'Like Him? Crazy..'
Cast : Sungmin, Kyuhyun, Siwon, Donghae, Eunhyuk, Ryeowook, Kibum, Kangin, Leeteuk, Heechul and SHINee.
Summary : Keinginan membuatnya terpaksa menempuh jalan yang tidak masuk akal. Namun, perasaannya mulai berputar haluan saat dirinya mulai terbiasa dengan seseorang.
Warning!
This is Ffn GS, full typo, OOC, Gaje bin Ajaib!
….
"Selamat pagi semuanya!"
"Pagi, Seonsaengnim!"
"Choneun Kim Young Woon imnida. Kalian semua bisa memanggil saya KangIn seonsaengnim. Saya harap kalian semua bisa tertib dalam acara penyambutan murid baru KyungHaa High School pada hari ini hingga acaranya selesai. Kalian semua mengerti?!"
"Ne, Seonsaengnim!"
.
Skip time..
.
Acara penyambutan murid baru yang diselenggarakan di aula sekolah berjalan dengan tertib. Acara itupun berakhir dengan para murid baru yang harus langsung mencari kelas mereka masing-masing yang juga sudah diumumkan oleh Park Jung Soo seonsaengnim, guru sekaligus kaki tangan KangIn sang kepsek.
"Min, kita kan sekelas nanti kau duduk disebelahku yaa.." tawar Donghae dengan puppy eyesnya. Donghae tampak imut.
"Ahh.. ya terserah saja."
Sungmin masih lemas karena untuk yang kesekian kaliannya ia tidak sekelas lagi dengan Siwon si pangeran hati.
"Kenapa nasibku sial sekali sih!" rutuk Sungmin kesal.
"Min, kau tidak apa? Kenapa wajahmu memerah?" tanya Donghae dengan wajah khawatir.
"Tidak. Aku baik-baik saja."
Donghae pun mencoba kembali tenang sambil mencari-cari letak kelasnya yang baru bersama dengan Sungmin yang dengan setia mengekor dibelakangnya.
Beberapa saat kemudian, tatapan mata Donghae tidak sengaja menatap sesosok namja jangkung yang sedang menunduk memainkan ponselnya disudut taman sekolah. Namja itu terlihat kurang peduli dengan sekitarnya, terlihat dari caranya duduk sambil mendengarkan music lewat headset putih yang menggantung dikedua telinganya.
"KYUHYUN!"
Sudah tiga kali Donghae meneriakan nama namja itu. Tapi, namja itu sama sekali tak meresponnya. Donghae yang merasa kesal melangkahkan kakinya dengan cepat sambil menyeret Sungmin yang masih asik memandangi daerah sekitar untuk mencari keberadaan Siwon.
"Hae? Ada apa?" pertanyaan Sungmin tidak diindahkan oleh Donghae yang malahan asik menarik tangannya tanpa sadar perubahan pada raut wajah Sungmin yang bingung dengan tingkah ajaibnya, teman barunya itu.
.
"Kyu!"
Donghae menepuk bahu namja itu sambil tersenyum. Tingkahnya mulai stabil.
"Hyung, kau?"
"Hehehe.. aku juga sekolah disini."
"Tapi, Ahra noona.."
Donghae duduk disebelah Kyuhyun meninggalkan Sungmin yang cengo dan masih tetap berdiri dengan tampang imut. Lupa dengan statusnya yang sekarang ini adalah namja.
"Yeah~ aku menyuruh Ahra noona untuk tidak memberitahukanmu soal aku. Aku ingin memberikanmu kejutan."
Kyuhyun tersenyum kecut, "Kau rela meninggalkan monyet hyperaktif itu?" raut wajah Donghae berubah sendu.
"Sebenarnya aku tidak rela. Tapi, Hyukkie my chagi juga bersekolah di asrama yeoja KyungHaa jadi tidak masalah." Kyuhyun mengangguk malas.
"Dia.. nugu?" tunjuk Kyuhyun pada Sungmin yang sedang celingak celinguk mencari Siwon.
"Dia.. Hey Min, kau cari siapa dari tadi celingak celinguk?"
Sungmin salah tingkah saat kedua namja tampan itu menatapnya serius. Wajah Sungmin memanas dan merona. Entah mengapa saat pandangannya bertemu dengan mata obsidian Kyuhyun membuat hatinya berdesir.
"Tampan! Aku.. mau.. dia.." batin Sungmin centil. Dengan segera Sungmin menggelengkan kepalanya lalu memberanikan diri menatap kedua namja itu.
"Anni, katanya temanku akan bersekolah disini juga. Tapi, sepertinya aku salah dengar waktu itu," ujar Sungmin bohong.
"Oh.." Donghae mengangguk lalu menatap wajah Kyuhyun yang masih datar.
Kyuhyun mendorong frame kacamatanya yang sempat melorot menggunakan telunjuk tangan kirinya, "Temanmu?" gumam Kyuhyun tanpa sadar. Sepertinya uri Kyunnie mulai tertarik dengan Sungminnie.
"I-iya.. temanku."
"Bukan. Maksudku, siapa nama temanmu itu?" walaupun kelihatannya Kyuhyun tertarik dengan Sungmin, tapi entah mengapa gaya bicaranya masih saja datar.
"Bu-bukan apa-apa. Lupakan saja."
Kyuhyun pun diam lalu kembali memerhatikan ponselnya membiarkan Sungmin yang berdiri sambil terus celingak celinguk. Lee Donghae yang paling anti suasana canggung seperti saat ini pun mulai mencari topik untuk mereka bahas.
"Kau tidak mencari kelasmu, Kyu?" pertanyaan Donghae membuat Kyuhyun mendongakan kepalanya sekali lagi.
"Aku sudah tahu dimana tempatnya." Sungmin pun mulai khusyuk menatap kedua namja yang sedang berhadapan dengannya.
"Jinjja? Kenapa kau tidak masuk kekelas dan berkenalan dengan teman-teman barumu?"
"Malas."
Singkat, padat, dan tidak jelas. Donghae melongo begitu juga dengan Sungmin.
"Kenapa kau seperti itu? Mendapatkan teman baru itu sangatlah menyenangkan.. semua anak harus pintar bersosialisasi."
Sungmin mengatakannya dengan semangat, sayangnya Kyuhyun kurang tertarik dan malah mengacuhkannya lalu kembali berkutat dengan ponselnya.
"Kyu, kau belum berubah juga ne? sebenarnya apa yang sedang kau lakukan dengan pon…"
"Pantas saja kau di kacangin, Min." Sungmin menggernyitkan dahinya.
"Kenapa?" Sungmin menatap ponsel Kyuhyun yang ditunjuk-tunjuk oleh Donghae.
"Game? Dia gamers?"
Kyuhyun yang mendengar kata 'GAME' dari mulut Sungmin dengan serta merta mengangguk lalu tersenyum manis. Sungmin hampir mimisan.
"Kau tahu Starcraft, Diablo, Dota…"
"Stop, Kyuhyun!" cegah Donghae sebelum Kyuhyun mengabsen seluruh game-game PC kesukaannya. Kyuhyun mendeath glare Donghae yang langsung bungkam.
Sungmin hampir tertawa melihat wajah pasrah Donghae, "Apa itu game favorite mu?" pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun tersenyum senang.
"Setidaknya namja manis ini tertarik dengan ocehanku." Batin Kyuhyun tanpa sadar.
"Kau yang memulainya.." ujar Donghae pasrah lalu menggeser duduknya menjauhi Kyuhyun.
Kyuhyun yang melihat pergerakan Donghae yang menjauhinya membuatnya menepuk-nepuk celah tempat duduk yang tadinya dipenuhi oleh Donghae bersama tasnya yang over big. Dia sedang mengisyaratkan pada Sungmin untuk duduk disampingnya.
"Kau bisa duduk disini," Kata Kyuhyun dengan suara lembut. Mungkin karna pengaruh game.
"Ba-baiklah," Sungmin gugup seketika.
"Kau sangat menyukai game PC yaa?" Donghae mulai memasangkan headset pada kedua telinganya, bermaksud untuk tidak mendengar ocehan Kyuhyun setelah pertanyaan Sungmin barusan.
Kyuhyun mengangguk layaknya anak kecil yang sedang diberi hadiah, "Sangat. Kau juga menyukai game?" Sungmin tersenyum simpul sambil menggeleng.
"Lalu kenapa sepertinya kau tertarik dengan ocehanku barusan?"Donghae yang sedang mengatur playlist pada pemutar music di ponselnya hampir tersedak mendengar percakapan Kyuhyun dan Sungmin.
"Dulu aku sering melihat kakak kelasku bermain game PC dan aku sangat suka saat melihatnya bermain game PC online. Wajahnya bisa tersenyum sendiri, murung, dan bahkan hampir menangis."
Kyuhyun hampir tersedak, "Ohh.. kakak kelas? Yeoja?"
"Ehmm.. namja."
"Kau… gay?" tanya Kyuhyun dengan kedua mata membesar seperti koala.
"Bukan! Aku hanya merasa lucu sendiri saat melihat wajahnya yang bisa berganti-ganti ekspresi dengan cepat, selebihnya aku normal."
Sungmin merasa keputusannya menjadi seorang namja gadungan adalah sebuah keputusan yang salah besar.
"Ohh. Hmm,nama mu siapa?"
"Ah, kita belum berkenalan yaa. Lee Sungmin imnida."
Sungmin menjabat tangan Kyuhyun yang terasa halus dan dingin.
"Cho Kyuhyun imnida."
'Teng.. teng.. teng..'
"Emm.. waktunya masuk kelas. Kau dan Donghae hyung satu kelas?" Sungmin mangangguk.
"Kau kelas berapa, Kyu?" tanya Donghae setelah melepas headset dan menyimpan ponselnya disaku celananya.
"1-4. Kau dan Sungmin, hyung?"
"Wahh.. keajaiban, kita sekelas." Donghae pun menepuk bahu Kyuhyun senang.
Kyuhyun hanya mangangguk tanpa ekspresi yang jelas, Kyuhyun merasa kalau ini semua adalah ulah Noona-nya.
"Kajja.. kita masuk."
Rasa canggung ketiganya berangsur-angsur mulai memudar. Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju kelas mereka yang mungkin kebetulan satu kelas itu.
….
"Min, kau duduk diantara kita atau bersampingan dengan jendela?" tanya Donghae sambil melirik Sungmin yang masih takjub dengan suasana kelas yang begitu luas dan rapi itu.
"Ehmm.. aku disamping jendela saja."
Sungmin pun menghampiri kursi yang tadi ditawarkan oleh Donghae padanya, sementara Kyuhyun hanya diam sambil memandangi Donghae yang cepat sekali akrab dengan Sungmin yang baru dikenalnya beberapa jam yang lalu.
"Kyu.. kau duduk ditengah-tengah kami, ne." Kyuhyun menatap Donghae datar.
"Kenapa begitu?" nada bicara Kyuhyun masih saja datar seperti sebelum-sebelumnya.
"Kau tahu aku kurang pintar ,kan? Makanya kau duduk ditengah supaya aku bisa lihat kertas ulanganmu."
Kyuhyun menyerigai, "Dasar licik," gumam Kyuhyun yang untung saja tidak terdengar oleh Donghae.
.
Kelas namja itu begitu ramai, ada yang sibuk dengan laptopnya, saling mengobrol, bermain PSP, dan melamun. Sebut saja kedua aktivitas yang terakhir itu adalah aktivitas Kyuhyun dan Sungmin.
Bukan karna tidak ada alasan untuk membuat Sungmin memilih duduk disamping jendela kelas lantai dua itu, alasannya adalah agar dirinya bisa melihat gerbang sekolah dengan leluasa dan hal itu dapat membuatnya melihat Siwon dari kejauhan. Sungmin tersenyum miris dengan pikirannya yang masih saja mengharapkan hal lebih akan terjadi padanya bersama Siwon.
Kyuhyun yang bosan memainkan PSP mulai mencari keberadaan Donghae. Kyuhyun mengendarkan pandanganya. Donghae tidak berada didalam kelas. Kyuhyun pun menolehkan kepalanya ke kiri dan mendapati Sungmin yang sedang bertopang dagu sambil menatap keluar jendela.
"Sungmin, apa kau melihat Donghae hyung?"
Mungkin ini adalah awal bagi Kyuhyun untuk menegur Sungmin tanpa ada Donghae disebelahnya. Sungmin yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh ke sumber suara.
"Hah? Ada apa?"
Sungmin sedikit terganggu dengan panggilan Kyuhyun barusan. Karna panggilan Kyuhyun membuat lamunan indahnya mendadak terhenti.
"Apa kau melihat Donghae hyung?" Kyuhyun mengulang pertanyaannya sambil meremas PSP.
"Ohh.. dia sedang ke café bersama yang lain." Sungmin kembali memalingkan wajahnya saat melihat Kyuhyun mengangguk paham.
"Kau tidak lapar?" lagi-lagi Sungmin menolehkan kepalanya.
"Tidak juga. Bekal ku masih ada." Kyuhyun menggernyitkan dahinya.
"Bekal?" tanya Kyuhyun heran karena jarang sekali anak namja mau membawa bekal.
"Chingu yeojaku yang membuatkannya untukku. Kau mau memakannya?" tawaran Sungmin membuat Kyuhyun kembali berpikir.
"Memangnya apa isi kotak bekalmu itu?" tanya Kyuhyun sambil menunjuk kotak bekal berwarna biru cerah yang Sungmin taruh dilaci mejanya.
"Kemari.."
Kyuhyun pun mengangguk pasrah lalu mendekati Sungmin yang dengan segera memberikan kotak bekal itu pada Kyuhyun.
"Wahh.. kimbab. Ini makanan kesukaanku."
Senyum polos Kyuhyun membuat Sungmin tanpa sadar juga ikut menyunggingkan senyumnya.
"Aaaa~~ mashita!" ujar Kyuhyun penuh semangat.
Senyum tulus Kyuhyun membuat Sungmin lupa dengan Siwon. Setidaknya satu jam tanpa mengingat namja itu dapat berdampak baik untuknya. Sungmin semakin tenggelam kedalam pesona Cho Kyuhyun yang membuatnya terkagum-kagum.
Sungmin menopang dagunya menatap Kyuhyun yang sedang serius bergulat dengan kimbab yang sudah sisa sedikit dikotak bekal yang dibawakan Ryeowook untuknya.
"Tampan.." gumam Sungmin tanpa sadar.
"Uhukk… uhukk.. kau bilang apa barusan?"
Kyuhyun hampir saja memuntahkan kimbabnya karna perkataan Sungmin barusan dan hal itu pulalah yang membuat Kyuhyun sadar kalau selama dirinya sedang makan tadi Sungmin terus saja memerhatikannya.
Kyuhyun mendadak mual. Pikiran negativenya menguar begitu saja dari dalam otak jeniusnya. Otaknya berfikiran bahwa Sungmin gay.. Kyuhyun hampir pingsan.
'STOP!' batin Kyuhyun saat memikirkan yang tidak-tidak tentang Sungmin.
"Kyu.. Gwaenchana?" tanya Sungmin dengan wajah khawatir.
"Ini minumlah." Sungmin memberikan botol minumnya pada Kyuhyun yang dengan segera menerimanya lalu meneguknya hingga setengah botol.
"Kau kenapa? Keselek?" pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun kembali sadar.
"Ahh.. tidak apa-apa."Sungmin mengangguk tak peduli.
.
Tak lama kemudian seorang namja berumur 25 tahun datang dan berdiri tepat didepan meja guru. Lengan kemejanya tergulung setengah, rambutnya yang pendek dan berwarna coklat kehitaman membuat wajah tampannya terekspose dengan jelas, lekuk wajah dan leher jenjangnya terus saja menguarkan aroma mint yang mampu memabukan yeoja satu-satunya yang berada diantara puluhan namja yang sedang memandang serius seonsaengnim itu.
"Pagi semua!"
Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang dan mendapati seonsaengnim yang menurut Kyuhyun sangat menyebalkan itu berdiri dengan tampang sok tampan didepan meja guru. Kyuhyun mual lagi.
"Apa-apaan dia," gumam seonsaengnim tampan itu saat melihat wajah Kyuhyun yang pura-pura mual karna melihatnya.
"Kalian semua bisa duduk dibangku kalian masing-masing," sindir seonsaengnim itu pada Kyuhyun.
Kyuhyun pun mengumpat tak jelas lalu kembali duduk disebelah Sungmin. Donghae pun sudah kembali bersama rombongan barunya.
"Sungmin-ah, gomapta untuk bekalnya," ujar Kyuhyun dengan suara lembut. Donghae menggernyitkan dahinya sementara Sungmin mengangguk sambil tersenyum ramah pada Kyuhyun.
"Baru ditinggal sebentar kau sudah dekat dengan Sungmin. Kemajuan yang pesat. Oh iya, kemana nada datarmu tadi?" sindir Donghae pada Kyuhyun yang dengan berani mengeluarkan PSP dari dalam tasnya.
"Kau darimana, hah?! Kenapa tidak mengajakku ke café?" Kyuhyun kembali bernada datar.
"Yahh kembali lagi watak aslinya. Aku sudah memanggilmu seribu kali tuan Cho yang tampan rupawan tiada duanya. Kaunya saja yang sibuk sendiri dengan PSP sialan itu." Donghae menatap kesal benda portable berwarna hitam yang berada digenggaman Kyuhyun.
"Oh. Lalu kenapa kau tidak mengajak Sungmin?"
"Sudah. Tapi, dia bilang dia kenyang. Dia tidak tuli sepertimu."
"Yang dibelakang bisa diam sebentar? Apa kalian berdua tidak ingin ku bagikan kamar asrama?!"
Demi apa pun Kyuhyun akan mengutuk namja itu nanti. Kyuhyun kembali berwajah masam lalu menatap namja itu dengan wajah kesal. Namja yang dipandang kesal oleh Kyuhyun itu hanya menyunggingkan senyum kecutnya.
"Pagi semua.."namja itu kembali menyapa murid-murid barunya.
"Pagi!" teriak mereka semangat minus Kyuhyun.
"Choneun Jung Yunho imnida. Saya wali kelas kalian…"
"Uhukk.. uhukk.." Kyuhyun tersedak salivanya sendiri akibat perkataan Yunho namja yang dibencinya itu.
"Kau baik-baik saja, Kyu?" tanya Sungmin dan Donghae berbarengan.
"Ahh.. gwaenchana." Hela Kyuhyun setelah menstabilkan suaranya.
"Baiklah. Hari ini kalian belum bisa memulai pelajaran, karena kami para guru harus mengadakan rapat dadakan. Hari ini kita harus mengadakan pemilihan ketua kelas berserta wakil, sekertaris, dan juga bendahara kelas. Karna perlu kalian ketahui, minggu depan adalah ulang tahun sekolah kita yang ke-12 tahun, jadi saya akan menugaskan kalian semua untuk berpatisipasi dalam festival minggu depan."
"Kita mulai votenya. Siapa yang ingin mencalonkan diri menjadi ketua kelas?"
"Aku.."
"Aku.."
"Aku.."
Semuanya sibuk mengacungkan tangan hanya Kyuhyun, Donghae, dan Sungmin yang masih diam dan tampak tidak tertarik sama sekali. Pikiran Sungmin mulai melalang buana, Sungmin tahu betul pasti kelas 1-2 akan memilih Siwon untuk mejadi ketua kelasnya. Karena memang jiwa Siwon paling cocok untuk menjadi seorang pemimpin.
Riuhnya suara kelas, tak mampu mengalihkan pandangan Yunho dari ketiga namja yang duduk berderet dibelakang. Karena hanya mereka yang kurang peduli dengan hal konyol seperti apa yang sedang Yunho lakukan.
Kalau untuk Kyuhyun, Yunho bisa memakluminya. Yunho tahu siapa Kyuhyun. Tapi, untuk kedua namja yang berada diantara Kyuhyun? Yunho sama sekali tidak mengetahui sifat dari keduanya.
Yunho mendekati Kyuhyun lalu menepuk pundak namja tegap itu, "Cobalah untuk berinteraksi dengan makhluk bumi, Cho Kyuhyun." Perkataan Yunho membuat Donghae binggung. Kenapa namja tampan itu tahu nama Kyuhyun?
Kyuhyun tersenyum kecut lalu memandang Sungmin yang ternyata juga sedang memandangnya heran. Yunho tiba-tiba menepuk dahinya lumayan keras.
"Oh.. mianhae. Aku lupa mengabsen kalian." Yunho pun kembali ke meja guru lalu membuka buku absen kelas lalu menatapnya sambil tersenyum.
Senyuman Yunho membuat Kyuhyun ingin melemparkan PSP tepat didepan wajah Yunho supaya hidung mancungnya itu patah lalu mengeluarkan banyak darah kemudian dia akan tertawa riang akibat ulahnya. Sungguh pemikiran yang nekat.
.
"Jadi, ketua kelas kita adalah Choi Minho, wakilnya Kim Taemin, sekertaris Key, dan bendaharanya adalah Lee jinki. Tolong kalian berempat ikut aku ke ruang guru dan untuk yang lainnya bisa membaca lembaran yang tertempel dipapan pengumuman kelas. Disitu sudah dibagi kamar asrama kalian. Arraseo?"
"Ne, seonsaengnim."
Yunho pun berlalu dengan keempat namja tampan yang mengikutinya dari belakang.
'Lama-lama aku bisa mimisan jika melihat wajah tampan mereka semua.' Batin Sungmin.
Semua anak pun mulai berhamburan memadati papan pengumuman yang memuat nama-nama mereka yang nantinya akan satu kamar. Satu kamar asrama akan dihuni oleh dua orang siswa. Dada Sungmin mulai bergemuruh, bagaimana jika ia akan satu kamar dengan namja yang kurang ajar lalu akan membocorkan identitas aslinya pada semua penghuni asrama, Sungmin bisa mati malu.
Papan itu mulai sepi dan menyisakan ketiga namja yang masih saja urung meninggalkan kursinya masing-masing. Kyuhyun masih kesal dengan pertemuanya yang pertama setelah dua tahun tidak bertemu dengan Yunho, Sungmin sibuk memikirkan nasibnya, sedangkan Donghae menunggu keduanya bergerak dari tempat duduknya masing-masing.
"Hey! Apa bokong kalian tertempel dikursi? Ayoo kita lihat kita satu kamar dengan siapa." Donghae yang mengoceh heboh malah dianggap angin lalu oleh Kyu dan Min.
"Ya! Mau sampai kapan? Hari akan semakin siang!" Donghae yang frustasi pun segera menyeret kedua temannya menuju papan pengumuman.
"Wahh.. aku satu kamar dengan ketua kelas, Choi Minho. Kyu, kau satu kamar dengan Sungmin."
Sungmin membuka matanya yang sedari tadi ditutupnya untuk menyembunyikan rasa takutnya.
"Ahh.. lega." Gumam Sungmin saat mengetahui teman satu kamarnya ada Kyuhyun yang notabanenya sudah ia kenal duluan jadi tidak terlalu repot untuk kembali bersosialisasi.
"Hmm.. kajja, Min. Aku ingin segera istirahat."
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin lalu menyeretnya ke gedung asrama dan mulai mencari nomor 403 sebagai kamar asrama mereka berdua. Donghae murung, lalu mengikuti keduanya. Donghae dan Minho berada di kamar asrama 404 tepat disamping kamar asrama Kyu dan Min.
….
Sesampainya dikamar asrama, Kyuhyun dan Sungmin sama-sama merebahkan tubuh mereka diatas kasur yang empuk. Tempat tidur mereka berseberangan dan hanya dipisahkan oleh meja belajar yang cukup untuk dua orang. Disisi kanan pojok ruangan terdapat satu kamar mandi. Ranjang Sungmin lagi-lagi dekat dengan jendela yang menyuguhkan pemandangan taman belakang sekolah yang rapi dan bersih itu.
Sungmin menatap taman berhiaskan bunga mawar diatas atap kayu yang meneduhkan kursi-kursi panjang yang juga terbuat dari kayu. Sungmin tersenyum senang, sekolah yang ia pilih tak sepenuhnya salah. Kyuhyun mendongakan kepalanya ke kanan dan mendapati Sungmin yang sedang meraih tirai yang menutupi balkon kamar.
Srett..
Ceklek..
Sungmin keluar balkon sambil merentangkan kedua tangannya. Hari ini Seoul sedang mendung sehingga matahari tampak enggan menampakan wujudnya secara sempurna, udaranya begitu sejuk. Angin yang bertiup pelan seakan-akan membawa hembusan embun menerpa wajahnya yang cantik itu, Sungmin memejamkan matanya. Sekilas wangi mawar tercium oleh indera penciumannya.
Kyuhyun yang melihat aktivitas Sungmin mulai tersenyum kecil dan tanpa ia sadari kaki jenjangnya mulai mendekat kearah Sungmin berada. Kyuhyun ikut merentangkan tangannya sambil menutup mata sejenak, melepaskan beban dan negative thinkingnya.
"Kyu.."
Sungmin membuka matanya lalu mendapati Kyuhyun dengan gaya yang sama dengannya. Kyuhyun membuka matanya perlahan.
"Kau sedang apa?" tanya Sungmin dengan wajah polosnya yang memerah karena cuaca yang begitu dingin.
"Aku hanya mengikuti apa yang kau lakukan. Tadinya aku berfikir kau aneh. Tapi, setelah merasakan apa yang kau rasakan tadi membuatku mengerti kenapa kau melakukan hal seperti tadi."
Sungmin tersenyum manis membuat Kyuhyun hampir mimisan, "Eomma ku yang mengajarkannya. Ahh~ aku jadi merindukannya."
Sungmin masuk duluan lalu duduk ditepian ranjangnya, Kyuhyun pun mengekor dibelakang Sungmin. Kyuhyun duduk disamping Sungmin setelah menutup pintu balkon.
"Memangnya eomma mu dimana?" sepertinya Kyuhyun ingin lebih mengenal Sungmin perkataan Yunho ada benarnya juga.
"Cobalah untuk berinteraksi dengan makhluk bumi, Cho Kyuhyun." Sindiran Yunho seperti cambukan halus untuk Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun ingin mulai mempraktekan cara bergaulnya dengan Sungmin, teman sekamarnya.
"Eomma ku selalu sibuk dengan pekerjaannya, begitu juga dengan appa. Kedua orang tuaku tidak ada yang tahu kalau aku bersekolah disini, karena setiap enam bulan sekali mereka baru bisa menjengukku, itupun tidak tentu. Makanya aku hanya tinggal dengan sahabatku, Kim Ryeowook. Kau tahu sekarang kan, kehidupanku begitu miris."
Sungmin menundukan kepalanya, kalau saja Sungmin lupa dengan perannya yang sebagai namja sudah dapat dipastikan Sungmin sudah menangis dihadapan Kyuhyun.
Kyuhyun mengangkat dagu Sungmin dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanannya, "Tidak juga, kau mungkin memang kurang beruntung. Tapi, jangan sedih lagi yaa.. kan sudah ada aku dan Donghae hyung." Senyum tulus itu kembali Kyuhyun tampakan.
Sungmin kembali lupa dengan Siwon. Sungmin sibuk memandangi wajah Kyuhyun dari jarak yang lumayan dekat karena Kyuhyun merangkulnya.
"Oh iya, Min. Kau ternyata sama pendeknya yaa dengan Donghae hyung~~" ejek Kyuhyun serta merta.
"Ya! Kau ini~~ kenapa jahat sekali?!" Sungmin memukuli Kyuhyun dengan gulingnya.
"Ahaha.. aku hanya bercanda Lee Sungmin."
Sore itu pun Kyuhyun dan Sungmin tertawa lepas bersama dan Kyuhyun melupakan jika Sungmin adalah seorang namja.
.
"Aku mandi dulu, Min. Setelah itu kau, ne."
Kyuhyun meraih handuk berwarna biru lalu menatap Sungmin yang sedang membaca novel. Sungmin menatap Kyuhyun dibalik novel tebalnya.
"Iyaa, kau duluan saja."
Kyuhyun pun berlalu ditelan pintu kamar mandi (?). Sungmin kembali membaca novel romance yang diberikan Ryeowook sebagai hadiah keberhasilannya masuk kedalam sekolah namja yang terdengar tabu untuk ukuran yeoja seperti dirinya.
Sungmin pun teringat dengan Ryeowook. Sungmin merogoh saku celana hitam selutut yang dipakainya lalu mendeal nomor ponsel Ryeowook.
Tak lama kemudian, suara khas yeoja menyambutnya dengan riang gembira.
"Sungmin-ah~~ bagaimana kabarmu? Apakah kau senang berada disana?"
"Aku sangat bahagia, Wookie. Berteman dengan namja selain Yesung oppa adalah hal yang cukup baik."
"Ya! Tapi, kau tetap harus berhati-hati bagaimanapun juga kau adalah seorangyeoja. Apakah disana banyak namja tampan?"
"Ehem!"
"Hahaha.. tuh Yesung oppa mulai ngambek. Yaa.. disini sangat banyak sekali namja tampan, termasuk namja yang berada dalam satu kamar denganku saat ini."
"Jinjja?! Lalu kemana namja itu sehingga kau bisa menelfonku seheboh ini?"
"Namanya Cho Kyuhyun, dia sedang mandi jadi tidak akan terdengar jika aku sedang menelfonmu."
"Ohh.. bagaimana dia orangnya Sungmin-ah? Apa dia kelihatan seperti namjabaik-baik?"
"Aku rasa dia namja yang baik Yeppa. Dia tinggi sekali kepalanya hampir saja menyentuh pintu walau masih tinggian Si-won. Dia juga tampan."
"Kau kenapa gugup seperti itu saat menyebutkan nama Siwon? Apa kau sudahbertemu dengannya? Dan apa kalian sekelas?"
"Ani, Yeppa. Kami tidak sekelas. Aku juga belum bertemu dengannya. Entah dia ada dimana dan yang aku tahu dia kelas 1-2 kelasnya lumayan jauh dari kelas ku karna terhalang koridor dan perpustakaan yang lumayan besar."
"Lupakan saja dia. Siapa tahu kau berjodoh dengan Cho.. Cho siapa tadi?"
"Kyuhyun, Yeppa. Sudah lah, itu tidak akan berarti aku akan bisa melupakan Siwon seutuhnya, karena aku sudah mencintainya lebih dari dua tahun dan parahnya alasanku masuk kedalam sekolah konyol ini juga karenanya."
"Kau yang konyol Minnie-ah"
"Ya! Kim Ryeowook awas saja kau nanti. Ahh.. Yeppa, Wookie-ah sudah dulu,ne sepertinya Kyuhyun akan segera keluar dari kamar mandi."
"Ahh.. iyaa. Pay-pay Sungminnie~~"
"Pay."
Klik..
Tak lama keluarlah seorang namja dengan tubuh topless. Kyuhyun hanya menggunakan celana biru gelap selutut. Sungmin hampir pingsan.
Kyuhyun yang sedang mengeringkan rambutnya dengan sehelai handuk tidak melihat bagaimana mimik wajah Sungmin yang sedang mupeng berat. Kyuhyun memutar badannya dan mendapati Sungmin yang sedang melongo hebat.
"Ada apa? Apa ada yang salah?" Sungmin menggeleng kikuk.
"Kita sama-sama namja. Jadi tidak ada masalah 'bukan?"Sungmin meneguk salivanya dengan susah payah.
"Aku mau mandi."
Sungmin langsung menyambar handuknya lalu masuk kekamar mandi tanpa menghiraukan pandangan aneh Kyuhyun.
"Mungkin karena ini dia begitu."
Dengan segera Kyuhyun membalut tubuh toplessnya dengan t-shirt hitam berkerah lalu menggunakan kacamatanya untuk melanjutkan soal-soal matematika yang tadi sempat ia tinggalkan karena merasa gerah.
"Aneh sekali. Tadi sore Seoul kelihatan dingin dan mendung. Tapi, kenapa malam ini terasa sedikit panas?" ujar Kyuhyun sambil mengibas-ngibaskan tangannya diantara ceruk leher jenjangnya.
Kyuhyun bangkit dari kursi belajarnya lalu menyalakan pendingin ruangan dan pada saat yang bersamaan Sungmin juga keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut hitamnya yang basah sehabis mandi. Aroma strawbbery begitu memenuhi indera penciuman Kyuhyun saat Sungmin mengeringkan rambutnya.
"Kau pakai shampoo aroma strawberry?"
Sungmin mengangguk walaupun sebenarnya ia tidak paham kenapa Kyuhyun mempermasalahkan aroma shampoonya.
"Ohh.."
Kyuhyun yang tidak ingin mengambil pusing dan nantinya hanya akan berhujung pada pikirannya saat ia menyantap bekal Sungmin tadi pagi, jadi Kyuhyun memilih untuk diam.
Sesaat kemudian suasana kembali hening. Kyuhyun yang gelisah dibalik tumpukan soal matematikanya menoleh kearah dimana Sungmin berada. Sungmin sedang memainkan laptopnya dan sibuk chatting entah dengan siapa.
'Tok.. tok.. tok..'
Kyuhyun yang sadar pintu kamarnya sedang diketuk, mulai bangkit sambil melepas kacamatanya lalu membuka pintu asrama yang semula terkunci rapat.
"Ini makan malamnya tuan.."
Kyuhyun membulatkan matanya saat namja dengan lesung pipi itu memanggilnya dengan sebutan tuan.
"Ya! Leeteuk seonsaengnim, tidak perlu memanggilku dengan sebutan itu kalau ada yang tahu bagaimana?"
Leeteuk nyengir kuda menyadari kebodohannya, "Mianata Kyuhyun-shi. Ini makan malammu bersama Lee Sungmin."
"Hah? Apa setiap malam akan seperti ini?" tanya Kyuhyun yang kaget karna makan malamnya diantarkan kekamar.
"Ne, Kyuhyun-shi. Khusus anda saya yang menanganinya."Kyuhyun mengangguk.
"Apa Noona ada disini?" Leeteuk mengangguk.
"Ne, Kyuhyun-shi."
"Kyu! Ada apa?"
Sungmin yang telah sadar dari dunia chattingnya bersama Ryeowook dan Yesung pun mulai mencari keberadaan Kyuhyun dan ternyata Kyuhyun sedang berdiri diambang pintu sambil memegang troli makanan.
"Ahh.. Lee Sungmin-shi saya guru olahraga kalian, Park Jungsoo imnida kau bisa memanggil saya dengan panggilan Leeteuk seonsaengnim." Sungmin mengangguk sambil tersenyum canggung.
"Leeteuk seonsaengnim sedang apa disini?"
Leeteuk gugup namun berusaha menutupinya dengan meremas saku celananya. "Aku mengantarkan makan malam untuk kalian, karna guru Kim selaku guru yang mengawasi konsumsi para murid asrama sedang tidak enak badan."
"Ahh jinjja, pasti sangat melelahkan,ne?"
"Tidak juga, karena ada 25 orang pekerja lainnya yang membantuku mengantarkan makanan."
"Ahh.. mianhae seonsaengnim saya harus ke toilet sebentar." Sungmin pun berlalu setelah mendapat anggukan kepala oleh Leeteuk.
"Seonsaengnim, ingat jangan sampai ada yang mengetahui identitasku,ne."
"Arrayeo, Kyuhyun-shi. Aku pamit dulu. Annyeongiseo."
"Annyeong."
'Blam..
Kyuhyun pun menutup pintu lalu menaruh makanan yang sudah dipindahkan dari troli ke meja makan kecil yang disediakan lesehan oleh pihak sekolah. Kyuhyun senang Noonanya bekerja dengan baik dibawah pengawasan sang appa.
'Ceklek..
Sungmin keluar dari toilet dan mendapati Kyuhyun yang sedang menuangkan minuman kedalam gelas Sungmin lalu kedalam gelasnya sendiri.
"Leeteuk seonsaengnim sudah pergi?" tanya Sungmin sambil duduk dihadapan Kyuhyun yang mulai menuangkan nasi ke mangkuk makannya.
"Ne. Selamat makan."
Kyuhyun makan dengan lahap melupakan Sungmin yang lagi-lagi tenggelam akan pesona seorang Cho Kyuhyun saat namja tampan itu makan dengan lahap. Kyuhyun menghentikan suapannya saat menyadari Sungmin tidak bergerak sedikit pun.
"Ada yang salah, Min?" tanya Kyuhyun dengan kedua alis saling bertaut.
"A-ani. Kenapa kau tidak makan sayurannya?" tanya Sungmin saat melihat Kyuhyun dari tadi hanya menyantap tempura dan kimchi.
"Tidak apa-apa." Jawab Kyuhyun singkat. Sungmin pun hanya bisa diam saja.
Suasana pun kembali hening yang terdengar hanyalah dentingan sumpit yang beradu dengan mangkuk makan. Sesekali Sungmin mencuri pandang kearah Kyuhyun begitu juga sebaliknya. Kyuhyun yang enggan berlama-lama dengan situasi membosankan seperti ini pun mulai mengajak Sungmin mengobrol.
"Mianhae." Gumam Kyuhyun pelan.
"Hah?" Sungmin mendongakan kepalanya saat sepintas mendengar gumaman Kyuhyun.
"Mianhae, karena kau tadi melihat.. emm.."ujar Kyuhyun terbata.
"Ahh.. masalah kau topless tadi? Tidak masalah, Kyu." Kyuhyun mengangguk kikuk saat matanya bertemu pandang dengan Sungmin.
'Kenapa aku merasa gugup?! Dia namja CHO KYUHYUN!' batin Kyuhyun menggila.
"Emm.. kalau aku boleh tahu. Ke-kenapa dengan dadamu itu, Kyu?" Sungmin terbata saat menanyakan hal privat itu pada Kyuhyun.
Kyuhyun menghela nafasnya, sepertinya Sungmin memang harus mengetahuinya tapi tentunya tidak semuanya Kyuhyun ceritakan pada Sungmin. Karna, ujung-ujungnya juga Sungmin akan mengetahui siapa dirinya sebenarnya kalau sampai ia menceritakan kejadiannya hingga akhir.
"Waktu aku masih SD, aku dan sepupuku mengalami kecelakaan sewaktu kami pergi berlibur berdua. Dan luka inilah yang aku dapatkan. Aku sempat hampir meninggal karena peristiwa itu, tapi ternyata Tuhan masih sayang padaku. Makanya aku masih hidup hingga sekarang."
Kyuhyun membusungkan dadanya karena punggungnya terasa ngilu. Kyuhyun mengumpulkan sumpit dan mangkuk yang kotor lalu menaruhnya disamping pintu kamar mereka.
"Kenapa ditaruh diluar, Kyu?"
Sungmin mengembalikan meja makan yang tadi mereka gunakan ke sudut kamar dekat pintu balkon.
"Kata Leeteuk seonsaengnim, kalau sudah selesai makan mangkuk dan sumpitnya ditaruh diluar saja." Kyuhyun kembali menutup pintu kamar asrama lalu kembali duduk dikursi belajarnya.
"Kau sedang apa, Min?" Kyuhyun melirik Sungmin yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Aku sedang chatting, Kyu."
Kyuhyun mendekat kearah Sungmin. Diliriknya Sungmin yang masih asik bersenda gurau dengan teman chattingnya tanpa menyadari Kyuhyun yang berdiri menatapnya serius.
'Kenapa bahasanya Sungmin seperti yeoja? Apa… mana mungkin!'
Kyuhyun menggembungkan pipinya lalu mengibaskan telapak tangannya tepat didepan wajahnya yang memanas. Kyuhyun pun dengan gusar membaringkan tubuhnya diatas kasur yang empuk tanpa memerdulikan Sungmin lagi.
Didalam selimutnya Kyuhyun berfikir keras. Kyuhyun makin gelisah, tubuhnya ia bolak-balik seperti daging panggang.
"Kyu, gwaenchanayeo?" Sungmin mendekat kearah Kyuhyun lalu menarik selimut tebal yang membalut tubuh kurus Kyuhyun.
Sungmin melihat wajah Kyuhyun yang merona merah. Sungmin menyentuh dahi Kyuhyun yang berkeringat, mata namja maniak game itu masih tertutup rapat.
"Kyu.. kau demam?" tanpa mendengar tanggapan Kyuhyun, Sungmin langsung ngacir ke kamar mandi lalu mengisi kantung kompres berwarna hijau itu dengan air dingin.
Sungmin kembali ke tempat tidur Kyuhyun lalu menempelkan kantung kompres itu kedahi Kyuhyun setelah menyibakan poni kecoklatan milik Kyuhyun.
"Min.." gumam Kyuhyun dengan suara parau.
Sungmin yang bingung dengan sakitnya Kyuhyun yang datang tiba-tiba itu, hanya mampu menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat.
"Kyu.. apa perlu ku panggilkan seonsaengnim?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Kyu.. kenapa kau tiba-tiba menjadi demam seperti ini?" Kyuhyun memegang dahinya dengan tangan kirinya.
"Kepalaku tiba-tiba terasa pening, Min. Panas~~" Sungmin kembali panik.
"Ahhh.. aku harus bagaimana?"
Sungmin yang panik tidak sengaja mengeluh dengan suara yeojanya. Kyuhyun langsung bangkit dari tidurnya dan melupakan demamnya sesaat.
"Min, suaramu kenapa berubah?" kini giliran Sungmin yang gelisah.
"Ahh.. itu karena aku gugup. Aku selalu begitu, jangankan kau.. eomma ku saja meragukan kejantanan ku." Bohong Sungmin terlalu.
"Ahh.. bisa kipasi aku?"
Sungmin menggembungkan pipinya imut. Aegyo Sungmin mulai kambuh lagi. Nafas Kyuhyun mulai tercekat saat menatap bibir Sungmin yang mengerucut.
"Baiklah.." malam ini pun ditutup dengan Sungmin yang sibuk mengipasi Kyuhyun yang sedang megap-megap menahan nafsunya.
….
Seminggu kemudian..
Kyuhyun sudah semingguan mengamati Sungmin, setiap Sungmin selesai mandi Kyuhyun pun selalu menatap Sungmin dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kyuhyun sudah seperti stalker illegal.
Pagi ini, Kyuhyun dan Sungmin sudah siap menuju gedung sekolah, disamping pintu kamar asrama mereka berdua telah berdiri dua orang namja yang sudah siap dengan seragam sekolahnya. Kyuhyun menatap Donghae dan Minho yang sibuk mengobrol sambil menunggu mereka berdua.
"Wahh.. kalian berdua memang tampan."
"Bukan, Hyung. Sungmin terlihat lebih imut" Intruksi Minho pada Donghae yang langsung mengangguk setuju.
"Mereka serasi.." dari kejauhan mucul seorang namja dengan rambut hitam ke merah-merahan, Key.
"Dasar maniak fujoshi!" ejek Donghae dan Minho.
"Ahh.. tapi, kali ini aku sungguhan, hyung." Tambah Key yang tidak ingin disalahkan.
Sungmin dan Kyuhyun masih saja diam namun terkadang juga tersenyum melihat tingkah aneh teman-teman barunya.
"Kajja! Nanti kita telat." Tanpa sadar Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin dan hal itu sukses membuat pipi Sungmin merona merah.
.
Classroom..
Sungmin mendudukan dirinya dengan rasa yang tidak nyaman. Entah mengapa, tiba-tiba saja ia teringat dengan Siwon. Sungmin sangat merindukan namja tampan itu.
Sungmin kembali bertopang dagu sambil menunggu guru Jung, guru sejarahnya yang katanya akan datang dan memberikan mereka semua materi yang masih belum selesai dijelaskannya.
Kali ini, Kyuhyun tidak sedang menyibukan diri dengan PSP melainkan dengan majalah game yang baru didapatnya secara diam-diam dari noona-nya. Itupun didapatnya dengan cara menangis buaya. Kyuhyun tersenyum saat membaca majalah game yang sedang mengupdate puluhan game terbaru.
"Dota? Aku pilih mana ya? Dota atau starcraft?" monolog Kyuhyun sambil tersenyum-senyum sendiri.
Donghae pun masuk kedalam kelasnya bersama dengan Key dan Minho.
"Darimana, hyung?" Kyuhyun menatap Donghae yang sedang menyerahkan minuman kaleng kepadanya dan juga Sungmin.
Donghae berdiri diantara kedua namja itu. "Hari ini kita tidak akan belajar. Karena hari ini adalah festival sekolah kita." Kyuhyun mengangguk, padahal ia sempat lupa.
Donghae berbisik ditelinga Kyuhyun. "Apa yang akan direncanakan, noonamu?" Kyuhyun menggeleng.
"Molla!" Kyuhyun kembali fokus membaca majalah gamenya. "Kenapa kau acuh seperti itu?"
"Who cares?" Kyuhyun berkata angkuh lalu meninggalkan Donghae bersama Sungmin, Key, dan Minho yang menatapnya dengan rasa penasaran.
"Mau kemana, Kyu?!" ujar Donghae sedikit berteriak karena Kyuhyun sudah hampir sampai diambang pintu kelas.
"Toilet. Mau ikut?" tanya Kyuhyun dengan suara menggoda.
"Iiiyuuuhhh.."
.
"Annyeong semua." Sapa seorang yeoja tinggi semampai.
'Kenapa yeoja itu mirip sekali dengan Kyuhyun?' batin Sungmin sambil menatap Kyuhyun dan yeoja yang berada dihadapannya ini secara bergantian.
'Ahh,, noona cantik sekali.' Batin Donghae.
'Ahh.. Hyukkie apa kabar disana?' Donghae merogoh saku celananya lalu mengambil ponselnya.
Donghae tersenyum saat melihat wallpaper handphonenya yang menampakan selca seorang yeoja dengan dress cream yang sedang dirangkul mesra olehnya ditaman kota sebulan yang lalu sebelum mereka berpisah karena urusan pendidikan.
"Dasar mesum." Celetuk Kyuhyun.
"Kau yang mesum magnae." Kyuhyun mendecih sebal dengan ejekan Donghae.
Donghae selalu saja ketularan 'Eunhyuk si monyet hyperaktif' panggilan sayang dari Kyuhyun untuk Hyukkie yeojachingu Donghae yang selalu memanggilnya dengan sebutan magnae, karena saat SMP Kyuhyun yang paling muda diantara teman-temannya.
.
"Kalian sudah tahu kan kalau kita akan mengadakan festival untuk merayakan ulang tahun sekolah kita yang ke-12. Jadi, saya minta kepada kalian semua untuk segera kembali ke asrama karna malam harinya kita akan mengadakan pesta bersama. Kami juga akan mengundang para yeoja dari asrama KyungHaa High School."
"YEYYYY!" Donghae berdiri dari duduknya sambil bertepuk tangan di kelas yang masih sunyi sepi.
'Kriikk.. kriikk..' ejek jangkrik pada kehebohan Donghae.
"Ahaha.. Mianata seonsaengnim, Chingudeul aku terlalu bersemangat."
Kyuhyun hampir tertawa terbahak-bahak karena ulah Donghae barusan. Wajah Donghae sudah merah merona. Sungmin tersenyum geli kearah Donghae yang langsung muram.
"Kau sangat bersemangat rupanya Lee Donghae. Baiklah, saya akan mengurus semua keperluan untuk pesta nanti malam. Sampai jumpa nanti malam anak-anak~" yeoja cantik itupun berlalu meninggalkan ketukan sol sepatu kulit selutut yang dipakainya.
"Noonamu sangat modis dan cantik, Kyu." Bisik Donghae sambil mengerling nakal.
"Kau berani macam-macam tunggu saja jasadmu mengapung di Sungai Han."
Ancam Kyuhyun lalu keluar dari kelasnya. Donghae membeku mendengar ancaman Kyuhyun yang tidak seperti biasanya.
.
Ceklek..
"Tidak bisa ketuk pintu dulu?" tanya yeoja cantik dengan kemeja hitam yang membalut pas tubuh idealnya dari balik meja kerjanya.
"Noona, akan melakukan apa lagi?" Kyuhyun tiduran disofa putih yang ada disamping pintu masuk sambil meluruskan kakinya.
"Tumben kau tertarik dengan acara seperti ini?"
Yeoja itu berdiri dari duduknya memperlihatkan kaki jenjangnya yang terbalut jeans putih dan sepatu kulit selutut berwarna coklat gelap yang menutupi setengah kakinya.
"Apa ini semua ada hubungannya dengan ide Donghae hyung?"
"Sayangnya kau benar. Aku menyetujui idenya karena ku kira kau juga perlu berdekatan dengan yeoja."
Kyuhyun bangkit dari acara tidurannya disofa. "Tapi, bukan begini caranya. Itu sih enak di Donghae hyung." Kyuhyun berdiri lalu meninggalkan Ahra yang menatapnya bingung.
"Kau seperti setan saja.. datang dan pergi seenaknya." Sindir Ahra yang dianggap Kyuhyun adalah sebuah angin lalu.
.
Ceklek..
Blam..
"Kyu?"
Sungmin baru saja keluar dari kamar mandi. Siang ini sangat panas sekali dan membuat Sungmin terpaksa mandi lagi sepulang sekolah karna gerah.
"Hey.. kau ingin bersiap-siap ke pesta konyol itu?"
Kyuhyun merebahkan tubuh rampingnya lalu membuang tasnya kesembarang arah. Sungmin memungut tas Kyuhyun lalu menaruhnya diatas meja belajar Kyuhyun.
"Kau tidak suka pesta yaa? Bukankah akan ada para yeoja dari KyungHaa High School?"
Sungmin duduk ditepian ranjang Kyuhyun setelah menaruh handuknya dijemuran handuk. Sungmin melirik Kyuhyun yang sedang menutup sebangian wajahnya dengan lengan kirinya.
"Aku bukannya tidak suka. Hanya saja, pasti sangat membosankan berada didalam pesta dengan keadaan yang ramai."
Sungmin mengangguk membenarkan perkataan Kyuhyun. "Apa kau akan pergi?" tanya Kyuhyun setelah duduk disamping Sungmin. Sungmin menggeleng.
"Aku malas."
Sungmin merebahkan tubuhnya diatas ranjang tidurnya. Kyuhyun mendekati Sungmin lalu berbaring disamping Sungmin. Sungmin yang sadar kalau Kyuhyun berbaring dibelakangnya pun menolehkan kepalanya.
"Kenapa kau disini, Kyu?"
"Hahaha tadinya aku ingin curhat denganmu, tapi lain kali saja lah." Kyuhyun kembali tidur diranjangnya tanpa mengganti seragamnya terlebih dahulu.
….
Apa masih perlu dilanjutkan?
Jangan lupa reviewnya reader~
See you.
