Berjalan gontai menuju rumahnya, tak ada beban untuk nanti malam dan itu sangat membuatnya senang. Andaikan saja semua guru yang ada di sekolahnya seperti itu pasti sangat menyenangkan rasanya. Sesampainya di rumah nyamannya itu, ia masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di tempat tidur nyamanya itu. Pikirannya kini melayang ke kejadian tadi pagi yang dialaminya. Mulai dari ia mendengar suara dentuman keras hingga ia mengetahui bahwa itu adalah sebuah kecelakaan dan berakhir pada seseorang yang tidak ia kenal namun hatinya mengatakan sangat ingin mengenal orang yang tengah menunggu sesuatu atau seseorang itu dengan tatapan sendunya.
Lama memikirkan itu, ia pun merasakan kantuk yang teramat sangat, dipejamkannya mata elang itu dan seketika Sehun pun tertidur dengan lelapnya.
"Kumohon tolong aku..."
Sehun bermimpi, dan dalam mimpinya itu ia medengar suara yang sangat pelan dan lirih, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat itu guna mencari sumber suara.
"Kau...siapa?"
"Kau mendengarku?"
Sehun sedikit heran atas pertanyaan dari suara itu "tentu saja aku bisa mendengarmu" namun tak ada jawaban suara yang didengar oleh Sehun lagi.
"Hei..kau masih di sana?"
"Maaf...aku terlalu senang"
"Aku tak mengerti ucapanmu. Tapi kenapa kau meminta pertolongan"
"Ah ya aku lupa. Tuan apa kau bisa menolongku? Aku mohon pergilah ke kota Suwon"
"Untuk apa aku harus pergi ke sana? Aku saja tak tahu kau siapa"
"Ku mohon tuan, bantulah aku..ada hal yang harus aku sampaikan"
"Maaf aku tak bisa melakukannya"
Seketika Sehun terbangun dari mimpinya dan merasakan hal yang sangat aneh.
"Perasaan apa ini? Aish kenapa hidupku tak pernah tenang barang satu hari saja"
TING TONG
"Astaga kenapa dia harus datang?!" Mengusak rambutnya frustasi karena seorang tamu yang tak ingin ia undang datang dengan sendirinya
"Oh Sehun buka pintunya, aku sudah tak sabar lagi. OH SEHUN"
"bisakah kau tidak berteriak?"
"Kau lama sekali tuan Oh, kakiku sampai kram"
"Kau berlebihan Jong" pintu masih terbuka dan Sehun membalikkan badannya, mengabaikan Jongin yang masih setia menunggu di ambang pintu.
"Kau tak mempersilakanku masuk?"
"Tak perlu ku persilakan kau akan masuk dengan sendirinya hitam"
"Ya ya. Kau sudah menyiapkan makanan untuk belajar kan?" Melangkahkan kakinya menuju kamar Sehun yang ada di lantai dua. Menghitung setiap anak tangga yang ia pijaki.
"Yang perlu dipersiapkan bukan makanan tapi buku"
"Terserah kau saja, tapi aku tamu di sini, jadi kau harus menyiapkan apa yang tamu inginkan bukan?"
"Ya kau tamu tak diharapkan"
"Ayolah tuan Oh" mengeluarkan jurus andalannya.
"Sudahlah keluarkan buku sejarahmu, aku mau turun sebentar"
.
.
.
Pergi keluar rumah guna membeli minuman dan juga makanan ringan sebagai teman belajar mereka atau lebih tepatnya sebagai teman belajar Jongin.
"Si-siapa kau? Kenapa kau diam di depan rumahku?"
"Aku hanya kebetulan lewat dan ingin menanyakan alamat" orang itu mendekat ke arah Sehun jaraknya sangat dekat hingga membuat Sehun sedikit memundurkan tubuhnya.
"B-bisakah kau mundur sedikit?" Alih-alih melakukan keinginan Sehun, orang itu malah semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh Sehun dan menghimpitnya di dinding. Membelai pipi tirus milik Sehun secara perlahan.
"Maaf aku tak bisa, karena kau sudah menolak untuk membantuku maka tak ada pilihan lain lagi selain ini" mencoba meraih dahi Sehun namun sebelum itu terjadi, Sehun sudah terlebih dahulu mendorong tubuh orang itu hingga membuat jarak di antara mereka.
"Hei aku tak mengenalmu sama sekali, kenapa kau tiba-tiba melakukan itu hah?!" Meninggikan suaranya karena niat untuk menjalani hari dengan damai sudah berantakan semua.
"Apa kau masih belum mengerti juga? Sudah ku katakan aku ingin mencari alamat, kenapa kau kasar sekali, aku juga tak ada berniat jahat padamu" menunjukkan wajah kesalnya dan itu sukses membuat Sehun berpikir jika orang yang ada di depannya ini sangatlah imut.
"Hei kenapa kau diam saja? Sekarang kau yang terlihat seperti seorang psikopat"
"A-ah maaf, kau bilang mencari alamat bukan? Boleh aku tau di mana alamatnya?"
"Apa kau tak berniat meminta maaf terlebih dahulu?"
"Baiklah baiklah, maafkan aku dan alamatnya?"
"Ah alamatnya..." pria itu langsung mendekatkan tubuhnya dan sedikit menjinjitkan kakinya, membisikan sebuah kalimat di telinga Sehun hingga membuat Sehun sedikit merinding karena bibir orang itu menempel di daun telinga Sehun.
"Tunggu, bukankah itu alamat rumahku?"
"Benarkah?" Orang itu terlihat sangat antusias dan matanya terus berbinar indah
"Ya disini Distrik Seocho, Lingkungan Yangjae, Blok C, nomor 07"
"Wah syukurlah jika benar, dan kau tahu ini adalah rumah pertama yang aku datangi"
"Tunggu, untuk apa kau mencari alamat rumahku?"
"Ah aku akan tinggal di sini"
"Apa?!"
"Ya aku akan tinggal di sini, dan aku akan segera kembali"
.
.
.
Kembali memasuki rumahnya tanpa membawa satu barangpun dan itu membuat Jongin heran dan sekaligus bingung.
"Hei Hun, kau keluar selama itu dan kau tak mendapatkan satu bungkus kacang pun?"
Ucapan Jongin sama sekali tak dihiraukan oleh Sehun, ia hanya berjalan melewati Jongin dan pergi merangkak menuju kasurnya, membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya dengan lekat.
"Jongin, sebaiknya kau pulang saja, aku tak bisa menjelaskan materi kepadamu"
"Tapi kenapa Hun?"
"Aku lelah Kai"
Menyadari ada yang berbeda dengan Sehun, dan ia rasa ia tak boleh membantah perintah Sehun kali ini. Ia memasukkan semua buku ke dalam tas ranselnya. Berdiri dari duduknya dan mengucapkan salam selamat malam pada Sehun, pergi meninggalkan Sehun yang masih menatap lurus ke arah langit-langit kamarnya.
"Sebenarnya dia siapa? Siapa namanya?" Bertanya pada dirinya sendiri dan baru menyadari jika ia belum mengetahui nama orang itu.
"Wah rumahmu bagus juga ya" mendengar ada suara asing yang memasuki telinganya, ia segera membangunkan tubuhnya dan menatap ke arah pintu kamarnya.
"Kapan kau masuk ke rumahku?"
"Tadi saat temanmu keluar dan aku juga menyapanya"
Sehun hanya menghela napas beratnya dan membuat orang yang tengah berdiri di ambang pintu itu tersenyum penuh arti.
Orang yang ada di ambang pintu itu kini masuk ke kamar Sehun dan mendekat ke arah Sehun yang tengah melamun dalam diam.
"Xiao Lu, itu namaku jika kau ingin tau" membisikkan namanya di telinga Sehun dan sedikit menjilat sensual daun telinga Sehun.
"Apa yang kau lakukan?!" Terkejut akan apa yang barusan ia alami dan memundurkan tubuhnya hingga menubruk pinggiran ranjang miliknya dan terjatuh di sana.
"Kau tak dengar? Aku memperkenalkan diriku tadi" tersenyum ke arah Sehun dan itu seperti sihir penenang bagi Sehun.
"Kau tak perlu takut padaku, aku bukanlah orang jahat yang akan membunuhmu atau sebagainya, tapi aku kemari ingin meminta bantuanmu apa kau mau?"
"Tunggu aku seperti pernah mendengar kata yang sama dan suara ini aku juga pernah mendengarnya"
"Benarkah?"
"Ya tapi sayangnya aku tak ingat di mana aku pernah mendengarnya"
"Wah sayang sekali ya"
"Sudahlah lupakan itu, kau ingin meminta bantuan apa padaku?"
"Tak semudah itu Oh Sehun, kau harus ingat dulu di mana kau pernah mendengar kata-kata itu dan apa yang dikatakan"
"Astaga sudah ku katakan bukan jika aku tak bisa mengingatnya?"
"Hah~ sepertinya ini akan sulit, baiklah akan ku mudahkan untukmu" pria itu, Xiao Lu, mendelat ke arah Sehun yang sedang terduduk di pinggiran ranjang dan menaruh jemari lentiknya di pundak Sehun "semoga kau ingat ya Sehun" jemari lentiknya kini beralih meraba pipi tirus Sehun dan detik berikutnya yang dirasakan Sehun adalah rasa lembab dan manis yang ternyata berasal dari bibir Xiao Lu yang tengah menciumnya, menempel sekilas namun berikutnya Xiao Lu terus melumat lembut bibir atas dan bawah Sehun. Sehun yang awalnya membulatkan matanya karena terkejut, namun sekarang ia juga mengikuti alur permainan bibir Luhan. Detik perutnya ia melihat seperti ada kepingan film yang melintas di kepalanya dan suara-suara yang tadinya tak ia kenal memasuki pendengarannya.
'Suara ini...suara Xiao Lu'
Sehun melepaskan ciuman mereka terlebih dahulu, menatap Xiao Lu yang juga menatapnya dengan senyum yang sangat manis semanis bibirnya.
.
.
.
TBC
.
.
Wkwkwk akhirnya update juga setelah lama nunggu berhari-hari
Maaf jika ada typo dan selamat membaca
Dan saya lagi bahagia karena Luhan ada di SK dan Sehun yang ngode lagi
