DISC: Naruto milik MK sensei
Aku Cuma minjem charanya aja
Gender bander femnaru
Warning! Cerita pasaran, alur ga jelas, occ, typos bertebaran, EYD tidak baku
Don't like don't read
Chapter 2
Merasa bosan karena tidak ada tanggapan sama se kali dari lelaki yang sedang di ajak bicara, Naruto pun beranjak menuju ruang tengah untuk menonton film kartun kesayanganya, sedangkan lelaki yang sedari tadi memperhatikannya pun ikut beranjak membuntuti naruto dan ikut duduk di samping naruto bersebelahan di sofa.
Sesekali Naruto tertawa karena acara film kartun yang dia tonton, berbanding terbalik dengan lelaki di sebelahnya dia hanya tersenyum tipis, bukan karena acara yang di sedang di tayangkan tapi karena dia melihat Naruto yang sedang tertawa dia sama se kali tidak perduli dengan tayangan di tv.
Naruto yang di perhatikan terus akhirnya menoleh dan tersenyum kepada lelaki tersebut, naruto kemudian merapatkan tubuhnya kepada lelaki tersebut, dia menyandarkan kepalanya di bahu lelaki tersebut, selajutnya naruto mendapatkan usapan sayang di kepalanya, merasa nyaman dengan usapan tersebut, naruto pun mendekap tubuh lelaki di sebelahnya, harum parfum vanila lembut yang di pakai sang lelaki mampu menenangkan pikiran dan tubuh naruto, bau yang sudah menemani hampir 5 tahun kehidupanya, sungguh Naruto menyukainya.
" aku mengantuk, tuan! Gendong aku ke kamar ya! Aku malas se kali berjalan, aku cape tadi kuliah, tempat nya sangat luas, kelasnya jauh, tapi aku sudah punya 1 teman perempuan yang sangat cantik dan baik, namanya sakura" ujar naruto panjang lebar dengan nada manja dia bicara kepada lelaki yang masih di dekapnya, sang lelaki hanya diam mendengarkan tampa respon.
" hei, sekali- kali tertawalah tuan, dan berbicaralah banyak, toch itu tak akan mengurangi kadar tampan di wajahmu, mengurangi jumlah wanitamu, juga tak akan mengurangi jumlah uang serta hartamu" naruto berbicara lagi dalam dekapanya.
" eh, kita satu kampus! Tapi kenapa tadi aku tidak bertemu dengan tuan? Apakah tuan bersembunyi?" tanya naruto kepada lelaki di sampingnya, dia pun melonggarkan dekapannya guna melihat wajah tampan di depan matanya, hanya senyuman lagi yang di dapat naruto, tidak ada jawaban. Merasa bosan didiamkan terus naruto pun hendak beranjak dari sofa, tapi tangannya di genggam oleh lelaki tersebut.
" apakah kalo kita bisa bertemu di kampus, kau tak aka meninggalkan ku naruto?" akhirnya sang lelaki berbicara, bukannya menjawab pertanyaan naruto dia malah balik bertanya.
Naruto yang sudah berdiri kemudian menghadapkan tubuhnya ke lelaki tersebut yang masih duduk di sofa, dia menagkup wajah tampan itu dengan kedua tangannya, lama naruto terdiam memperhatikan lelaki tersebut, wajah tampa cela, sempurna hanya 1 kata yang bisa naruto ucapkan dalam hati, kemudian naruto sedikit membungkukkan badannya dia pun mencium bibir sang lelaki dengan lembut, rasanya masih lembut seperti dulu pertama kali dia merasakan bibir lelaki itu.
" aku, mencintaimu tuan" jawab naruto setelah melepas kecupannya, dia pun menggenggam tangan lelaki tersebut, meremasnya dengan sangat pelan, jujur hati naruto sedikit tercubit saat mengtakan hal tersebut, sudah beribu kali dia mengatakan hal itu, tapi dia tak pernah mendapatkan pernyataan balik dari sang pria.
" gaara, panggil aku seperti itu dan berhenti memanggilku tuan, naru" jawab lelaki di hadapan naruto yang sudah berdiri di depan naruto, dia sama se kali tidak merespon ucapan naruto tentang perasaanya. Naruto hanya diam memandang lelaki di depannya, sudah terbiasa tidak mendapat respon. Kemudia lelaki tersebut mengendong naruto dengan gaya pengantin, naruto hanya diam di gendong seperti itu, tampa pria itu sadari ada sebulir air mata yang lolos dari mata indah naruto, naruto buru-buru mengusap air matanya.
" apakah sebegitu susahnya untuk mengetahui perasaan mu kepadaku, gaara?" tanya naruto dalam hati. Naruto pun mengeratkan peganganya di
dada pria tersebut, jujur hatinya saat ini sedang menangis, menangisi hidup dan kisah cintanya.
Gaara nama lelaki yang sedang mengendong naruto, dia meletakan tubuh naruto di atas kasur, kemudian dia pun naik ke atas kasur dan ikut membaringkan tubuhnya, dia mendekap tubuh naruto, kepalanya dia tenggelamkan di dada naruto mencari kenyaman di sana, naruto kemudian mengusap rambut pria yang sedang nyaman di dadanya, naruto hanya memandang langit-langit kamar sambil melamun, tampa naruto sadari pria yang sedang di usapnya sudah berada di atas tubuhnya
" aku menginginkan mu naru" ujar sang pria tepat di samping telinga naruto, hembusan napas gaara langsung menyadarkan naruto dari acara melamunnya. Naruto kemudian menangkup wajah di depannya, tersenyum, kemudian naruto mengangguk, naruto mengerti bahwa gaara sedang minta ijin atas tubuhnya.
Di mulai dari kecupan biasa,kemudian lumatan dan remasan, naruto tahu bahwa malam ini juga akan jadi malam panjang yang sangat panas untuk dirinya dan gaara sama seperti malam-malam sebelumnya. Malam yang selalu di sertai lenguhan dan erangan dua insan. Malam-malam penuh dengan peluh kenikmatan dan dosa.
Tbc
Author note
Gomennn saya di sini pendatang baru jadi masih belajar untuk membuat fanfic, jujur saya kurang paham cara mempublish cerita yang baik. Soal pairing saya belum bisa tentukan, yang jelas naruto itu perempuan hehhehee
Oh iya saya juga mengucapkan banyak terikasih kepada pembaca yang sudah mau meriview cerita saya, bungkuk jarak jauh. Saya menerima semua saran dan kritik, dan mohon bimbingannya.
