"BLACK MIRROR"
Chapter_2
Author: D_Kim
Cast:
• Kim Namjoon (kelas 11)
• Kim Seokjin (kelas 12)
• Min Yoongi (kelas 12)
• Jung Hoseok (kelas 11)
• Park Jimin (kelas 10)
• Kim Taehyung (kelas 10)
• Jeon Jungkook (kelas 10)
Genre: Brothership, Mistery, School life
Leght: Chaptered
Rating: Mature (for Bloody Scene)
Disclaimer: Cast milik Tuhan, Orang tua, Agency, dan fandom. Sementara cerita ini murni milik otak absurd saya (^.^)/
===Previous Chapter=====
"Hyung ada kertas dibalik cermin itu" seru Jimin sambil mengambil kertas yang dimaksud. Kemudian menyerahkannya pada Namjoon. Namjoon pun membaca tulisan yang tertera dikertas itu.
"Cermin Hitam. Cermin ini hanya bisa dipergunakan setelah melalui sebuah Ritual"
"RITUAL?"
=====Happy Reading======
Cermin Hitam….
Tak hanya memantulkan bayangan …
Tapi juga bayangan Takdir …
Takdir yang membawa kita untuk membuka suatu rahasia…
Tentang sebuah Dendam….
Dendam yang menuntut sebuah Pembalasan….
"RITUAL?!" Kaget mereka minus Namjoon.
"Ritual apaan Hyung?" Tanya Taehyung masih dengan wajah terkejutnya.
"Bentar! Aku kan belum selesai bacanya" ujar Namjoon kesal.
"Yaudah terusin bacanya" ujar Seokjin menengahi.
Namjoon pun kembali membaca isi kertas itu. "Ritual untuk menggunakan cermin ini adalah dengan cara membakar lilin sesuai jumlah pengguna dan disusun membentuk sebuah lingkaran. Kemudian pengguna duduk ditengah lingkaran tersebut mengadap cermin hitam, menutup mata dan melafalkan mantra-" Namjoon berhenti membaca. Kemudian menatap horror kertas itu. Yang lain menatap Namjoon penasaran.
"Kok berhenti Hyung? Mantranya apa?" Tanya Jimin dengan tidak sabar.
"Iya Namjoon-ah. Apa mantranya? Kenapa malah pasang wajah seperti itu?" kali ini Yoongi mengeluarkan suaranya.
Namjoon meneguk salivanya kasar. Kemudian beralih menatap teman-temannya yang telah memasang wajah penasaran mereka. Kemudian pandangannya kembali kekertas itu lagi.
"Wahai cermin… tunjukanlah wajah kematianku"
Hening. Semua yang ada disana terdiam. Terlalu terkejut dengan kalimat terakhir yang dibacakan Namjoon. Dan Hoseok, yang memang terkenal penakut pun telah memeluk tubuhnya sendiri dengan wajah pucat pasi.
"W-wajah k-kematian? M-maksudnya apa?" Tanya Hoseok dengan gugup dan sarat ketakutan.
"Iya, apa maksudnya dengan wajah kematian?" Tanya Taehyung tenang. Meskipun terdapat sedikit gurat ketakutan di wajahnya.
"Aku gak tau. Disini Cuma tertulis sampe situ. Gak ada lanjutannya" sahut Namjoon masih dengan wajah terkejutnya.
"Memangnya kenapa? Aku gak yakin ini cermin bakal bekerja. Paling Cuma kerjaan orang iseng doang" sahut Yoongi dengan wajah santai.
"Benar kata Yoongi. Lagian buat apa juga kita pusing memikirkan cermin ini? Di asrama juga kita punya cermin. Setidaknya cermin kita di asrama ada bayangannya meskipun tampilannya tak sebagus cermin ini" jelas Seokjin sambil menatap malas kearah para dongsaeng penakutnya itu.
"Udahlah, mendingan kita lanjutin bersih-bersihnya. 30 menit lagi jam makan siang" ujar Yoongi sambil berjalan mengambil sapu dan berjalan memasuki ruangan tempat ditemukannya cermin tadi.
"Yaudah. Jungkook dan Jimin. Ayo kita pindahin barangnya" ajak Namjoon sambil berjalan menyusul Yoongi diikuti Jungkook dan Jimin.
"Hyung! Terus kita apakan cermin ini?" Tanya Hoseok sambil menunjuk cermin itu dengan dagunya.
"Kita letakkan di sebelah lemari disudut sana saja." Ujar Seokjin sambil menunjuk tempat yang dimaksud. Taehyung dan Hoseok menoleh kearah tempat yang ditunjuk Seokjin kemudian mengangguk dan memindahkan cermin itu disana. Setelahnya Hoseok dan Seokjin kembali ke pekerjaan awal mereka. Namun Taehyung tetap berdiri disana. Taehyung menatap cermin itu dengan intens. Dan tiba-tiba dia memeluk tubuhnya sendiri.
'Sepertinya memang ada sesuatu dicermin ini. Tapi apa?' batinTaehyung.
.
===Black Mirror===
.
_at Kantin pukul 12.10_
Ketujuh pria tampan itu pun tiba dikantin setelah menyelesaikan tuga mereka. Kemudian berjalan menuju meja pemesanan dan memesan makanan mereka. Setelah mendapatkan pesanan mereka, mereka memasuki kantin dan duduk di meja paling pojok didekat jendela yang menghadap langsung pada lapangan basket. Mereka duduk dimeja persegi panjang dengan urutan duduk Yoongi, Hoseok dan Seokjin disebelah kanan. Jimin, Taehyung dan Jungkook disebelah kiri dan Namjoon di tengah.
"Akhirnya kita terbebas dari ruangan pengap itu" ujar Yoongi sambil memakan potongan daging bulgogi pesanannya.
"Iya. Itu gudang beneran gudang ternyata" ujar Taehyung ambigu. Yang lain menatap malas kearahnya.
"Tapi,kalo boleh jujur, sebenarnya aku masih penasaran sama cermin itu" ujar Yoongi lagi, kali ini dengan wajah serius.
"Iya hyung. Aku merasa ada sesuatu di cermin itu" sahut Taehyung.
"Iya. Tapi mantranya itu loh. Aku merinding tau" kali ini si penakut Hoseok angkat bicara sambil bergidik ngeri mengingat mantra itu.
"Gimana kalo kita coba aja?" kali ini hyung tertua Seokjin menimpali. Yang lain menatap kaget kearahnya.
"Maksudnya coba?" Tanya Jimin bingung.
"Ya kita ngadain ritual itu. Kita liat tuh cermin beneran bakal bekerja atau tidak" jelas Seokjin lagi.
"Hyung yakin? Serem tau Hyung" Tanya Hoseok sambil menatap Seokjin dengan tatapan yang-bener-aja-Hyung.
"Kenapa tidak? Lagian aku gak percaya sama hal-hal begitu" ujar Seokjin sambil memakan salad sayur pesanannya.
"Iya, aku setuju sama Seokjin Hyung. Aku yakin itu Cuma kerjaan orang iseng" ujar Yoongi menyetujui perkataan Seokjin. Namjoon, Hoseok, Jimin, Taehyung dan Jungkook hanya dapat mengangguk ragu.
"Kapan kita mulai ritual itu?" Tanya Jungkook sambil meminum jus apelnya.
"Malam ini saja. Kita kegudang sekolah terus lakuin ritual itu disana." Jelas Seokjin.
"Tapi Hyung, kalo ibu asrama marahin kita gimana? Dia kan cerewet banget" ujar Jimin sambil memasang wajah tidak yakin.
"Ya… kita menyelinap aja. Toh kita juga dah biasa nyelinap keluar. Kita keluar jam 11 aja. Kan ibu cerewet itu pasti udah tidur" jelas Seokjin lagi dengan wajah yakin.
Keenam namja lainnya pun mengangguk setuju sambil meneruskan makan mereka. Tiba-tiba Taehyung menoleh ke segala arah, kemudian kembali menatap kearah teman-temannya dengan wajah bingung. 'Kenapa perasaanku tidak enak? Aku merasa kami sedang diawasi' batin Taehyung.
===Black Mirror===
_at Bangtan Senior High School pukul 11.30_
Ketujuh namja tampan itu berjalan menyusuri koridor Bangtan Senior High School yang hanya diterangi dengan beberapa lampu di sudut koridor, membuat suasana disana remang dan minim cahaya. Mereka berjalan dengan peluh yang menghiasi wajah mereka. Yah… tidak mudah menyelinap dari asrama mereka yang terkenal ketat untuk orang bebas seperti mereka.
"H-hyung, kau yakin?" Tanya Hoseok yang daritadi berjalan sambil memeluk lengan Namjoon.
"Memangnya kenapa? Apa yang kau takutkan sih?" Tanya Yoongi dengan wajah jengah.
"Iya Hosik-ah. Kau ini penakut sekali sih" ujar Namjoon sambil menatap malas Hoseok yang masih menggandeng erat lengan Namjoon. Hoseok tidak menjawab. Hanya memandang sekeliling dengan gusar.
"Jungkook-ah, kau bawa lilinnya kan?" Tanya Seokjin sambil menoleh kebelakang dimana Jungkook, Jimin, dan Taehyung sedang berjalan bertiga.
"Iya hyung, ada ditasku" sahut Jungkook sambil memperlihatkan tasnya. Seokjin mengangguk.
Setelah 15menit berjalan, akhirnya mereka tiba didepan gudang sekolah. Menatap pintu gudang itu dengan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang menatap dengan santai, ragu, bahkan ketakutan seperti Hoseok saat ini. Yoongi pun mengambil kunci gudang yang belum dikembalikannya kemudian membuka pintu tersebut.
CEKLEK
Pintu itupun terbuka. Yoongi dan Seokjin mendahului yang lain memasuki gudang itu. Menyalakan ponsel dan menggunakannya sebagai sumber penerangan.
"Jungkook-ah, keluarkan lilin dan koreknya. Jimin dan Namjoon, bawa cermin itu ketengah" perintah Seokjin. Jungkook pun membuka tasnya dan mengeluarkan ketujuh lilin yang dibawanya. Sedangkan Namjoon dan Jimin pergi ke sudut ruangan dan mengangkat cermin itu ketengah.
"Taehyung, nyalakan lilinnya" perintah Seokjin lagi. Taehyung mengangguk dan menyalakan satu per satu lilin itu dan membagikannya pada hyung dan donsaengnya. Kemudian mereka menyusun lilin itu membentuk lingkaran dengan jarak satu badan mereka. Setelahnya, mereka duduk disamping lilin masing-masing. Susunan mereka mulai dari cermin, Seokjin, Namjoon, Jimin, Taehyung, Hoseok, Jungkook, Yoongi, dan kembali ke cermin.
"Jadi…. Siapa yang pertama?" Tanya Jungkook pada para Hyung-nya yang terdiam menatap cermin itu.
"Seokjin hyung saja. Dia kan yang paling yakin" ujar Namjoon. Yang lain beralih menatap Seokjin. Yang ditatap hanya menatap datar kearah mereka.
"Ya… ya… biar aku yang duluan." Ujar Seokjin sambil bergeser menuju kedepan cermin tersebut. Menarik napas sejenak dan menatap cermin itu.
"Sebaiknya kita semua menutup mata kita" ujar Namjoon, dan dijawab anggukan dari yang lain.
Mereka semua menutup mata mereka, kemudian Seokjin pun merapalkan mantra.
"Wahai cermin…. Tunjukanlah wajah kematianku"
Setelah beberapa saat merekapun membuka mata mereka….
"AAARRGHHH!"
===Black Mirror===
To Be Continued~
Annyeong, saya kambek dengan membawa Black Mirror Chapter 2^^
Makasih banget buat yang udah ninggalin jejak di Chapter 1^^
Dan terima kasih buat yang udah sudi luangin waktunya baca FF absurd ini *bow
Mohon review-nya ya Readers buat Chapter ini
No Siders ya
Gomawo~
