Preview
"Berapa lama? Berapa lama kau bersama jalang itu? " tanya Sakura sinis
"6 bulan. Tpi itu tidak sep-"
"Plak…" satu tamparan mendarat di pipi Sasuke.
"Brengsek! Demi Tuhan Sasuke aku hamil 7 bulan dan kau... Kau kira aku hamil anak siapa? Anak mu bajingan."
"Maafkan aku Saki.. Aku khilaf." kata Sasuke sambil menatap Sakura sendu
"Aku menyesal menikah dengan mu!" Sakura berbalik badan keluar rumah.
Author POV
Sasuke yang melihat itu, spontan berlari mengejar Sakura.
"Sakura... Saki... " panggil Sasuke sambil mengejar Sakura.
"Saki, ayo kita bicarakan ini baik- baik.. Kumohon.. Saki.." mohon Sasuke kepada Sakura
"Kau.. jangan temui aku... Jangan berani menemuiku.. Kecuali kau ingin melihatku tak bernyawa."
"Apaa - apaan itu, Saki!Jangan seperti itu, Saki.." Sasuke menatap Sakura dengan sendu
"Aku bersungguh - sungguh Uchiha. Jangan memancingku melakukan hal nekat." kata Sakura yang kemudian berbalik menaiki mobil.
"Saki.. Saki.. Buka pintunya Saki... Kita bicarakan baik - baik, Saki." teriak Sasuke sambil menggedor jendela mobil Sakura.
"Aku mohon Saki.. Ayo kita bicarakan ini dengan baik - baik.. Demi anak kita.." kata Sasuke lagi
" Wah.. kau hebat sekali mengatasnamakan anak ini." kata Sakura sinis
"Aku serius kali ini Sakura.. Aku berjanji akan berubah…"
"Wah.. kalau begitu pernikahan kita selama ini tidak pernah kau anggap serius ya Tuan Uchiha" kata Sakura semakin sinis.
"Bukan begitu maksudku Saki..Aku benar - benar berjanji kali ini" kata Sasuke gelagapan sambil memegang erat tangan Sakura.
"Wah.. kalau begitu kau sebelumnya bermain -main dengan janji nikah kita Sasuke.. Dengan janji di hadapan Tuhan saja kau bermain - bermain untuk apa aku percaya.." skak mat Sakura
"Bukan begituu… Ak-" seru Sasuke gusar
"Sudahlah Sasuke.. Aku capek.. Lebih baik kita akhiri ini.." kata Sakura sambil melepaskan cincin nikah mereka
"Kukembalikan ini Sasuke.. Aku tidak bisa lagi berada di sampingmu Sasuke. Aku menyerah." kata Sakura berbalik
"Brummm..."
"Sakiiii... Ahh... Siall... Arrrrggghhhh... " teriak Sasuke sambil menjambak rambutnya frustasi.
"Kukembalikan ini Sasuke"
"Aku tidak bisa lagi berada di sampingmu Sasuke"
"Aku menyerah"
"Menyerah.."
Kata - kata Sakura masih terngiang - ngiang di telinga Sakura.
"Ini gk mungkin…" Sasuke mengacak rambut dan mengusap wajahnya kasar
"Ini gila… Ini gk benar.." Sasuke berkata lagi
"Sakura pasti bercanda… Yah…"
"Ini gk mungkin terjadi bukan.."
"Arggggghhhhhhh! Siiiiiallllll!" teriak Sasuke kasar
"Look what you've done, brat" maki Sasuke ke diri nya.
"Jangan seperti ini Saki.. Jangan...Kumohon.. Jangan ini.." Sasuke jatuh terduduk dengan menggenggam cincin Sakura.
Sakura POV
"Pagi niisan.." sapaku melihat Sasori yang baru turun dari kamarnya.
Sasori memandang heran ke sosok Sakura yang berdiri di hadapannya saat ini.
"Apa yang kau lakukan disini, Saki?" tanya Sasori.
"Hmmmm.. Aku hanya merindukan mu dan rumah ini, niisan.. Ini kan rumahku juga" kata Sakura yang sibuk menyendokkan membuat teh untuk Sasori
"Aku membuatkan sarapan untuk mu niisan.. Ayo kita makan. Aku sudah lapar sekali" kataku dengan nada ceria.
"Hn." Sasori hanya bergumam dan masih memandang Sakura dengan tatapan menyelidik.
Sarapan berlangsung dengan hening hingga, sementara aku masih berpikir bagaimana menyampaikan ke Sasori-nii.
"Niisan…" panggil Sakura
"Hn." gumama Sasori sambil tetap menikmati tehnya
"Tolong urus perceraian ku dengan Sasuke." kataku lagi memecah keheningan
"Uhukk…" Sasori-nii tersedak teh nya kemudian menatapku.
"Kau gila? Ini masih pagi. Lelucon apa itu? Itu sama sekali tidak lucu." kata Sasori-nii
"Aku serius niisan." kata ku sambil menatap lurus ke matanya
"Apa alasanmu Saki? Jangan hanya karena masalah sepele kalian berpisah. Ingat akan anak kalian." kata Sasori sambil menelisik Sakura
Aku menghela nafas sejenak dan,
"Sasuke selingkuh bahkan dia telah menikah lagi, niisan. Apa lagi yang hendak kupertahankan."
"Prang…." tangan Sasori-nii berdarah oleh pecahan gelas kaca ditangannya
"Brengsek.. Beraninya dia… Akan kuurus kau tenang saja" kata Sasori dengan tangan yang sudah berdarah - darah
"Terimakasih niisan. Sebelum itu ayo kita obati luka mu dahulu Sasori-nii.." kataku sambil menarik tangan Sasori ke ruang tengah.
Author POV
Sementara itu keadaan Sasuke sangat kacau..
"Sakura...Sakii… Tidak.. Jangan.. Sakiiiiiii…" teriak Sasuke dengan keringat dingin di pelipisnya
"Hah hah hah…." nafas Sasuke memuburu.
"Sial… mimpi sialan.. "
"Sial aku ketiduran.."
"Aku harus mencari Sakura" kata Sasuke sambil mengusap wajahnya kasar.
"Aku harus mencari Sakura.."
"Tapi dimana…"
"Dimana dia.. akan pergi kemana dia.."
"Berpikirlah bodoh.. akan pergi kemana istrimu.." gumam Sasuke sambil memukul - mukul kepalanya
"Dimana dia berada sekarang."
"Ahhh iya…Sakura pasti berada di rumah keluarganya."
"Iya aku yakin itu.."
"Aku harus menjemputnya.. yah harus…"
"Sebelum Sasori-nii mengetahui permasalahan kami." gumam Sasuke kepada dirinya
Sasuke berjalan sempoyongan berjalan ke mobilnya.
"Brumm…"
"Aku akan menjemputmu Saki.. Tunggu aku.. Aku mencintaimu." kata Sasuke dengan cincin Sakura di jari kelingkingnya.
TBC
