Promise You
.
.
.
Cast : Yesung, Kyuhyun, Siwon And Other Cast
Genre : Romance, Drama
Pairing : YeWon/ KyuSung
Rate : T
Disc : Semua Cast Milik Tuhan, Ye Milik Kyu, Begitu Juga Sebaliknya, But, Siwon Kasih Ke Aku Aja Please *Muka Melas*
Warning : Gaje, Aneh, Pokoknya Fic Ini Aneh Karena Yang Buat Orangnya Juga Aneh XD ...
.
.
.
~Happy Reading~
.
.
.
3 Tahun Yang Lalu
.
Bruk... Suara benda jatuh terdengar diruang makan, seorang lelaki muda berusia 17 tahun yang sedang sibuk belajar didalam kamarnya sontak melempar pulpen kesembarang arah, dia bergegas keluar dari kamar dan menuju sumber suara.
Setibanya disana matanya membelalak menemukan Ayahnya terjatuh dengan memegangi dada, sementara perempuan yang merambat sebagai Ibunya menangis tak dapat bersuara disamping lelaki paruh baya tersebut.
"Eomma! Apa yang terjadi?" Panik sang lelaki muda berwajah manis yang kini membantu Ibunya untuk membawa Ayahnya yang tak sadarkan diri keruang tengah dimana sofa berada. "Eomma juga tidak tahu Yesung-ah! Tadi Ayahmu mengatakan ingin minum dan pergi kedapur, setelah itu-" Yesung membaringkan sang Ayah keatas sofa.
"Setelah itu terdengar ada yang jatuh, setelah eomma lihat, appamu sudah tak sadarkan diri." Jelas eomma Yesung sesekali terisak. Yesung menundukkan kepalanya menatap lantai marmer diruang tengah, penyakit jantung ayahnya kambuh.
"Sebaiknya kita bawa appa kerumah sakit agar mendapat perawatan, dengan begitu penyakitnya bisa terobati!" Saran Yesung dan memandang Eommanya. Wanita tua yang masih terlihat cantik tersebut menghela napas sebelum mengangguk.
Keeseokan harinya, setelah pulang sekolah Yesung langsung menuju rumah sakit, sudah jelas apa tujuannya datang kesana, apalagi kalau bukan menjenguk sang ayah yang saat ini tengah terbaring diatas ranjang pesakitan.
Klek... Pintu terbuka, Yesung bersiap dengan senyuman termanisnya untuk menyambut sang Eomma yang dia kira berada disana, didekat ranjang ayahnya. Namun keningnya berkerut melihat orang asing berjubah putih tengah membenarkan selang infus Ayahnya.
Mata mereka bertemu, kepala Yesung memiring lucu menatap orang itu. Sementara lelaki yang merupakan Dokter disana terus melihat kearah Yesung. "Ah! Kau pasti Dokter disini. Annyeong! Kim Yesung imnida, dia appaku," Tunjuk Yesung pada seseorang diatas tempat tidur.
"Cho Kyuhyun, a-ayahmu adalah pasienku." Gugup sang Dokter muda. Yesung tersenyum lebar, matanya nampak hilang dan dia semakin mendekati Dokter Cho atau yang lebih akrab disapa Kyuhyun.
"Mana eomma? Bagaimana keadaan appa?" Tanya Yesung kemudian duduk disalah satu dari dua kursi disana. "Eommamu pulang beberapa jam lalu, appamu, eum, tidak ada perkembangan, beliau masih membutuhkan perawatan selama beberapa hari," Jelas Kyuhyun dan duduk disebelah Yesung.
"Apa penyakitnya parah?" Wajah Yesung terlihat sedih. "Aku rasa tidak, ja-jangan, hanya jangan membuat appamu kaget a-atau membantah perintahnya," Kyuhyun sontak tergagap ditatap mata Yesung. "Syukurlah! Mohon bantuannya Cho-Kyu-Hyun!" Yesung berdiri, membungkuk sambil mengeja nama sang Dokter muda.
"Ye! Pu-pulanglah. Aku akan menjaga appamu dengan baik!" Kyuhyun ikut berdiri. "Terima kasih Dokter Kyuhyun," Yesung membungkuk sekali lagi sebelum benar-benar keluar dari ruangan bernomer 1403, menyisakan Kyuhyun sendirian yang masih berusaha menormalkan degub jantungnya.
Hari berikutnya, seperti biasa, Yesung datang ke Rumah Sakit. Kali ini dia menemukan pemandangan indah, Appanya sudah sadar dan disana ada Eommanya yang tengah mengupas apel, dan, kehadiran seorang Dokter yang tengah membenarkan gorden agar udara segar dari luar dapat masuk kedalam ruangan.
"Annyeong! Appa, Eomma, Dokter Kyuhyun!" Sapa Yesung sambil berlari kecil untuk memeluk Appanya. "Aigoo! Kau sudah besar, tapi kenapa sikapmu sangat kekanakan, hum?" Ucap Appa Yesung sambil mencubit gemas hidung anaknya.
"Appho!" Rajuk Yesung manja, bibirnya berpout kesal, Kyuhyun yang memandang keluarga ini ikut merasa hangat, sebuah senyuman terlukis diwajah tampannya. "Kyuhyun!" Panggil Appa Yesung, lamunan Kyuhyun lenyap, dia segera menghampiri Appa Yesung yang keadaannya mulai lebih baik, atau mungkin sudah bisa pulang hari ini.
"Ye?" Jawabnya sopan. "Bisa kau ajak anak kami makan diluar?" Mata kedua lelaki berbeda usia tersebut membulat secara bersamaan. "Te-tentu saja bisa." Ucap Kyuhyuh kikuk.
Sejak saat itulah, hubungan keduanya semakin dekat, dan lebih dekat lagi.
.
.
~All My Heart~
.
.
Sepanjang jalan Kyuhyun berceloteh panjang, entah itu tentang kesenangannya membantu orang, makanan kesukaannya, aktivitas favoritnya, sampai hal-hal yang tidak penting. Yesung tidak merespon sama sekali, matanya mengarah pada jalanan yang lengang, sedangkan telinganya tak mendengar apapun, bahkan suara Kyuhyun maupun suara lagu dari radio didalam mobil Kyuhyun.
Yesung mengeluarkan sebuah benda kecil yang terlihat usang dari dalam saku celananya, benda yang selalu dia bawa kemana-mana. Sekarang, orang yang berada dalam pikirannya hanyalah orang yang memberikannya jam tersebut, meski dia hanya bisa mengingat wajah saat terkahir kali Siwon berkunjung ke Daejon.
10 Tahun Yang Lalu
.
"Siwon!? Kenapa kau ada disini?" Baru saja Yesung kecil membuka pintu rumahnya, matanya sudah melihat lelaki yang dia kira tidak akan pernah kedesanya lagi sampai kapanpun, tapi ternyata, Siwon berada sangat dekat dengannya.
"Eum! Begitukah reaksimu saat suamimu yang tampan ini berkunjung?" Siwon kecil menyeringai samar pada Yesung yang membuat si manis salah tingkah hingga memukul dada Siwon. "A-aniya! Aku kira kau tidak akan kesini lagi, pabbo!"
"Kau yang pabbo! Sudah kubilang setiap liburan musim panas aku akan menginap selama beberapa hari dirumah Harabeoji!" Siwon menjitak kepala Yesung. "Yak! Suami macam apa kau? Seenaknya memperlakukan istri seperti itu!" Yesung menunjuk wajah tampan Siwon tepat diujung bibir tipis si tampan.
"Ugh! Istri? Jadi kau mengakui aku suamimu? Dan apa ini? Istriku yang manis mau minta cium?" Siwon menahan telunjuk Yesung, seringaiannya semakin lebar melihat rona merah dikedua pipi Yesung semakin menjadi, bahkan Yesung sudah berkeringat dingin saking malu dan gugupnya.
"Maldo andwae! Jangan macam-macam, atau kuhajar kau!" Sekuat tenaga Yesung mencoba menarik telunjuknya kembali, namun yang ada semakin erat pula genggaman Siwon. "Cium atau tidak kulepaskan." Ucapnya mantap.
"Uh! Apa?" Yesung merasa telinganya harus dibersihkan sekarang, dia salah dengar, atau tidak? "Cium atau aku akan tetap menggenggam tanganmu, bahkan ketika kau mandi."
"Hyak! Mesum." Wajah Yesung benar-benar merah melebihi apapun, pikiran seorang Choi Siwon sudah sangat dewasa melebihi umurnya. "Baiklah," Siwon merendahkan kepalanya, hingga tepat berada didepan Yesung. Cup... Sebuah ciuman manis yang bagi Siwon ciuman selamat datang kembali mendarat dibibir manis si imut.
"Jja! Mana Appamu?" Dengan seenaknya Siwon melepaskan tangan Yesung dan dengan seenaknya pula masuk lalu duduk dikursi dekat jendela. "Appa dan eomma sudah pergi bekerja,"
"Cup.. Cup.. Cup.. Kasihan sekali istriku sendirian, untung saja suaminya datang," Yesung ikut duduk disebelah Siwon. "Aku malu Siwon! Berhenti berbicara seperti itu!" Perintah Yesung kesal.
"Baiklah! Aku tak mau ist- ehem, Yesungku marah. Apa kau masih menyimpan jam pemberianku waktu itu?" Yesung mengangguk semangat. "Dimana? Aku mau liat."
Yesung berlari kecil menuju kamarnya, mengacak-acak lemari pakaiannya dimana dia meletakkan jam pemberian Siwon. Setelah dapat dia kembali keluar, namun saat dia keluar.
Bruk... Tubuh kecilnya melayang bertabrakan dengan Siwon, jam yang tadinya berada digenggamannya terjatuh dan terinjak kakinya sendiri. "Yesung! Gwenchana?" Siwon segera membantu Yesung berdiri. Mata anak itu berkaca-kaca. Tangannya mengarah pada jam yang berada tak jauh dari mereka, berniat hendak mengambilnya, namun Siwon lebih dulu mengambil.
"Uh? Rusak?" Ditelitinya kaca jam itu sedikit retak, jarumnya tak lagi bergerak, tak ada suara tik, tik, tik, yang sangat disukai Yesung dan biasa dia dengarkan sebelum tidur. "Rusak?" Ulang Yesung tak yakin.
"Yak! Choi-Pabbo, kenapa kau merusaknya?" Dan kedua lelaki kecil berusia sama -10 Tahun tersebut terlibat aksi kejar-kejaran, yang berakhir dengan kekalahan Yesung.
.
.
~All My Heart~
.
.
Dimusim panas berikutnya, seperti biasa, Yesung kecil berangkat kesekolah, pulang, menunggu, dan ketika pagi hari dia membuka mata.
"Siwon!?" Setiap hari disetiap paginya yang dia ucapkan ketika bangun tidur adalah nama itu, nama lelaki yang tidak lagi mengunjunginya ketika musim panas tiba. "Yesungie~ Kajja makan," Suara sang eomma tercinta terdengar memanggilnya dari luar.
"Aniya! Sungie tidak lapar eomma," Yesung kecil menekuk kedua lututnya, lalu meringkuk diatas tempat tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh kecilnya yang semakin kurus.
"Siwonnie~ dimana kau? Kenapa tidak mengunjungiku lagi?" Lirihnya sebelum kembali tertidur karena lelah menangis.
.
.
~All My Heart~
.
.
"Yesung, kau masuklah duluan, aku mau membeli makanan dulu." Kyuhyun mengusap rambut Yesung setelah mengecup kepalanya. Yesung masuk kedalam apartemen Kyuhyun tanpa sepatah kata apapun. Meski begitu, Kyuhyun sudah cukup bahagia karena Yesung mau menginap dirumahnya.
"Maafkan aku, aku tahu aku egois. Aku menjeratmu dengan keegoisanku, tapi aku juga tidak mampu melepasmu, aku terlalu mencintaimu. Biarkan aku egois untuk kali ini." Kyuhyun bergumam sambil masuk kedalam mobilnya, dia memutuskan menuju sebuah minimarket untuk membeli beberapa makanan ringan, bir, dan ice cream kesukaan Yesung.
"50 yen," Ucap sang penjaga kasir. Kyuhyun meraba saku celananya, dompetnya, tidak ada. "Maaf, uangku ketinggalan dimobil," Dengan ramah sang penjaga kasir mengangguk mempersilahkan Kyuhyun mengambil uangnya dahulu.
"Dasar bodoh," Gumam Kyuhyun sambil tersenyum saat menemukan dompetnya tergeletak diatas jok, tapi matanya menemukan sesuatu yang lain, benda kecil berwarna hitam dijok tempat Yesung duduk tadi.
Kyuhyun memutuskan membayar terlebih dahulu semua belanjaannya, setelah itu segera masuk kembali kedalam mobil untuk memeriksa jam tangan yang kacanya sudah retak tersebut.
"Apa ini milik Yesung?" Tanyanya yang hanya dibalas desiran angin. "Sepertinya mau hujan," Lanjutnya dan segera meninggalkan minimarket yang berada cukup jauh dari gedung apartemennya. Kyuhyun memutuskan menyimpan jam tersebut disaku mantelnya.
Klek... "Ye-" Kyuhyun tersenyum menemukan malaikat pujaan hatinya tertidur dengan meringkuk diatas sofa yang tak terlalu besar. Niatnya untuk membangunkan Yesung dia urungkan melihat raut lelah diwajah Yesung.
Kyuhyun mutuskan duduk dilantai menghadap tepat didepan wajah tunangannya, Kyuhyun kembali tersenyum ketika matanya menemukan cincin yang sama dengan miliknya bertengger indah dijari manis namjanya.
Dibelainya rambut Yesung, semakin turun menuju kedua pipinya, dan terkahir bibir, Kyuhyun tidak tahu, kapankah dia bisa merasakan bibir itu?
"Maaf," Gumam Kyuhyun. Dia memberanikan diri menempelkan bibirnya kebibir Yesung, helaan napas lembut Yesung terasa menggelitik ditelinganya. Dia harus bersabar, sampai dia sah menjadi suami dari si manis.
Kyuhyun juga tidak tahu, apakah pertuangan ini akan berlangsung kejenjang pernikahan? Tapi, dia hanya ingin menikmati waktu sekarang, dimana dia mencium Yesung dalam keheningan, tidak ada yang mengetahui selain dirinya dan Tuhan. Dan, semoga Yesung tidak terjaga dalam waktu dekat.
10 Tahun Yang Lalu
.
"Harabeoji, kenapa Siwon tidak datang kesini lagi? Apa Siwon sudah lupa dengan Sungie?" Yesung kecil terisak keras, punggung tangannya dia gunakan untuk menghapus setiap linangan airmata yang membasahi pipinya.
"Maafkan Siwon, Sungie-ah! Sekarang dia sedang sibuk belajar. Harabeoji harap Sungie jangan menunggunya lagi, ne!? Sungie juga harus fokus belajar." Yesung malah menggeleng, masih dengan terisak dia berucap.
"Sungie akan tetap menunggu Siwonnie sampai kapanpun! Sungie yakin Siwonnie akan menjemput Sungie!" Tegasnya, suaranya terdengar serak. "Berhenti Yesung-ah! Siwon sudah pergi keluar negeri, mungkin sekarang dia sudah mendapatkan teman baru dan melupakan Sungie, jadi harabeoji harap Sungie jangan lagi menunggu dan menangisi Siwon."
Kata-kata itu seakan menusuk dada kecilnya, Yesung membeku untuk beberapa saat, otaknya tidak mampu menerima untaian kata yang menurutnya melumpuhkan harapannya, dengan segenap kekuatannya Yesung berlari menjauhi kakek Siwon. Rasanya dia ingin tertawa karena tidak percaya, namun disaat seperti ini yang anak kacil sepertinya lakukan hanyalah menangis, bodoh!
.
.
~All My Heart~
.
.
"Yesung-ah, ireona!" Kyuhyun menggoncang tubuh mungil Yesung yang masih terbalut selimut diatas tempat tidur. "Ugh!" Tangan Yesung tergerak mengusap kedua matanya.
"Kyuhyun," Gumam Yesung serak. "Sudah pagi, cepat mandi. Apa kau mau ikut aku ke Rumah Sakit? Aku ingin memperkenalkanmu kepada teman-temanku kalau kau adalah calon istriku, kajja!" Yesung berdiri lalu mengambil handuk dan baju yang sudah Kyuhyun sediakan untuknya.
"Gomawo," Pintu tertutup menimbulkan bunyi gedebum pelan. Kyuhyun tersenyum lebar dan keluar kamar, memutuskan membuat sarapan untuk mereka berdua.
Yesung masuk kedalam kamar mandi setelah sebelumnya mengucapkan Terimakasih, lalu segera melepaskan satu-persatu bajunya, tapi, dia merasa ada yang janggal, sesuatu yang aneh, dilihatnya kebawah, tidak ada satupun yang terjadi pada tubuhnya. "Jam?" Seru Yesung, dan dia mulai membongkar-bongkar pakaiannya, sia-sia, Yesung tidak menemukan apapun disana.
Bergegas dia mengambil air lalu menyabuni tubuhnya asal, cepat-cepat Yesung mengeringkan tubuhnya dan memakai pakaian yang entah Kyuhyun dapat darimana.
Klek... "Oh! Kau mengagetkanku Yesung-ah?"
"Dimana jamku?" Mata Kyuhyun membulat. "Apa?"
"Dimana kau menyembunyikan jamku?" Dia sungguh tidak mengerti, darimana bisa Yesung menuduhnya tanpa bukti. "Apa? Jam apa?"
"Jangan pura-pura bodoh Kyuhyun! Kau pasti tahu dimana jamku, jam kecil warna hitam!" Sekarang dia ingat, jam yang kemarin malam dia temukan diatas jok mobilnya. "A-aku membuangnya sebelum kau bangun, aku kira kau tidak membutuhkannya lagi karena jam itu sudah rusak, dan kekecilan,"
"Dimana kau membuangnya?" Mata Yesung membulat, terlihat jelas amarah dikedua mata itu. "Tong sampah, lantai dasar." Plak... Setelah menampar keras pipi Kyuhyun, Yesung keluar apartemen, tujuannya sudah jelas mau kemana, lantai dasar.
"Ye-Yesung? Apa artinya jam itu bagimu?" Kyuhyun memegangi pipinya, rasa perih bukan hanya dipipinya, melainkan menjalar jauh kelubuk hatinya, bahkan rasa itu jauh lebih sakit.
"Apa jam ini lebih berarti daripada aku?" Digenggamnya semakin erat jam yang sebenarnya tidak dia buang seperti apa yang dia katakan, tadinya dia hanya ingin main-main, mengatakan pada Yesung jika dia sudah membuang jam itu, Kyuhyun kira Yesung akan menjawab 'Jam itu sudah jelek, memang seharusnya dibuang' tapi, dia tidak menyangka jika jam yang kelihatannya buruk malah berarti bagi Yesung.
Sebenarnya, seberapa besar arti jam itu? Dan kenapa Yesung sangat ketakutan kehilangannya? Itulah pertanyaan-pertanyaan dibenak Kyuhyun yang entah kapan dan siapa yang akan menjawab.
Yang jelas, sekarang dia akan tetap menyembunyikan jam itu. Sampai dia tahu seberapa berartinya benda jelek tersebut untuk Yesung.
.
.
~All My Heart~
.
.
"Amnesia?" Sepasang suami-istri yang duduk didepan Kyuhyun memekik bersamaan. "Nde, akibat benturan keras dikepala bagian belakangnya, Choi Siwon mengalami amnesia, saya tidak tahu amnesia ini bersifat permanen atau sementara. Kita lihat saja perkembangannya,"
"Tapi, kenapa dia belum sadar? Ini sudah hari ke-3?" Mr. Choi angkat bicara. "Saya juga tidak tahu. Jika pasien sudah sadar, saya akan menghubungi anda." Dokter muda tersebut berdiri sambil membungkuk sekilas.
"Kamsahamnida," Mr dan Mrs. Choi keluar ruangan Kyuhyun, samar-samar Kyuhyun mendengar keduanya seperti membicarakan sesuatu yang serius. Entah kenapa dan sejak kapan dia menjadi penguping. Ya, dia mendengarkan pembicaraan keduanya.
"Baguslah, kita bisa membuat ingatan baru untuk Siwon. Ini saatnya, dia bergerak dan melupakan Yesung. Suruh Lee Donghae mencari perempuan untuk Siwon," Merasa ada kaitannya dengan sang tunagan, Kyuhyun berniat bertanya lebih lanjut.
Klek.. "Kyuhyun!" Kyuhyun yang masih bersandar pada daun pintu hampir terjatuh karena pintu terbuka secara tiba-tiba. "Ah! Kau selalu mengagetkanku Seohyun-ah!" Kyuhyun menggaruk tengkuknya kikuk.
"Ini, barang-barang pasienmu, apa sebaiknya kau serahkan saja pada keluarganya," Seohyun –yeoja cantik berusia sekitar 25 yang merambat sebagai salah satu Dokter disana menyerahkan keranjang kecil, tempat dimana dia meletakkan baju, dan barang lainnya milik Siwon.
"Ne, nanti! Akan aku simpan dulu," Kyuhyun meletakkan diatas meja kerjanya. "Kulihat tadi pasienmu bernama Choi Siwon bergerak, dan memanggil nama seseorang, sayangnya nama yang dia panggil tidak terlalu jelas," Terang Seohyun. Sebenarnya Seohyun adalah sahabat Kyuhyun, yang sudah bersama dengannya semenjak SMA. Dan mereka selalu dipertemukan ditempat yang sama, dimana ada Kyuhyun disana ada Seohyun, begitulah penggambaran yang cocok.
"Kapan?" Mata Kyuhyun sedikit membulat. "Baru saja, saat aku berjalan keruanganmu." Seohyun sudah pergi entah kapan. Segara Kyuhyun berlari menuju tempat dimana Siwon dirawat.
Kali ini Kyuhyun sungguh shok melihat keadaan lelaki itu, tangan Siwon terangkat seolah mencoba meraih sesuatu, sedangkan mulutnya terus menggumamkan nama "Yesung".
"Bukannya dia amnesia? Yesung, apa hubungan mereka?"
To Be Continue
AN : Ha~ Sungguh, maafkan aku eonnie (T_T) udah lama, dari chapter ke chapter semakin gaje, makin ngebingungin, gak sesuai harapan pula... (TmT) aku juga sadar Chap ini alurnya terlalu express.. Tapi diriku gak baca ulang dan gak berusaha ngedit *Ditabok* .. Huhu~ Mianhae.. Diriku penuh dosa dan salah ne (-w-)
