Rain Sound
X
Kris x Tao x Baekhyun x Chanyeol
And other
Xxx
Genderswitch for Uke
Rated T-M
By. Momo and Gochi
Xxxx
Part 2
a/n: thanks buat perbaikannya ya, hehe maaf pas publish ga liat detailnya, huhuhu mianhae...kali ini ratingnya M ya, maaf kalau masih kecut-kecut hahaha ohya, chap 1 udah ku edit lho, ada penjelasan tentang kris juga. Silahkan di prev lagi.. J
flashback
LA, St Maria Hospital
"dingin sekali diluar," ucap Tao memecahkan keheningan. aku mendekatinya dengan kursi rodaku sambil membawa secangkir kopi hangat dari mesin kopi. dia menerimanya, menyesap dengan pelan karna masih panas.
"kau basah" kataku. dia melirikku sejenak dan mengamati baju hangatnya yang benar-benar basah kuyup.
"ah benar, aku menumpang ganti dikamarmu ya?"
"kriss-shii, kau yakin aku boleh memakai ini?rasanya kebesaran"
aku menoleh kearah pintu KM. Tao memakai kemeja biruku yang kebesaran di tubuhnya. ya ampun, dia hanya memakai hotpans!
"aku benar2 tidak membawa baju ganti, mianhae"
"g-gwenchana, lagipula dikamar ini penghangat ruangannya cukup hangat, kau disini saja dulu menunggu bajumu kering"
bagus. aku terlihat menahannya supaya tidak pergi. Tao duduk di sofa menyusulku yg daritadi menonton tv. dia membuat jarak tempat duduk kami.
"hujannya deras sekali,suara tv pun ga kedengaran" cerocos Tao. sepertinya dia kembali menjadi cerewet. aku mengangguk membenarkan.
"maaf merepotkanmu" ucapku lirih. dia tak merespon,sepertinya hujan terlalu menenggelamkan suaraku.
"entah kenapa, kau selalu membuatku ingin terus merepotkanmu" akhirnya aku bermonolog. dia takkan mendengarkannya kan? serius begitu liat tv-nya.
"aku dari dulu egois, tapi mungkin akan kukubur egoku untukmu, aku ingin kau tau tanpa kupaksa..."
hujan adalah berkah dan kenangan terindah
"aku jatuh cinta padamu... Kris"
DEG!
DEG
DEG
"Kris"
-apakah ini suara hujan atau suara dirimu?
apakah ini suara yg memanggilku?-
aku menarik tangannya. memperpendek jarak kita. menatap sebentar wajah cantiknya lalu kubawa dalam pagutan indah.
"eunghh.. krisshh..." sexy. dia memanggilku penuh. aku melumat bibirnya. manis dan basah. aku senang dia membalas ciumanku. melebur menjadi hangat dengan lumatan panjang aku dan dia. memainkan lidah secara ritmik dan lust. hanya dia yg ada dipikiranku. dan kami sejalan. aku berdebar kencang. ini adalah sensasi hebat. tangannya melingkar dileherku. menduduki Kriss junior yg menegang.
"aku sangat mencintaimu, TAO"
[Nc Nc Nc]
"ouch!" aku mengerang sakit.
"oh! are u okay?" dia pucat melihatku kesakitan. sebenarnya tadi kakiku tertendang meja. aku menggeleng cepat. jangan membuatnya khawatir.
"a-aku sebaiknya pergi-"
bruk! aku menjatuhkannya ke sofa. aku menindihnya.
mata kami bertemu. menyiratkan beragam perasaan aneh. debaran didadanya bahkan kurasakan. kami hanya bertatapan, mencari tahu apa yg diinginkan. mencari tahu kebenaran yg terjadi. kurasa cukup aku tau bahwa dia menyukaiku. aku tersenyum padanya.
"aku akan melakukannya, kau bisa menolakku kapanpun"
wajahnya semerah tomat
"eunghh! ... ahhnn... eummhh" Tao mendesah sexy saat ku sedot lehernya. memberikan tanda kepemilikanku disana. aku suka caranya menjambak surai coklatku. membuatku makin menyentuh bagian tubuh indahnya. kami sudah polos, tak peduli dengan dinginnya udara LA. kulit yg bergesekkan memberikan energi statik menyebar kehangatan disekujur tubuh. aku memasukinya. dia menjerit keras. tidak tega tapi aku tau akan sakit jika aku tak cepat melakukannya. kukecup dahinya lalu bibirnya, menyalurkan ketenangan. aku menyukainya penuh. tubuhku juga. dadanya naik turun memompa oksigen masuk ke parunya.
"eunghh!" Tao klimaks kedua kalinya. beruntung dia sudah basah dan membuatku bisa bergerak.
"move...ahh... kriss... move..."
aku tahu sayang...
aku menggenjot milikku dengan tempo sedang. damn! milikku terjepit nikmat oleh Tao. sementara dia mendesah aku menyerukkan kepalaku dilehernya. mengecup lehernya dan membuat Tao tenang. "eunghh! kau sempitt!" desahku nikmat. kemudian aku makin cepat memasukinya. meleburkan kami dalam penyatuan indah bersama hujan yg turun hari ini. keindahan titik hujan dijendela bahkan terkalahkan oleh butiran peluh di tubuh Tao, astaga aku mencandunya.
"aku... eunggh wanna cum."
"together... i want to... ahh"
semakin cepat gerakanku membuat kedutan yang mencengkram milikku makin kuat.
"KRISS!"
"TAO!"
nafas kami tersengal, sari2 kami telah bersatu, ini hari terindah kan?
ยค
"wow! Kris Wu comeback! hello brad!"
"berhenti memelukku Luhan, aku sudah dipeluk banyak orang hari ini"
Luhan, teman SMAku. sekarang dia sudah menjadi GM di perusahaan terkemuka di Seoul. menyebalkan melihat kesuksesannya yang melejit gara-gara menikahi putri wakil presiden korsel Xiumin. yasudahlah, takdir setiap orang kan berbeda.
"maaf ya aku ga sempat jengukmu, pekerjaan ini membuatku kehilangan waktu bermain tau"
"tch. aku ragu kau bisa pimpin perusahaan" candaku. Luhan mempoutkan bibirnya imut. selalu saja mencari perhatian begitu,lihat saja tatapan wanita di cafe ini. Luhan adl namja yg terlalu cute menjadi GM,haha
"KRIS!" panggil Luhan. aku terkejut,rupanya baru melamun. "mian aku melamun"
"wae? kau jd suka padaku? aihh bagaimana ini?aku disukai oleh namja tersexy di Korea"
"kau sudah menikah Luhan" jawabku sweetdrop.
"tetap saja aku ragu kalau kau yang menyukaiku!"
PLAK! "bicaramu ngawur dasar bocah!"
"appo! aku bercanda tau! sebnarnya apa masalahmu Tuan Kriss?"
aku terdiam sejenak, menimbang ini sejak lama.
"kau mengenal Oh Sehun? dia-"
"SEHUN? kau bertemu dengan namja dingin itu dimana?"
bibirku kelu, Luhan sepertinya mengenal baik Sehun yang itu. haruskah dia bertanya lebih jauh?
"di LA..."
-
-
"Oppa..."
aku menoleh dan mendapati Baekhyun yg sedang berdiri di depan pintu kamarku.
"masuklah"
aku hanya membenarkan dudukku di ranjang. memeriksa beberapa dokumen penting. aku memutuskan melanjutkan tugasku sebagai kepala bagian di Choi corp. ini akan membuatku sibuk sementara.
bruk! Tiba-tiba Baekhyun merebahkan kepalanya dipangkuanku. aku sedikit terkejut.
"oppa mencintaiku kan?"
aku terdiam dan kembali membaca dokumen.
"boleh aku bertanya sesuatu?"
"ya,katakan saja"
Baekhyun mengambil dokumen ditanganku dan menjauhkan dari jangkauanku. aku menatapnya pasrah.
"siapa yg merawatmu disana?"
jder! petir diluar membuat suasana menjadi dingin.
"dokter" kataku
"aku ga bodoh oppa, pria atau wanita?"
"wanita"
"apa oppa-"
"kau cemburu?" candaku
"ah OPPA!" dia merengek manja,lalu kami tak membahasnya.
review please! ^^
