Desclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Byakugan Hime © Aburame Soni

Ratted T

Genre : Mystery,Romance.

Warning: yah gak jauh beda dari Chapter pertama

Happy reading mina-san ;)

.

.

Chapter 2 "Sorewa Nakamakah ?"

"Heii..Hinata..! kemari" Terlihat Ino menyahutnya dari kejauhan.

"I-iya ino, ada apa ?"

"Perkenalkan Hinata, ini Tamaki, Tamaki ini hinata" tenten memperkenalkan hinata pada wanita berambut coklat sepunggung.

"Hinata Hyuga"

"Tamaki" mereka berduapun bersalaman.

"Saat kou disini Tamaki sedang tidak hadir , jadi kami harus memperkenalkannya padamu, dia juga ada dikelas yang berbeda" ujar sakura. "Ngomong-ngomong kau mau kemana hinata? Tidak makan siang?"

"M-maaf teman-teman , aku tak bisa lama-lama, aku harus ke perpustakaan untuk meminjam buku. karena ketika aku kesini , catatanku banyak yang kurang" hinata tersenyum ramah

"Baiklah kalau begitu, kau tahu perpus ada dimana ?" Tanya sakura

"Tenang saja aku sudah terbiasa dengan sekolah ini , jadi aku tahu" Hinata memberikan senyumanya lagi untuk meyakinkan teman-temanya.

"oke, semoga beruntung" tenten mengedipkan matanya.

Hinata bergegas pergi ke perpustakaan untuk mengambil buku Matematika, Fisika, Kimia, atau dia lebih sering menyebut ketiga pelajaran tersebut MAFIA. Ia harus mendapatkan referensi buku-buku itu di perpus dan mempelajarinya, kalau tidak ia akan kesulitan untuk memahami materi yang dipaparkan gurunya.

Butuh waktu beberapa menit untuk mencari Buku-buku yang ia maksud, karena perpustakaan itu lebih besar dan ia baru masuk kesana, terlebih lagi koleksi bukunya lebih beragam dibandingkan dengan sekolah ia sebelumnya. Beruntung saat diruangan itu ,ia tak menemukan orang-orang memuakan yang menatapnya dengan tatapan seolah ingin menelanya seperti kemarin. Namun ,tiba-tiba Hinata terlonjak ketika melihat pria dengan rambut raven duduk disamping bangkunya. Uchiha Sasuke ya itulah namanya, ia tahu itu dari sakura dan ino, mereka bilang pria itu masuk dalam urutan pria popular di konoha Gakuen, hinata awalnya sempat kesal terhadap pria itu karena peristiwa digerbang, tapi kalau dipikir-pikir kenapa ia harus kelewat kesal kepada pria yang bahkan hampir tak dikenalnya. Hinata pun mendekat dan duduk bersebelahan dengan pria itu karena ia meletakan buku catatanya disana , namun hinata memberi jarak satu bangku dengan pria itu.

Sreeett.. suara gesekan kaki kursi dengan keramik yang ditarik Hinata membuat sasuke menoleh kearahnya, Hinata melihat dengan ekor matanya dan merasakan tatapan yang membuat bulu kuduknya merinding.

'Ohhhh… ayolah Hinata lakukan sesuatu, ajak ia berkenalan, cairkan suasana,atau lakukan apapun yang biasa remaja normal lakukan ketika berkenalan' itulah isi dalam benak hinata, namun ketika ia mencoba melakukanya , ia mengurungkan niatnya, mengingat tatapan Karin kemarin. Yah Uzumaki Karin, gadis berkacamata berambut merah yang menatapnya sangat tajam ,dingin, dan tatapan yang ia artikan sebagai tatapan 'jijik' melihat penampilanya. Setelah ia bertanya pada ino dan sakura tentang gadis itu, mereka menjelaskan bahwa wanita itu salah satu mantan sasuke, yang sangat tergila-gila padanya, bahkan setelah mereka putus, Karin tetap mencintai sasuke. Ino berspekulasi bahwa Karin men deathglare Hinata, Karena Hinata pernah jadi perbincangan para pria , dan mencuri perhatian Sasuke. Padahal hal itu terjadi mungkin saja bukan karena Sasuke menyukai Hinata atau semacamnya.

Sasuke memperhatikan wajah gadis yang dipenuhi rasa gelisah seperti baru saja melihat peristiwa horror, membuat Sasuke berhenti melihatnya mengetahui bahwa tindakanya membuat gadis di sampingnya itu merasa takut.

"Hai" sapa Sasuke tiba tiba ketika hinata duduk

"IYA ?!" Hinata terlonjak kaget dan membuat pria disampingnya pun ikut kaget.

"M-m-maksudku, iya ?" Hinata mengulangi perkataanya dengan gugup, seketika wajahnyapun memerah dan menunduk malu.

"Hei Hei.. tenanglah , kau saat ini tidak sedang berbicara dengan seorang teroris atau semacamnya" Sasuke terkekeh melihat tingkah Hinata.

"Ma-maaf, aku H-hanya.." Hinata tak meneruskan kata-katanya dan menunduk lagi.

"P-perkenalkan ,A-aku Hinata Hyuga" Hinata akhirnnya memulainya dengan segala keberanian. Baru kali ini ia memulai duluan memperkenalkan diri, biasanya orang lain yang memulainya.

"Uchiha Sasuke" Sasuke menyodorkan tanganya tanda ia memperkenalkan diri.

"Se-senang berkenalan denganmu" Hinata tersenyum ketika mendapati tanganya bertemu dengan tangan kekar milik Sasuke. Wajahnya kembali memerah. Sasuke menyeringai melihat Hinata menunduk malu-malu. Saat itu Hinata seketika melupakan peristiwa saat pertama ia melihat pria itu. Yang kini ia rasakan hanyalah wajahnya menghangat ,jantungnya berdebar-debar, kenapa demikian ? entahlah, gadis ini sekarang beranggapan bahwa dari dekat wajah pria ini terlihat sangat, sangat 'Tampan'.

"Heii..hei..! yuhuuu.." Hasuke melambaikan tanganya didepan lamunan hinata.

"Hh..Ahh..! ma-maaf" Hinata kembali meminta maaf mendapati tanganya tak ia lepas dari genggaman sang Uchiha.

"Hm, tak apa" jawab Sasuke singkat

Sesaat setelah itu, ruangan disana terasa seperti berada di dimensi lain dengan kesunyian tingkat akut. Mereka berdua bergeming seribu bahasa. Tak ada yang bisa menembus atmosfer kecanggungan disana. terlebih lagi itu perpustakaan, tempat paling sunyi di konoha gakuen. Ya saat itu adalah saat paling sepi disana , bahkan suara jarum jatuh ke lantaipun akan terdengar, sampai akhirnya ada suara yang meledak di ambang pintu.

"OII..! IRUKA SENSEI..!" jantung penjaga perpus hampir saja copot dan naik ketenggorokanya mendengar seorang remaja berambut layaknya durian matang berteriak di depan batang hidungnya. Urat-uratnya tiba-tiba menegang di keningnya dan iapun mengepalkan tanganya.

'PLETAK..! "adaw..!" Naruto kini meringis kesakitan mengusap-usap benjolan kepalanya.

"BERAPA KALI AKU HARUS BILANG ..! JANGAN BERTERIAK KETIKA MASUK PERPUSKAAN DASAR BODOH..!" Iruka pun menyemburkan amarahnya tanpa ia sadari bahwa dia sendiri sedang berteriak.

"Aduhhh.. sekarang itu tak penting, apakah sasuke ada didalam?" Tanya Naruto pada Iruka dengan memasang tampang tak berdosanya.

"Kau datang kesini hanya untuk mencari orang itu ?! kenapa kau tak bertanya padaku dengan cara baik-baik, dan kau_"

"Sasuke kou didalam ?!" Naruto tak mendengar ocehan iruka dan langsung memanggil manggil Sasuke dengan wajah tak berrdosa.

'dia, si bodoh itu, mengabaikanku, dasar bocah brengsek.!' Iruka menggerutu dalam hatinya.

"A-ummm, Sasuke-kun a-aku duluan" Hinata bergegas keluar ketika suara naruto memecahkan keheningan. Ia sempat berpapasan dengan Naruto saat hendak keluar, yang membuat Naruto menunjukan seringaianya kearah Sasuke.

"Ahaa teme, kau duduk dengan Hinata barusan ?" Tanya Naruto sambil meluncurkan seringaian menggodanya.

"iya. Dan itu bukan urusanmu.!" Ketus Sasuke.

"Ohhh… ayolah teme..! kau menyukainya'kan ?"

"TIDAK Dobe..! hari ini kou ada acara ?aku ingin membicarakan sesuatu" Sasuke menekankan kata 'Tidak' dan mengalihkan pembicaraan.

"Yah hari ini aku ada waktu luang dan_ hey jangan mengalihkan pembicaraan Teme.!"

"Syukurlah kalau kou tak sibuk" ucap Sasuke sambil melenggang keluar.

'dia tak menganggapku' ucap Naruto dalam hati .

.

.

Di perjalanan pulang, Hinata memutuskan untuk berjalan kaki karna ia hendak singgah dulu ke toko untuk membeli beberapa persediaan makanan.

"Heyy..! Hinata" tiba tiba Sakura menyahut dibelakang Hinata yang hendak kekasir.

"Oh Sakura, berbelanja juga ?" Tanya Hinata basa basi

"Seperti yang kau lihata" Sakura mengangkat bahunya.

Setelah membayar ke kasir, Sakura mengajak Hinata untuk ke kedai ramen di dekat situ.

"Se-sepertinya tidak Sakura, uangku_"

"Ayolah Hinata, aku yang traktir. Dan aku memaksa" Sakura mengedipkan matanya

"Baiklah " Hinatapun tersenyum

"Ada yang bisa saya bantu nona" seorang pelayan datang untuk menanyakan apa yang akan mereka pesan.

"Shoyu Ramen dengan toping naruto, kau Hinata ?" Sakura bertanya pada Hinata "ummm ,aku pesan Miso Ramen Sup saja"

"Baik pesanan akan segera saya antar" senyum pelayan tersebut.

"Sakura,kau suka Naruto?" Tanya hinata

"ouh yah itu adalah toping ramen favoritku"

"fuhuhuhu.." Hinata terkekeh

"Ehh.. ada yang salah ?" Sakura bertanya dengan wajah innocent

"Maksudku kou menyukai Naruto-kun" Hinata terkekeh lagi.

"Astaga , kou menggodaku. Kau tau dari siapa ?" wajah Sakura sedikit merona.

"Ino. Memangnya sudah berapa lama hubunganmu dangan Naruto-kun ?" Tanya Hinata lagi

"Haahhh… sudah empat bulan." Sakura menghela nafasnya.

"Hah,.! itu bukan waktu yang sebentar"

"Biasa sajalah, bahkan ino sudah enam bulan pacaran dengan sai, Tamaki dan kiba sudah lima bulan." Hinata sedikit ternganga ketika mendengar teman-temanya sudah berhubungan berbulan bulan, tentu saja hinata tak berpengalaman soal hal itu, karena itulah ia sangat terkejut. "Tapi kami semua sudah saling mengenal sejak smp, jadi semuanya mengalir seperti ikatan persahabatan"

"Umm begitu, aku terkejut karena aku bahkan tak punya pengalaman seidikitpun soal cinta," ucap Hinata sambil menundukan kepalanya.

"Jadi kau ingin memulai pengalaman itu ? dengan pria di perpus tadi" Tanya sakura dengan ekspresi dan nada menggoda.

"Eh, M-maksudmu?" pipi Hinata memerah

"Tak usah pura-pura tak tau, kou dan Sasuke menurutku terlihat cocok,dia juga sudah lama menjomblo" Sakura meluncurkan seringaiannya.

"Ti-T-tidak..! A-aaku sama sekali tak suka dengan Sasuke" ujar hinata tergagap gagap

"Kegagapan mu itu menunjukan isi hatimu Hinata"

"T-Tapi, tapi.." Hinata diam sekejap dan menundukan wajahnya "Aku sama sekali tak ingin memulainya, karena jika aku memulainya, aku khawatir akan mengakhirinya, Lagipula aku memang selalu Gagap."

"kau tak ingin mengakhirinya ?" dahi sakura mengernyit. "Aku mengerti sekarang.."

"Ehh.. mengerti?"

"Yap, kou terlalu rendah diri hinata. Kou takut ketika kou sangat mencintainya nanti, dia meninggalkanmu , benarkan?" hinata menunduk lagi ketika mendengar pernyataan sakura.

"Itu berarti kau sebenarnya..berpengalaman dalam hal ini kan?" kini pipi hinata memerah lagi. Ia mengedipkan matanya beberaapa kali dan terheran-heran ,kenapa orang ini bisa membaca semuanya.

"Apa yang terjadi dengan pengalamanmu itu hinata? Kau bisa bercerita padaku dan yang lainya" kini ia menunjukan sedikit menunjukan kehawatiranya.

"Mungkin aku bisa bercerita lain kali saja" ucap Hinata sambil menarik ujung bibirnya

"Oke, janji ?

"Janji" mereka mengaitkan kelingking tanda perjanjian.

"Baik nona, Shoyu Ramen dengan Naruto, dan Miso Ramen soup" ujar seorang pelayan sambil membawa pesanan mereka.

"Terima kasih". Sahut mereka berdua pada sang pelayan.

.

.

Sementara itu didalam mobil, sasuke dan Naruto sedang di perjalanan menuju mansion Uzumaki. Jalanan di Tokyo saat itu sangat lancar, begitulah biasanya. Walaupun salah satu kota metropolis yang padat penduduk,kota ini bebas macet. Namun entah kenapa, meski saat itu jalanan ramai lancar, Sasuke merasa perjalanan pulang saat itu begitu lama karena mendengar celotehan Naruto mengenai rencana gilanya.

"Ayolah Teme.. jika kou yang mengadakan pesta ini, akan lebih banyak orang yang datang, kou kan popular" Naruto memasang tampang memelasnya.

"Tidak..!" ucap Sasuke tanpa mengalihkan pandanganya dari jalanan.

"Ehhh ayolah, lagipula kau kan ketua osis, kou bisa menulis undangan untuk banyak orang" Sasuke langsung memelototi naruto .

"Sepertinya otakmu tertinggal dikelas fisika tadi.. kau pikir dengan status ketua osisku kau bisa memanfaatkan hal itu untuk mengundang orang-orang ke pesta bodohmu itu" ucap Sasuke dengan nada dan ekspresi datar. "Tentu saja TIDAK"

Naruto memalingkan wajahnya kearah jalan. "jadi kau mengundangku ke rumahmu hanya untuk membicarkan ini ?" tanya Sasuke.

"Tidak, sebenarnya masih ada beberapa hal lagi, tapi sudahlah" Naruto kini membuka ponselnya.

"Sebenarnya apa rencana di balik pestamu itu ?" Sasuke sudah bisa membaca ,ada sesuatu dibalik pesta Naruto.

"Lupakanlah.. aku berubah pikiran untuk melakukanya" ucap Naruto terlihat lesu.

"Apakah ini ada hubungannya dengan gadis hyuga itu." tebak Sasuke dengan nada datar

"Apakah itu pertanyaan ? jika itu pertanyaan maka jawabanya YA" Naruto menekankan kata YA.

"Huhhhhhh… kukira kau tau kalau aku itu keras kepala" Sasuke menghelakan nafas panjangnya. "Ini adalah hidupku, dan aku tak ingin orang lain mengatur jalan hidupku.." sasuke terdiam sejenak. "Tapi kau tau, gadis itu sebenarnya misterius" naruto menoleh kearah Sasuke

"kau tertarik padanya ?" Tanya naruto antusias.

"Tidak..! aku hanya penasaran terhadap sesuatu yang ada dalam dirinya"

"itu artinya , kau tertarik padanya"

"Terserahh…! Yang jelas aku tak peduli padanya..!" ketus sasuke sambil memelototi naruto.

Naruto tak henti hentinya menggoda sasuke ,bahkan sampai mereka sampaipun Naruto masih memasang seringaianya.

.

.

"Tadaimaa.."

"Oh sudah pulang, bagaimana sekolahmu ?" Hikari menyambut kedatangan Hinata

"Peperti biasanya Kaasan, ini belanjaanya" Hinata mengangkat belanjaanya , "Oh iya kaasan, Sore ini aku akan mengerjakan tugas sekolah dirumah temanku"

"Pergilah nak, mereka teman-teman barumu'kan" Ucap Hikari sambil mengecek barang barang di plastik belanjaan.

"T-tapi kaasan, m-mungkin aku akan menginap dirumah temanku" ujar Hinata sambil menunduk seolah menunggu larangan dari ibunya.

"Rumah pria ?"

"T-tidak kaasan, T-Teman wanita" jawab hinata agak gugup

"Kurasa tak baik jika terus-terusan melarang gadis kecilku ini untuk keluar malam" Hikari memegang bahu Hinata sambil tersenyum. "Tapi nak, lain kali ajak teman-temanmu itu kerumah kita, agar ibu bisa mengenal mereka, dan tak perlu khawatir"

"uh-ummm"

DRRRRTTTTT DRRRRTTTT. Ponsel Hinata bergetar di meja ,pertanda bahwa ada pesan singkat yang masuk.

7/10/2015

Sender :Ino Yamanaka.

Ingat , hari ini jam 5 sore dirumahku oke ;)

Begitulah isi pesanya kira-kira. Hinatapun tersenyum dan bergegas untuk mandi dan membantu pekerjaan ibunya supaya ia bisa segera berangkat. Hatinya hari ini begitu luar biasa berbunga-bunga. Ia tak ingat sudah berapa lama ia tak merasakan berkumpul untuk bersenda gurau dengan teman sebaya, apa lagi sampai menginap. Mungkin menurut anak remaja pada umumnya, hal seperti itu sangat biasa, bahkan sudah menjadi kegiatan rutin. Tapi menurut hinata itu adalah hal yang luar biasa, mengingat sejak SMP ia mengalami masa masa sulit.

'Teman' adalah kata yang tabu bagi seorang Hinata Hyuga. Entah kenapa 'Hyuga' juga merupakan kata yang tabu bagi murid di Suna Gakuen high school, bukan hanya murid , tapi guru dan semua staf di suna bersikap sama. Setiap orang yang tahu identitas lengkap hinata, pasti tak akan ada orang yang ingin dekat-dekat denganya.

.

.

Di kediaman Yamanaka.

"Teman-nya Ino yah ?" Tanya seorang pria paruh baya di ambang pintu. "Ayo masuk., Ino temanmu sudah datang.!" Tanpa menunggu jawaban dari hinata , ayah Ino langsung mempersilahkan hinata untuk masuk dan memanggil ino.

"Hinata..! akhirnya kou datang juga.." sahut Ino, terlihat di ruang tamu sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatanganya.

"Iya, akhirnya kou datang juga. kalau kau tak tiba, maka tugasnya tak akan selesai mengingat disini hanya aku yang ahli di pelajaran Sisiologi" ujar Sakura

Merekapun mengerjakan beberapa tugas sekolah yang cukup menumpuk. Minggu ini adalah minggu yang memelelahkan untuk mereka, karena tugas bukan hanya dari satu mata pelajaran saja, tapi dari beberapa mata pelajaran. Karena itulah Ino mengajukan gagasanya untuk mengerjakan tugas itu bersama di rumahnya. Suasana di ruang tamu kediaman yamanaka saat itu sangat heboh, yah sangat heboh, rasanya kurang bagi Ino dan Sakura jika mereka berkumpul tanpa beradu argument. tapi saat ini lain, mereka beradu argumen tentang jawaban yang benar. Sementara Hinata dan Tenten mencari jawaban di beberapa tumpuk buku yang ada di meja ,Sedangkan Tamaki sibuk mengetik beberapa kata di ponselnya untuk mencari jawaban di Google.

Dan dua jam kemudian.

"Huuuhhhh… astaga , kurasa beberapa tugas kita kerjakan besok saja" keluh Tamaki

"Kau benar Tamaki, lagi pula aku sudah tak tahan dengan semua tulisan ini." Ucap Tenten dengan mata berkunang kunang.

"u-Uhh. Kurasa kalian benar , semua tulisan ini bahkan terlihat lebih buruk daripada melihat rumus-rumus fisika" sahut Hinata sambil memjat-mijat keningnya.

"yah kalian memang benar. Baiklah, untuk memulihkan pikiran dan tenaga kita, ibuku sudah memasak banyak porsi sup karee" ujar Ino antusias

"Ehh..!"

"Benarkah ..?"

"Yatta..!"

"T-tapi.."

"Sudah, mau tak mau kalian harus memakanya, ibuku sudah susah payah membuatkanya untuk kita semua." Ino langsung berjalan ke ruang makan mengajak teman mereka yang sudah tek berdaya dengan semua kegilaan yang baru saja mereka lalui.

.

.

kegaduhan tak berhenti sampai di ruang tamu. Setelah makan mereka memulai pembicaraan baru .

"Oh iya sakura ,tadi kou bicara tentang pesta dirumah Sasuke ?" Tanya tamaki

"Ha..! aku ingat, kau benar.! Naruto bilang padaku kalau Sasuke akan mengadakan pesta dirumahnya Minggu depan, dan ia menyuruhku untuk mengajak banyak orang untuk memeriahkan pesta itu." Ujar Sakura panjang lebar.

"Astaga.. aku benci hal ini" keluh Tenten

"Ayolah Tenten, jika kau ingin punya pasangan, maka jangan bersikap egois ke semua pria.. lagipula kau kan ada Neji" ucap Sakura dengan seringaian di wajahnya.

"Ya ampun Sakura ,kau ini paling hobi soal menggoda orang lain. Dan kau pikir godaanmu itu ampuh untuku ? tentu saja tidak .!" ketus Tenten.

"Oh iya Hinata, kou harus ikut juga" ujar Ino

"A-aku ? K-kurasa tidak, aku yakin banyak orang orang popular disana, terutama_"

"Terutama para gadis yang membencimu ? iya kan?" potong Sakura. "Ayolah Hinata, kou harus lebih percaya diri"

"P-percaya diri ? apa maksudmu ? apa yang bisa membuatku percaya diri ?"

"Dirimu sendiri yang bisa membuatmu percaya diri" kini Sakura memegang bahu hinata ."Inilah saatnya untuk membuktikan pada mereka kalau kau itu lebih cantik dari mereka"

"A-Aku tak bisa.." Ucap Hinata sambil menunduk, "tapi bukan berarti aku tak akan datang ke sana" sahut Hinata lagi di ikuti senyum teman-temanya.

Sejujurnya dalam hati Hinata yang paling dalam, sebenarnya ia sama sekali tak peduli dengan mereka yang membencinya. Hinata hanya merasa terharu dengan perhatian yang diberikan teman-temanya, selama ini ia tak pernah menerima hal seperti itu dari orang lain kecuali keluarganya. Inikah pertemanan ?.

T

B

C

Holaaa mina-san..! maaf post lambat, makasih yang udah baca and review. Maaf kalau ada penulisan yang salah, penghamburan kata, EYD yang berantakan , mohon malkum sekali lagi. tapi maklum saja tak cukup, Aku juga butuh review sebanyak banyak-nya ;) kritik pedes-pun tak apa (walau nanti sakit hati :'( ;) :D ) penulisan 'Kou' insyaallah sudah aku perbaiki, tapi maaf kalau ada beberapa kata yang salah lagi .