Note: Cerita ini berisi mitologi Yunani, mitologi Nordik, kata2 jepang, dan gaje (?)


Setelah Hel sudah terbangkit, dia memakai baju hitam dan dia melihat badannya. Dia punya bekas luka. Hel menyentuh wajahnya sendiri (Bekas luka, hmm... Ya sudah, mau cantik atau jelek, tetap saja...) Dia sudah pusing bahwa dia tidak mempunyai pasangan sama sekali. Dulu Hel suka dewa salju, Ullr. Dia memikirkan itu dia tampan sekali. Tetapi sudah telat, Ullr sudah menikah bersama raksasa betina, Skadi. Dia terobsesi sama cuaca dingin. Perasaannya Hel menjadi kesal dan menderita. Saking dia kesal walaupun statusnya jomblo.

(Arrggh! Aku kesal! Sebagai dewi, kapan aku bisa dapat pasangan?! Yang lain sudah dapat pasangan... Ugh, cukup! Aku nggak butuh pasangan! Mereka pikir itu aku ini dewi yang jelek!) Hel sudah jengkel melihat para dewa sudah mempunyai pasangan, Dia sudah tidak mau dapat pasangan. (Tapi... aku dapat badan baru. Ya sudahlah abaikan saja.) Dia keluar dari ruang kamarnya, dia pergi ke ruang tahta. Hel menduduki kursi tahta, dia akan menunggu kalau ada sesuatu yang menarik. Dia jadi jengkel karena dia tidak dapat pasangan. Aelgrid bingung melihat Hel.

"Hel-sama?" dia memanggil namanya. Hel jadi kaget kalau Aelgrid telah muncul. "Ah! Aelgrid!"

"Kenapa anda tiba-tiba kesal?" dia bertanya, Hel tersenyum. "Tidak apa-apa kok, Aelgrid! Cuma imajinasi!"

"Tidak, anda bohong. Apakah anda masih memikirkan tentang pasangan?"

"Lah, kok kamu bisa tahu?" tanya Hel. "Iya, saya melihat anda berada di ruang kamar. Anda sedang memikirkan tentang Ullr?" jawab Aelgrid. Hel menjadi termurung dan dia tertawa pelan dengan sungguh memalukan. "Uhh... Dulu aku sangat suka kepada Ullr, tapi dia sudah menikah sama Skadi..."

"Hm... begitukah... Pantas saja anda kesal..."

"Tapi, Aelgrid. Jangan bilang ke siapa-siapa... Maafkan aku kalau nggak menceritakan tentang itu. Pokoknya... aku tidak butuh pasangan! Sudah muak melihat ada pasangan!" Hel mencekam kepalanya, dia merasa iri saat dia melihat pasangan. Auranya semakin besar dan sangat mengerikan. Aelgrid menjadi kaget, dia harus tenangkan dia. "Hel-sama! Tolong tenangkan dulu!" Dia tergagap karena Hel sedang murka memikirkan pasangan, dia berdiri dari kursi tahta. Dia ingin menghilang suasana hatinya dan dia berjalan dari belakangnya Aelgrid.

"Aelgrid."

"Iya?"

"Jangan bilang ke siapa-siapa tentang ini. Aku jalan-jalan dulu. Jangan sampai jatuh kepada musuh dari dunia lain, jagalah tempat ini."

"B-baik, Hel-sama..." Dia masih tergagap sambil keringat. Hel mau pergi ke dunia manusia dari Helheim. Dia berteleportasi ke dunia manusia. Aelgrid mendesah dan dia memikir, (Dia pergi jalan-jalan... Kira-kira, Hel-sama mau ngapain ya?) Dia melihat kaca yang misterius, dia melindungi Hel di luar dunia sembilan. Ketika Hel sudah sampai di dunia manusia, dia datang ke Athens, kota Yunani. Hel tidak pernah pergi ke dunia manusia. (Hm... Indah sekali. Aku tidak pernah pergi ke tempat yang tersebut. Eh, sebentar. Aku harus ganti baju modern biar nggak ketahuan orang.) Dia menggantikan baju biasanya menjadi baju modern. Dia memakai baju yang berwarna putih.

Dia mau pergi ke perpustakaan. Memang, Hel suka membaca buku yang menarik. Tetapi dia mencari tempat perpustakaan, Para semua orang pada menoleh ke dia. Mereka tidak pernah melihat dia.


Orang-orang yang berbisik:

Orang 1: "Siapa ya? Nggak pernah lihat..."

Orang 2: "Cantik banget itu orang. Tapi mengerikan..."

Orang 3: "Aku nggak pernah lihat seorang wanita yang berpakaian putih..."

Orang 4: *memerah*

Orang 5: "Siapa ini?"

Orang 6: "Kok serem ya? Apakah karena bekas luka di wajahnya?"

Mereka pada berbisik-bisik. Hel menjadi tidak enak di dengar oleh para orang-orang yang normal. Dia langsung berjalan keburu-buru. Dia pernah di hina oleh para dewa Asgard. Bahkan Hel menyesal penghinaan itu. Semua orang menjadi bingung walaupun dia lari. Mereka pada berbisik-bisik lagi. Tiba-tiba, dua orang Gold Saint telah muncul sejak semua orang yang berbisik-bisik. Yaitu Cancer Deathmask dan Pisces Aphrodite, mereka menjadi penasaran itu. "Kok kenapa jadi gini?" kata Deathmask.

"Mungkin semua orang pada melihat seorang wanita yang berpakaian putih. Pasti cantik atau tidak."

"Masa sih? Mana? Nggak kelihatan kalau ramai begini."

Ketika keramaian para orang sudah terbuka, Matanya Deathmask melebar. Dia melihat Hel sedang lari keburu-buru. Dia masuk ke perpustakaan di sebelah toko lain. "Ngomong-ngomong, itu siapa ya? Gadis itu misterius." tanya Deathmask. "Nggak tahu, Deathmask. Kita nggak pernah lihat seorang gadis itu." kata Aphrodite. Dia terengah-engah dan dia menuju ke penjaga perpustakaan yang sedang duduk di resepsi. "Ah, halo, pelanggan baru! Kalau mau baca, silakan tanda tangan." katanya. Hel melihat buku tanda buat pelanggan yang terbaik. Dia menggunakan namanya, "Aozora" dan dia tertulis tanda tangannya Aozora. Sedangkan penjaga perpustakaan ingin berkata, "Terima kasih banyak!" Hel mengangguk kepada dia dan dia tersenyum. Dia mencari buku mitos yang dia ingin tahu. Setelah dia mengambil buku itu, Hel membuka buku dan dia tidak mengerti bahasa Yunani. Dia menutup bukunya, dia ingin tanya ke penjaga perpustakaan.

"Um, mbak. Aku mau tanya, buku-buku yang berbahasa Inggris, ada nggak? Daritadi aku baca buku yang berbahasa ini, aku jadi bingung..."

"Buku-buku yang berbahasa Inggris di sebelahnya." Dia menunjuk ke di situ. Hel menoleh arahnya. "Terima kasih." Dia menuju ke rak buku yang berbahasa Inggris.

"Iya, sama-sama."

Hel mengambil buku dan dia membaca buku yang bergenre sejarah. Dia suka membaca buku yang menarik. Tiba-tiba, Deathmask dan Aphrodite melihat Hel sedang membaca dari jendela.

"Terus, kamu ngapain lihat gadis itu?"

"Aku kan penasaran sama dia. Dia itu sebenarnya siapa sih?"

"Mana aku tahu?! Kenapa kau malah tanya aku?"

"Lah, jangan tegas dong! Kan cuma tanya!"


Sudut Pandangnya Hel:

Aku daritadi baca buku ini terus. Bukunya banyak menarik atau tidak. Ketika aku kedengaran dari jendela, aku nampak mereka sedang melihat aku. Tetapi mereka terkejut kalau aku menoleh ke jendela. Aku sebenarnya malu sih kalau ada orang seperti mereka. Lalu aku menjauhi dari mereka sambil bawa buku. Mereka malah bertengkar.

"Ini semua gara-gara kamu, Aphro! Dia malah kabur dari kita coba!"

"Hm! Terserah kau, Deathmask. Aku pulang ke Sanctuary dulu."

(Tch! Dasar ikan yang menyebalkan...)

Dan dia melihat ke aku terus. Aku tidak enak di lihat... Takutnya... aku bakal di hina terus oleh para dewa Asgard atau lain kecuali Odin. Aku mendesah, sesudah membaca buku. Aku harus mengembalikan buku ini ke resepsi. "Sudah baca buku ini?" penjaga perpustakaan bertanya kepada aku. Aku langsung mengangguk. Aku menaroh buku-buku ini ke meja resepsi. Ketika aku membuka pintu depan perpustakaan, ada seorang lelaki yang terkejut. Mungkin dia tahu soal Aozora Inoue, 'kan? "Inoue-san...? Kenapa kamu bisa hidup?" dia bertanya. Tetapi aku tidak tahu seorang lelaki satu ini.

"Kamu siapa?"

END


Fanfic bakal di lanjut. Hel dulu suka sama Ullr karena ada puisi dari orang lain. Tinggal cari aja, "Hel to Ullr".