"Last Memories,Last Chance Chapter 2"

Pair:HunHan

Other cast:KaiSoo as HunHan Parent,etc

Genre:Romantic,angst,family life,other

Rated:T

Length:-

Author:Xiayuwe Liu

Note:annyeonghaseyo ^_^ aku ingin berterima kasih banget nih sama member yang udah mau baca ff absurdku :D dan sebelumnya sebenernya mau dibuat two shot, tapi setelah diketik kepanjangan dan kurang greget kalo two shot aja.. :D jadinya 4 chapter chap ^_^okelah typo everywhere..don't copy paste and don't forget for RCL ..Happy Reading ^_^

***Xia's Present***

Summary: pada dasarnya rasa cinta tumbuh karena suatu kebiasaan yang ada,dapat disabotase ataupun disengaja, cinta datang dan pergi karena ada suatu alasan yang tak pernah dapat diungkap dari dalam hati,karena cinta adalah sesuatu yang tak dapat disentuh namun dapat dirasakan kehadirannya.

Chapter 1: notes/exo-kaisoo-hunhan-yaoi-fanfiction/last-memorieslast-chance-hunhanbyxiayuwe-liu/676344579099937

**Last Memories,Last Chance**

#Luhan's POV#

Ku tatap bayangan ku di cermin dengan seksama. Apakah ini benar diriku? Memakai gaun pengantin berwarna silver dengan juntaian renda yang begitu cantik.. dan errrzz aku nampak cantik juga. Ku sibakkan wig kecoklatan panjang dan bergelombang yang ada dikepalaku,serta sebuah mahkota cantik terbuat dari dedaunan dan bunga.. kenapa aku terlihat seperti seorang putri tanaman?

Seseorang masuk kedalam bilik kamar gantiku, sosok calon pengantinku..kim sehun.

Sehun memperhatikanku dari atas sampai bawah dengan seksama.

"kau cukup cantik juga untuk seorang pria".ucap sehun sambil memasukkan kedua tangannya di kantung tuxedo hitam yang dikenakannya, tampak sangat tampan.

Aku tersipu malu mendengar pujian dari sehun.

"sayangnya kau bukan type ku hyung.. yasudah, jangan terlalu lama disini.. acara pernikahan kita akan segera dimulai".lanjut sehun datar dan keluar kamar meninggalkan aku yang murung.

Ini adalah hari dimana aku dan sehun akan menikah.. konsepnya garden party yang diusung eomma untuk pernikahanku, eomma juga meminta agar aku mau mengenakan gaun untuk pernikahanku, aku tentu tidak dapat menolak keinginan eomma.. selama ini eomma merawatku dengan penuh kasih sayang dan cinta selayaknya kepada anak kandung eomma sendiri, jadi aku tidak mungkin menolak keinginannya.. termasuk menerima perjodohan ini, walau aku tau hidupku bersama sehun tidak akan berjalan sesuai dengan yang aku impikan selama ini,selama dua bulan perjalanan sebelum kami menikah, sehun justru semakin menjauh dariku.. bahkan kerap kali aku melihatnya berkencan dengan beberapa pria dan wanita yang tak kukenali di kampus, aku juga pernah memergokinya sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita di dalam mobilnya, sungguh ini membuatku sangat sakit.. namun aku sekuat tenaga menyembunyikan rasa itu.. aku bertekad untuk tetap akan menjalani kehidupanku bersama sehun sampai kapanpun sekalipun sehun...tidak mencintaiku.

#Luhan's POV End#

Taman tempat luhan dan sehun menikah tampak ramai oleh para tamu, kebanyakan adalah kolega bisnis appa dan eomma, serta beberapa sahabat sehun dan luhan.

"apa kau siap sayang?".tanya kyungsoo sambil mengusap surai luhan.

"aku gugup eomma".jawab luhan jujur.

"jangan takut.. akan ada appa yang akan menemanimu ke altar nanti.. santai saja oke?".ucap kyungsoo sambil menggenggam kedua tangan luhan.

.

.

.

Acara sakral pernikahan pun dimulai. Luhan yang nampak gugup menggenggam lengan jongin dengan erat, seolah tidak mau ditinggal, didepan altar sana sehun sudah menunggu dengan tatapan datarnya.

"sayang..ayo cepat lepaskan tangan appa..kau kan akan segera mengucap janji cinta".bisik jongin kepada luhan yang terus menggenggam lengan jongin.

Luhan melepaskan pegangannya, menghadap pendeta yang akan menikahkannya, sesekali luhan melirik sehun yang begitu tenang, berbeda jauh dengannya yang begitu gugup.

"baiklah..kita akan memulai pernikahan ini".ucap sang pendeta.

Luhan yang tidak begitu fokus dengan kata-kata dan wejangan dari sang pendeta hanya menganggukkan kepala dan terus berkata 'iya' setiap sang pendeta bertanya.

"baiklah..sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami dan istri".ucap sang pendeta tiba-tiba membuat kaget luhan yang baru tersadar.

"nah sekarang silahkan pengantin pria mencium pengantin wanitanya".lanjut sang pendeta.

Luhan mengerjap-ngerjapkan matanya bingung saat harus berhadapan dengan sehun dan tiba-tiba sehun mencium bibir luhan dengan cepat.

/blush/

Luhan yakin saat ini wajahnya merona .

Semua tamu yang hadir bertepuk tangan dengan meriah atas tercapainya pernikahan sehun dan luhan.

"selamat sayang kau sudah menjadi sepasang suami istri..eh?atau kita harus menyebutnya sepasang suami suami?ah..apa pun itu lah..".ucap kyungsoo yang bingung sendiri.

Luhan tersenyum melihat eomma nya yang begitu bahagia atas pernikahannya dengan sehun, luhan masih terus berharap bahwa ini akan menjadi awal yang baik untuknya dengan sehun.

.

.

.

#dirumah pasca pesta#

"eomma..appa..aku ingin pindah dari rumah besok.. aku sudah menyewa rumah dekat pantai.. aku ingin segera pindah kesana besok".ucap sehun saat mereka sedang menikmati makan malam.

"aigoo.. kenapa begitu terburu-buru ingin pindah eoh?kau memang sudah siap jika hanya berdua dengan luhan?".tanya kyungsoo.

"biarkan saja yeobo.. namanya juga pengantin baru.. mereka butuh privasi".jawab jongin sambil mengusak rambut kyungsoo.

"aku tau..tapi kan kalau pindahnya besok terlalu cepat".ucap kyungsoo dengan murung.

"ah..eomma tenang saja.. eomma kan masih bisa bermain kesana..aku juga akan sering mengunjungi eomma koq".ucap luhan sambil menggenggam tangan kyungsoo.

"iya benar eomma.. eomma jangan khawatir".tambah sehun.

"huft.. baiklah kalau itu keputusan kalian.. eomma akan menerimanya..mungkin memang saatnya kalian membangun keluarga kecil kalian sendiri..tapi jangan lupa ya.. kalau ada masalah apapun itu konsultasikan pada eomma dan appa.. jangan sampai ada masalah serius kalian tidak ceritakan.. kalian harus jadi pasangan yang akur".nasehat kyungsoo sambil mengusap rambut kedua anaknya dengan begitu sayang.

.

.

.

#keesokan harinya dirumah baru#

"nah hyung.. diatas ada dua kamar.. hyung tinggal pilih mau dikamar yang mana.. aku berada dikamar bawah..kalau ada apa-apa hyung bisa menelpon dari telpon paralel yang aku sediakan disetiap kamar..".ucap sehun begitu memasuki rumah baru mereka.

Luhan tertegun dengan kata-kata sehun.

"mmaa..kkssuuddd...mmuu..kkiii..ttaa..ttii..ddaakk...ssse..kkkaammaar?".tanya luhan dengan gugup.

Sehun menatap luhan dan tertawa kecil.

"apa maksudmu bertanya seperti itu hyung?tentu saja kita akan berbeda kamar.. pertanyaan yang menggelikan".jawab sehun sambil menyeret kopernya kekamar yang berada didekat tangga.

/nyutt/

Hati luhan terasa tertohok dengan ucapan sehun yang begitu dingin, apakah ini pertanda bahwa sehun benar-benar akan melakukan hal yang pernah ia bicarakan padanya?

"hyung kenapa masih diam didepan pintu?cepat masuk kekamar dan bereskan pakaian hyung.. aku mau keluar rumah, mungkin aku akan pulang malam.. jadi jangan tunggu aku..".ucap sehun membuyarkan lamunan luhan.

"kau mau pergi kemana?".tanya luhan polos.

"bukan urusanmu".jawab sehun dingin dan berlalu meninggalkan luhan yang terdiam.

.

.

.

*luhan's pov*

Aku termenung diruang tamu menunggu sehun pulang, hatiku cemas dengan sehun yang tak kunjung pulang.. walau sehun sudah menyuruhku untuk tidak menunggunya,tapi hati kecilku menginginkan untuk menunggunya pulang.. bagaimanapun dia adalah suamiku..

Aku kembali mengingat semua yang terjadi begitu cepat, kalau boleh jujur aku lebih senang menjadi hyung nya sehun tanpa perlu mengetahui kenyataan bahwa aku bukan hyungnya,aku rindu dengan sehun yang dulu sebelum semua kebenaran ini terungkap.. sehun selalu bercerita tentang hal yang dialaminya, sehun yang melindungiku dari orang jahat yang sering mengangguku di kampus,sehun yang selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun disetiap aku berulang tahun, sehun yang selalu mengangguku mengerjakan skripsi, sehun yang sering memelukku diwaktu tidur jika sedang sakit atau banyak petir menyambar(karena sehun takut dengan suara petir),sehun yang tak pernah absen mengucapkan selamat tidur dimalam hari sekalipun salah satu mereka tidak ada dirumah,sehun yang sering mengatakan bahwa aku lebih cocok menjadi nuna dibandingkan hyung,sehun yang sering mentraktir bubble tea setelah semester usai..aku benar-benar merindukan sehun yang seperti itu.. aku tak apa menyimpan rasa cintaku seorang diri tanpa harus memilikinya dibandingkan memilikinya tapi jauh dari pandanganku.

/tess/tess/

Aku mengusap air mata yang jatuh begitu saja saatku mengingat semua kenanganku bersama sehun yang terputar diotakku.

"aku tidak butuh sehun menjadi milikku..aku ingin sehun tetap berada disampingku walau tak dapat aku sentuh cintanya".gumamku sambil menangis tersedu-sedu dan tertidur.

*luhan's pov end*

/ceklekk/

Seseorang masuk kerumah, sehun telah kembali.

"untuk apa luhan hyung tertidur disini?".gumam sehun bingung.

"apa dia menunggu ku disini?untuk apa dia menungguku?".ucap sehun bermonolog.

Sehun menyibak poni luhan yang menutupi wajahnya , luhan nampak begitu pulas tertidur,wajahnya begitu damai.

Tanpa sadar sehun tersenyum.

"kau pasti bingung dengan sikap acuh dan dinginku setelah aku mengetahui kebenaran bahwa kita bukan kakak adik dan malah dijodohkan.. aku hanya bingung harus bagaimana menyikapi semua yang terjadi begitu cepat diantara kita..maaf membuatmu bingung hyung".ucap sehun sambil mengecup dahi luhan dengan lembut.

Sehun masuk kekamarnya dan kembali lagi untuk menyelimuti luhan.

"jaljayo hyung".ucap sehun sebelum kembali lagi kekamarnya.

.

.

.

Luhan menggeliat perlahan,seluruh tubuhnya terasa pegal sekali.

"eh?kenapa ada selimut?".gumam luhan heran mendapati selimut yang menutupi tubuhnya.

"apa sehun yang melakukannya?hmmm..aku rasa iya".ucapnya bermonolog sambil tersenyum.

"aku tau semua akan berjalan begitu lambat..tapi tak apa asal aku bisa terus bersamamu kim sehun".batin luhan sambil mencium selimutnya.

Tiba-tiba sehun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sudah rapi.

"pagi-pagi begini kau mau kemana?".tanya luhan yang heran.

"aku ingin ke kampus..ada banyak urusan".jawab sehun datar.

"ah..kalau begitu aku siapkan sarapan dulu ya untukmu".ucap luhan sumringah dan bersiap beranjak ke dapur.

"tidak perlu..aku bisa sarapan di kampus nanti.. lagipula aku sudah terburu-buru".jawab sehun.

"eum..baiklah..jangan lupa sarapan ne?itu penting.. jangan ngebut naik mobilnya..dan segera telpon aku begitu sampai disana".pesan luhan.

Sehun menatap luhan.

"kenapa kau jadi cerewet begini hum?jangan berlaku kau seorang istriku..aku bisa mengurus diriku sendiri".jawab sehun begitu dalam menusuk.

Senyuman luhan menghilang entah kemana.

Sehun bersiap keluar rumah.

"paling tidak anggap aku sebagai hyung mu!aku perduli padamu!".teriak luhan menahan isakannya.

Sehun nampak tidak peduli dan keluar rumah dengan tenangnya.

"neomu appo".isak luhan tertahan sambil memukuli dadanya.

.

.

.

Sehun menyetir mobil dengan fikiran yang cukup kacau, terngiang akan kata-kata luhan.

"apa aku begitu kasar terhadapnya?".gumam sehun.

/ciittt/

Sehun menepikan mobil nya kepinggir jalan,memikirkan kata-kata luhan yang begitu mengganggunya.

Tanpa berfikir lagi sehun menelpon luhan.

"yoboseo?".ucap luhan dari seberang, terdengar suaranya begitu serak..seperti sedang menangis?

"apa hyung sedang menangis?".tanya sehun dengan perasaan bersalah.

Luhan menghembuskan nafasnya.

"sekalipun aku sedang menangis apa pedulimu?bukankah sekarang kita hidup dijalannya masing-masing?kau tidak perlu khawatir..aku tidak akan mengusik urusanmu lagi".ucap luhan dengan sangat pelan.

Hati sehun terasa berdenyut sakit mendengar hyung yang sangat disayangi dan begitu dekat dengannya mengatakan hal yang tidak menyenangkan.

"mianhe..jeongmal mianhe hyung".lirih sehun sebelum memutuskan sambungan telfonnya.

.

.

.

Luhan menatap nanar layar handphonenya, ia benci jika harus mendengar permintaan maaf itu, luhan tidak membutuhkan sehun meminta maaf padanya.. luhan hanya butuh sehun tetap disampingnya seperti dulu sekalipun luhan harus terluka menyimpan rasa cinta yang teramat dalam seorang diri.

Ai nan yi kang ju stop..stop..stop..stop..yeah..

Ai nan yi kang ju stop..stop..stop..stop..yeah..

Wo zhu zhi zi ji jiao ji de hu huan ni pa yan li yue guang babe hui lin shi ni de chi bang

Suara handphone luhan berbunyi dengan kerasnya, kyungsoo lah yang menelfonnya.

"yoboseo".

"yoboseo.. luhan-ah? Bagaimana dengan kabar kalian?kapan akan datang kerumah eoh?eomma rindu denganmu".ucap kyungsoo dari seberang sana.

Luhan menghela nafasnya.

"aku..eum.. akku..dan..sse..hhunn.. baik baik saja eomma.. aku belum tau, sepertinya belum bisa dalam waktu dekat ini eomma.. aku juga merindukanmu eomma".jawab luhan dengan suara khas sehabis menangis.

"ah..arraseo.. eumm..luhan-ah?apa kau yakin baik-baik saja sayang?kenapa suaramu serak seperti habis menangis?".tanya kyungsoo lagi.

"ah..aniya eomma.. aku...eumm..hanya sedang terkena flu..ya sepertinya aku terkena flu ringan eomma..tidak perlu khawatir".jawab luhan berbohong.

"kau flu sayang?baiklah..istirahat yang cukup ya sayang..jangan sampai sakit..minta pada sehun untuk membelikan obat.. arra?".

"ne eomma.. eomma tidak perlu mengkhawatirkan aku..annyeong".

Pip..

Luhan kembali terdiam setelah memutuskan sambungan telfon kyungsoo..sungguh luhan tidak sanggup berbicara banyak pada orang yang telah mengurusnya dengan penuh cinta, sekaligus orang yang melahirkan orang yang dia cintai.

.

.

.

Luhan tidak pernah memiliki hak untuk memilih dan memutuskan sesuatu.. apapun yang diputuskan oleh kedua orang tua angkatnya adalah apa yang akan lakukan dikemudian hari.. dan sampai mereka yang memutuskan luhan untuk berpisah dengan sehun,selama itu pula luhan akan terus mempertahankan sehun apapun yang terjadi.

TBC

RCL ? ^_^

-XiaYuwe Liu-