Aku rela (!/?) chapter 2

Disclaimer : Masashi Kishimoto (maaf lupa ngasih di chpter awal. Maklum,author pikun)

Buat Uchiha Kirana, makasih buat review-nya

Sasuke langsung menuju ke arah kembarannya yang sedang mengobrol tentang tes.

"Sai,matematika apa IPA?"

"IPA saja lah…"

"Kalau begitu kita saingan."

"Woah... kalo begitu aku tidak terganggu dalam matematika donk... arigatou ne.."

Beberapa hari kemudian...

Seorang anak berambut pirang jabrik menatap kertas yang tertempel di papan pengumuman. Matanya menelusuri daftar nama yang tercantum dengan judul 'daftar siswa yang lolos babak kedua matematika dan IPA'. Setelah sampai di sebuah nama, dia terlonjak kaget dan berlari menuju dua anak kembar yang baru mengikuti rapat OSIS.

Setelah sampai...

"Woi! Sai! Bagi-bagi donk!"

Yang ditanya hanya ber 'hm' ria dengan maksud : 'maksud-loe?' (?)

Naruto mengernyit.

"Kamu belum lihat ya? Mapel matematik sama IPA kamu embat semua !"

"He? Hontounidesuka?"

"Noh! Lihat sana!"

Setelah sampai di papan pengumuman...

"Kupikir kamu Cuma fokus di satu bidang Sai," Sasuke melirik ke arah kembarannya.

"Gomen,perasaan soalnya juga ada yang sulit deh," kata Sai seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Tapi kan ada jawabannya kan? Ketemu kan?" kata Naruto sambil menarik kursi kelas 8 G ke arah duo uchiha.

"Enggak"

"Jangan-jangan kamu minta bantuan teman tidak kasat mata kamu ya?" Tanya Naruto penuh seidik

"Enggak, aku cuma ngitung kancing seragam,lagian aku kan juga enggak belajar."

"Apua! Yang bener aja! Aku aja seminggu ini belajar matematika terus!"

"Ngomong sih ngomong! Tapi jangan pake kuah dong!" seru Sai.

Naruto mulai membayangkan bagaimana jika dirinya menjadi Sai. Punya otak dengan kapasitas ratusan giga (?) plus bisa hafal rumus hanya dengan mendengarkan teman di sekitarnya yang mulai cuap-cuap menghafalkan rumus itu.

Melihat Naruto yang ngelamun sambil senyum-senyum sendiri membuat Sasuke menggebrak meja yang berada di depan Naruto.

"Jangan ngelamun dong! Kita lagi diperhatiin," kata Sai.

Naruto bergidik ngeri. Dia mulai membayangkan kalau status awalnya yang normal berubah dengan status kesurupan.

"Yang mana Sai yang meratiin kita?" kata Sasuke.

"Itu,yang di belakang Naruto," jawab Sai santai.

Naruto bergidik ngeri.' Yang mana..?' bukankah artinya lebih dari satu. Huwa….

"Emang mau ngapain Sas?"

"Mau ngomong sama dia buat gangguin kamu nanti malem,"

"Mukya! Jangan deh, tolong Sasuke-sama," pinta Naruto seraya sembah sujud dan menangkupkan kedua tangannya. Sedangkan dua orang di depannya hanya menahan tawa.

…...

Setelah upacara bendera,anak-anak kelas delapan B tidak langsung duduk di depannya namun mereka berdiri mengelilingi dua anak yang sedang membuka bungkusan yang masing-masing berisi hadiah untuk juara satu di bidang IPA dan Matematika.

"Whoa… kamu dapat buku yang sama denganku Sai! Tapi…"

"Tapi apa?"

"Sudah dapat buku paket MTK buat kelas 3, kamu dapat buku yang laen…. Aduh!" Naruto segera menghentikan komentarnya ketika jitakan keras mendarat di kepalanya.

"Kalo enggak gimana caranya ngebedain mana yang yang juara satu sama dua," seru gadis bercepol dua yang menyukai sastra Cina, Tenten.

"Tapi.. kalo ngomong jangan bonus jitakan dong!" seru Naruto seraya mengusap-usap bagian atas kepalanya yang masih panas.

Seisi kelas tertawa atas sikap Naruto.

"Woah,ternyata sekolahnya gedhe banget dah!" seru Naruto .

"Bisakah derajat norak kamu dikurangi?" kata Sasuke seraya melipat kedua tangannya di depan dada dan memandang gerbang sebuah sekolah yang bertuliskan 'SMA Konoha' (author kurang kreatif).

"i-iya Naruto-kun. Malu-maluin," kata Hinata.

"Bahkan Hinata mengetahui kalo kamu norak,"

Tiba-tiba terdengar suara(?) dari loudspeaker yang menyuruh agar para peserta segera menuju ruang yang telah ditentukan.

Sai duduk dengan gelisah. Sebenarnya dia ingin mengikuti IPA tapi kenapa matematika? Bagaimana kalau dia kalah? Ah,masa bodoh.

Diliriknya bangku kosong di depannya. 'Penghuni'-nya belum datang. Diliriknya lagi ke bagian kanan bangku kosong. Oh, ada rambut duren berjalan *author di ke-plakk*.

Saking 'konsen'-nya kea rah Naruto. Sai tidak tahu kalau bangku di depannya sudah ada panghuninya. Ketika menghadap kea rah depan,matanya bertemu dengan cewek berambut pink yang menyunggingkan senyum ke arahnya. Mau tidak mau ya dibalas saja senyumnya.

...

Seluruh peserta olimpiade keluar dari aula pukul 17.00 setelah menerima pengumuman untuk datang lagi ke SMA Konoha seminggu lagi.

"Hah! Jam segini mana ada bus yang lewat. Bener-bener gak modal," kata Naruto seraya melempar pandangan ke arah siswa dari SMP lain yang naik mobil guru mereka.

"Sekolah kita kan lagi sibuk ngurusin siswa kelas Sembilan yang ikut PMDK," kata Hinata.

"Namanya juga Naruto, bisanya ngeluh."

"Mungkin dia iri sama anak SMP lain yang diantar pake mobil sama gurunya sedangkan kita naik bis umum."

"Ud-dah mendingan kita pulang aja. Keburu gelap," kata Hinata.

"Yuk… eh…itu ada satu yang lewat! Yuk kejar…"

Merekapun berlari mengejar bis. Selang beberapa meter barulah bis itu berhenti dan mereka segera naik bis .

To be continued

Authro's note :Akhirnya selesai juga… mengetik dalam satu hari (sebenernya di jam sebelum masuk sama jam istirahat bonus jam kosong setelahnya *plakkk*). Ngetik sampe tangan mau keriting. Tapi ga apa-apa lah. Darpada mati gaya di jam kosong.

Untuk yang kebeberapa kalinya saya minta review…..

Saya tunggu ya…

Oh ya. Saya mau ganti Pen-name nih jadi Kasumi Misuto (reader: kagak nanya). Nama Yuki Yamaguchi ini saran temen jadi susah diingat. Masa sama nama sendiri lupa. saya mulai pakai nama Kasumi Misuto paling lambat minggu depan skalian update chapter 3.

Sekali lagi minta review….

Jaaa neeeee….