Suasana dicaffe terasa cukup hangat, Jungkook mengeratkan coat warna khaki nya. Walau didalam ruangan yang cukup banyak orang dirinya masih merasakan dingin yang menusuk. Baginya hanya pelukan Kim Taehyung lah paling hangat dan paling nyaman.
Uhh, tiba-tiba perasaan rindu menyergapnya. Padahal baru lewat lima setengah jam mereka berpisah setelah semalam suntuk bermain kuda-kudaan.
Okkay, mari lupakan bagian ini.
Tapi kenapa Jungkook jadi gelisah yah? Dia meraih handphone dan mendial nomor yang jauh tersimpan didalam kepalanya. Siapa lagi jika bukan calonnya.
Kim Taehyung.
Tak berapa lama mereka tersambung, sedikit tersenyum. Jungkook menyapanya.
"Ada apa? Kenapa menelfon? Aku sudah makan tadi dua puluh menit yang lalu kok."
"Lho memangnya siapa yang ingin bertanya soal makan?"
"Lalu ada apa?"
"Kamu dimana? Sedang apa?"
"Aku sedang bekerja dong, sayang. Ada apa sih? Sekitar sepuluh menit lagi aku ada rapat, lho. Cepat katakan apa yang kamu inginkan."
"Ishh, tidak usah tidak jadi."
Panggilan terputus begitu saja setelah Jungkook menekan tombol merah di layar ponselnya. Total, merajuk.
Iya sih, Jungkook tidak kesal kalau awalnya menelpon karena ingin mendengar kan suara si Kim sedangkan si Kim nya pura-pura sibuk.
Jungkook mencebikkan bibirnya, rautnya super kesal. Tapi, setelah layar ponselnya berkedip-kedip menandakan telpon masuk raut kesalnya berubah sumringah.
Tapi yah namanya wanita, upss uke yaa. Gitu mau jual mahal. Mau nya langsung dijawab, tapi Jungkook nunggu hingga deringan ketiga. Biar saja,siapa suruh Taehyung membuatnya kesal.
"Hmm.."
"Ada apa sih, manisnya Kim Taehyung? Kamu kenapa? Mau apa? Mau susu coklat? Mau puding stawberry? Mau makan steak atau salad? Mau beli baju? Sepatu?"
"Apa sih kamu? Ngeselin banget ih. Mau bikin aku gendut ya nawar-nawarin makanan. Terus apa baju? Sepatu? Giliran aku beli ajah kamu bilang aku boros. Kamu mah ih, nyebelin tau ga?"
"Lho, terus mau apa kamu?"
"Kaya kamu bisa ajah, Kasih apa mau aku."
"Lho, sayang kamu lupa yah?"
"Apa si Tae, udah ih matiin teleponnya..!!"
"Kamu ajah yang matiin ,kalau mau. Nanti ada yang kesal terus ngambek. Aku malas tau membujuknya."
"Yaudah gausah dibujuk! Susah banget deh."
"Terus aku ga dapat jatah dong?"
"Ih otaknya mesum!! "
"Okkay, terus kenapa sayang telpon? Ada apa?"
"Umm.."
"Kenapa?"
"Rindu.."
"Ekekeke.. Princess, rindu? Okkay, jadi nanti pulang mau dijemput? Tapi, princess.. Gantengnya kamu boleh yah rapat dulu. Sebentar lagi mulai. Kalau rapatnya gagal, nanti kita ga dapat untung kamunya ga bisa beli barang-barang baru. Pokoknya nanti aku jemput. Hati-hati kerjanya, aku sayang kamu."
"Eum, sayang gantengnya aku juga."
Cewe yah, eh sorry maaf. Uke yang kalau dimanja akan seperti itu.
Sehabis nerima telepon, Jungkook tersenyum. Emang yah, si Kim tuh bisa balikiin moodnya dia dengan cepat.
Kan, kan makin rindu deh.
FIN
Jangan lupa, review ya Gaes.
ditunggu untuk membangkitkan hati. dan sorry pendek. mau bikin series cuman takut ga ada feedback. lelah ajah tar
salam dari Suga-nim dan istri.
Cand-nim
