"...uh...hem..." Gokudera menggeliat tak nyaman saat Mukuro memulai kembali apa yang tertunda karena kedatangan Tsuna. Andai saja bisa, rasanya pemuda bersurai perak itu ingin menendang sekalian membunuh Mukuro karena membuatnya terlihat dalam keadaan yang memalukan. "Jyu...ahh...daimeh...h!"
"Hm? Kau ingin aku menyentuhmu sekarang?" tanya Tsuna "Tapi kau bisa 'mempersiapkan' aku kan?" Gokudera yang otaknya sudah kacau karena perbuatan Mukuro pun mengangguk. Jari lentik dan putih sang Storm Guardian pun mulai membebaskan 'milik' sang Decimo yang masih berpakaian lengkap. "Do it properly if you want me , Hayato..."
"Kufufufu...tak kusangka kau bisa juga bicara begitu." Tsuna memberikan senyum yang bahkan lebih mirip seringai yang membuat Mukuro begidik.
.
Gokudera di sela-sela desahannya mulai menghisap ujung penis milik Tsuna, dilanjutkan dengan menjilatinya dari ujung ke ujung. Twinball milik sang Decimo pun tak luput dari servicenya namun sayangnya Tsuna tak menunjukkan reaksi berarti. Pemuda bersurai perak itu pun menambahkan gigitan lembut dalam kulumannya.
.
"Hm...bisa kau menghisapnya lebih keras Gokudera?" Gokudera mengangguk pelan mengikuti perintah Tsuna. "Hm..h...yah, seperti itu."
.
Sesaat Mukuro merasa 'kalah' dari Tsuna karena pemuda brunette itu tetap tenang meski mendapatkan blowjob dari Gokudera namun harga dirinya yang tinggi Mukuro menendang jauh-jauh kata itu dari kepalanya. KALAH ADALAH KATA TABU DALAM KAMUS BUAH-BUAHAN SEHAT DAN SEGAR! (?). Indigonette itu mencondongkan tubuhnya ke arah Tsuna tanpa menghentikan kegiatan di bagian bawah tubuhnya, keduanya saling perang lidah dalam ciuman panas. Tak ada yang mau mengalah, namun pada akhirnya ciuman mereka berhenti saat pasokan udara makin menipis dalam paru-paru keduanya. Bersamaan dengan berakhirnya ciuman mereka, Mukuro pun 'keluar' untuk yang ke dua kalinya dalam tubuh Gokudera.
.
"Ah…mmhh!" Gokudera tak bisa apa selain mendesah saat Mukuro mengeluarkan miliknya. Nafasnya yang sudah ngos-ngosan makin tak beraturan, wajahnya memerah karena lelah, matanya seakan berkabut tak focus karena terus menerus diserang Mukuroa dan Tsuna.
.
.
.
"Kufufufu...kemarilah Tsunayoshi..." Mukuro dengan sok kerennya mengulurkan tangan pada Tsuna, maksudnya sih mo ngelanjutin marathon dengan Tsuna sebagai UKE tapi Decimo Vongola malah menatapnya dengan memicingkan mata sebelum mengeluarkan senyum malaikatnya yang tersohor namun penuh aura membunuh. "Oya?"
.
Dalam hitungan DETIK, Mukuro dilempar keluar lewat pintu sambungan ke kamar sang Decimo. Mukuro mendarat dengan tak elitnya di atas permadani tebal yang menyelamatkannya dari 'MUJUR' alias MUka Jahanan hancUR. Tak terima dengan perlakukan bossnya dan berniat membalas dengan mengeluarkan tridentnya yang tersohor, alih-alih megang trident, yang ada malah ilusi dan flamenya NGA KELUAR! Mukuro menatap dengan tatapan bagai orang idiot borgol berhias bulu-bulu warna ungu yang dengan indahnya terlingkar di pergelangan tangannya dan... bahkan DIKAKINYA JUGA SUDAH TERPASANG?!
.
"Kufufufu, what the-?!" sang Mist Guardian melanjutkannya dengan berteriak histeris dalam hati 'KAPAN BORGOL INI DIPASANG?!' Ya ea ah dalem ati, kalo histeris terang-terangan kan membuat malu nama para buah-buahan yang populer di dunia sana sebagai SEME di seluruh dunia! (?)*author di cincang trident* 'APA KATA MOYANG GUE YANG KAYAK HASIL PRODUKSI NANAS NGERAEP SEMANGKA JEPANG AMPE KELUAR TERONG BELANDA NYASAR KE EROPA NTU KALO TAU KETURUNANNYA YANG CAKEP BIN SEKSEH NIH MALAH DIKERJAI CALON UKENYA?!'
.
Daemon, Author & Reader : EMANG GUE PIKIRIN! Derita, derita loe!
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Rin : masih mikir soal BDSM, beberapa film yang dikasi temen ada yang tentang gay BDSM jd ak mo coba yonton dulu biar ada inspirasi nulis cerita yang yah, nga mengecewakan *alasan* anno…, boleh minta senjataku? Itu sumber insprirasiku – ADAW! *ditendang
Ziho : NGA PAKE! yang penting segera diupdate semua ceritamu dan SEGERA TAMATKAN YANG SHORT CHAPTER! *kejar author sambil muter2 deathscythe hasil nyolong*
All : kayaknya roh mereka ketuker ya?
