Disclaimer: Binan Koukou Chikyuu Bouei-Bu Love! itu bukan milik saya. Kalau iya, Atsushi dan En adalah papa mama, Io dan Ryuu itu kakak adik dan Yumoto tentu saja, baby brother mereka 8D

Sylvia Greeneria

Watching Me

Chapter 2, Aku ingin Menjagamu

"Uhmm.. Apa hanya aku yang menemukan apa yang ia katakan itu sedikit...seram?"

Ucap En menggaruk kepalanya.

Untuk kedua kalinya pada hari itu, En menggaruk kepalanya. Bagaimana tidak? Ia, teman sekelasnya Arima Ibushi dan kouhai keduanya, Hakone Yumoto, melihat sebuah sosok yang bersembunyi di dalam gang dan mengikutinya. Walau begitu mereka tersesat dan tidak bisa pulang. Dibandingkan kata 'tersesat', menurut En, kata 'pindah ke dunia lain' lebih cocok untuk keadaan mereka. Mereka berdiri depan pintu neraka, bagaimana mereka tidak di dunia lain!?

Dan di depan mereka berdiri seekor anjing berkepala tiga yang dirantai dan air liurnya ada dimana-mana. En yakin kalau pengurusnya tidaklah beres. Dan En lebih yakin lagi kalau hidup mereka bertiga tidaklah lama lagi.

Dimakan atau termakan, entahlah.

En menghela nafas sambil menjedukkan kepalanya ke tiang terdekat. Itu bukanlah mimpi buruk seperti yang diharapkan olehnya.

"Ya Tuhan, apakah salahku hingga harus masuk ke masalah seperti ini?" gumamnya galau.

Kalau kau tetap menjedukkan dirimu ke tiang seperti itu, aku tidak akan segan memasukkanmu ke Tartarus.

"Bagus. Sekarang aku diancam oleh seekor anjing," En menghela nafas.

Salah satu kepala Cerberus melihat ke arah En, yang lainnya ke Ibushi, dan yang ditengah ke Yumoto.

Aku tidak menyangka kalau kau akan membawa kedua monster itu, Scarlet. Kau tidak cocok dengan mereka.

Yumoto memasang muka sedih yang sangat imut, membuat siapapun yang melihatnya iba. Cerberus meraung kembali, sebelum mencoba untuk maju.

Dan Yumoto tau kalau dia ingin pergi dari sana.

"Cerberus.." ucapnya sedih.

"Salah salah salah! Aku tidak bisa menerima hal classy seperti ini!" ucap En sweatdrop.

"Nee, Cerberus. Kenapa kau berada disini?" tanya Ibushi polos, sambil tersenyum.

"Benar. Kenapa?" tanya En lagi.

Kenapa manusia bodoh seperti kalian mau tau? Apakah itu penting? Lagipula aku tidak menjawab pertanyaan manusia biasa. Cerberus meraung kembali.

"Kalau aku yang bertanya, maukah kau menjawab?" tanya Yumoto.

Kalau kau...

Aku diminta untuk menjaga pintu neraka ini oleh tuanku. Aku tidak punya tugas lain. Dan aku akan menghabisi kedua orang itu karena itu tugasku!

Cerberus mencoba bergerak ke arah En dan Ibushi dengan tangan besarnya. Tapi ia tidak bisa maju karena dirantai. Posisi mereka terlalu jauh untuk dicapai Cerberus.

"Tapi aku tidak mengerti kenapa kau dirantai dan ingin bertemu denganku! Kalau kau bisa melihatku disana setiap hari, kenapa kau dirantai?" tanya Yumoto.

Grrrr...

Tuanku yang merantaiku karena aku melanggar peraturan. Kemarin aku...

Yumoto menyadari sesuatu. Tubuh Cerberus penuh dengan luka. Seperti habis dicakar atau dipukul.

"Apa itu sakit, Cerberus?" tanyanya.

Apa maksudmu?

Yumoto menunjuk luka disekitar kaki Cerberus.

Tidak ada masalah. Aku terbiasa.

"Aku yang tidak terbiasa! Aku tidak bisa melihat sesuatu yang tidak senang! Aku ingin bertemu denganmu sejak waktu pertama kali kita bertemu! Tapi kau datang dan menghilang! Datang dan menghilang! Begitu terus selama 5 tahun!"

Tentu saja, pernyataan Yumoto tersebut membuat kedua senpai-nya kaget. 5 tahun!?

"Aku tidak mengerti kenapa mentalnya kuat sekali," ucap Ibushi.

"Kalau aku, sudah kulaporkan," balas En.

"Kau mau melaporkan makhluk aneh? Memang polisi percaya?"

"Siapa tahu percaya. Ia akan masuk ke dalam penjara untuk waktu yang cukup lama," jawab En.

"Menurutku polisi tidak akan berani menangkap seekor monster," balas Ibushi kembali.

"Senpai, kalian bicara apa sejak tadi? Aku tidak mengerti," tanya Yumoto kebingungan, sambil mengesampingkan kepalanya.

Dan hal yang dilakukan Yumoto menusuk hati kedua murid Kelas 3 tersebut.

"Oh sial. Aku merasa aku jatuh cinta," ucap Ibushi.

"Aku tau sejak awal Yumoto adalah kouhai yang imut dan mengetahuinya dengan sangat baik. Tapi aku tidak pernah menyangka kalau keimutannya itu senjata yang sangat mematikan. Ya, aku tidak tau. Aku anak baik. Yufuin En adalah anak baik yang tidak akan melakukan hal aneh-aneh pada adik kelasnya. Iya, itu pasti," gumam En tidak jelas.

"Aku semakin tidak mengerti," ucap Yumoto bingung.

Scarlet, kenapa tidak lebih baik kau pergi sekarang?

Yumoto kaget dan melihat sang monster.

"Kenapa?" tanyanya.

Cerberus menunduk dan melihat Yumoto dari dekat.

Kakakmu akan khawatir kalau kau tidak pulang. Di duniamu sudah sangat sore. Toh tidak ada yang tahu kemana kau pergi.

"Bagaimana denganmu sendiri?" tanya En.

"Iya, kau akan berada disini sepanjang hidupmu?" tanya Ibushi kembali.

Sang anjing penjaga memberikan deathglare kuat, membuat mereka merinding.

"Aku akan kembali besok. Cukup tunjukkan dirimu di gang itu, aku akan kesini," ucap Yumoto.

"KAU MASIH MAU KESINI!?" tanya En kaget.

Terima kasih kalau begitu.

Yumoto memeluknya secara tiba-tiba.

"Aku harap bisa bermain dan memberikan pelukan yang hangat," ucapnya.

En sweatdrop kembali. "Itu bukan pelukan hangat, tapi pelecehan seksual," ucapnya.

Dan mereka, tanpa sadar, kembali ke dunia kesayangan mereka masing-masing.


"Ano saa, Atsushi,"

Kinugawa Atsushi melihat temannya, Yufuin En, dengan muka santai seperti biasa. Untuk bertahun-tahun di hidupnya, Atsushi tahu kalau En akan mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan random dan terkadang tidak masuk akal.

"Apa kau percaya akan keberadaan neraka dan berbagai hal di dalamnya?"

Atsushi menggaruk kepalanya. "En-chan, kau tidak menjedukkan kepalamu ke tembok kan? Pertanyaanmu yang kali ini sangat tidak masuk akal," jawabnya.

"Maksudmu kau tidak percaya?" tanya En.

"Bukan begitu. Aku percaya, hanya saja, aku tidak pernah mengira kau akan mempertanyakan pertanyaan itu. Ada apa memangnya?" balas Atsushi.

"Beberapa waktu yang lalu, aku mendapat mimpi buruk," ucapnya.

"Mimpi seperti apa?" Atsushi keluar dari bathup pemandian air panas itu.

"Yumoto bicara pada anjing penjaga di depan pintu menuju dunia bawah. Persis seperti mitologi Yunani," jawab En.

"Maksudmu Yumoto jadi Hercules kali ini?" tanya Atsushi.

"Memang Hercules bicara pada Cerberus? Tidak!"

"Salah, faktanya kita tidak tahu," Atsushi sweatdrop dengan balasan En.

"Yang jelas, aku tidak mau mengingat mimpi seperti itu lagi. Tidak sedikit pun," En menghela nafas, dan bangkit dari tempatnya semula.

Mereka berdua mengenakan pakaian masing-masing. Dan baru menyadari ada hal yang salah.

"Aku baru sadar. Dimana Wombat dan Yumoto? Mereka berdua kan selalu bersama setiap saat setiap waktu dan kejar-kejaran terus menerus," tukas En.

"Eh? Entah. Aku juga tidak melihat Yumoto. Apa kau berpikir kalau dia menghilang?" balas Atsushi.

"Tapi kita pulang bersama dengannya!" tukas En.

Keduanya berlari keluar dari onsen tersebut dan berlari ke gang yang dimaksud Yumoto.

"Apa kau berpikir dia masuk ke dalam?" tanya Atsushi.

"Jangan membuatku masuk ke sana. Aku mau pulang," jawab En.

"En-chan! Yumoto bisa saja tersesat di dalam gang tersebut dan tidak bisa pulang! Kalau itu terjadi, kau mau bilang apa pada Goura-san!?"

Atsushi menarik En ke dalam gang.

Tapi tidak Atsushi maupun En tahu kalau mereka akan dibawa ke pemandangan yang sama seperti kemarin. Sebuah mimpi buruk tentunya.

Sama seperti anggota Boueibu yang lain, Atsushi melihat Yumoto sebagai adiknya yang berharga. Seperti permata mungkin.

Yumoto ingin bertarung disisinya dan memperbaiki hubungan dirinya dengan Kinshiro. Sesuatu yang tidak bisa ia lakukan. Sesuatu yang jika dibiarkan, tidak akan selesai hingga bertahun-tahun, berpuluh tahun, atau bahkan setelah mereka meninggal nanti.

Tapi disanalah kenaifan anak ini benar-benar terbukti efektif. Hubungan dirinya dan Kinshiro kembali seperti semula.

'Apapun yang terjadi, aku akan melindungi anak itu!' tekadnya.

Terdengar creepy dan terkesan seperti ibu-ibu? Biarlah. Toh Atsushi memang ibu-ibu kok.

Dan keduanya melihat pemandangan aneh yang sukses membuat En menganga.

"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Atsushi.

Di depan keduanya, berdiri sebuah pintu besar, bertuliskan 'Siapa yang masuk ke dalam pintu ini tidak akan pernah kembali'. Tapi bukan itu yang membuat En menganga. Bukan, bukan fakta kalau ada yang mendorong mereka, maka mereka akan masuk neraka selamanya.

Atsushi menelan ludahnya. 'Aku tidak menyangka kalau mimpi En-chan bisa jadi kenyataan,' pikirnya.

Tapi bukan itu yang membuat En menganga.

Apa yang dilihat oleh En-lah yang membuatnya menganga.

"Ya ampun," Atsushi yang ikut-ikutan melihatnya ikutan menganga.

Yang mereka lihat adalah sesuatu yang absurd. Monster yang dilihat En maupun Yumoto itu tidak ada. Digantikan oleh seorang perempuan berambut dan bermata biru yang cantik dan memangku Yumoto yang tertidur nyenyak.

Ia melihat keduanya dengan tatapan kurang senang.

"Untuk apa kalian datang kesini, manusia? Terutama kau." Ia menunjuk En.

"Aku tidak ingat aku punya masalah denganmu. Bahkan aku tidak ingat kau ini siapa. Dan yang lebih tidak masuk akal, dendam apa yang kau miliki denganku!?" balas En.

"Dendam? Tentu saja, aku benci manusia," jawabnya.

"Kau tidak membenci Atsushi." ucap En.

"Tentu saja aku benci dia. Tidak separah kau tentunya,"

Atsushi ingin menenangkan keduanya. Tapi ia tidak punya keberanian tersebut. Maka ia pun melontarkan pertanyaan.

"Kau ini siapa?" tanya Atsushi.

Gadis itu menghela nafas, ia menatap Atsushi dengan senyuman manis.

"Namaku Yuruki. Penjaga pintu ini, dan seseorang yang akan menjadi Scarlet sepanjang hidupnya,"

Jawabnya dengan tatapan yang sama Cerberus.

"Aku tidak tahu kenapa kau begitu terobsesi dengan Yumoto dan memanggilnya Scarlet dan Scarlet setiap saat,"

Dan segera saja, En melakukan 'Love Making'.

"Tapi aku tidak akan memaafkan seseorang yang mencoba mengambilnya dari Boueibu,"

Seketika, Atsushi cengo.

More Later

Author's Note: Setelah saya baca bagian 'More Later', saya jadi ingat 'More Better' episode 12 [Spoiler Episode 12 8D]. Terima kasih bagi kalian yang mau membaca fanfic saya 8D Saya akan segera menulis chapter 3 segera. Yup. Chapter kali ini tidak sebanyak yang sebelumnya karena memang sengaja 8D Yang kemarin itu keceplosan, hehe. En terlalu posesif, seperti yang saya tulis di chapter 1 yaitu OOC. Oh iya, saya tidak menambahkan Summary dan Warning karena bisa dilihat di chapter 1.

Atsushi tidak mengerti. Apa yang terjadi pada En hingga ia se-obsesif ini dengan Yumoto?