Reality

Pair : hunkai (sehun&kai)

Cast : kim jongin, oh sehun & others

Rated: T

Warning: this is yaoi story And typo everywhere

Genre:school life, friendship, romance and hurt/comfort

.

Terlihat seorang namja atau kita sebut Jongin tengah berlari untuk menuju ke sekolah nya. Ini baru memasuki tiga hari ia bersekolah. peluh mulai mengalir di pelipis nya karena ia berlari dari rumah nya untuk kesekolah.

Bukan tanpa alasan ia memilih berlari ketimbang menaiki bus. Ini bermula karena tadi malam ia kerja lembur untuk mendapatkan gaji lebih. Ia sedang mengumpulkan uang untuk membeli buku paket. Ia baru pulang saat Cafe sudah tutup yaitu saat pukul 11 malam. Jongin sangat kelelahan hingga langsung tertidur sampai rumah bahkan ia tidak membersihkan badannya terlebih dahulu.

Tadi pagi jongin bangun agak siang dari biasanya hingga ia ketinggalan bus yang biasa ia naiki hingga berakhirnya dengan ia berlari sekuat tenaga untuk kesekolah. Sebenarnya badannya agak lemas sebab tadi malam hingga sekarang ia belum makan sama sekali. Tetapi ia tak memperdulikan itu yang penting ia tidak terlambat ke sekolah lagian di flat nya sedang tidak ada makanan sama sekali.

Setelah sampai didepan gerbang sekolah jongin langsung berhenti dengan nafas yang memburu, hingga saat ia sudah mulai akan melangkah ke sekolah ia dipanggil oleh seseorang.

"Hei kau! Tolong buang sampah ini ke depan sana!" Suruh seorang sunbae Sambil menunjuk tempat sampah yang terletak sedikit agak jauh dari mereka.

"Ah maaf sunbae, tapi sebentar lagi jam pelajaran akan mulai" tolak jongin dengan sopan.

"Jadi kau melawanku?" tantang sunbae tersebut kepada jongin.

"ti-tidak sunbae, si-sini aku buang" jongin langsung mengambil kantong sampah di tangan sunbae itu dan langsung berlari ke tong sampah tersebut.

Sebenarnya jongin agak khawatir bila ia terlambat, karena guru yang mengajar pada pelajaran pertama ini sangat galak. Jongin juga tak mau melawan sunbae di sekolah ini karena ia tak mau membuat masalah dengan siapapun itu.

HUNKAI

Jongin sedikit terengah saat sampai di depan kelas nya karena ia lagi-lagi berlari apalagi kelasnya berada di lantas dua.

Saat jongin hendak masuk ia sempat terkejut ternyata benar guru tersebut sudah masuk dan mulai mengabsen murid-muridnya. Jongin sedikit bergetar saat akan masuk ia sangat takut. Dengan keberanian yang cukup banyak akhirnya ia masuk ke kelas tersebut.

"permisi... Maaf saemm sa-saya terlambat" jongin menundukkan kepalanya tak berani nenatap guru didepan nya.

"Kau berani sekali Kim Jongin!" ucap guru tersebut.

"maaf saya tad-" belum sempat jongin menyelesaikan kalimat nya, sudah dipotong terlebih dahulu oleh sang guru.

"Sekarang pergi ke toilet dan bersihkan hingga bersih" perintah guru itu.

Jongin langsung menegakkan kepala nya saat mendengar perintah sang guru, ia nampak terkejut.

"jangan.. Saemm. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan ini" jongin membungkukkan badan nya berkali-kali agar mendapat keringanan dari sang guru.

"saya tidak mau mendengar alasan lagi. Cepat keluar!"

Jongin sangat tidak rela, tapi apa boleh buat. Ia tak mau hukumannya ditambah.

"Baik saemm"

Jongin langsung berjalan perlahan menuju toilet siswa disana dengan perlahan. Ia sangat lemas, sungguh.

Sedangkan murid yang melihat itu menunjukkan ekspresi yang berbeda, ada yang tertawa pelan termasuk sang pangeran kelas dan ada juga yang prihatin seperti chanyeol dan baekhyun.

Mereka-chanyeol dan baekhyun-merupakan teman jongin dari awal masuk sekolah. Karena menurut Mereka jongin sama seperti mereka malah jongin ini pintar sekali bisa mendapatkan beasiswa disana.

HUNKAI

Jongin mulai membersihkan lantai kamar mandi, hingga seseorang masuk ke kamar mandi. Orang tersebut ternyata sang pangeran sekolah, sehun.

Sehun berjalan perlahan hingga sampai didekat tong sampah dengan sengaja ia menyenggol tong tersebut hingga jatuh dan mengotori lantai yang sudah jongin bersihkan.

"Astaga" jongin kaget dengan bunyi tong yang jatuh dan juga sampah yang berserakan.

"sehun kenapa?" tanya jongin pelan karena tatapan mata sehun sangat tajam dan juga seakan mengintimidasi nya.

"kau menuduhku?" tanya sehun balik dengan wajah datar nya.

"Tidak.. Hanya saja-"

"jadi kau menuduhku begitu? Hm?" tanya sehun dengan memegang tangan jongin kasar.

"ti-tidak akh...sa..sakit sehun. Lepaskan" jongin berusaha melepaskan genggaman tangan sehun, tetapi kekuatan nya kalah besar dari sehun.

"jangan berani-berani nya kau melawan ku. Kalau tidak tanggung sendiri akibatnya." setelah mengatakan itu sehun langsung melepaskan genggaman nya dan pergi meninggalkan jongin sendirian.

Jongin sedikit meringis saat melihat pergelangan tangannya yang memerah, ia mengusap-usap nya dengan perlahan. Setelah merasa tidak terlalu sakit ia melanjutkan acara bersih-bersih nya dan membersihkan sampah yang tadi ditumpahkan oleh sehun.

Selang beberapa menit terlihat baekhyun masuk ke toilet itu.

"Jongin... " panggil nya.

"Ah baekhyun kenapa kemari?" ia berhenti sejenak untuk melihat baekhyun.

"tidak ada. Aku hanya khawatir padamu apalagi tadi aku melihat sehun keluar izin ke toilet" jelas baekhyun.

Baekhyun juga tahu mengenai sehun yang tidak menyukai adanya jongin di sekolah mereka. Dia tahu dari jongin? Bukan. Ia pernah menyaksikan sendiri bagaimana sehun memperlakukan jongin. Saat hari pertama mereka sekolah ia melihat sehun yang sengaja menabrak jongin hingga jatuh, tetapi ia tetap berjalan dan tidak mempedulikan tangan jongin yang tergores karena terkena lantai.

Dan ia juga pernah mendengar sehun berbicara dengan teman-teman nya tentang jongin, dari situ lah ia yakin bahwa sehun tidak menyukai jongin. Padahal menurut nya jongin ini anak yang baik, sopan dan juga rajin. Baekhyun dan chanyeol sudah mengetahui tentang jongin yang tidak mempunyai orang tua dan juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup nya. Baekhyun sangat kasihan melihat jongin yang seperti ini ditambah banyak murid disini yang tidak menyukai jongin karena hasutan sehun.

"Dia tidak mengganggu kok, tenang saja" jongin berusaha tersenyum di depan baekhyun.

"baiklah aku percaya pada mu. Sekarang jja aku bantu bersih-bersih" baekyun juga ikut tersenyum.

Jongin menggelengkan kepalanya " tidak perlu baekhyun, nanti malah kau kena marah dengan lee saem karena izin lama sekali" jongin merasa tidak enak dengan baekhyun.

Jongin hanya tidak mau merepotkan orang lain, baekhyun dan chanyeol mau berteman dengan nya saja ia sudah sangat bersyukur.

"tak apa jongin"

"tapi aku tak mau merepotkan mu"

"aku tak apa sungguh. Ayo cepat kita bersihkan" baekhyun mencoba meyakinkan jongin agar tak melarangnya untuk membantu jongin.

Jongin akhirnya hanya pasrah dan kembali mengerjakan tugas nya itu dengan di bantu oleh baekhyun.

Setelah beberapa menit mereka lewatkan untuk membersihkan toilet dengan tenang hingga akhirnya...

"sshhh... Akh" tiba-tiba jongin jatuh terduduk sambil memegangi kepalanya.

"jongin, kau kenapa?" baekhyun langsung mendatangi jongin yang masih memegangi kepalanya.

"a-aku tak tau hyung. Sshhh... Tiba-tiba pusing sekali." jongin meringis merasakan pusing dikepalanya.

"sabar jongin aku aka-JONGGINNNN" baekhyun langsung kaget saat tiba-tiba jongin pingsan di pelukan nya.

Baekhyun sangat panik saat jongin pingsan dan langsung berusaha membawa jongin ke ruang UKS.

HUNKAI

Saat sudah sampai di UKS, baekhyun langsung menaruh jongin perlahan ke ranjang yang tersedia di ruangan tersebut. Sedangkan sang dokter pun juga kaget saat melihat ada yang pingsan.

"Apa yang terjadi dengan nya?" tanya sang dokter.

"aku juga tak tahu. Tiba-tiba saja jongin pingsan" jelas baekhyun sambil menatap wajah sang dokter.

"baiklah saya periksa dulu"

Lalu sang dokter memeriksa jongin, setelah beberapa menit barulah selesai.

"Bagaimana dokter?" tanya baekhyun cemas.

"seperti nya jongin ini kecapekan dan juga belum ada makanan yang masuk ke dalam perut nya. Apakah benar?" tanya sang dokter.

"aku pun tak tahu dokter. Dari kemarin kami belum ada bertemu"

"sepertinya jongin terlalu memforsir dirinya jadi ia kelelahan dan lupa untuk makan. Biarkan dia istirahat dulu disini. Sebaiknya kau kembali ke kelas bukan nya jam kedua akan dimulai?"

"baik dokter saya kembali ke kelas dulu. Tolong jaga dia" pamit baekhyun sopan.

"pasti" jawab sang dokter.

Setelah baekhyun keluar sang dokter hanya memandangi wajah jongin yang terlelap. Ia pun juga tahu mengenai perihal jongin yang banyak di benci murid lain disini. Ia sangat kasihan melihatnya.

HUNKAI

Setelah nya pelajaran kedua dimulai, guru mulai mengaabsen murid satu persatu hingga nama jongin di panggil.

"Kim Jongin"

"maaf saemm jongin masuk UKS, tadi ia pingsan" jawab baekhyun mencoba menjelaskan.

"ada apa dengan nya?" tanya sang guru.

"saya tidak tahu. Mungkin ia kelelahan" jawab baekhyun lagi.

Lalu sang guru hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Murid lain yang mendengar jongin pingsan langsung berbisik-bisik. Ada yang berfikir positif mengenai jongin dan ada juga yang berfikiran negatif seperti misalnya ' mungkin ia kelelaham melayani pelanggan nya' pelanggan yang dimaksud disini yaitu lelaki hidung belang.

Kenapa mereka ada yang berfikiran begitu? Itu karena ada rumor yang entah dari mana datang nya mengatakan bahwa jongin bekerja di sebuah hiburan malam.

Sedangkan sehun tidak mempedulikan sekeliling nya yang meributkan jongin, ia terus membaca buku yang ada ditangan nya.

HUNKAI

Sehun sedang berada di dalam mobil membelah jalanan seoul yang sidikit rame. Ia akan pergi ke sebuah club untuk menenagkan pikiran nya yang entah mengapa tiba-tiba memikirkan anak miskin itu. Sekarang sudah pukul sebelas lewat lima belas menit. Saat sedang menyetir dengan serius tiba-tiba ia melihat Dua orang preman menyeret seseorang yang sangat familiar menurutnya.

Ia langsung menepikan mobilnya untuk melihat orang tersebut, dan saat orang tersebut memberontak sehun tak sengaja melihat wajah tersebut. Ia sedikit tersentak saat melihat bahwa jongin lah orang tersebut.

Entah mengapa ia melajukan mobil nya mengikuti jongin yang diseret dua orang preman itu. Hingga akhirnya ia melihat jongin dibawa kedalam sebuah gang sempit. Ia menepikan mobilnya dan melihat dari dalam mobil.

Sehun terkejut saat melihat jongin di tampar oleh salah seorang disana dan pria yang satu nya merobek baju yang jongin kenakan. Jongin memberontak saat preman itu menciumi lehernya. Ia menangis kencang ia tak mau ini terjadi.

Sehun yang menyaksikan itu langsung mengerti bahwa jongin di perkosa. Didalam hati nya ia ingin menolong jongin tetapi ada terselip rasa egois di sana yang memerintahkan sehun untuk tidak menolong jongin.

Sehun melihat jongin yang menangis dan berusaha untuk lari tapi langsung di tampar oleh preman itu. Ia melihat celana jongin diturunkan dan pantat nya dipukul keras oleh mereka. Ia samar-samar dapat mendengar jongin berteriak. Tapi tidak ada tanda-tanda ia akan menyelamatkan jongin.

Tiba-tiba saja salah satu preman disana langsung memasukkan benda kebanggaan nya kedalam hole jongin, jongin berteriak histeris karena merasakan sakit luar biasa di bagian belakang nya. Ia sekarang hanya bisa menangis tanpa bisa melawan. Ia sangat lemas sekali apalagi ia baru pulang bekerja.

Saat jongin masih berteriak minta dilepaskan preman satunya langsung memasukkan junior nya agar dikulum oleh jongin. Jongin tidak mau ia ingin menolak tetapi rahang nya langsung dipegang oleh preman itu. Akhirnya ia hanya bisa pasrah dan beberapa menit ia jatuh pingsan. Preman-preman tersebut langsung pergi meninggalkan jongin yang pingsan setelah mendapatkan kepuasan.

Entah mengapa dengan dirinya, tiba-tiba saja sehun turun dari mobil nya menghampiri jongin yang tergeletak mengenaskan di aspal. Dengan baju nya yang robek tak layak pakai badan nya yang penuh memar dan juga ceceran sperma ditubuh nya dan jangan lupakan bercak merah disekitar selakangan nya.

Sehun memandangi wajah jongin yang dialiri bekas air mata dan juga bibir nya yang lecet akibat digigit oleh preman tadi. Ada rasa iba hinggap di hati nya, sehingga tanpa terduga ia mengangkat tubuh telanjang jongin ke dalam mobilnya.

TBC/END

Gimana chapter 1 nya?

Review please:)