All Cast Belong to God
.
.
.
.
.
.
"Jiminie, apa kau menikmati kencan hari ini?" tanya Yoongi tiba-tiba saat mereka dalam perjalanan pulang. Seketika Jimin pun menatap Yoongi dan tersenyum begitu manis.
"Ne… aku sangat menikmati kencan kita hari ini hyung~" jawab Jimin senang lalu mengecup sebelah pipi Yoongi kilat, sedangkan Yoongi hanya tersenyum kecil mendapat perlakuan manis dari kekasih imutnya itu.
"Padahal sebelumnya aku mengira kencan ini akan gagal loh hyung."
"Kenapa kau berpikiran seperti itu?"
"Habisnya hyung mengajak kencan tapi tak tau mau pergi kemana." ucap Jimin lalu menggembungkan pipinya. Bagaimana ya, namanya juga ajakan kencan mendadak, jadi wajarkan jika Yoongi tak tau harus mengajak kekasih manisnya itu kemana. Lagi pula ini juga kencan pertama mereka semenjak jadian sebulan yang lalu. Dan... kenapa Jimin menggembungkan pipi seperti itu sih, membuat Yoongi gemas sendiri melihat betapa imutnya kekasinya tersebut.
.
Tiba-tiba saja mobil Yoongi yang sedari tadi melaju kini malah berhenti tepat ditepi jalan yang lumayan sepi. Hal itu membuat Jimin menatap heran sekaligus penasaran kearah hyung tercintanya itu.
"Hyungie… kenapa berhenti? Apa mobilnya kehabisan bahan bakar?" Jimin bertanya namun Yoongi hanya diam saja
"Yaaa… Yoongi hyung kenapa diam saja?!" Bentak Jimin jengkel membuat Yoongi seketika menatap Jimin dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Hyung kenapa?" tanya Jimin takut-takut karena tatapan dan raut wajah Yoongi yang terkesan sulit diartikan itu tak kunjung berubah.
"Jimin…" panggil Yoongi dengan nada pelan membuat Jimin merasa aneh dengan sikap Yoongi sekarang
"N-ne… ada apa hyung?" entah mengapa sekarang Jimin merasakan suasana didalam mobil Yoongi begitu dingin
"Jim..." panggil Yoongi lagi, membuat Jimin kali ini merasa risih
"Hyung..." ujar Jimin lirih. Entah mengapa kini wajah Jimin terlihat sedikit pucat dan terlihat tegang. Namun raut wajah tegang tersebut segera tergantikan dengan raut wajah kaget, ketika ia merasa Yoongi mencium bibirnya secara tiba-tiba.
Jimin terdiam, tidak berniat membalas ciuman Yoongi yang tiba-tiba dan terasa semakin liar tersebut. Yoongi terus saja melumat bibir Jimin dengan nikmat. Tanpa sadar dengan perlahan Jimin pun membuka mulutnya, memberikan celah untuk Yoongi memasukkan lidah kedalam mulutnya. Setelahnya Jimin pun mulai terbawa dengan permainan lidah yang Yoongi lakukan.
.
Sesekali Yoongi mengulum bibir bawah Jimin. Mencoba meresapi kembali betapa nikmatnya bibir kekasih manisnya sekarang. Sedangkan Jimin hanya bisa menjambak rambut belakang Yoongi dengan kasar untuk menyatakan betapa ia menikmati ciuman mereka saat ini.
Beberapa menit pun berlalu akhirnya kegiatan yang begitu mengasikkan dan bikin ketagihan itu berakhir. Baik Yoongi maupun Jimin kini begitu membutuhkan pasokkan udara untuk bisa bernapas secara teratur.
.
Dengan nafas yang masih terengah-engah Jimin pun menatap wajah Yoongi yang kini juga menatapnya. Wajah Jimin yang memerah karena ciuman mereka tadi, kini bertambah merah ketika ia melihat saliva tepat disudut bibir Yoongi. Membuat Jimin berpikir saliva siapakah itu? Salivanya atau saliva Yoongi sendiri? Hah… memikirkan hal itu membuat kedua pipi Jimin bertambah merah saja. Membuat Yoongi terkekeh pelan saat melihat wajah Jimin yang merona malu. Sial! Menggemaskan sekali sih! Yoongi jadi ingin mencium Jimin lagi!
"Kau ingin mengulangi kegiatan tadi Jiminie?" Jimin tampak berpikir. Ingin menolak namun tak bisa dipungkiri kalau dirinya memang menginginkannya lagi, namun jika ia ingin mengulangi kegiatan tersebut, ia malas karena setelah melakukannya ia merasa susah bernapas walaupun pada kenyataannya kegiatan tersebut membuatnya merasakan nikmat yang tak bisa untuk diungkapkan dengan kata-kata.
"Apa kau lapar?" tanya Yoongi tiba-tiba ketika ia tak kunjung jua melihat tanda-tanda bahwa kekasih manisnya itu akan menjawab pertanyaannya yang sebelumnya. Seketika Jimin pun tersadar dari lamunannya, dengan perlahan ia menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Yoongi tersebut.
"Kalau begitu, ayo kita cari makan." setelah itu mobil Yoongi pun mulai berjalan lagi meninggalkan tepi jalan yang sempat mereka seinggahi hanya untuk melakukan kegiatan mereka yang terasa begitu menakjubkan tadi.
.
.
.
Berakhir buat chapter ini haha
Drabble lagi, anggap aja ini lanjutan buat drabble yang sebelumnya hhe maap kalo ada typo ._. Dan mungkin, kalau ada ide aku bakal lanjutin ini dengan drabble lagi ._. Jadi kek kumpulan drabble gt ya hmm
.
Makasih buat yang repiu dichap sebelumnya
safabelle / amprhidite / aestas7 / IoriNara / clutcha / KahoriKen / Hanami96 / owldarks / kimaegia / Bubgummy / kukie / sugasugar
Ohh iya makasih juga buat kalian yang udah favs dan follows cerita ini
.
Terakhir~
Gimme Your Review…
Please :****
Bhaks
