FIRST : THE MAN WHO CAME FROM WATER
"Baek, apakah kau menyewa badut yang berpakaian ala kerajaan zaman dahulu?"
Kedua bola mata indah itu membola, kedua kaki yang cukup -pendek- itu berdiri otomatis setelah mendengar pertanyaan yang di keluarkan kawan— Musuhnya dengan nada mengejek.
"Tidak! Sialan, Kau siapa?"
Si 'Badut berpakaian ala zaman dahulu' setia terdiam didalam kolam penuh dengan air tersebut. Kedua kakinya yang berada didalam air perlahan sedikit menggesek dipermukaan kolam ini— Merasakan bahwa kakinya dapat menyentuh permukaan kolam itu.
Sial— Ia baru saja berenang dari kedalam— Yang ia sendiri tidak bisa hitung, berusaha agar tetap hidup. Tapi— Kenyataannya air yang ia renangi sedari tadi sedangkal ini?!
Bahkan kedalaman kolam ini hanya dibawah pusarnya saja— Argh.
"Hey! Siapa kau? Kenapa diam saja? Apa kau bisu?"
"Heh, mungkin dia salah satu teman si Tolol itu— Sama-sama bisu, Benar kan Luhan?! Ahahaha!"
Chanyeol— Sang Penjaga pangeran kesepuluh Goryeo ini mengangkat kepalanya, baru menyadari bahwa kini ia tidak sendirian disini.
Kedua kelereng si Penjaga membola perlahan. Itu—
"Pangeran... Eun?"
Dahi lelaki manis sekaligus si pemilik pesta ini yang mengenakan pakaian aneh— Menurut si Penjaga mengernyit. "Eun? Siapa Eun-Eun itu?"
Ten— Lelaki manis yang bertanya sinis ke Baekhyun— Si pemilik pesta tadi kembali bersuara. "Ck, apa ini? Omong kosong apa yang kau bicarakan? Kenapa kau menjadi membicarakan Pangeran Eun? Apa kau berasal dari zaman Georyo? Karna itu kau memakai pakaian seperti itu! Ahahaha!"
Chanyeol mengernyit, ia mulai kedinginan berada didalam air terus menerus.
Karena itu, kedua kaki panjangnya yang menapaki permukaan kolam dalam ini sedikit melangkah kedepan, lalu menaikan tubuhnya dan berdiri tegak diatas lantai halaman ini sebelum menjawab pertanyaan si Pria manis yang berdiri disana— "Georyo?"
Kepala itu mengangguk, "Hm, aku memang berasal dari Georyo."
Baekhyun terdiam sebentar, sebelum ia menyadari. Ini— Pesta ulangan tahunnya bisa hancur karna kedatangan lelaki ini yang entah dari mana.
"Ap-Apa— Apaan kau! Berhenti bercanda, aku masa bodo jika kau berasal dari Georyo atau apapun, ataupun bagaimana caranya kau bisa berada dikolam itu tiba-tiba. Intinya, sekarang— Pergi bersama Temanmu Luhan itu, Kau membuat pestaku berantakan kau tahu!"
Baekhyun menarik pakaian yang digunakan Lelaki itu dan membawanya kehadapan lelaki yang cantik yang terdiam berdiri dipojok sini sedari tadi tanpa mendengarkan ocehan lelaki tampan berpakaian aneh yang ia tarik.
"P-pangeran— Pangeranku— Apa yang kau lakukan? K-kenapa kau bisa disini— Bukankah kau akan dihabisi oleh—"
"Nah, kita sudah sampai di hadapan teman tololmu satu ini. Jadi aku akan meninggalkanmu, silakan pergi dan berhenti memanggilku Pangeran! Dasar gila!"
Baekhyun beralih ke Luhan, "Kalian sama-sama tolol benar? Ck," Baekhyun tertawa remeh. "Jadi mungkin kau akan mengerti orang gila ini. Bawa dia pergi dan pergilah dari acaraku!"
Luhan memejamkan matanya, tubuhnya sedikit merinding mendengarkan lelaki manis yang sedang berteriak-teriak dihadapannya. Ia sebenarnya tidak terlalu memerdulikan hinaan itu, karena ia telah terbiasa dengan itu. Tapi—Baekhyun benar-benar mengerikan!
"B-baik.."
Baekhyun menghela nafas, kemudian menajamkan matanya. "Jika baik, kenapa masih diam saja disini?!"
"P-pangeran— mengapa kau begitu menyeramkan? Pangeranku—"
Luhan— Lelaki yang lebih manis dari lelaki dihadapannya tersentak. Ia dengan cepat menggangguk ribut, meraih tangan lelaki berpakaian aneh disisinya kemudian menariknya dengan cepat agar segera keluar dari sana.
"P-pangeran— Hey, kau mau membawaku kemana? Pangeran— Hey! Lepaskan!"
o0o
"Park Chanyeol, Jendral perang terbaik di Zaman Goryeo— Terlahir pada tanggal 27 November 1320 [Just in this Book] yang bodohnya tidak bisa melindungi Pangerannya. Hanya karena— Perintah dari sang Pangeran, Menyedihkan."
Saat ini mereka berada di sebuah ruangan yang masih familier di mata Chanyeol. Sepertinya sebuah kamar karena ada semacam barang yang dipakai untuk mengganjal kepala ketika tidur, akan tetapi bentuknya agak aneh dari zamannya.
Chanyeol setia terdiam, mendengarkan seluruh ocehan dari lelaki yang membawanya tadi dengan seksama, tanpa mengelak.
"Darimana... Kau tahu?"
Pertanyaan Chanyeol itu membuat lelaki tersebut tertawa tertahan. Dia mendekati Chanyeol, mengitari tubuh besar dan tegap yang basah milik Chanyeol.
"Sederhana saja, aku punya kemampuan supernatural," kata lelaki bernama Luhan itu dengan sedikit berbisik.
Chanyeol menaikkan kedua alisnya tidak mengerti. Apa kata lelaki tadi? Supernatural?
Luhan merotasikan kedua bola matanya malas.
"Supernatural, ajaib, diluar akal manusia, tidak bisa diterima akal sehat manusia, mengerti?" Chanyeol hanya mengangguk saja seperti orang bodoh.
"Aku harus segera pulang agar bisa menyelamatkan Pangeran Eun!" Chanyeol berbalik dan ingin meninggalkan Luhan, namun sebelum itu Luhan terlebih dahulu mencengkram lengannya dengan kedua tangannya.
"Tidak, jangan dulu kembali ke sana! Kau bisa diseret keluar dari rumah ini, Chanyeol!" Chanyeol mengerutkan dahinya heran.
Apa ada yang salah? Dia hanya ingin pulang dan menyelamatkan Pangeran Eun yang dijadikan sandera oleh pengikut Pangeran Yo yang kini telah naik tahta menjadi Raja Goryeo.
"Aku hanya ingin pulang!" ujar Chanyeol agak meninggikan suaranya membuat Luhan melepaskan cengkraman tangannya pada lengan besar Chanyeol.
"Tidak, kau tidak bisa pulang sekarang, Chanyeol!"
"Kenapa tidak?!" Luhan sedikut terperanjat karena Chanyeol berteriak di depan wajahnya.
"Kau datang saat gerhana matahari, mungkin gerhana matahari tersebut yang membuka portal waktu antara zamanmu dan zaman kami." Luhan mencoba menjelaskan apa yang dilihatnya sebelum melihat Chanyeol yang tiba-tiba saja muncul dari dalam air kolam renang.
"Gerhana matahari? Portal waktu? Apa-apaan itu?!" tanya Chanyeol yang merasa aneh dengan semua istilah tersebut. Tentu saja, dia memang dilatih membaca, berpedang, dan menulis untuk bisa menjadi Jendral perang, tetapi dia belum pernah mendengar istilah tersebut seumur hidupnya.
"Gerhana matahari itu ketika posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, oleh karena itu matahari tidak bisa menerangi sebagian Bumi karena tertutupi Bulan."
Chanyeol berpikir sejenak, itu mengapa tadi sama sekali tidak ada cahaya di dalam air? Karena ada gerhana matahari?
"Lalu portal waktu?"
"Sebuah pintu yang bisa mengantarmu ke masa depan atau masa lalu," jawab Luhan singkat secara antusias.
"Aku tidak percaya dengan mitos, jangan coba membodohiku!"
Luhan terkejut karena Chanyeol berlari dari hadapannya, lalu membuka kenop pintu dan menuju kolam renang.
Luhan berusaha mengejar Chanyeol, tetapi terlambat, Chanyeol sudah sampai di depan hadapan seorang Byun Baekhyun. Dia tidak mengerti lagi seberapa cepat Chanyeol bisa lari.
"Pangeran Eun? Kau masih hidup, ini kau, bukan?" Chanyeol menjatuhkan pedang yang sedari tadi melekat di tangan kanannya, kemudian menangkupkan kedua tangannya di pipi Baekhyun.
Semua orang terdiam karena terkejut melihat sikap tidak sopan Chanyeol, bahkan Luhan ikut diam.
"Aku senang kau bisa selamat, Pangeran! Izinkan aku memelukmu!"
Tanpa mendengar apapun dari mulut Baekhyun lagi, Chanyeol memeluk tubuh mungil itu sangat erat tanpa memedulikan tubuhnya yang masih basah.
Baekhyun tidak bisa berkata-kata, dia hanya merasakan hampir semua bagian depan bajunya basah karena Chanyeol.
"Hei, Ornag gila! Menjauh dari sahabatku!" Teman-teman Baekhyun segera menarik Chanyeol agar melepaskan pelukannya.
"Dimana penjaga rumahmu, Baekhyun? Biar aku panggilkan agar mereka membawa orang gila ini keluar dari rumahmu!" ujar salah satunya sambil memperhatikan Chanyeol dari atas ke bawah.
"Lihatlah rambut gimbalnya itu, membuatku jijik! Apa dia tidak pernah mandi?" Yang lain menyahuti.
"Aku baru melihat poni seperti itu, menutupi hampir kedua matanya, aku curiga dahinya banyak jerawat!" tanggap sahabatnya yang lain.
"Tidak!" Luhan segera menutupi Chanyeol dengan tubuhnya, takut Chanyeol benar-benar akan diseret keluar.
"Biar aku membawanya pulang!" sergah Luhan sambil membawa Chanyeol pergi dari sana.
"Tapiㅡ Pangeran?"
"Sudah jalan saja!" tegas Luhan sembari mendorong-dorong tubuh Chanyeol dari belakang.
"Aku harus menjaga pangeran!" kata Chanyeol lagi, dia akan berjalan ke arah Baekhyun lagi, namun Luhan menarik tangannya.
"Ikut saja dulu, kau mau diseret keluar secara paksa lalu tidak bisa bertemu lagi dengan Pangeranmu?" bisik Luhan dengan nada yang mengancam, lalu Chanyeol langsung menggelengkan kepalanya cepat.
"Maka dari itu, ikut denganku!"
TBC
KALO GAK BANYAK SIDERS LANGSUNG PROSES UP...
BAEKLOGY'S NOTE :
AYO GUYS, JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAK YA!
PARKBAEKKIE-'S NOTE :
GA ADA*
