak yang lengket di rambutnya, belum juga selera untuk menyentuh air walaupun bau busuk menguap dari tubuhnya. Sesekali tidur-tidur ayam, tapi bisa tiba-tiba teriak-teriak gak jelas seperti orang kesurupan. (sumpah! Mirip banget sama orang gila yang baru kutemui kemarin.*digaplok*)
"Narutooo…" teriak suara dari luar kamar.
"Apaaa?" Naruto malas untuk bangkit karena dia kenal suara ini. Suara yang terdengar seperti 'aku-kasihani-aku'.
"Boleh pinjam sabun doooong?" tanyanya lagi.
"Gak boleh untuk kali ini!" mendengar pertanyaan itu Naruto semangat untuk bangkit dan mendobrak pintu kamarnya sendiri ala super ero betmen, eh ato super hero batman.
"Eh?" orang itu mematung seperti habis ketangkap basah maling celana dalam. Tiba-tiba sabun ditangannya jatuh.
Gerakan slow motion : on
"TIDAAAAK!OH NOOOOO!" gerak bibir Naruto terlihat jelas. "HAP!" Naruto bernafas lega. "Fiuuuuuh.."
"Sabunku sayang, sabunku malang.." sementara orang tadi masih menganga heran. "Huh! Dasar kau tidak berkprisabunan!" bentak Naruto sambil membersihkan sabunnya dari debu.
"Anoo.. Naruto…" kata si teman.
"Apa?" Naruto kesal.
" Apa kau tidak terlalu lebayatun.. atun aja gak lebay.." katanya gak nyambung.
"Diam kau TEME! Tau apa kau!" bentaknya lalu meninggalkan Sasuke yang masih menganga menuju kamarnya.
Ngiiiing.. Ngiiiing.. Ngiiiing.. hap.
"Ah.. lumayan juga ini nyamuk, awas aja kalo lidah gue jadi keriput kehilangan darah." Sasuke berbicara sendiri, lalu pergi keruangan yang berlabel 'WC'.
Sasuke termenung di meja belajarnya. Melamun, mengkhayal. Namun, Sasuke merasa melamun di kamarnya (yang tidak jauh beda dengan kamar Naruto) tidak khusyuk. Sasuke memutuskan untuk melamun di tempat yang lebih bersih, di depan asrama Konoha.
Sasuke membawa buku bacaan, tapi tidak dilihat bahkan 1 huruf pun. Dia sibuk melamun dengan kening berkerut, wajah ditekuk, rambut ekor bebek (?). Pemandangan yang tidak sangat enak. Tapi, bagi Sakura. Walau dalam posisi apapun Sasuke tetap ganteng.
(Pernah tuh author curhat sama kakak kos.
"Kak.. aku lagi naksir si 'ini'. Ganteng, cool, udah gitu kalo senyum semeriwing gitu. Cukup buat simpenan 3 bulan untuk diingat2" kata author berbunga-bunga, walaupun tuh orang gag kenal ama author. T.T
"Aduh dek.. kasian banget cinta bertepuk sebelah kaki.. biar jangan menderita, bayangin aja dia lagi boker, pasti gak cinta lagi."
Lho? Kok lari ceritanya. Back to the fic)
" Hei! Sasuke!" Sakura mengejutkan Sasuke. Sakura duduk di samping Sasuke. Mereka berada di taman depan asrama. Sungguh suasana romantis, walaupun belum waktunya bunga sakura gugur ato bersemi.
" Gak terkejut!" tiba-tiba Sasuke mengeluarkan kata-kata. Sakura swt. 'kok garing gitu!' piker Sakura.
"Hayooo.. lagi ngelamun jorok ya.." goda Sakura.
"Jangan samain gue ama lo yang suka nonton bokep!" Zleb! Trak!Trak! Suara retakan hati Sakura, terdiam seribu bahasa , Cuma bisa 1 bahasa (?). "Hancur sudah reputasiku.. dasar Ino tukang gossip!" batin Sakura.
"Ngapain sih disini Saske-kun?" Tanya Sakura mengalihkan pembicaraan.
"Gue lagi bingung sama Naruto.. Sak!" kata Sasuke.
"Hah? Kenapa Sas?" Tanya Sakura berlebay-an.
"Gue juga bingung Sak." Jawab Sasuke lemot.
"Emang, si Naruto kenapa Sas?" Tanya Sakura lagi.
"Itu dia masalahnya, Sak. " jawab Sasuke bertele-tele.
"Anoo.. Saske-kun.. jangan panggil Sak gitu dong, terdengar seperti 'rusak'.." kata Sakura malu-malu.
"Ya…suka-suka gue dong! Mulut-mulut gue! Kok lo yang sewot!" Sasuke tiba-tiba naik daun, eh naik darah.
"Maap Saske-kun.." Sakura terdiam seperti anjing dilempar batu. Terdiam sejenak.
"Jadi, si Naruto kenapa Saske-kun?" Tanya Sakura dengan penuh sopan santun dan kasih sayang (?), "untung gue udah pernah les kepribadian.." batinnya.
"Naruto makin aneh. Tiap malem keluar terus akhir-akhir ini, makin pelit, minjem sabun aja sampe paranoid gitu. Padahal dulu gak dipinjem juga ditawarin ama dia." Kata Sasuke lesu.
"Hmm.. kamu sudah selidiki dia pergi kemana?" Tanya Sakura tampak khawatir. Tapi, bukan kepada Naruto melainkan dengan Sasuke (jahat nih orang. =..=)
"Haaaah.. males.. dia keluar malem-malem, gue udah ngantuk duluan.." kata Sasuke polos (ato lemot). Sakura swt "yaelah. Ini orang!"
"Coba selidiki aja malem ini Saske-kun.." Sakura sok menerangkan.
"Ah.. iya.. yaudah deh ntar malem.." Sasuke meninggalkan Sakura begitu saja. Sakura senyum getir, membentuk kedutan di dahinya. "Huh!" Sakura pun pergi.
TBC
Apakah yang dialami Naruto sebenarnya? Berhasilkah Sasuke menyelidikinya? Bagaimana kenajutan kisah cinta author(?).
Tunggulah kelanjutannya… ohohoho
Fanfic ku setelah lama hiatus. Padahal udah kelas 3, masih sempat-sempatnya buat fanfic. Tapi, gpp deh! Demi mengasah kemampuanku. Semangat! Semangat! *dilempari tomat* =='
Maka itu saia mohon doanya ya reader agar saia bias lulus UN dan masuk Universitas negri. Amiiiin^^
Silahkan Repiu-nya para reader yang baik hati, tidak sombong dan taat pada nasehat orang tua..^^
