Kwon Soonyoung

Lee Jihoon

.

Chapter 1:

Diadaptasi dari moment predebut Soonhoon dengan kualitas seadanya di 17tv

jadi bayangin mereka pake kaos biru/orange/kuning/hitam dengan sablonan nama mereka ya..

Going Seventeen Ep. 08 (sesi latihan untuk Diamond Edge)

.

.

.

Soonyoung suka dance. Menari membuatnya senang. Dia bebas mengekspresikan apapun perasaannya lewat gerakan tubuhnya. Soonyoung juga suka cermin besar disepanjang dinding ruang latihan, membuatnya bisa mengevaluasi gerakannya sendiri. Soonyoung suka dance. Jihoon tahu itu.

.

(Flashback)

Jihoon baru saja membuka pintu ruang latihan saat seorang staff yang ada di dalam ruangan memberikan isyarat padanya untuk kembali keluar. Jihoon bingung. Bukankah ini jadwal latihan?

"dia sedang audisi" ucap staff tersebut tanpa suara, untung Jihoon masih dapat membaca gerakan bibirnya. Staff tersebut menunjuk seorang pria yang berdiri membelakanginya.

Jihoon cukup mengerti situasinya. Ia keluar dari ruangan, berusaha agar tidak menimbulkan suara apapun. Jihoon duduk, hendak menunggu hingga anak itu keluar. Tapi ini sudah lebih dari 20 menit.

"Jihoon-ah.. bisa kau bantu aku memainkan lagu ini?" ucap seorang wanita yang tiba-tiba telah ada di depannya sambil menyerahkan beberapa lembar partiture.

"ne.. noona" sahut Jihoon semangat. Langsung berdiri, dan mengambil lembaran kertas itu, membacanya sekilas.

"tapi di dalam sedang ada audisi, noona. Kalau mau ke ruang vokal kan harus melewati ruang latihan ini dulu, aku rasa kita harus menunggu sampai audisi didalam selesai"

"aku sudah minta izin, ayo kita masuk saja. Yang penting kita tidak bikin gaduh kan?"

Wanita lebih tua yang diketahui bernama Ailee itu menggenggam tangan adik (sesama) trainee nya, sambil mendorong pintu di hadapannya agar terbuka. Setelah membungkuk dan menebar senyum sekilas kepada staff didalam yang memicingkan mata kepadanya, wanita itu pun menarik Jihoon agar mengikuti nya.

Suara musik langsung terdengar begitu Jihoon melangkahkan kakinya ke dalam ruang latihan. Tampak pria tadi sedang menarikan sebuah lagu. Langkah kaki nya sangat tegas. Gerakan tubuhnya serasi dengan beat. Seolah lagu tersebut menjelma dalam gerakan tangan, hentakan tubuh, ekspresi wajah, semuanya.

Jika lirik bagi Jihoon adalah senjata dalam sebuah lagu, maka gerakan pria di hadapannya ini pastilah analogi yang pas untuk lirik tersebut. Setiap liriknya mampu disampaikan pria ini dalam tariannya.

Lagu berhenti. Pria itu juga berhenti. Menatap Jihoon sekilas, tersenyum, lalu kembali menghadap staff yang sedang mengaudisi nya.

"Jihoon-ah.. Jihoon-ah.." bisik Ailee yang sudah sampai diujung ruang latihan, bingung kenapa Jihoon berhenti. Tangan wanita itu mengisyaratkan Jihoon agar segera menghampiri nya.

"ne.. noona" Jihoon berlari kecil kearah Ailee, sebelum masuk keruangan kecil lain yang memang menjadi tujuan mereka. Sambil tersenyum memikirkan 'dengan kemampuan seperti itu, dia pasti langsung diterima'

Soonyoung suka dance. Menari membuatnya senang. Soonyoung sudah jago menari bahkan sebelum memulai masa trainee nya. Seolah menari memang alasan kenapa Soonyoung dilahirkan. Sebagus itu. Soonyoung suka dance. Jihoon tahu itu.

.

"one.. two.. and three.. and four"

"seperti ini?"

"ya seperti itu.."

Sudah beberapa bulan sejak Soonyoung diterima sebagai trainee. Tiap bulan setiap trainee harus menampilkan sebuah penampilan untuk dievaluasi. Tiap orang berusaha menampilkan yang terbaik. Tapi ada satu orang yang menarik perhatian Soonyoung. Orang yang tadi berbicara dengannya. Jihoon.

Bocah itu berpipi bulat. Lebih pendek darinya. Jangan salahkan Soonyoung memanggilnya bocah, karena memang terlihat seperti itu. Belakangan Soonyoung tahu bahwa mereka seumuran.

Jihoon orang yang berambisi. Perfeksionis. Gila latihan. Tapi dibalik tampang bocah dan jiwa ambisius nya, Jihoon tak pernah berusaha stand out (walau tanpa dia perlu tnjukkan dan sadari pun, dirinya memang punya aura berbeda dengan yang lain).

Jihoon rela berhenti menari jika seseorang datang padanya untuk menanyakan nada lagu dan berakhir mengajarinya menyanyikan lagu tersebut. Jihoon juga akan berhenti memainkan piano ketika Wonwoo, trainee lainnya, meminta nya mengajarkan cara mengucapkan 'girl' dengan tepat karena pronounce Wonwoo tidak sebagus Jihoon. 'tentu saja masa trainee bisa dibilang kompetisi, tapi bukankah kita akan debut sama-sama?' jawabnya singkat saat ditanya apakah dirinya tidak punya jiwa kompetisi. Ya, Jihoon ambisius. Berambisi untuk debut, bukan berambisi untuk jadi outstanding trainee sendirian.

Sewaktu berkumpul dengan trainee yang lain Soonyoung sadar, tiap trainee punya bakat di bidangnya masing-masing. Saat mendengar Jihoon bernyanyi, Soonyoung tahu vokal dan musik adalah kekuatan Jihoon. Tapi Soonyoung tidak tahu bahwa Jihoon dapat menari selincah ini.

Saat evaluasi itu tiba, Soonyoung tak mampu berkedip ketika Jihoon menarikan Sweet Love nya Chris Brown dengan sangat indah. Dan Jihoon mendapat ranking pertama untuk evaluasi dance bulan itu, mengalahkan dirinya. Menyadarkan Soonyoung, Jihoon berbeda. Bidangnya lebih dari satu.

"yang tadi itu sangat keren"

"ah.. benarkah? Aku rasa aku masih harus banyak latihan"

"kau gila? Tadi itu kau dapat nilai tertinggi. Kau sudah sangat bagus"

"tidak sebagus dirimu"

"apa?"

"aku tidak sebagus dirimu. Kau punya bakat, Soonyoung. Aku hanya berlatih keras"

"tapi aku tetap suka saat melihatmu menari, itu sangat bagus"

"terima kasih"

Soonyoung suka dance. Menari membuatnya senang. Soonyoung sudah jago menari bahkan sebelum memulai masa trainee nya. Tapi kemampuan dance jihoon juga tidak kalah bagus. Soonyoung suka dance nya Jihoon. Jihoon tahu itu.

(Flashback end)

.

.

Saat ini mereka sedang latihan persiapan untuk World Tour pertama mereka. Setiap team berusaha menampilkan yang terbaik untuk para fans mereka. Seperti halnya Vocal team yang sedari tadi memilih bagian belakang pojok ruangan untuk latihan. Suara-suara indah terdengar seiring dengan semakin intens nya latihan mereka.

Tapi bukan Vocal team namanya kalau bukan tukang gaduh. Sesi latihan sekarang berubah jadi sesi lawakan saat Seungkwan dan Seokmin mulai melempar lelucon ringan satu sama lain. Yang anehnya malah ikut ditimpali oleh Joshua dan Jeonghan. Jihoon yang tenang dan pendiam hanya akan tertawa sekilas menanggapi lawakan teman se-team nya itu. Butuh lawakan dan lelucon yang lebih gila lagi untuk berhasil membuat Jihoon ikutan nimbrung dengan mereka. Untungnya tidak terjadi malam ini.

Di seberang dari posisi duduk mereka ada Popo team (performance team) yang juga sedang latihan untuk lagu swimming fool mereka. Mereka bermandikan keringat, tapi wajah mereka semua tampak bahagia. Tak ada hal lain yang lebih menyenangkan bagi Popo team selain menari dan membuat orang lain bahagia melihat tarian itu.

Posisi mereka memang selalu bersebrangan. Jika Vocal team memilih bagian belakang atau pojok ruangan, maka Popo team selalu bagian paling depan. Tempat itu memang akan selalu jadi milik mereka, bagian dari ruang latihan yang langsung berhadapan dengan cermin besar. Memang harus seperti itu kan? Itu membantu mereka menilai gerakan yang mereka buat. Bahkan Jihoon ingat bahwa Soonyoung sering bicara sendiri dengan cermin tersebut, menanyakan gerakan yang baru saja dia buat. Konyol. Soonyoung konyol. Membuat Jihoon tertawa setiap kali mengingatnya.

Soonyoung suka dance. Menari membuatnya senang. Dia bebas mengekspresikan apapun perasaannya lewat gerakan tubuhnya. Soonyoung juga suka cermin besar disepanjang dinding ruang latihan, membuatnya bisa mengevaluasi gerakannya sendiri. Soonyoung suka dance. Jihoon tahu itu.

.

.

Vocal team masih sibuk dengan guyonan mereka. Dan Jihoon masih memandangi Soonyoung yang sedang menari mengikuti lagu. Tubuh itu lincah bergerak kesana kemari seolah kelebihan energi, tak kenal lelah. Tapi Jihoon selalu berakhir melihat kearah sepatu Soonyoung. Bukan, bukannya Jihoon suka dengan sepatu yang Soonyoung gunakan. Tetapi langkah kaki itu selalu tepat dengan tempo, membuat jihoon selalu ingin melihatnya. Aneh. Jihoon juga tidak tahu kenapa.

Soonyoung masih betah memandangi cermin besar didepannya. Mencuri pandang Jihoon dibelakangnya. Mencuri pandang kearah jihoon yang sejak tadi memandangi kakinya.

Tiba-tiba Jihoon mengubah arah pandangannya. Mata itu kini menatap cermin. Balas menatap refleksi Soonyoung yang juga sedang menatap refleksi Jihoon. Kedua mata itu bertemu. Sepersekian detik saja. Soonyoung kembali melanjutkan tariannya, setelah sebelumnya Jihoon memutuskan kontak mata diantara keduannya dengan melihat kerah lain.

Soonyoung suka dance. Menari membuatnya senang. Dia bebas mengekspresikan apapun perasaannya lewat gerakan tubuhnya. Soonyoung juga suka cermin besar disepanjang dinding ruang latihan, membuatnya bisa memperhatikan Jihoon dari jauh. Soonyoung suka dance dan Jihoon. Jihoon tidak tahu itu.

Chapter 2 : END

.

.

Aku suka banget liat dance nya Jihoon dengan lagu Sweet love nya Chris Brown. Suka Banget. Oiya masalah ranking itu cuma buatan aku doang ya hehehe.

Dan aku masukin Ailee, karena emang dia pernah jadi trainee bareng kan sama jihoon dulunya. Sorry ga masukin AfterSchool, soalnya kalo bicarain noona buat jihoon itu aku langsung kebayang Ailee. Aku suka banget reaksinya jihoon tiap kali Ailee yang manggil, dia dengan semangatnya bakal nyahut "Ne.. Noona!" lucu banget. Dan Ailee kayak beneran sayang banget gitu sama Jihoon (sebagai adik atau hoobae gitu kali ya), soalnya tiap kali bicarain Jihoon dia pasti muji-muji Jihoon gitu.

Mau di lanjutin ga fanfic nya?