.

.

.

ONLY ONE

.

You must choose one.

.

Mereka menyelesaikan acara mereka dengan mengantarkan Sehun dan Jongin ke toko buku. Setelah itu Chanyeol dan Baekhyun berpamitan untuk pulang, sedangkan Jongdae, dia dipaksa oleh Minseok untuk menemani Jongin dan Sehun. Minseok dan Luhan memutuskan untuk menunggu mereka bertiga di sebuah cafe yang berada di dekat toko buku. Selagi mereka menunggu pesanan masing-masing, tidak ada satu orangpun yang memulai pembicaraan. Minseok yang terlalu malas untuk mengeluarkan suarannya dan Luhan yang terlalu malu untuk mengajak Minseok berbicara. Kesunyian itu terganggu ketika seorang pelayan membawakan pesanan mereka.

"Jadi Luhan, suaramu sangat indah. Aku suka dengan caramu menyanyi dan lembutnya suaramu. Mungkin aku akan menjadi fansmu ketika kau debut di korea nanti." Ucap Minseok sambil tertawa, tanpa ia sadari Luhan berusaha menenangkan jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat.

(Sial kau Minseok, kau tau apa yang terjadi pada jantungku ketika kau tertawa. Apakaah kau mau melihat wajahku memerah. Berhentilah tertawa. Kumohon Minseok...)

"Ehm... terimakasih Minseok. Aku juga menyukai suaramu. Bahkan suaramu lebih lembut dari suaraku. Pantas saja Chanyeol dan Baekhyun merindukan suaramu." Ujar Luhan menjawab pujian Minseok.

"Ah tidak juga, suara kau, Baekhyun, dan Jongdae lebih merdu daripada suaraku." Jawab Minseok.

"Yah mungkin kau benar..." Minseok terkejut mendengar jawaban Luhan yang bisa dibilang sedikit sombong itu, namun ketika mendengar tawa Luhan, Minseok tau bahwa Luhan hanya bercanda dan Minseok mengikuti Luhan yang tertawa.

Obrolan mereka berlanjut hingga mereka tidak menyadari Jongdae, Jongin dan Sehun yang sudah selesai berbelanja buku.

Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang kerumah mereka masing-masing.

.

.

.

From: Baek

To: Dae-ya

KIM JONGDAE! APAKAH KAU MEMBAWA BUKU CATATANKU? KAU TAU BESOK KITA ADA TEST DAN KAU BELUM MENGEMBALIKAN BUKU KU? KAU INGIN AKU MENDAPATKAN NILAI JELEK, LALU MENDAPAT PERINGKAT TERAKHIR, LALU KAU AKAN MALU BERSAHABAT DENGANKU LALU KAU DAN CHANYEOL AKAN MENINGGALKANKU SENDIRI! APAKAH ITU MAKSUDMU KIM JONGDAE!

To: Baek

From: Dae-ya

ASTAGA BYUNTAE BAEKHYUN... BISAKAH KAU TIDAK MENJADI DRAMA QUEEN UNTUK SEHARI SAJA. IYA, BUKUMU MASIH ADA DENGANKU, LALU KAU TERLALU PINTAR UNTUK MENDAPAT PERINGKAT TERENDAH, LALU AKU DAN CHANYEOL TIDAK AKAN MENINGGALKANMU WALAUPUN KAU JELEK SEKALIPUN. KAU MENGERTI..

From: Baek

To: Dae-ya

Baik lah dae... jadi bagaimana dengan bukuku? Malam ini aku ingin sekali belajar...

To: Baek

From: Dae-ya

Baiklah malam ini aku akan kerumahmu. Kita akan belajar bersama. Puas?

From: Baek

To: Dae-ya

/grins/ joha~ akan kubuatkan cokelat panas untuk menemani kita belajar... cepatlah datang dae-ya~ Aku menunggumu 3

To: Baek

From: Dae-ya

Astaga baek itu menjijikkan -_-

.

Jongdae berpamitan pada kedua orang tuanya untuk menginap dirumah Baekhyun. Dan tentusaja orang tua Jongdae mengizinkannya, karena mereka sudah mengetahui baekyun. Mereka sudah menganggap Baekhyun dan Chanyeol adalah anak mereka sendiri.

Di perjalan menuju rumah Baekhyun, Chanyeol menelpon Jongdae, menanyakan sudah belajar untuk test besok, menanyakan sudah makan atau belum, menanyakan sedang dimana, menanyakan untuk apa ke rumah Baekhyun, menanyakan mengapa mereka tidak mengajaknya juga, dan menanyakan semuanya. Jongdae rasa Chanyeol sudah tertulah Baekhyun untuk sifat drama queen itu. Akhirnya Jongdae mengajak Chanyeol untuk belajar bersama. Mereka berjanji untuk bertemu du taman dekat rumah Chanyeol. Rumah Chanyeol dan Baekhyun tidak terlalu jauh, lagi pula jika kau mau menuju rumah Baekhyun, kau pasti akan melewati rumah Chanyeol juga.

"Jongdae-yaaa~~ selamat datang dirumah byun..." Baekhyun tidak melanjutkan kata-katanya ketika melihat sesosok makhlut tinggi ada disebelah Jongdae.

"Yak kim Jongdae! Untuk apa kau mengajak raksasa ini? Bukannya kau bilang hanya kita berdua yang akan belajar bersama."

"Tadi Chanyeol ingin belajar bersama juga." Jawab Jongdae.

"Memang kenapa? Aku tidak boleh belajar bersama Jongdae? Jongdae kan bukan milikmu, dia juga milikku. Jadi kita harus berbagi." Sembur Chanyeol sambil merangkul pundak Jongdae.

"Yak singkirkan tanganmu dari bahunya!"

"Kenapa? Aku bisa melakukan apapun pada JONGDAE-KU!" ucab Chanyeol tak mau kalah.

"KAUUU..." belum sempat Baekhyunmelanjutkan kata-katanya Jongdae sudah melepaskan diri dari Chanyeol dan berjalan masuk menuju rumah Baekhyun.

"Jika kalian masih bertengkar, aku akan ke rumah Yifan-ge untuk mengajariku." Ujar Jongdae santai.

"ANDWEEEEEEE" Seru Baekhyun dan Chanyeol berbarengan.

.

.

.

"MINSEOKIE GE~~~"

Luhan memalingkan kepalanya ketika mendengar seseorang memanggil Minseok dengan sangat manis. Ketika melihat ke arah pintu, Luhan melihat seseorang dengan dimple yang membuatnya manis dan dengan kutik putih sepertinya. Rambutnya yang hitam pekat berantakan karena angin dayng menerpanya. Luhan mematung ketika lelaki itu memeluk Minseok dari belakang. Ya, Minseok sedang berdiri menghadap ke jendela, entah sedang memikirkan apa. Lelaki manis itu menyandarkan dagunya di bahu Minseok. Menanyai kabar Minseok dan lain-lain, entah karena Minseok yang sedang memikirkan sesuatu terlalu dalam, ia tidak menjawab pertanyaan lelaki berdimple itu hingga membuatnya memajukan bibirnya cemberut.

"Yak Minseokie jawab pertanyaanku!" ucap lelaki itu sambil menggoyang-goyangkan badan Minseok, membuat Minseok tersadar.

"Oh Yixing, sejak kapan kau ada disini?" tanya Minseok dengan polosnya.

"Apa kau tidak merasakan pelukanku tadi ge? Sebegitu tegakah kau padaku?" ucap Yixing sedih (atau berpura-pura sedih).

"Mianhae Xingxing~ aku tidak bermaksud mengabaikanmu. Maafkan aku ya..." pinta Minseok dengan puppy eyesnya dan bibir yang di majukan.

"Aku akan memaafkanmu asal kau memberiku sebuah kecupan." Ujar lelaki yang bernama Yixing itu.

"Hah baiklah..." Minseok mencium pipi Yixing singkat, namun setelah itu Yixing yang mencium pipi Minseok lama.

Luhan membelalakkan matanya ketika melihat adegan itu. Matanya yang lebar semakin melebar, mulutnya terbuka seperti ikan koi dan entah mengapa ada sesuatu didalam dadanya yang sakit.

"Hei" Seseorang menepuk bahu Luhan.

"Oh... hai?" jawab Luhan yang masih linglung.

"Kau... Sedang memperhatikan mereka berdua?" tanya laki-laki tinggi itu.

"Oh... ehmm..."
"Kau pasti murid baru ya?" tanya lelaki itu lagi.

"Iya, aku baru satu bulan yang lalu pindah ke sekolah ini." Jawab Luhan.

"ah pantas saja kau terkejut dengan kelakuan mereka." ujar lelaki itu sambil tertawa pelan.

"ehm memangnya ada hubungan apa mereka berdua? Apakah mereka berpacaran? Atau mereka hanya bersahabat? Mengapa mereka seperti itu didepan umum? Akah orang-orang sudah terbiasa dengan kelakuan mereka?"

"ohhh wait... wait... slow down bro... bertanyalah satu-satu." Luhan langsung meminta maaf pada lelaki tinggi yang melebihi Chanyeol itu.

"Pertama-tama perkenalkan namaku adalah Wu Yifan, kau boleh memanggilku Yifan atau Kris. Dan kita satu angkatan. Dan laki-laki yang bersama Minseokmu itu bernama Zhang Yixing. Dan kami baru pulang dari berlibur, jadi wajar jika kau tidak mengenal kami berdua. Dan hubungan mereka adalah..." Yifan menggantungkan ucapannya ketika melihat wajah Luhan. Rasanya ia ingin tertawa melihat wajah Luhan yang berharap-harap cemas menunggu jawabannya. Dan ia sengaja menggantungkan jawabannya, ia ingin bermain-main dulu dengan calon artis korea ini.

"Apa hubungan mereka Yifan? Jangan membuatku penasaran..."

"Lebih baik kau mencari tau sendiri apa hubungan mereka, aku tidak enak memberitahukannya padamu." Ucap Yifan sambil menyunggingkan ujung bibirnya."

"Tapi akan kuberi clue, ah hanya dilihat saja harusnya kau tau apa hubungan mereka." setelah mengatakn itu, Yifan segera keluar dari kelas Luhan. Dan Luhan memalingkan wajahnya untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Minseok dan Yixing.

Luhan hampir saja terkena serangan jantung ketika melihat Yixing sedang memangku Minseok, sedangkan Minseok dengan nyamannya duduk di pangkuan Yixing sambil membaca buku.

(Dasar kurang hajar kau manusia berdimple. Bagaimana bisa kau memangku baozi-ku seperti iu. Dia milikku—ah maksudku akan menjadi milikku. Akan kupastikan kau menjauhinya dan tidak akan mendekati baozi-ku lagi)

Hari ini menjadi hari terburuk Luhan, melihat Yixing selalu berada di dekat Minseok, bahkan Yixing menyuapi Minseok ketika mereka sedang makan siang. Dan yang lain tidak memperdulikan apa yang mereka lakukan, sekan-akan mereka sudah terbisa dengan kelakuan Yixing dan Minseok yang terlalu mesra itu.

Dan Luhan belum juga tau apa hubungan Minseok dan Yixing.

.

.

.

.

"Jongin-ah"

"Oh, Sehun, ada apa?" Jongin menghentikan kegiatannya bermain game di handphone terbarunya.

"Aku hanya bertanya apakah Minseok hyung mengikuti sebuah club?" tanya Sehun pelan.

"Aku tidak tau hun, aku rasa tidak. Minseok hyung lebih suka tidur daripada mengikuti club. Memang ada apa?"

"Ah tidak, aku hanya bertanya saja. Dan bagimana denganmu? Kau akan mengikuti club apa? Apkah kau sudah memutuskan?" tanya Sehun lagi.

"Yap, aku sudah mendaftar di club dance, bagaimana denganmu hun?" tanya Jongin sambil memanginkan permainan yang tadi sempat tertunda.

"ehm aku masih bingung antara dance club atau rap club. Aku rasa aku akan mengikuti dance club saja, biar aku ada teman di club nanti." Jawab Sehun.

"Baguslah, aku ada teman juga. Aku malas sekali mencari teman baru lagi. Hehehe..." ujar Jongin tanpa melepaskan pandangnnya dari layar handphonenya.

"Oya hun, bagaimana jika nanti kita mengerjakan project yang tadi diberikan? Mumpung aku sedang tidak malas."

"Baiklah, dimana kita mengerjakannya?" tanya Sehun.

"Dirumahku saja, kau juga boleh menginap dirumahku jika kau mau. Kebetulan kedua orangtuaku sedang pergi keluar kota, jadi dirumah hanya ada aku dan hyung-hyungku." Jawab Jongin.

"Apakah tidak akan mengganggu hyungmu?"

"Tidak akan, Jongdae hyung pasti bermain dengan Chanyeol dan Baekhyun hyung. Sedangkan Minseok hyung paling tidur atau bermain PS."

"Baiklah, nanti sore aku akan kerumahmu."

.

.

.

.

-Chapter 2-

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Author's Note:

Yoohoo~~ ketemu lagi sama saya... Maaf ya kali update-nya kelamaan. Kemaren-kemaren lagi gak ada ide banget. Dan maaf kalo update-annya gak memuaskan kalian, pendek lagi. Oya bilang ya kalo alurnya kecepetan/kelambatan, jadi bisa diperbaiki lagi.

Oya, ada yang tanya xiumin seme atau uke, jelas uke dong... for me he is forever bottom. Sama siapa aja pasti uke, karena aku suka bottom!xiu wkwkwkwk... dan untuk chen, dia juga uke... oiya, maaf ya aku blm bisa balesin komen kalian satu-satuㅠ.ㅠ

Sampai ketemu lagi di chapter selanjutnya~

Chu~