Soul
Desclimer : Naruto and Highschool DxD Not Mine!
Rating : T
Genre : Adventure, Supernatural, Etc
Pairing : Naruto x …
Summary : Sesudah perang dimenangkan oleh Aliansi Shinobi dan Naruto berhasil menyadarkan Sasuke. Naruto berniat menciptakan jikkukan ninjutsu dengan media lukisan. Tapi yang terjadi adalah nafasnya terhenti tetapi jiwanya muncul dari layar laptop seorang gadis bersurai merah dalam wujud transparan!
Warning : Semi-Canon, Jelek, abal-abal, miss typo's, OOC(maybe), No-Yaoi
.
.
.
~Happy Reading~
.
.
.
Chapter 2 : Surprise to Rias!
.
.
"Eh? Benarkah?"
Hanya itu respon Rias setelah mendengar nama pemuda di depannya. Gadis iblis adik dari maou terkuat itu sedikit terkejut mendengarnya. Ia memang mengakui bahwa pemuda di depannya saat ini mirip bahkan terlalu mirip dengan tokoh Anime kesukaannya. Apa namanya juga harus sama?
"…"
Tidak mendengar jawaban dari pemuda di depannya, Rias mengalihkan pandangan pada tangannya yang sedang menjabat tangan pemuda itu. Setelah melihatnya, hanya satu yang ada di pikiran Rias. 'Pemuda ini transparan!' bahkan ia bisa melihat telapak tangannya.
"Oh." Ia mulai menyadari sesuatu. IQ nya yang bisa dibilang tinggi itu menangkap sesuatu tentang kejadian ini dan pemuda di depannya.
"Ini pasti ulah Nii-sama dan Ajuka-sama, mereka sengaja menciptakanmu untuk menghiburku yang stress memikirkan pertunanganku dengan brengsek itu. sampaikan terima kasihku pada mereka! Kau adalah hadiah terbaik yang pernah ku dapat!" Rias berucap dengan senang, kemudian ia menghambur memeluk pemuda di depannya.
"Eh? Nii-sama? Ajuka-sama? Menciptakan? Stress? Pertunangan? Brengsek? Terimakasih? Hadiah? Golok mana! Golok mana!" Naruto berucap dengan gila. Kedua tangannya memegang kepalanya yang sakit memikirkan semua ini.
"Naruto?" Sebuah suara berat di kepala Naruto menghentikan kegilaannya. Ia langsung saja menuju tempat dimana partner dan Bijuu lainnya…
Tidak ada!
"Kurama! Kemana yang lainnya?" Tanya Naruto berteriak pada Seekor monster rubah berwarna Orange yang memiliki 9 ekor yang melambai-lambai.
"Mereka hanya kumpulan cakra… dan kutebak, saat ini kita sudah berpindah dimensi. Otomatis mereka tidak ikut karena kau saat ini hanyalah partikel-partikel dari jiwamu yang berpindah dimensi begitupun diriku." Rubah itu menjelaskan sesuatu, sementara Naruto hanya memasang ekspresi tidak mengerti.
"Bisakah kau berbicara dengan bahasa yang ku mengerti?" Ia bertanya dengan nada bodoh.
"Dasar bodoh! Oke begini saja, kau masih ingat ucapanmu pada nenek-nenek muda itu? saat kau ingin melakukan percobaan jutsu itu?"
"Oh itu! ya aku ingat saat itu aku terkena pukulannya. Pukulannya kelas dunia banget! Kau ingin mencobanya?"
"Tidak terima kasih." Jawab Kurama cepat. "Singkatnya hal itu sudah terjadi dengan beberapa pengecualian sekarang."
"Darimana kau tau?"
"Kau bahkan masih menunjukkan topeng bodohmu itu di depanku. Aku tau kau tidak bodoh Naruto! kau juga merasakannya bukan? Energy asing yang kuat dari bocah itu saat kau mencoba merasakan emosi jahatnya tadi."
"Kau benar Kurama. Ia memiliki energy yang asing tapi kuat di dalam tubuhnya. Dan kutebak ia bukan hanya sekedar manusia." Nada bicara Naruto menjadi lebih serius.
"Mungkin saja."
"Baiklah, aku akan memastikannya."
Dengan itu Naruto pergi dari tempat serba putih itu ke dunia nyata dimana seorang gadis berambut merah sedang menatapnya heran.
"Kau kenapa Naruto-kun? Apa kau mengalami kerusakan?" Rias berucap dengan nada khawatir.
"Hentikan omong kosong ini! langsung saja, siapa kau sebenarnya?" Naruto berucap dengan nada intimidasi.
"Apa maksudmu Naruto-kun? Namaku Rias Gremory. Bukankah sudah kusebutkan tadi?" Tanya Rias heran.
"Bukan itu, maksudku adalah makhluk apa kau? Aku merasakan energy negative dalam dirimu!" Naruto memasang posisi siaga.
"Te-tenang dulu Naruto-kun. Seharusnya kau tau apa aku ini. Mengingat kalau yang menciptakanmu adalah hal yang sama sepertiku." Rias sedikit tegang dibuatnya.
"Menciptakan? Apa maksudmu? Aku datang kemari karna kegagalan jurus bukan karena diciptakan oleh hal yang sama sepertimu." Naruto semakin siaga. Ia sedikit mengeluarkan aura intimidasi khas seorang ninja kelas atas.
"Ja-jadi kau bukanlah Hologram yang diciptakan Nii-sama dan juga Ajuka-sama?" Rias bertanya dengan nada bingung dan sedikit takut dengan aura intimidasi yang di keluarkan oleh pemuda di depannya.
"Bukan. aku hanyalah partikel dari jiwaku yang berpindah dimensi. Dan aku benar-benar Uzumaki Naruto. Bukan Cosplay ataupun Hologram."
"Ta-tapi-"
Bruakk
Rias tidak jadi menyelesaikan ucapannya saat tiba-tiba seorang gadis kecil berambut perak mendobrak pintu ruangan tersebut.
"Buchou!" Suaranya sarat akan emosi.
"Koneko? Kenapa kau-" Lagi-lagi perkataan Rias terpotong oleh Koneko yang berlari menyerang pemuda di depannya.
Syusshh…
Pukulan Koneko hanya menembus tubuh Naruto. ia mencoba menyerang kembali dengan melayangkan tendangan ke kepala Naruto
Syusshh…
Lagi-lagi serangan Koneko hanya menembus tubuh Naruto. Naruto langsung melompat mundur dan bersalto di udara.
Tapp…
Ia berhasil mendarat dengan sempurna. Kemudian ia memperhatikan tubuhnya yang terlihat tembus pandang. Ia sedikit bingung karena serangan gadis kecil berambut perak itu hanya menembus tubuhnya.
Sementara Koneko yang melihat lawannya sedang lengah langsung berlari untuk menyerang. Kali ini ia menggunakan sedikit energy yang dibencinya. Energy Senjutsu. Ia menyalurkan energy senjutsu pada tangan kanannya yang digunakan untuk menghantamkan pada lawannya.
Naruto yang merasakan energy yang familiar mengalir di tangan kanan gadis kecil yang menjadi lawannya itu segera membakar sedikit cakra untuk melapisi tangan kanannya. Pendar kebiruan terlihat di tangan kanannya.
Tappp…
Swusshhh..
Dua tinju yang beradu mengakibatkan bergejolaknya udara dalam ruangan tersebut. Kertas-kertas beterbangan, dan terasa sedikit getaran di ruangan tersebut. Jubah Yang digunakan Naruto juga ikut berkibar.
Mereka saling menekan untuk mengalahkan lawan masing-masing. Tak lupa juga tatapan tajam yang terlihat pada dua pasang mata ber-iris berbeda itu.
"Apa yang ingin kau lakukan terhadap Buchou?" Nada pertanyaannya sarat akan emosi, tapi aura membunuhnya terasa sangat pekat terhadap pemuda di depannya.
"Apa urusanmu dengan itu?" Naruto berucap dengan tenang, tidak terpengaruh dengan aura membunuh yang di tujukan padanya dari gadis kecil di depannya itu. malahan ia juga mengeluarkan sedikit aura membunuhnya. Dan itu membuat gadis kecil di depannya meringis kecil.
"Ap-apapun yang ingin menyakiti Buchou a-akan berhadapan de-nganku!" Koneko berucap dengan terbata karena aura membunuh dari pemuda di depannya. Dan ia mengeluarkan semua aura membunuhnya.
Naruto yang merasakan aura membunuh dari gadis kecil di depannya itu hanya menunjukkan senyum sinis. "Kau hanya kucing di hadapan serigala. Kau tidak ada apa-apanya denganku!" Dengan itu Naruto menambah aura membunuhnya dan mengalirkan cakra pada kaki kanannya untuk melayangkan pada perut lawannya yang membeku karena aura membunuh darinya.
Ctarrr…
Naruto tidak jadi melayangkan tendangannya pada Koneko dan melompat mundur menghindari petir kuning yang datang entah darimana mencoba mengenainya.
"Ara ara… lihat! di sini ada serigala yang hanya berani melawan kucing kecil yang imut. Apakah itu tindakan seorang serigala." Seorang gadis berambut Ponytail mengucapkan itu dengan nada sinis. Ia mengambil posisi siaga di depan Koneko yang masih membeku di tempatnya.
"Jangan terlalu sombong nona yang mempunyai dua energy yang berlawanan. Petirmu tadi hanya akan mampu menggelitikku!" Ejek Naruto.
"Lalu kenapa kau menghindar sialan!" Seorang pemuda bersurai coklat tiba-tiba muncul di samping gadis Ponytail tadi. Ia mengucapkan itu dengan nada marah.
"Siapa orang bodoh yang rela tubuhnya terkena serangan lawan? Mungkin kaulah orangnya!" Ucap Naruto lalu menunjuk pemuda coklat yang berteriak padanya tadi.
" Rasengan! " Bunshin Naruto mengucapkan nama jutsunya dan menghantamkan sebuah bola cakra berwarna biru di tangan kanannya ke punggung pemuda bersurai coklat tadi.
Syuuutt…
Braakkk…
Tubuh Issei melayang dan berhenti karena terbentur dinding di ruangan itu. menciptakan cekungan di dinding tersebut.
"Issei- san!" seorang gadis bersurai pirang berteriak dan berlari menuju Issei yang merintih kesakitan dan mencoba bangkit. Setelah sampai, gadis pirang itu segera mengarahkan kedua tangannya pada punggung Issei yang terkena serangan Naruto. Pendar kehijauan keluar dari tangannya dan dengan perlahan luka di punggung Issei sembuh.
"Medis huh? Aku terkejut." Ucap Naruto dengan nada yang dibuat terkejut setelah melihat Issei yang disembuhkan oleh Asia.
"Arigato Asia." Ucap Issei pada Asia.
"Uhhmm"
Dengan itu Issei mulai berdiri dan menatap tajam pada Naruto.
" Boost- "
"Berhenti!"
Issei tidak jadi mengeluarkan [Sacred Gear] nya karna teriakan Rias…
.
.
Di sinilah Naruto, di tengah-tengah semua anggota penelitian ilmu gaib yang menatapnya dengan tajam. Ia kini berdiri di samping Rias dengan tubuh terikat dengan tali yang berpendar kehitaman dan tersambung pada genggaman Rias.
"Jadi para pelayanku yang manis, kenapa kalian menyerang Naruto-kun?" Rias bertanya dengan nada santai kepada para peeragenya.
"Dia memasang posisi mengancam padamu Buchou."
"Dia menyerang Koneko-chan."
"Dia brengsek dan mengejek Akeno-senpai."
Berbagai alasan dilontarkan oleh para peerage Rias. Sementara Naruto hanya menguap bosan.
"Haahh… Bisakah percepat sedikit? Ruangan ini terlalu gelap untuk memastikan ini siang atau malam. Aku ingin keluar mencari udara segar." Ucap Naruto dengan nada memohon.
"Mencari udara segar? Apa kau memang membutuhkannya? Dasar makhluk transparan!" Cibir Issei.
"Hei! Apa maksudmu sialan! Aku ini manusia! Berbeda dengan kalian yang mempunyai banyak energy dan aura dalam tubuh kalian. Apa kalian itu Hybrid?" Naruto berujar dengan sinis.
"Dari mana kau tau?" Akeno bertanya. Nada yang digunakannya tidak seperti biasanya. Ia menggunakan nada intimidasi.
"Anggap saja aku baru memenangkan lotre. Dan intimidasimu itu tidak akan mempan terhadapku nona." Naruto masih tampak santai.
"Aku yakin kau hanya asal menebak saja." Ucap Issei.
"Oh benarkah? Biar kusebutkan satu-satu. Kau mempunyai energy negative dan juga energy hijau kemerahan dalam dirimu. Pemuda pirang dengan pedang itu mempunyai energy negative dan sedikit aura putih dalam dirinya. Gadis pirang yang manis itu mempunyai energy negative, aura putih yang pekat dan juga energy hijau khas medis. Nona dengan petirnya itu mempunyai energy negative dan energy positif yang berlawanan. Gadis perak kecil itu mempunyai energy negative dan juga senjutsu. Apa aku salah?" Jelas naruto panjang lebar yang sukses membuat tiga orang di sana menundukkan kepala.
"Siapa kau sebenarnya?" Kiba berucap dengan nada tajam.
"Aku? Aku seharusnya bukan siapa-siapa di sini. Jadi, bisakah lepaskan tali ini dan membiarkanku kembali ke tempat asalku?"
"Itu tidak bisa ku lakukan Naruto-kun. Karna saat ini kau adalah milikku dan aku tidak akan melepaskan apa yang menjadi milikku." Rias masih berucap dengan tenang.
"Apa maksudmu! Aku bukan milikmu sialan!" Maki Naruto pada Rias.
"Benarkah? Kau keluar dari laptopku dan langsung menindihku. Dan dari semua orang di sini, hanya aku yang bisa menyentuhmu. Itu artinya kau sudah di takdirkan untuk menjadi milikku." Ucap Rias.
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini. Tapi aku hanya punya waktu tiga hari untuk kembali, jika tidak tubuh asliku akan mati dan berpindah ke sini. Aku masih punya impian di sana! Dan aku tidak akan membiarkan siapapun menghalangiku!" Dengan kalimat itu, bola mata Naruto berubah menjadi kuning dengan pupil hitam horizontal.
Swussshhh…
Angin dalam ruangan itu menjadi tidak beraturan dan tali yang mengikat Naruto putus menjadi beberapa bagian akibat dari tekanan yang di berikan Naruto. segera saja Naruto berlari menuju pintu ruangan itu. tapi Kiba sudah di sana sambil menghunuskan pedangnya.
"Oh ayolah… bagaimana kalian ingin melawanku? Sedangkan menyentuhku saja kalian tidak bisa." Naruto terus saja berlari. Sementara di atasnya sudah ada Koneko yang sudah siap dengan pukulan berlapis senjutsunya.
Bruakkk…
Pukulan Koneko sukses mengenai Naruto yang saat ini berbaring telungkup tidak berdaya.
Pooff…
Tubuh Naruto tiba-tiba saja menjadi kepulan asap.
"Tidak kusangka, ternyata Senjutsu bisa mempan juga." Naruto yang asli mengucapkan itu dari atas atap dengan posisi berdiri terbalik. Ia mulai menggerakkan jari-jari tangannya membuat bentuk-bentuk rumit.
"Jangan sampai ia menyelesaikan itu!" Rias berteriak memerintahkan agar peeragenya tidak membiarkan Naruto menyelesaikan Handsealnya.
Segera saja Akeno menembakkan petirnya ke arah Naruto yang terpaksa menghentikan Handsealnya dan menghindar.
"Aku tidak tau petirmu itu mempan atau tidak nona, tapi aku tidak mau ambil resiko jika ternyata itu mempan." Naruto mengucapkan itu setelah mendarat dengan sempurna di lantai. "Dan kau!" Naruto menunjuk Rias. "Bagaimana kau tau hal itu?"
"Simpel saja. Aku tau semua tentang mu Naruto-kun."
"Cih, sialan!" Decak Naruto.
"Jadi Naruto-kun bisakah kita menyelesaikan semua ini dengan damai?" Tanya Rias.
"Aku inginnya begitu, tapi kalian tidak memberiku kesempatan berbicara sedikitpun." Jawab Naruto sambil memandang tajam para peerage Rias masih dalam Sennin modonya.
"Baiklah, kami akan mendengarkan penjelasanmu."
Dengan itu Naruto menurunkan kesiagaannya dan duduk bersila di lantai diikuti seluruh peerage Rias dan juga Rias itu sendiri. Mereka saling berhadapan.
"Baiklah, aku akan jelaskan mengenai diriku. Namaku Uzumaki Naruto, dan aku bukan berasal dari sini. Aku hanya partikel-partikel dari jiwaku yang berpindah dimensi karena kesalahan jutsu yang kugunakan. Dan itulah yang membuat tubuhku transparan. Dan mengapa hanya nona berambut merah-" Ucapan Naruto terpotong oleh Rias.
"Namaku Rias."
"Baiklah maksudku Rias itu karena beberapa partikel jiwaku berpindah ke tubuhnya. Dan itu secara tidak langsung menghubungkan jiwaku dengan tubuhnya."
"Jadi sekarang kalian terhubung?" Tanya Issei.
"Iya-" Naruto mengalihkan pandangannya ke Rias yang sedang tersenyum manis padanya. "Secara tidak langsung." Lanjutnya.
"Naruto-san berasal dari mana?" Kini giliran Asia yang bertanya.
"Aku berasal dari sebuah dimensi yang berisikan ninja-ninja." Jawab Naruto singkat.
"Bagaimana kau akan kembali kesana?" Kiba bertanya dengan penasaran.
"Aku juga tidak tau. tapi yang ku tau adalah aku hanya punya waktu tiga hari sebelum tubuh asliku benar-benar mati. Dan aku minta bantuan kepada kalian semua untuk merahasiakan keberadaanku di dunia ini. aku tidak ingin mengacaukan takdir di dunia ini."
"Baiklah, karena Naruto-kun sudah menjelaskan tentang dirinya. Kini giliranku dan para pelayan manisku ini yang menjelaskan tentang diri kami-" Rias mengambil jeda pada kalimatnya.
"Namaku adalah Rias Gremory. King dari kelompok ini, Salam kenal Naruto-kun!" Rias memperkenalkan dirinya dengan semangat.
"Himejima Akeno, Queen nya Buchou. Salam kenal serigala yang menjadi ninja-san ufufufu." Perkenalan Akeno diakhiri tawa anehnya.
"Toujo Koneko. Sebagai Rook. Salam kenal." Perkenalan Koneko sarat akan emosi.
"Yuuto Kiba. Sebagai Knight. Salam kenal." Kiba memperkenalkan dirinya singkat.
"Hyodou Issei. Sebagai Pawn dari Buchou. Aku akan mendirikan kerajaan Harem!" Issei berteriak tentang impiannya.
"Asia Argento. Sebagai Bishop. Salam kenal Naruto-san." Asia memperkenalkan diri sambil membungkukkan badannya.
"Dan kami semua adalah-" Rias kembali menjeda kalimatnya. "Iblis." Dengan itu, semua anggota penelitian ilmu gaib mengeluarkan sepasang sayap kelelawar dari punggung mereka.
.
.
.
To Be Continued
.
.
Bagaimakah reaksi Naruto?
A/N : Yo? Bertemu lagi dengan saya. Saya sudah selesai dengan semua hal tentang ujian sialan yang susahnya minta ampun. Doakan saja hasilnya memuaskan…
Sebelumnya saya ingin berterimakasih pada readers yang menyempatkan untuk review, fav, atau follow fic abal saya ini
Maaf kalau typo masih bertebaran. Soalnya malas ngoreksinya. Hehehe.
Saya akan melanjutkan fic ini walaupun seburuk apapun itu. Dan fic ini hanya akan berjalan beberapa chapter untuk mencapai kata 'End' . Saya pastikan tidak sampai sepuluh Chapter.
Dan pair? Saya tidak bisa memastikan itu. Karna apa yang diharapkan dari seorang pemuda gak jelas dan transparan seperti Naruto?
Akhir kata, bagaimana chapter kali ini? Jelekkah? Gajekah? Ancurkah? Banyak typo kah?
Sampaikan semua pendapat kalian tentang chapter kali ini. Kritik, saran, pujian(saya ngarep). Silahkan Review atau PM
Nggak suka? Flame juga boleh..
