Maaf nih sebelumnya kalo author banyak typo di chapter 1 kemarin tapi sudah beberapa yng udah di edit lagi kok tadinya author mau bikin naruxsaku tapi kayaknya lebih cocok kalo sasuxnaru deh hihijgn lupa review.. review.. review!

Balasan review :

akbar 123 : okay

haruna aoi : siip

Disclaimer : Naruto punya masashi kishimoto

Summary: Namikaze naruto ialah mahasiswi kesenian dari universitas terbaik di Tokyo yang sangat mahir bermain Koto yaitu alat musik tradisonal jepang, memiliki rasa dengan teman satu kampusnya, seorang vokalis dari Band The Fact yang bernama Sasuke uciha . bagimana kisah cinta mereka berdua? gomen mina ini fanfic pertamaku mohon comentnya yang baik-baikyah yang bisa memacu aku menjadi lebih baik lagi terimakasih..

Warn : sasuxFem!naru, typo, happy read minna! semoga kalian semua senang!

The Day We Fall In Love

By

Liyana Puspita

Pagi ini seperti biasa naruto berangkat ke kampus dengan membawa koto di bahu kanannya, tapi bereda dengan biasanya kantung mata naruto tampak menghitam, dikarnakan semalaman penuh dia berlatih bermain koto bersama tou-sannya. Sesampainya dikampus dengan tampang muka iba ino ditemani dengan hinata dan shion datang menghampiri naruto.

"Naruto kau tak apa? Kelihatannya kantung matamu sedikit menghitam, apa semalam kau tak tidur?" Tanya ino.

"tidak ino … semalaman aku berlatih koto dengan tou-sanku."

"Aku turut prihatin Naruto" seru ino kembali, yang diikuti anggukan hinata dan shion

"terimakasih atas perhatiannya minna.. aku harus kekelas dulu nanti sepulang sekolah kita bertemu di aula kesenian tradisonal ya, dah."

"baik Kapten sampai jumpa nanti..!" seru ketiganya kompak. Saat naruto ingin berjalan menuju kelas tiba-tiba pandangannya menjadi gelap dan tak selang berapa lama keseimbangannya mulai terganggu akhirnya ia pun pingsan tetapi anehnya ia tidak merasakan sakit sedikitpun karna jatuh yang ia rasakan ialah dekapan hangat entah siapa yang pasti sangat nyaman dan ia pastinya sangat berterimakasih dengan orang yang telah menolongnya itu dalam hatinya ia berjanji siapapun orangnya aku akan mengabulkan satu permintaanya.

Saat membuka matanya dengan perlahan naruto sudah berada diruang kesehatan

"ada dimana aku? Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku ada diruang kesehatan? oh ia tadi aku pingsan huh ini semua gara-gara tou-san sampai-sampai aku lupa sarapan pagi ini. Oh ia siapa yang tadi menolongku? Akukan sudah berjanji akan mengabulkan satu permintaanya.." gerutu naruto dalam hati.

"sudah sadar dobe?" seru pria berambut hitam dengan model rambut seperti biasanya dengan tatapan acuh tak acuh.

"…" Hening tak ada balasan dari naruto.

"aku pergi" seru sasuke dengan wajah stoicnya. naruto yang masih tidak percaya pria itu, pria yang membuat hatinya kesal sejak kemarin hingga pagi ini kenapa bisa ada disini, apa jangan-jangan..

"t-tunggu mengapa kau bisa ada disini? Apa kau yang tadi yang menolongku?" seru naruto dengan muka sedikit malu-malu

"apa pedulimu?"

"orang ini membuatku naik darah saja! Sabar naruto… sabar" seru naruto dalam hati. "tidak aku tak peduli, aku hanya sudah berjanji pada diriku sendiri untuk mengabulkan 1 permintaan orang yang menolongku tadi" seru naruto dengan nada sedikit membentak.

"heh.. Dobe!"

"hei aku bukan dobe aku naruto! dasar teme!"

"hn dobe! Mulai besok selama 1bulan penuh kau harus menuruti semua perkataan ku! Itu permintaanku!" seru sasuke dengan seringai devilnya. Naruto sontak kaget dengan apa yang dikatakan sasuke barusan.

naruto membulatkan matanya seakan tak percaya, emosinya sudah tidak bisa dibendung lagi "APA! Aku tak salah dengar? Kau! Itu—itu sama saja kau menyuruhku menjadi budakmu!"

"kenapa? Ingin perotes? Salahkan janji bodohmu itu dobe! Kau yang sudah berjanji pada dirimu sendiri akan mengabulkan permintaan orang yang menolongmu" naruto yang mendengar pernyataan panjang sasuke merasa malu karna janji bodoh yang dibuatnya.

"t-tapi it-" belum selesai naruto berkata sasuke langsung memotong pembicaraannya dengan nada sinis

"aku sibuk, nanti jika kubutuh sesuatu akan ku kabari lagi" ia meningalkan naruto yang masih terduduk dengan mulut terbuka dan tatapan kosong.

"Bagaimana aku bisa mengucapkan janji konyol seperti itu bodohnya aku aaaaa" naruto berteriak sambil mengacak-acak rambut blonde miliknya.

Setelah mata kuliah selesai ino dan kedua temannya berkumpul ditempat yang tadi dijanjikan oleh naruto tetapi naruto belum datang di tempat yang di janjikan.

"ino-chan dimana naru-chan?" Tanya shion.

"mana aku tahu, sepertinya dia masih di kelasnya"

"apa tidak sebaiknya kita jemput naru-chan saja dikelasnya?" usul hinata

"tidak aku capek sebaiknya kita tunggu disini saja sampai naru-chan datang" balas shion

"hai shion-chan" seru hinata yang disusul anggukan ino.

Tak lama kemudian seorang pria dengan pakaian ketat dan berambut mangkok datang menemui mereka sebut saja lee.

"hei kalian bertiga tidak melihat keadaan naru-chan diruang kesehatan?" seru pria berambut mangkok itu.

"hah memangnya apa yang terjadi dengan naru-chan lee?" balas hinata

"tadi saat dia hendak meanaiki tagga dia jatuh pingsan untung saja ada uciha-san yang menolongnya.."

"apa uciha-san? Ma-maksudmu sasuke-kun?" balas ino tak percaya.

"hm begitulah"

"terus sekarang bagaimana keadaan naru-chan lee?" Tanya shion.

"aku tak tau pastinya, tapi yang ku tau saat naru-chan pingsan, uciha-san tadi membawa naru-chan keruang kesehatan.."

"apa? sasuke-kun yang membawanya? Apa aku tak salah dengar?" seru ino.

"kau ini kenapa sih ino? Sudahlah sebaiknya kita melihat bagaimana keadaan naruto sekarang.. lee-kun terimakasih ya beritanya" seru hinata

"hai hinata-chan…" balas dengan mengankat ibu jarinya sambil mengeluarkan cengirannya.

Di ruang kesehatan

"naruto apa kau tak apa-apa? Bagaimana bisa sasuke-kun membawamu kemari? Hah!" seru ino dengan tatapan masih tak percaya.

"aku juga tidak tau, tapi si teme itu berkata kalo dia membawaku kesini karna terpaksa, huh dan bodohnya aku mengucapkan janji konyol pada diriku sediri untuk mengabulkan satu permintaan orang yang menolongku sebelum aku pingsan tadi.." balas naruto dengan raut muka yang sedikit menyesal.

"baru sadar kau? Huh dasar baka! memangnya apa yang diminta sasuke-kun padamu?" Tanya shion.

"dia memintaku menjadi budaknya selama 1 bulan penuh" balas naruto dengan tatapan pasrah, yang sontak membuat mata ketiga temannya membulat seakan tak percaya

"APA!" seru ketiganya kompak.

"sabar ya naru-chan, terus sekarang bagaimana dengan keadaanmu naru-chan?" Tanya hinata.

"hmm sudah sedikit membaik kok hinata-chan tadinya aku ingin ke aula mendatangi kalian, tapi kalian bertiga sudah terlanjur datang duluan kesini" balas naruto.

"sudahlah naru sebaiknya kau pulang ke rumah, pertemuan kita kita batalkan saja! Kuliahat raut mukamu masih sedikit pucat" seru ino.

"t-tapi ak-"

"sudahlah naru-chan jangan memaksakan dirimu sendiri, biar kuantar kau pulang besok saat tubuhmu sudah baikan baru kita bertemu" potong shion sebelum naruto menyelesaikan omongannya.

"baiklah" balas naruto dengan tatapan pasrah

Di tengah-tengah perjalanan perjalanan pulang naruto yang sedang berbincang-bincang dengan temannya, secara tidak sengaja bertemu dengan sasuke, naruto yang duluan menyadari kehadiran sasuke langsungmengumpat di belakang punggung shion.

"hei kau ni kenapa naru kenapa tiba-tiba mengumpat ada siapa memangnya?" seru ino penasaran melihat tingkah naruto yang aneh

"sssstt… diam kau ino!" balas naruto. Setelah sasuke melewati naruto dan ketiga temannya naruto menghela nafas dan keluar dari persembunyianya.

"hei kau" seru pria berambut pantat ayam melawan gravitasi yang sontak membuat ketiga temannya berbalik kebelakang.

"dobe, berapa nomermu?" naruto yang mendengar perkataan sasuke akhirnya berbalik juga. Dengan muka yang sudah memerah karna menahan amarah

"lagi-lagi si teme pantat ayam itu memanggilku dengan sebutan seperti itu! Liat nanti kau teme!" seru naruto dalam hati. Sasuke yang tidak menanggapi tatapan berapi-api dari naruto langsungmenghampiri naruto dan mengambil hp milik naruto dari gengamannya. Setelah berhasil menyimpan nomernya sasuke langsung mengembalikan hp milik naruto lalu pergi meniggalkan naruto dan ketiga temannya tanpa berbicara sepatah kata pun. Naruto yang hampir jantungan sepertinya karna melihat tingkah pria itu berusaha melupakan kejadian itu dan kembali pulang bersama ketiga temannya.

TBC