"Hinata" Mendengar suara Naruto, Hinata hampir saja memekik kaget. Karena ia batu saja berpikir Naruto hanya akan diam saja.

"Terimakasih untuk malam ini" Hinata terus menatap punggung Naruto dan tidak langsung menanggapi perkataannya, karena kalimat selanjutnya yang Naruto katakan membuatnya berpikiran lain.

"Tiket itu sesungguhnya untuk Sakura" jelasnya. Hinata kini hanya bisa terdiam dan menghentikan langkahnya.

Pemuda itu ikut menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Hinata.

Naruto tersenyum memandang Hinata yang tengah menunduk "Aku sungguh berterimakasih karena sudah datang dan menjadi teman Sakura"

Pemuda itu tetap tersenyum, Hinata tahu itu. Ada rasa pada mata Naruto, perasaan sayang entah apa itu. ia sendiri tak mengerti pemikiran dan perasaan Naruto.

Laki- laki memang sangat sulit ditebak jalan pikirannya. Mereka kadang memiliki pemikiran dan perasaan berkebalikan dengan apa yang nampak. Tapi Naruto adalah orang yang terbuka.

"Ia kurang diterima baik oleh para gadis karena pesona dan daya tarik yang ia miliki" Naruto merengut "ditambah kedekatannya dengan ku juga Sasuke, membuat nya semakin di jauhi" tambahnya.

Mendengar hal itu Hinata mendongakan kepalanya menatap Naruto dalam- dalam "A- apakah Na- Naruto -kun menyukai Sakura -chan?" Hinata bertanya dengan suara seraknya.

Hinata bersumpah ia melihat Naruto yang terkesiap saat mendengar pertanyaannya.

Jadi apakah benar yang selama ini membuat Naruto tak peka terhadap perasaannya adalah Sakura? Sebesar apakah perasaan nya pada Sakura? Rasanya ia ingin berteriak dan memuntahkan berbagai perasaan yang ia miliki untuk pemuda di hadapannya ini.

.

.

.

Disclaimer: Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

Story © Hyuugadevit- Cherry

.

Pairing : Hinata Hyuuga - Naruto Uzumaki- Shion and SasuSaku ^^

.

Drama, Romance, friendsip

.

Warning: OOC, Typo(s), alur kecepetan, gaje, abal, ide pasaran, etc.

.

If you don't like, don't every try to read

.

Enjoy Okey ^^

.

.

"Watashi No Sentaku No Uchi"

.

.

.

Angin di sekitar mereka menggerakan helaian blonde Naruto dan helaian hitam Hinata. Malam yang indah dengan bintang- bintang yang bertaburan ini seolah menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya antara kedua insan ini.

Naruto kembali menampilkan cengiran khasnya "kau bertanya apakah aku menyukai Sakura?" Hinata mengangguk pelan "Tentu saja aku menyukainya" jawabnya ringan dan kembali berbalik, namun tak kembali melangkah.

"Ia adalah gadis yang menyenangkan dan cantik hingga banyak yang iri terhadapnya" Naruto kembali berbalik "kau tahu, tiket itu sebenarnya untuk Sakura. Agar ia kembali ceria dan tidak seperti tadi murung dan dingin"

Kini ekspresi Naruto terlihat sedih "Tapi ia adalah gadis yang tidak peka" Rasanya Hinata ingin menutup kedua telinganya mendengar Naruto yang terus membicarakan penilaian Naruto pada Sakura. Sejauh mana pemuda ini mengenal Sakura?

"Si Sasuke -teme terus memperhatikannya dan tidak pernah tertarik pada gadis lain" ada yang aneh dalam kalimat ini "Selain Sakura! Tapi ia tidak juga mengerti!"

Hinata sungguh tak mengerti akan hal ini "hah~ gadis yang ku anggap adik ku sendiri adalah gadis yang tidak peka" Naruto tersenyum membayangkan perjuangan sahabatnya Sasuke untuk Sakura "baka" umpatnya.

Naruto kembali nyengir lima jari dan menghampiri Hinata serta menggenggam kembali tangan Hinata dan berkata "Sekali lagi terimakasih" dan mendapatkan respon anggukan kepala dari Hinata.

Perasaan Hinata saat ini bercampur aduk. Ia merasa bahagia karena Naruto ternyata hanya menganggap Sakura adiknya juga genggaman Naruto pada tangannya yang belum terlepas. Disisi lain Hinata juga sedih mengetahui kebenaran mengenai Sakura yang dikucilkan para gadis.

Naruto berbalik dan kembali melangkah, akan tetapi langkah nya terhenti ketika Hinata mulai bersuara.

"A- aku, aku tak dapat menahannya lagi" pekik Hinata.

Aduh, sepertinya Hinata tidak bisa mengatur kalimat dan nada suara nya dengan baik. Bagaimana mungkin bisa baik apabila seorang gadis akan mengungkapkan perasaannya pada orang yang kita sukai, namun perasaan pemuda itu belum kita ketahui terhadap kita.

Naruto kembali berbalik dan mengrenyitkan dahinya tanda bingung.

Hinata memejamkan matanya, ia mulai mengumpulkan keberaniannya dengan kedua tangan di dadanya.

"A- aku menyukai Naruto" Ungkapnya lantang "Suka, suka , suka, Suka dalam arti seorang laki- laki dan perempuan" Tegasnya penuh keyakinan.

Seketika itu juga Naruto melebarkan matanya, nafasnya serasa tersenggal, jantung pun berdegup lebih kencang dari pada semestinya.

Apakah yang ia dengar saat ini benar- benar nyata? Tapi bagaimana mungkin gadis yang terlihat malu- malu mampu mengungkapkan perasaannya dengan tegas dan penuh keyakinan. Tapi ini sungguhan!

Merasa tak dapat jawaban, Hinata memandang Naruto "Kau... terus berkata Sakura tak peka, lalu bagaimana dengan Naruto -kun?"

"A- apakah Naruto -kun ... peka terhadap perasaan ku pada mu?" Tanyanya takut- takut.

Naruto tersenyum.

Gadis ini sangat menarik.

Terlihat malu- malu, tapi mampu memberikan kejutan yang tak dapat dipercaya. Belum lagi kejutan itu mampu membuat jantungnya berdebar tak tertentu seperti saat ini.

Ia ingin menjawabnya. Ia ingin menjadikan Hinata sebagai gadisnya, sebagai kekasihnya, menjadikan gadis ini miliknya.

Tapi bayangan seorang gadis di masa lalu, wajah gadis itu kembali membayangi nya dan membuat dirinya dalam dilema yang besar. Jadi yang mampu ia katakan saat ini adalah-

"-gomenasai, demo arigatou Hinata" Naruto menggenggam tangan Hinata "Bisakah kau berusaha membuatku percaya dan yakin pada mu?"

Hinata mengangguk dengan mata berbinar. Meskipun sebagian hatinya terasa sakit akan penolakan secara tak langsung, setidaknya pemuda ini memberikannya kesempatan. Dan ia tak akan menyia- nyiakan kesempatan itu.

"Ha- Ha'i, aku akan berusaha untuk membuat Naruto -kun mempercayai ku dan jatuh cinta pada ku" Hinata menunduk "aku akan menunggu Naruto -kun" ungkapnya.

Dengan itu Naruto menarik Hinata ke dalam pelukannya. Untuk saat ini biarkan ia menenangkan hati gadis ini. Gadis yang berani- beraninya mengungkapkan perasaannya dengan lantang.

Hinata sangat senang. Rasa senang itu keluar melalui air mata nya. Bahkan detak jantung kedua insan ini semakin berpacu.

Oh~ jangan biarkan mereka meledak sekarang.

.

.

.

.

.

Sekarang apa yang terjadi? Kenapa saat ia mulai terbiasa dengan perasaannya pada Hinata dan mulai yakin akan pilihannya, gadis di masa lalu itu kembali datang.

"Naru" gadis itu tersenyum sangat lembut. Wajahnya yang dulu sempat meluluhkan hatinya semakin terlihat dewasa dan bertambah cantik.

Gadis ini dalam hitungan detik sudah mampu menjungkir balikkan keadaan hatinya. Ia yakin ia akan kembali merasakan hal yang sama seperti masa kecilnya dulu. Merasakan perasaan yang ia beri nama CINTA pada gadis Cinta Monyetnya, yang mungkinkah terulang kembali?

"Shion, kau ada di sini? Sejak kapan?" Naruto bertanya tak percaya.

Bukannya menjawab pertanyaan Naruto, Shion justru berhambur ke pelukan Naruto. Sedangkan Naruto yang tak siap mendapat pelukan dari Naruto jatuh terjungkal ke sofa di rumahnya.

Naruto balas memeluk Shion, sesekali mengusapnya penuh perasaan. Tak dapat dipungkiri sesuatu dalam hatinya menghangat dan ia bahagia mendapat pelukan dari Shion.

Shion saat ini adalah benar- benar Shion. Shion yang selalu bermain surat- menyurat bersamanya selama ini. Dan surat- surat itulah yang menjadi penghubung antara dirinya dengan gadis yang saat ini dalam dekapannya.

"Aku merindukan mu Shion" ungkapnya.

Shion mendongakan kepalanya, ia tersenyum penuh arti "aku juga"

"Aku akan tinggal di Konoha" sambungnya "ayah dan ibuku telah menyetujuinya, Naru" Shion berucap dengan penuh kebahagiaan.

"Bagaimana dengan sekolah mu? Ini hampir menginjak semester 2 dan akan menyulitkan mu" Naruto terlihat khawatir.

Shion tertawa "Kau mengkhawatirkan ku Naru?" Serunya riang "aku senang akan hal itu, tapi uang dan koneksi ayahku sudah mengurus segalanya"

Ada yang berubah dari gadisnya ini. Tunggu, gadisnya?

Entahlah, mungkin sejak dulu gadis ini telah ia tandai dan ia klaim sebagai gadisnya. Yang pasti gadis ini terlihat berbeda, terlihat sedikit angkuh dari sifat nya yang dulu ia sukai. Sifat pemalu dan yang lainnya pada gadis ini seolah terkikis oleh waktu.

Tapi disitulah Shion, selalu terlihat lebih bersinar dan ia suka hal itu. Perubahan yang ada pada Shion ia tetap menyukainya. Sifatnya yang sedikit angkuh membuatnya terlihat sebagai pribadi yang kuat dan tegar. Dan tentu saja Naruto suka akan hal itu.

Detik berikutnya ia kembali membayangkan kedua gadis yang memiliki ciri yang selama ini ia cari. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing- masing. Keduanya benar- benar membuatnya pusinh. Yah, sampai gila pun ia tak akan benar- benar pasti menentukan perasaannya.

.

.

.

.

.

-TBC-

A/N:

Hai selamat malam minna-san ^^ dhe-chan akhirnya update XD buat chap ini maaf yaa kalo ga kerasa feel nya ^^ Maaf yaa untuk kekurangan yang ada di fic dhe-chan :)) dhe-chan selalu menerima kritik dan saran yang membangun ^^ Kalo Flame dhe-chan nyerah dehh :((

Yoshhh, waktunya balas review:

kurotsuhi mangetsu: hehehe iya ini nyoba buat :D maaf yaa kalo banyak kekurangannya ^^ terimakasih buat pujiannya ..kyaaa~ seneng #blushing. Hemm iya yah, kaya nya cerita dhe-chan bakal mudah di tebak T.T tapi semoga tetap bisa menghibur yah HEHE XD ini udah update ^^ HAHA gapapa, justru dhe-chan suka banget kalo ada yang review menggebu- gebu kaya kamu XD #pertahankan. Sangkyuuu buat Read and Review nya ^^

Rikudou Pein 007: HEHEHE Ini udah update yaa Pein-san ^_^ sankyuu buat Read and reviewnya ^^

Orochimaru-Chan: Hihihi XD ahh~ Orochimaru mah buat dhe-chan blushing nihh #masih blushing. Ehehe makasih ya pujiannya :D sankyuu yaa buat Read and Review nya XD

Terimakasih untuk yang udah ngefav and follow fic ini XD apalagi yang review, silent reader juga ^^ sankyuuu yaa pokoknya mah XD Sampai jumpa di lastchap yaa ^.^