Tittle : Fight For Freedom.

Rate : T+

Genre : Action, Romance.

Pair : Banyak -_-

Cast : B.A.P's Member, BTS's Member, EXO's Member.

Author : Skinner gitu loh!

Disclaimer : TS, BigHit, SM Entertainment.

Warning : BL, OOC, AU, Miss Typo(s), DLDR, RnR jusaeyo, NO FLAMERS, Support please…

Inspired by Durarara.

Chapter 2 : White Side.

# Daehyun Pov.

Sial! Apa masalah anak-anak Blue Mask hingga memukuli anak buahku? Padahal tidak ada yang menyulut masalah dengan mereka. Aku sangat up to date dengan semua kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak White Mask. Sebagai ketua aku tidak terima dengan hal ini! Melindungi anak buah adalah hal yang sangat penting. Apalagi tadi EXO sudah akan mengeluarkan satu anak dari White Mask!

Walaupun anggotaku tidak tau jika aku ketuanya, tetap saja aku juga harus bertanggung jawab atas mereka, karena akulah yang membentuk White Mask!.Kudengar Blue Mask juga menyerang anak dari Pink Mask malam ini, mungkin Pink Mask tidak akan langsung membalas Blue Mask, menurut pengamatanku, Pink Mask lebih sering membalas pada saat yang menurut mereka pas, sehingga tak tanggung-tanggung perkelahian dengan Pink Mask akan sangat-sangat menyakitkan. Tapi apa Sebenarnya yang direncanakan oleh Blue Mask?.

Besok pagi aku memberi perintah pada White Mask untuk menghajar salah satu anak dari Blue Mask sepulang sekolah. Jika mereka menyerang, kami juga akan menyerang. Dan hasilnya adalah impas.

Mungkin ke-lima temanku tidak akan menyangka jika aku adalah ketua dari White Mask. Aku tidak ingin mereka tau, karena aku juga tidak ingin membahayakan mereka karena aku salah satu dari ketua genk.

Selain itu aku juga tidak mau Junhong tau tentang hal ini, karena aku menyukainya. Aku sangat kesal sekali dengan EXO, mereka sudah melukai Junhong, ditambah mereka akan mengeluarkan salah satu anak buahku. Apapun yang terjadi aku akan melindungi Junhong. Mungkin dia masih belum menyadari perasaanku, dan aku belum bisa mengungkapkannya sekarang. Aku ingin membuatnya juga menyukaiku lebih dari seorang teman.

Aku membentuk White Mask saat pertengahan tahun pertamaku di sekolah ini. Aku sangat tertarik saat melihat Red Mask berkelahi, melihat mereka mengacau dengan memakai scraft dan topeng sangat keren menurutku, dan saat EXO datang untuk menghukum mereka, mereka dengan cepat berlari dan bersembunyi dan membuat EXO kewalahan mencari mereka. Memang genk dengan anggota terbanyak dimiliki oleh Red Mask. Aku sangat ingin tau siapa ketua mereka.

Tapi baru kali ini ada genk dari warna lain yang menyerang White Mask, dan ini membuatku benar-benar kesal. Padahal White Mask sedang tidak dalam perkelahian sangat sensi sekali jika ada yang menyulut perkelahian.

Karena White Mask termasuk genk yang lebih sering berkelahi karena ada orang luar yang memulainya.

Pagi-pagi sekali aku pergi ke asrama tepatnya ke kamar milik Junhong. Aku ingin melihat kondisi kakinya apa sudah lebih baik atau belum.

" Junhongie, apa kakimu sudah baikan?." Tanyaku.

" Sudah, kurasa aku sudah bisa berjalan dengan baik, jadi tidak perlu menggendongku lagi." Kata Junhong.

Aku menepuk kepalanya pelan. " Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat." Kataku.

Tiba-tiba Yongguk juga datang. " Yongguk?." Tanyaku.

" Daehyun kau sudah disini?." Tanyanya.

" Nde, aku menjemput Junhong untuk berangkat sekolah bersama." Jawabku.

" Kebetulan kalau begitu. Aku juga ingin menejmput kalian dan yang lain." Kata Yongguk.

" Tumben sekali?." Tanyaku.

" Memangnya tidak boleh? Lagian kita ini sudah berteman lama kan? Apa salahnya sekali-sekali berangkat sekolah bersama?." Gerutu Yongguk.

" Nde.. nde terserah kau saja." Sahutku.

" Daehyunnie, kau jangan cuek seperti itu pada Yonggukie, hihihihi…" kata Junhong.

" Tuh, dengar apa kata Junhong." Sahut Yongguk.

" Iya iya…" sahutku.

Kamipun segera pergi ke gedung kelas, sebelum bel masuk berbunyi dan EXO mulai berpatroli. Saat kami melewati taman belakang gedung sekolah kami melihat banyak siswa bergerombol melihat sesuatu. Sepertinya ada yang terjadi.

" Ayo lihat apa yang terjadi disana." Kata Yongguk.

Kamipun pergi menuju gerombolan itu dan aku sedikit shock melihatnya. 5 siswa sudah pingsan dan babak belur, 5 siswa itu dari genk Green Mask, dan ada coretan pilox berwarna putih di tembok dekat mereka bertuliskan 'White Mask'! sama seperti insiden perkelahian Blue Mask yang melukai White Mask, tapi ini tidak masuk akal! Aku tidak pernah memberikan perintah untuk menyerang Green Mask! Kenapa mereka melakukan ini? Ini salah! Aku harus tau apa yang terjadi.

" Gila! Apa yang dipikirkan oleh White Mask? Kenapa mereka menyerang Green Mask?." Kata Yongguk.

" A.. aku juga tidak tau, lebih baik kita pergi dari sini sebelum EXO datang." Kataku.

" Ini sudah ke-tiga kalinya masalah tentang perkelahian antar genk. Padahal selama ini semua warna tidak pernah berkelahi walaupun sling bersaing." Kata Yongguk.

" Mungkin ada masalah pribadi." Kataku asal.

" Ada EXO! Ayo segera pergi!." Kata Junhong.

Semua siswa yang bergerombol langsung menyebar saat EXO datang untuk mengurus kekacauan pagi ini. Sudah pasti jika 5 anak itu bernasip sama seperti anak buahku, maka Green Mask pasti akan melakukan hal yang sama pada White Mask! Sial! Sial! Siapa yang menyerang mereka?!

" Daehyunnie, kenapa kau jadi diam saja?." Kata Yongguk saat kami sudah sampai di kelas.

" Eh… mungkin aku sedikit tidak enak badan." Jawabku sekenanya.

" Pulang sekolah kurasa akan ada perkelahian lagi." Kata Yongguk.

" Maksudmu?."

" Tidakkah kau merasa aneh? Sekolah kita sepertinya akan menjadi area perang." Kata Yongguk.

" Kenapa kau berfikir seperti itu?."

" Well, siswa yang tidak ikut genk apapun disekolah ini hanya sedikit, jika ada perkelahian beruntun seperti ini, berarti akan ada perkelahian antar genk yang semakin membesar."

" Jadi mungkin setelah ini Green Mask akan menyerang White Mask untuk balas dendam begitu maksudmu?." Kataku.

" Benar, begitu pula White Mask akan menyerang Blue Mask. Dan Pink Mask sudah pasti akan menyerang Blue Mask juga." Kata Yongguk.

" Terdengar begitu rumit."

" Aku bertaruh sepulang sekolah Green Mask akan menyerang White Mask." Kata Yongguk.

" Benar, Green Mask selalu menyerang tanpa menunggu hari berganti." Kataku.

Tapi jika Yongguk benar, berarti antara Blue Mask dengan genk-ku, ataupun Green Mask dengan genk-ku ada masalah intern yang tidak kuketahui. Jika hanya masalah sesama anak buah tidak mungkin terjadi hal seperti ini. Peluang untuk menangkap ketua genk bagi EXO bisa sangat mudah saat ini, mengingat banyak sekali yang tertangkap.

Aku mengirim pesan menanyai ke seluruh anggota White Mask siapa yang menghajar Green Mask pagi ini, tapi tak ada satupun yang mengaku. Apapun yang terjadi aku juga harus memperingatkan White Mask jika Green Mask akan membalas.

Mungkin hanya ini yang bisa kulakukan untuk saat ini, selain melindungi anak buahku, aku juga harus melindungi namaku agar tidak terbongkar bahwa aku ketua dari White Mask.

.

.

.

.

Sepulang sekolah hingga sore tak ada perkelahian apapun, walaupun seperti itu, aku sangat khawatir, aku bertanya-tanya apa yang akan di rencanakan oleh Green Mask. Bisa saja mereka akan mnyerang secara besar-besaran? Tapi tak bisa kupungkiri alasan mereka menyerang pasti karena anggota mereka juga dilukai oleh anak buahku.

Sore itu White Mask menyerang salah satu anggota dari Blue Mask atas perintahku, well, memang ini rencana yang sudah aku perhitungkan sejak kemarin, sekarang aku hanya mengkhawatirkan tentang Green Mask. Apa mereka juga akan menyerang hari ini? Aku sudah mengantisipasinya, aku menyuruh semuanya segera kembali ke asrama dan aku tidak ingin malam ini White Mask berkeliaran, karena bisa saja Green Mask melukai mereka hingga sangat parah.

Aku sedikit was-was saat berada di asrama petang itu. Aku mencoba memikirkan kejadian-kejadian aneh yang sedang terjadi di sekolah ini. Padahal setauku sudah 1 tahun yang lalu sejak terakhir kali ada perkelahian ntar genk di sekolah ini, dan setiap genk tidak akan melakukan perkelahian lagi. Tapi mengingat Blue Mask yang berbuat ulah duluan mungkin banyak yang mengira perjanjian itu dibatalkan, lagipula genk terakhir yang terbentuk adalah Blue Mask, mungkin ketuanya dari siswa tahun pertama yang sok sekali untuk memulai pertengkaran. Tapi kenapa White Mask juga menyerang genk lain? Ini benar-benar tidak bisa kumengerti.

TOK! TOK! TOK!

Aku segera membuka pintu kamarku. Aku sedikit terkejut karena Junhong datang. " Ada apa Junhongie?." Tanyaku.

" Bisakah kau mengajariku pelajaran hari ini? Ada yang tidak kumerngerti." Katanya.

" Masuklah." Kataku.

" Terimakasih Daehyunie."

" Jadi, pelajaran apa yang tidak kau mengerti?." Tanyaku sambil duduk di meja belajarku.

" Matematika, aissh, aku sudah mencobanya berkali-kali tapi tetap saja aku tidak bisa memecahkan soalnya." Gerutu Junhong sambil mulai membuka bukunya.

Well, diantara sahabat-sahabatku memang aku pintar, walaupun masih pintar Youngjae sih… " Kenapa kau tidak Tanya Youngjae?." Tanyaku.

" Ani, dia ikut ekstra kulikuler hari ini hingga nanti jam 7, jadi aku datang padamu." Jawab Junhong.

" Oh… Baiklah, kurasa aku bisa menyelesaikan yang ini. Aku akan jelaskan caranya." Kataku.

Selama 2 jam kemudian aku dan Junhong masih berkutat tentang pelajaran hari ini. Aku senang Junhong datang ke tempatku kali ini, kurasa aku akan bertambah dekat dengannya. Aku sangat menyayangi Junhong sejak aku pertamakali melihatnya. Tapi kenapa dia tidak menyadari perasaanku padanya? Tapi aku akan buat dia menyadarinya.

Junhong dan aku berbicara cukup lama hingga tak terasa sudah pukul 9 malam. Tiba-tiba ponselku terus berdering, aku segera melihat pesan yang masuk. Dan aku sedikit shock dengan berita yang kudapat. White Mask diserang oleh Green Mask dalam jumlah besar, hingga salah satu anggota White Mask dilarikan kerumah sakit.

Sial! Green Mask hampir sama seperti Red Mask saat berkelahi, benar-benar tak kenal ampun! Sial! Sial! Sial! Apa yang harus kulakukan? Bagaimana ini? Pasti keadaan mereka parah sekali, tidak mungkin juga aku menyuruh White Mask untuk kembali menyerang Green Mask, aku kalut sekali.

" Ada apa Daehyunie? Kau terlihat tegang sekali?." Tanya Junhong.

" Ah… Ani ani… apa kau ingin sesuatu untuk diminum? Aku akan pergi mengambilnya." Kataku.

" Baiklah, cepat kembali nee… Di sekolah sedang banyak perkelahian." Kata Junhong.

" Nde, aku akan hati-hati." Kataku.

Akupun keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi, ternyata memang benar apa yang tertulis di pesan itu. 7 orang White Mask luka-luka dan beberapa ambulance membawa mereka ke rumah sakit. Di tempat kejadian memang tertulis 'Green Mask' dengan pilox berwarna hijau, yang menunjukkan bahwa mereka memang berbuat hal ini. Memberi nama genk setelah memenangkan sebuah pertarungan adalah kewajiban, seolah mengatakan mereka adalah yang terkuat.

" Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan?." Gumamku pelan.

" Sepertinya akan menarik."

Aku menoleh kebelakang tak jauh dari tempatku berdiri. Dia, Kim Namjoon bersama temannya yang tidak salah bernama Kim SeokJin. Namjoon memiliki 6 anak buah. Mereka sebenarnya juga sebuah genk, hanya saja jarang sekali atau tidak pernah terlibat pertengkaran manapun dengan genk di sekolah ini. Mereka menyebut dirinya dengan BTS. Karena mereka pihak netral, EXO membiarkan mereka. Kurasa mereka selalu mengetahui semua yang ada disekolah ini, sekecil apapun itu, mereka seperti informan.

" Lucu sekali perkelahian ini. Tidak kah mereka berfikir hal yang membuat perkelahian ini terjadi adalah 'orang itu' ?." kata Jin.

" Benar, kurasa tebakan kita sedikit demi mulai terkuak, kita lihat saja kelanjutannya." Timpal Namjoon.

" Well, jika mereka menggunakan otak, mereka bisa mencurangi-'nya' ." kata Jin lalu berjalan pergi bersama Namjoon.

Siapa orang yang dimaksud oleh mereka? Apa ada orang lain yang merencanakan perkelahian ini? Tapi siapa? Apakah ada seorang penghianat atau mata-mata? Ini masih membuatku bingung, tapi jika mereka bicara seperti itu, kemungkinan 80% adalah benar.

Aku harus segera mencari siapa orang itu!

.

.

.

.

Setelah itu aku kembali ke kamarku, aku tidak ingin Junhong curiga karena aku tidak segera kembali.

" Junhongie, ini, aku hanya menemukan soda, dan beberapa cemilan untukmu." Kataku.

" Terimakasih Daehyunie. Kenapa kau lama sekali tadi? Apa di sekolah terjadi perkelahian lagi?." Tanya Junhong.

" Aku tadi sudah ke kantin, tapi disana hanya tersisa sedikit makanan, jadi aku sedikit lama, tadi kudengar ada ricuh di lapangan sepak bola, tapi aku tidak melihat ada apa." Kataku.

" Oh jadi begitu, maaf ya merepotkanmu." Kata Junhong.

" Gwaenchanayo… Makan yang banyak nee." Kataku sambil mengelus rambutnya dengan sayang.

" Daehyunie, apa kau ikut salah satu Genk di sekolah ini?." Tanya Junhong tiba-tiba membuatku sedikit terkejut.

" Ti.. tidak, wae?." Tanyaku.

" Benarkah?." Kata Junhong memastikan.

" Tentu saja tidak, untuk apa aku ikut genk-genk seperti itu? Itu akan merugikan diriku sendiri, apalagi sekarang banyak perkelahian." Kataku.

" Syukurlah kalau begitu, aku tidak ingin kau terlibat genk-genk seperti itu, aku percaya padamu Daehyunie." Kata Junhong.

Dia pasti tidak suka dengan genk-genk seperti itu, apa dia akan marah dan tidak ingin dekat denganku jika aku adalah salah satu White Mask? Bahkan aku adalah ketuanya… Maafkan aku Junhongie, aku harus berbohong, tapi aku juga tidak bisa berhenti begitu saja pada White Mask. Aku harus mengurus hal ini hingga selesai. Maafkan aku Junhongie.

Malam itu aku dan Junhong bicara banyak hal, akhirnya dia tidur ditempatku. Aku senang bisa lebih dekat dengannya akhir-akhir ini. Bahkan sedekat ini dengannya. Aku benar-benar mencintai namja ini, apapun pasti aku akan lakukan untuknya.

Keesokkan harinya saat aku bangun Junhong sudah tidak ada di sampingku, aku sempat panik, dan hendak menghubunginya hingga aku menemukan sebuah surat yang ada dimejaku. Surat dari Junhong. Dia bilang dia harus kembali ke kamarnya lebih awal karena harus bersiap kesekolah, dan dia tidak ingin membangunkanku.

Aku menghela nafas lega, kukira dia hilang begitu saja, aku segera bersiap untuk kesekolah, terlambat bukan hal yang baik mengingat ada EXO disini.

" Daehyunie, kau kenapa diam saja pagi ini?." Tanya Jongup.

" Gwaenchana, aku hanya sedang berfikir." Kataku.

" Haish.. kau ini kenapa memikirkan hal-hal tidak penting?." Tanya Jongup santai.

" Ya! kau ini tidak tau apa yang kupikirkan Jongupie!." Kesalku.

" Arra, arra…" kata Jongup dengan senyum angel-nya. " Green Mask keren sekali kemarin." Kata Jongup, aku langsung menoleh padanya, apa dia Green Mask?

" Wae? Apa kau anggota Green Mask?." Tanyaku.

" Menurutmu?."

" Aku serius Jongupie, kau anggota Green Mask?." Tanyaku.

" Kenapa kau serius sekali Daehyunie? Memangnya kau ketua White Mask?." Tanya Jongup santai.

DEG!

Jangan sampai ada yang tau kalau aku adalah ketua White Mask!. " Ya! Itu tidak mungkin kepala dumbel! Mana mungkin aku ketua White Mask!." Kesalku.

" Lalu kenapa kau Tanya aku anggota Green Mask? Dasar kau ini…" kata Jongup.

" Well,kau terlihat mengagumi Green Mask." Kataku sekenanya.

" Karena aku suka cara berkelahi mereka yang tidak sungkan-sungkan itu." Jawab Jongup.

" Kau terdengar mendukung pihak mereka…" kataku.

" Aku hanya suka gaya berkelahi mereka, tapi tidak memihak mereka, coba koreksi percakapan ini, apa tadi aku bilang aku berada di pihak mereka? Haisssh kau ini.. Sudah kubilang untuk tidak menjadi orang yang terlalu serius. Rubahlah sedikit, jadi kau bisa pantas bersama Junhong." Katanya lalu berjalan pergi.

" Ya! apa yang kau katakan!." Kesalku lagi yang hanya dibalas cengiran angel khas Jongup.

" Haish… kenapa dia tau tentang hal itu?..." Gerutuku.

Kurasa Jongup bukan anggota dari genk apapun termasuk Green Mask. Dia namja baik-baik selama kami bersahabat dengannya. Aku ingin sekali bertemu dengan ketua dari Green Mask, aku ingin mendengar penjelasan tentang masalah apa yang dibuat White Mask pada mereka. Tapi mengingat sifat Green Mask yang lebih memilih berkelahi dari pada berunding pasti akan sangat sulit sekali.

# Daehyun Pov End.

.:: To Be Continued ::.

A/N : Nah! Akhirnya apdet juga nih FF… Aku bolak balik ganti konsep terus bikin nih FF, aku udah ngerubah jalan cerita sampe 5 kali, dan makasih banget yang udah baca FF-ku. Mian kalo romance-nya terlalu dikit.. ,/\

Tapi ntar, entah di chap berapa pasti aku kasih yang romance buat readers xD

Dan mian kalo masih ada typo(s) saya paling emosi kalo liat ff-ku sendiri banyak typo(s) =,=

Okeh, waktunya bales review xD

HouseGirlAttack

Mian aku telat add fb kamuuuuuu… punyaku yang Leffy Lagoon, udah di confirm belum?

Aku masih amatir kok bikin FF, jadi masih belum merasa bikin FF yang bagus ,/\

Thanks buat review-nyaaaaa xD

BabyPrimz

Riviewmu membangkitkan semangatku, makasih buat riviewnya yah…

FF-ku disukai aja aku udah seneng, apalagi di rivew dan ditunggu kelanjutannya xD

Nah, Ini nih yang paling panjang, buat Daeke Mato, anak gueh.

Tapi entah di-chap berapa bakal ada angst lhooo… tapi pasti ada romance-nya juga. Sebenernya aku juga dilanda bingung buat alur cerita ini, kalo inti ceritanya udah aku pikirin…

Tapi aku buat pertarungannya aku masih mikir-mikir lagi, aku nggak pandai bikin FF yang berantem *lho? La terus?* tapi pasti bakal ada pertarungan juga, judulnya aja Fight For Freedom…

Buat kelanjutan DaeLo dan BangLo biar aku dan Tuhan yang tau *kicked*

Iya buat Warrior nggak aku endingin dulu nak, aku kasihan ama kamu kalo end cepet-cepet *taboked*

Makasih buat riviewmu nak *kisseu*

Buat Angeeeeeeeeeeelllll gede-kecil gede-kecil

Annyeong, gimana kabarmu beb? ^0^

Aku kadang rada bingung mau naruh adegan romance DaeLo dimana..

Tapi bagemanapun aku DaeLo Shipper, jadi mau pas lagi berkelahi, perang atopun boker harus ada DaeLo moment *plak

Makasih buat review gede-kecil gede-kecilnya *plak

Ryeolu

Makasih sudah kepo dengan kelanjutannya, mian saya telat apdet, entah Ryeolu-ssi masih inget nih FF ato enggak, tapi skinn harap masih inget xD

Makasih udah sempetin baca dan riviewwwww xD

Daehana

Mian Daehana-ssi, aku telat apdet, aku kena kiamat sibuk soalnya, mian banget, tapi skinn harap Daehana mau baca kelanjutan FF ini lagi neee

Gamsahabnidaaaaaa *bow