Destiny Cannot Be Changed

.

.

KaiSoo/HunSoo

.

.

.

.

WARNING GS AREA

GET AWAY IF U DON'T LIKE IT!

YOU'VE BEEN WARNED!

.

.

.

.

.

.

Chapter sebelumnya

"Hun, Awas! Kau duduk sana dibangku mu sendiri" Mata Kyungsoo langsung melotot, jantungnya seakan berhenti ketika mendengar ucapan mengerikan. Ucapan itu mematikan impian Kyungsoo untuk duduk sebangku dengan Sehun. Yang membuat Kyungsoo lebih shock adalah suara itu...

Suara itu adalah suara...

Kai.

"Tung... Tunggu! Maksudmu apa?" tanya kyungsoo cepat.

"Ini bangkunya Kai, Kyung. Aku duduk disini hanya ingin mengobrol dengan Vernon. Dia berada di belakangmu" jawab Sehun dengan santainya.

"Ja...di, yang duduk disebelahku itu Kai?"

"Ne. Bangku ku ada disana, sebelah Yeri. Aku ingin sekali duduk disini! dekat kamu dan Vernon"

Badan Kyungsoo terasa kaku melihat Sehun segera berdiri kembali menuju bangkunya. Bangku Sehun berada jauh sekali dari bangku Kyungsoo. 'selamat tinggal mimpi indahku' kata batin Kyungsoo getir.

Sesosok makhluk hitam duduk dengan kasar disebelah Kyungsoo. Kai hanya menoleh kearah Kyungsoo dengan tatapan tajam "Wae? kenapa Kau mengambil nomor yang sama denganku?"

Kalau Kyungsoo bisa mengeluarkan api dari mulut mungkin Kai sudah menjadi Malika *abaikan.

"Emang hanya kau saja? aku juga ga mau sebangku dengan mu! Kau itu orang yang paling menyebalkan sedunia!" sembur Kyungsoo.

Sepanjang hari Kyungsoo tidak bisa kosentrasi, apalagi setiap melihat sosok Kai disebelahnya. Melihat Kai membuat Kyungsoo teringat ucapan Halmeoni tadi.


Kyungsoo Pov

Kim jongin tapi lebih dia kenal dengan Kai, musuh terbesar ku selama setahun ini. Aku dan dia Sedang bertaruh sampai point seratus, sekarang point ku lima puluh lima dan dia lima puluh.

Aku bertemu dengan Kai pertama kali di kios Komik depan sekolah milik Kyuhyun Ahjussi. Hari itu aku ingin membeli komik Bimba Bear edisi khusus. Aku ini penggemar berat Bimba Bear. Begitu bel pulang aku langsung berlari ke kios Kyuhyun Ahjussi, mataku langsung menangkap komik Bimba Bear langsung saja ku julurkan tangan mengambilnya. Tapi ada yang menariknya pula spontan ku menoleh dengan kesal. wajah namja itu juga terlihat kesal karna kami mengambil komik bersamaan.

"Ahjussi, aku inign membeli komik ini" kata ku dan Kai secara bersama. Aku melirik sengit demi Bimba Bear sampai kapanpunaku tidak akan menyerah!

"Ini uangnya ahjussi, saya duluan" sahut Kai cepat.

"EH..mana bisa begitu, saya yang duluan ahjussi. kau ga pernah diajarin buat ngalah sama yeoja ya" teriak ku emosi.

"Kalau demi komik Bimba Bear ga akan pernah! pokoknya itu komik punya ku" jawab Kai dengan tatapan sebal.

"Sudah jangan ribut, kalau masih ribut komiknya ga ahjussi jual" ancam Kyuhyun ahjussi.

"Jangan dong ahjussi" suara kami kompak bersamaan.

"Jadi siapa yang mau mengalah?"

"Dia" jawab kami seraya saling menunjuk.

"Giliran jawab kompak. pokoknya kalian pikirkan dulu cara penyelesaiannya, komik ini akan ahjussi simpan dulu" Kyuhyun ahjussi tertawa

Kami pun keluar dari kios Kyuhyun ahjussi. Aku sungguh kesal namja kok tidak mau mengalah dengan yeoja.

"Kita sekelas kan?"

"Ne, punya teman sekelas kok nyebelin banget kayak kamu" teriak ku jengkel.

"Aku Kai" katanya memperkenalkan diri

"Kyungsoo" jawab ku ketus

"jadi yeoja judes banget" ledek Kai

"Gimana kalau kita taruhan aja? yang menang dapat memiliki komik, setuju?" usul Kai

Setelah ku pikir yang paling adil adalah bertaruh. Jadi pemenangannya akan mendapatkan komik dengan hati puas dan adil. Aku dan Kai berunding akhirnya kami membuat kesepatan, membeli komik itu dan menguburnya dibelakang kios Kyuhyun ahjussi. Siapa yang pointnya mencapi seratus lebih dulu, dialah pemenangnya dan perjanjian ditandatangani kami berdua dengan saksi Kyuhyun ahjussi.

Sejak hari itu kami bertaruh dan taruhan tidak selesai padahal sudah setahun berlalu. Sebenarnya aku ada rahasia yang tidak Kai ketahui. Sebulan setelah taruhan dengan Kai, adik Mommy memberiku hadiah komik Bimba Bear edisi khusus, jadi aku sudah membacanya. Tapi entahlah bertaruh dengan Kai semakin seru sehingga rasa ingin mengalahkan Kai lebih besar daripada ingin memdapatkan komik tersebut. jadi taruhan tetap berlanjut! isi peraturan dalam pertaruhan kami;

point pertama Dilarang bertaruh yang memalukan, contoh: membuka baju dipinggir jalan

point dua Dilarang bertaruh yang membahayakan, contoh: lompat dari lantai sepuluh gedung tinggi

point tiga Dilarang bertaruh yang menyebabkan salah satu pihak terluka atau sakit, contoh: pihak lawan alergi seafood tapi bertaruh makan seafood

point empat Bila salah satu pihak terluka atau sakit taruhan diberhentikan sementara.

point lima Dilarang saling jatuh cinta.

Kai memang makhluk paling menyebalkan, dia itu jail. Makanya aku selalu berhati-hati karna kalau tidak bisa masuk lagi kedalam jebakannya membuatku kalah satu point.

Seperti kali ini, sejak pulang sekolah ia terus mengikutiku. Padahal rumah dia bukan ke arah sini, aku menoleh kebelakang Kai masih saja mengikutiku.


Author Pov

"Kau pasti merencanakan sesuatu yang buruk!" teriak Kyungsoo kesal sambil bertolak pinggang menghadap Kai.

Kai menghentikan langkahnya mengangkat satu alisnya terlihat bingung dengan pertanyaan Kyungsoo. "Rencana apa yang kau maksud?"

"Kenapa kau membuntuti ku pulang?"

"Jangan ge-er! Siapa juga yang mengikutimu pulang?"

"Buktinya dari pulang sekolah kau membuntutiku terus! aku ke kiri, kau juga ke kiri, aku ke kanan, kau juga ke kanan"

"Aku membuntuti mu? Dasar aneh! Aku ingin pulang kerumah ku lah" Kai terbahak sambil menunjuk dirinya sendiri mendengar jawaban Kyungsoo

"Jangan menipuku! Rumahmu bukan daerah sini"

"Aku pindah rumah kemarin, sekarang rumah ku di kompleks ini" Kai berjalan mendekati Kyungsoo, lalu menatap serius ke arah Kyungsoo.

"Jalan apa? blok berapa?" tanya Kyungsoo curiga

"Jalan History"

"Blok berapa? jangan bilang blok Exo12"

"Ne, kok kau tau?...blok Exo12 nomor 12"

Kyungsoo mematung sejenak, berusaha menyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi dan kenyataan yang harus diterima. Bahwa sekarang rumah mereka berdekatan. 'ya tuhan, becana apalagi yang aku terima' batin Kyungsoo. Kai pindah ke kompleks rumah Kyungsoo, satu blok lagi. Untung rumah mereka sedikit berjauhan. Rumah Kyungsoo nomor satu, sedangkan rumah Kai nomor dua belas terpaut sebelas rumah. Mengingat hal itu, hati Kyungsoo cukup terhibur.

Kyungsoo membuka pintu rumah dengan malas.

"Hai, sweetie sudah pulang? ayo makan Mom sudah masakan makan kesukaanmu" Mommy Heechul menyambut Kyungsoo dengan senyum lembutnya. Mendengar hal itu membuat Kyungsoo tersenyum senang.

"Sweetie sudah berkenalan dengan tetangga baru?"

"Tetangga yang mana Mom? disebelah kan rumah Kibum Ahjumma"

"Yang sebelah kiri. hook juga. kita kan hook pertama, dia hook terakhir nomor dua belas"

"WHATTTT" teriak Kyungsoo kencang membuat Mommy Hee terkejut.

"Ani...aniyaa..." suara Kyungsoo bergetar. Kalau sebelah nomor dua belas berarti Kyungsoo dan Kai tetangga.

Selera makan Kyungsoo tiba-tiba hilang dan segera mengambil tas sekolah lalu naik ke kamarnya. Sampai dikamar, ia menuju balkon kamar tempat favoritnya. Berteriak sekeras mungkin melepas semua beban.

Benar-benar tidak habis pikir kesialan Kyungsoo datang bertubi-tubi. Kai noteben nya namja menyebalkan disekolah adalah jodohnya. 'Ini tidak boleh terjadi!Kalaupun harus melawan takdir, akan kulawan!' *ini tidak boleh dicontoh ya

"Berisik siang-siang kenapa berteriak seperti itu?"

Suara itu langsung membuat Kyungsoo menoleh dengan tegas. suara Kai! makhluk itu sedang berdiri dibalkon rumahnya yang bersebelahan dengan balkon rumah Kyungsoo

"Mau apa kau disitu?" tanya Kyungsoo sengit.

"Ini rumahku jadi aku bebas dimana saja. kau ngapain teriak-teriak gitu?stres ya?" tanya Kai sambil tertawa.

"Kau bilang apa? asal kau tau ya balkon tempat favoritku. jadi kau jangan sering-sering ke balkon, aku sebal melihat muka mu terus!"

"Yaa...ini kan rumahku, kalau kau tidak suka tinggikan saja tembok pembatasnya. jadi kau tidak perlu melihat wajah rupawan ku"

Kyungsoo memanyunkan bibirnya tanpa basa-basi segera memasuki kamarnya. Sampai dikamar ia duduk ditepi ranjang dan merenung, seandainya yang menabrak Kyungsoo adalah Sehun tentu dia terima dengan ucapan syukur tak terkira, hati lapang dada, dan sejuta terima kasih. Tapi masalahnya yang menabrak Kyungsoo adalah Kai tentu bukan anugrah namanya tapi kutukan!.

TBC~


sekilas info

Hook adalah lahan atau rumah yang terletak disudut jalan.

p.s: kalimat miring itu kata hati ya. Sebelumnya aku mengucapkan terima kasih banyak untuk yang sudah membaca apalagi mem-Follow atau Favorite cerita ini, aku minta maaf bila tulisan ya tidak rapi tapi aku akan berusaha meningkatkannya.

Jangan percaya dengan rumor yang beredar tentang Baekhyun apapun itu. Cukup percaya dengan Baekhyun apapun yang terjadi nanti dan JANGAN MENINGGALKAN FANDOM EXO-L dan semoga My bias Sehun cepat sembuh...

Saran & kritik kalian sangat dibutuhkan

Created 9 September 2017

Upload 10 September 2017