Aku menyisipkan salah satu nada yang entah aku mulai bergetar saat memainkannya. Lagu ini aku persembahkan untukmu liebe, dengarlah lulaby-nya dan biarkan dirimu terbawa oleh alunan melodi ini.

"ini kunci C, do dimulai dari C. Nanti Eliza bernyanyi pertama mulai dari Si "aku memegang tangannya menyuruh untuk mengikuti pergerakan tanganku

Kau tertawa saat aku salah menekan tuts pianonya ah benar-benar memalukan. Dengan tenangnya kamu memainkan tuts-tuts itu dan sekali lagi kau tertawa karena salah menekan, aku juga tertawa, aku tertawa saat aku melihat wajahmu yang nyaman ketika bermain piano denganku, bersamaku, sampai akhirnya seseorang mengetuk pintu rumah kita.

"wer ist es?" aku bergumam dan segera membuka pintu.

Begitu aku kembali ke ruang dimana kau berada, kau sudah berdiri di depan piano kita dengan mata yang ... oh tuhan, aku benci sekali ketika melihat kau menangis seperti itu, kau pun berlari memelukku. Apakah kau tadi menguping pembicaraanku dengan mereka?

HETALIA
HIDEKAZ HIMARUYA

Taylor Swift
Safe And Sound – Kehilangan

milik kita dan kita berdua, hanya kita.

Tahun 1866

Aku ingat ketika kau berteriak ketakutan akan kehilangan diriku saat mengikuti perang melawan Prussia dan Germany, aku mengusap air matamu dan memberitahumu bahwa aku akan baik-baik saja, tetapi sepertinya kamu tidak peduli atau malah tidak mengindahkan janjiku ini. Tenang saja Eliza, aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sisiku dan aku akan memastikan bahwa kau akan selalu bersamaku.

Kau takut bahwa aku akan meninggalkanmu sendiri? tenanglah liebe, aku akan selalu berada di sisimu ...
apapun yang akan terjadi nanti, kau akan baik-baik saja. Aku tidak akan membiarkan sesuatu atau seseorang menyakitimu, kujamin itu. Aku akan terus melindungimu walaupun harus dibayar dengan nyawaku sekalian. Tetapi tenanglah, aku selalu berada di sisimu.

Hei...

Sudah kubilangkan kau akan baik-baik saja? Tetapi kau malah mempererat pelukanmu dan melarangku untuk pergi keluar. Eliza, aku tahu disana sedang terjadi peperangan tetapi bagaimana dengan nasib orang banyak? apakah aku harus berdiam diri disini? Aku tahu kamu mengkhawatirkan aku, tetapi aku yakin aku bisa melindungimu walaupun aku sedang jauh disana. Tenang lah Eliza, kau aman disini, di rumah kita. Aku yakin.

Selama kau masih berada di sini, dan tidak membuka pintu keluar dimana orang-orang sedang berteriak mempertahankan hak-hak mereka, aku yakin kau pasti aman karena ada aku yang selalu melindungimu Eliza. Dan jangan pernah sekali-kali kamu melihat ke luar jendela apapun yang sedang terjadi di luar sana. Cukuplah dengan memandang aku, pandanglah aku dengan mata emerald mu, aku akan terus menjagamu Eliza, apapun yang terjadi. Aku sudah mengatakannya bukan?

Tutuplah matamu dan peluklah aku selama yang kau mau, kasihan sekali kamu. Kau menangis untuk orang seperti diriku yang hanya tahu tentang melodi dan irama. Tetapi ada saatnya kita harus berpisah untuk suatu kepentingan, oh tidak Eliza, jangan memandangku seperti itu. Sekarang kamu harus tidur, dan aku yakin matamu sudah perih dengan Air mata yang kau keluarkan, untukku, untuk pria yang.. tidak berguna ini.

Aku akan memelukmu sampai kau tertidur, doaku Tuhan biarkanlah esok hari aku masih bisa melihat wajah tidur Eliza dan wajahnya yang memerah saat aku hanya memandangnya sekilas. Setidaknya biarkanlah aku membahagiakannya sekali saja.

Biarkan rasa pedih dan ketakutanmu melebur,menghilang bersama gumpalan kabut hari ini, tertidurlah seperti itu. Kau memang wanita manis.

Tidurlah Eliza, aku akan selalu berada disini. Aku berjanji saat kamu bangun nanti, aku akan berada di sampingmu. Membalas senyuman hangat mu dipagi hari setidaknya. Oh lihatlah tangan ini, kau tetap memegang tanganku walaupun kau sedang tertidur. Rasanya sakit sekali jika aku harus meninggalkanmu disini Eliza, tetapi aku harus melakukan ini, aku tidak mau harus kehilanganmu dan membuat kau tersakiti lagi. Selamat Tinggal Eliza... semoga kita bertemu lagi. Atau lebih tepatnya, doakan aku supaya tidak terbunuh hari ini, maupun esok.


CURCOL! terima kasih mbak Sherry dan mas Jun sudah bikin saya galau dan ubek-ubek fic ini, saya edit ulang dan re-publish. hiks ... kimia... maaf readers-sama , ... tolong... bakarin buku kimia saia. hiks