Now, You Know Me

Cast :

Oh Sehun ( 25 Tahun )

Xi Luhan ( 21 Tahun )

And others

.

.

WARNING : This is GS ( GenderSwitch )

TYPO, EYD, DLDR!

RATED : T - M

.

.

Summary :

luhan gadis biasa yang memiliki sifat ceria dan ceroboh harus berhubungan dengan laki-laki kaku nan dingin yang tak mempercayai akan cinta itu ada. Laki-laki dengan usia muda yang mampu meraih kesuksesan dengan kerja kerasnya sendiri bernama sehun tak mengenal akan kebaikan seseorang secara cuma-cuma, menganggap semua orang sama buruknya, dan hanya menatap derajat dan seberapa kaya orang itu.

.

.

Chapter 1 : Our First Meet?

Happy Reading ^^

.

.

"Luhannie! Bangunn, ini sudah waktunya gadis perawan untuk bangun! Hey, tak baik bila bangun siang lulu, sama saja kau menolak rejeki bila seperti ini." Padahal nyatanya ini masih pagi tetapi bagi ahn ahjumma ini sudah siang ckck.

Ahn ahjumma yang sedang membangunkan salah satu anak kesayangannya ini, tetapi tetap saja tak bergerak, hingga anak yang lainnya datang mendatangi kamar luhan karena mendengar teriakan bibi yang sudah berkicau di pagi hari ini. Benar-benar keterlaluan kau, lu.

"ada apa ahjumma? Lulu tak bangun?" Tanya kyungsoo, salah satu anak asuh kesayangannya.

"ini kyung, seperti biasa, lihatlah adikmu tak mau bangun pagi. Kau bangunkan lulu ya, ahjumma harus melihat masakan ahjumma sebelum gosong karena adikmu ini." Ujar ahn ahjumma sambil menggeleng pusing karena gagal membangunkan anaknya yang pencinta tidur ini segera bergegas menuju dapur.

Do kyungsoo nama lengkapnya yang hanya menggeleng melihat kelakuan adik kesayangannya ini segera duduk disebelah luhan yang tertidur pulas dan mencoba membangunkan si pencinta tidur.

"Lulu bangun.. kita kan harus segera bekerja di kafenya minseok eonni, kau lupa? Minseok eonni berjanji akan menambahkan gaji kita kalau kita giat bekerja, hmm?" kyungsoo yang masih berusaha membangunkan luhan dengan menggoyangkan tubuhnya. Akhirnya membuat luhan menggeliatkan tubuhnya tanda terganggu akan kelakuan kakaknya ini.

"sebentar eonni, 5 menit sajaa. Kau tau kan kita semalam lembur karena kafe minseok eonni sangat ramaiii." Luhan yang merengek pada kakaknya ini tetap tak berpengaruh pada kyungsoo.

"tetap tidak! Ayoo bangun luu, ahjumma dari tadi sudah berusaha membangunkanmu, bangun tidak? Jika tidak aku akan meninggalkanmu sekarang untuk bekerja." Jawab kyungsoo tegas.

Mendengar gertakan kakaknya yang luhan tau kyungsoo memang penyabar akan tetapi memiliki sifat yang tidak mau dibantah, karena kyungsoo yang penyabar dan pendiam sekali dibuat marah akan sangat menakutkan. Luhan tak ingin membuat kakaknya marah hingga ia membangunkan tubuhnya dari kasur single empuknya.

"iya iya eonni, aku bangun kau lihat kan?" jawab luhan dengan malas membuat kyungsoo tersenyum senang dan mengelus kepala luhan sudah menjadi kebiasaan kyungsoo untuk menunjukkan kasih saying pada adiknya meskipun bukan adik kandung.

"baiklah eonni tinggal dulu ya, kau bersiap-siaplah akan aku tunggu dibawah dan kita berangkat kerja bersama." Dengan anggukan sebagai jawaban luhan membuat kyungsoo meninggalkan adiknya agar segera bersiap.

"kenapa menyebalkan sekali, aku masih ingin tidur, hmm." Ujar luhan sedih sambil memeluk guling kesayangannya sebentar lalu segera bergegas kekamar mandi dan membersihkan tubuhnya untuk memulai hari yang akan tak terduga.

Siapa yang sangka kehidupan xi luhan gadis asal china yang keluarganya berpindah ke korea sehingga ia lahir dan menjadi kewarganegaraan korea harus ditinggal orang tuanya sebatang kara saat berusia 8 tahun bersama ahn ahjumma yang merupakan pengasuhnya sejak ia bayi. Ahn ahjumma yang berjasa dan rela menghidupi kehidupan luhan sejak ayahnya meninggal bersama supir yang merupakan suami ahn ahjumma juga harus mengikuti jejak kedua orang kesayangan luhan ke surga.

FLASHBACK

Saat itu perusahaan keluarga luhan yang mengalami krisis ekonomi membuat tuan Xi harus mendatangi kantornya bersama ahn ahjussi, akan tetapi naasnya saat dalam perjalanan kedua orang tersebut mengalami kecelakan dan membuat ibu luhan shock berat. Dan karena kejadian itu, membuat ibu luhan sakit-sakitan dan ikut menyusul ayahnya ke surga meninggalkan luhan seorang diri yang masih kecil tak mengetahui apapun mengenai masalah yang dihadapi keluarganya hingga perusahaan yang dimiliki ayahnya pun bangkrut tak tersisa.

Hanya menyisakan luhan seorang diri bersama ahn ahjumma yang juga merasakan kehilangan suami tercintanya. Ahn ahjumma merupakan seorang diri yang tinggal di bucheon ketika muda dengan baiknya keluarga Xi mau menerimanya untuk bekerja dikeluarga itu, hingga ia jatuh cinta kepada supir tuan Xi. Tuan dan nyonya Xi mendukung ia dan suaminya menikah serta tetap memperkerjakan mereka untuk mengapdi bersama keluarga Xi, akan tetapi ahn ahjumma juga belum berhasil memiliki anak hingga suaminya meninggalkannya.

Ahn ahjumma sudah berjanji kepada nyonya Xi untuk menjaga dan merawat luhan hingga memberikan beberapa harta yang masih tersisa agar ahn ahjumma bawa untuk merawat membeli bebrapa kebutuhan luhan. Tak lupa nyonya Xi berpesan pada ahn ahjumma untuk memberikan sebuah liontin ketika luhan berusia 20 tahun untuk selalu mengingat kedua orang tua yang selalu menyayanginya.

Setelah pesan yang dititipkan itu nyonya Xi menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan luhan bersama ahn ahjumma dan setelah beberapa saat semua kekayaan keluarga luhan hilang karena harus disita oleh bank membuat luhan dan ahn ahjumma harus pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu. Tak banyak yang bisa mereka bawa, hanya sebuah foto untuk mengingat kenangan yang pernah ada, titipan ibu luhan dan beberapa pakaian untuk mereka bertahan hidup.

Ahn ahjumma merupakan orang baik yang sudah bekerja bersama keluarga luhan selama sepuluh tahun sejak orang tua luhan mulai menitih karir hingga menuai hasil atas jeripayah mereka tak pernah sekalipun keluarga luhan memperlakukan buruk kepadanya atau kepada suaminya. Hingga dua tahun setelah ia mengikuti keluarga Xi itu luhan lahir kedunia.

Ahn ahjumma bersama luhan yang tinggal di bucheon merupakan salah satu kota di korea selatan yang berusaha untuk mencari tempat tinggal pada saat itu, hingga ada sebuah panti asuhan yang mau menampung merak berdua. Ketika pagi ahn ahjumma harus pergi bekerja setelah mengantarkan luhan sekolah karena ahn ahjumma sudah berjanji pada nyonya Xi akan tetap berusaha menyekolahkan luhan semampunya. Luhan yang harus pindah sekolah, dulu sekolah elit yang menjadi tempatnya untuk menimba ilmu harus berpindah untuk sekolah bersama anak panti yang dulu ia tempati, salah satunya bersama Do Kyungsoo yang sekarang merupakan unninya.

Kyungsoo yang merupakan anak panti yang sebatang kara entah siapa orang tuanya. Dengan teganya meninggalkannya di panti asuhan dibesarkan. Sejak luhan pindah ke panti asuhan itu, kyungsoo orang pertama yang mau menerima kedatangannya hingga mereka dekat layaknya kakak adik kandung meskipun nyatanya mereka tak memiliki hubungan darah. Kyungsoo yang mau membantu mencari kebutuhan yang dibutuhkan luhan ketika ahn ahjumma tak ada untuk bekerja menghidupi kebutuhannya. Mereka berdua yang masih berumur 10 tahun dan 8 tahun berani keluar untuk mencari kebutuhannya sendiri karena tak ada orang dewasa yang bisa membantu mereka karena harus mencari uang untuk kebutuhan panti asuhan.

Ahn ahjumma juga harus membantu perekonomian panti asuhan karena mau membantu mereka memberikan tumpangan untuk hidup hingga 7 tahun kemudian panti asuhan yang sudah tak mampu mencukupi kebutuhan yang ada didalam panti tersebut membuat mereka harus berpisah. Panti asuhan yang mengusahakan agar anak yang ditampung untuk segera diadopsi oleh orang tua yang kurang mampu memiliki anak dan ketika mereka berusaha agar kyungsoo untuk diadopsi oleh orang lain akan tetapi luhan yang tak ingin kehilangan orang yang disayanginya lagi akhirnya ahn ahjumma rela membawa kyungsoo bersama dengan mereka.

Karena bagi ahn ahjumma, kyungsoo juga sudah seperti anaknya sama seperti luhan. Berdasarkan uang tabungan yang sudah ahn ahjumma kumpulkan bila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan seperti ini, ia sudah memiliki cukup pegangan untuk hidup. Akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan panti asuhan dan mencari tempat tinggal yang paling murah untuk bertahan hidup.

Bedanya sekarang kyungsoo yang sudah berusia 17 tahun dan luhan yang berusia 15 tahun sudah mengerti bagaimana susahnya kehidupan yang mereka alami, hingga mereka berusaha membantu ahn ahjumma untuk mencari uang. Awalnya ahn ahjumma menolak, akan tetapi luhan dan kyungsoo tetap selalu berusaha agar mereka bertahan hidup pun memaksa agar mereka tetap ingin membantu ahn ahjumma. Apalagi kyungsoo yang paling paham bahwa ahn ahjumma juga harus menanggung kehidupannya bukan hanya luhan saja. Ketika sebelum berangkat sekolah kyungsoo dan luhan akan bekerja mengirimkan susu dan koran dengan sepeda yang mereka gunakan untuk berangkat sekolah.

Kyungsoo yang membonceng dan luhan yang akan melempar korannya. Mereka akan berhenti apabila menuju rumah pelanggan yang memesan susu. Begitu seterusnya hingga mereka senior, ketika kyungsoo lulus dari sekolah, luhan yang bertugas mengantarkan susu dan koran sedangkan kyungsoo sudah harus mulai mencari pekerjaan yang lainnya. Mereka hanya lulusan senior high school yang tak mampu melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas itu hanya mampu mencari pekerjaan serabutan sedangkan ahn ahjumma yang mulai mencari pekerjaan dirumah seperti membuka catering apabila ada yang memesan seperti saat akan sekolah yang mengadakan outbond atau pesanan yang cukup banyak.

Kehidupan berlanjut hingga sekarang, tak pernah sekalipun mereka lupa untuk bersyukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka bertiga.

FLASHBACK OFF

"lulu akan buat mama dan baba bangga dari sana hihi" ujar luhan sambil mengamati liontin pemberian mamanya sebelum pergi meninggalkan mamanya.

"luu, ayo turunn sebelum kita terlambat bekerjaaa." Teriak kyungsoo dari luar kamar.

"iya unniii, ini lulu sedang bersiap-siap. Sebentaaaar." Luhan segera bergegas memperhatikan penampilannya di kaca sebentar lalu keluar dari kamarnya.

.

.

Disisi lain…

"oh sehunnn, noona dataangg."

Sehun yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kekantor keluar dari kamarnya karena mendengar teriakan noonanya tersayang.

"untuk apa noona datang kemari?" Tanya sehun malas saat turun menuju tempat noonanya berdiri sekarang.

"kau tak suka noona mendatangi apartment –mu?" jawab zitao sambil menunjukkan wajah sedih dibuat-buatnya.

"sudahlah noona, wajah sedih pura-puramu tak akan mempengaruhiku. Aku tak tertarik, aku harus berangkat sekarang." Sehun berusaha meninggalkan kakaknya.

"hun.. kau tak ingin kembali kerumah? Noona merindukanmu, zifan juga merindukanmu.. kami semua merindukanmu hunnie.." zitao yang berusaha menahan sehun serta mengeluarkan uneg-uneg sedihnya beberapa hari ini.

Sebelum nenek mereka memaksa sehun untuk menikah, mereka semua hidup bahagia bersama. Kelurga zitao, halmeoni serta sehun. Tapi apa salah jika halmeoni menanyakan nasib cucu kesayangan lainnya mengenai pernikahan? Cucunya juga sudah waktunya untuk mencari pasangan, tapi karena masa lalu itu membuatnya trauma dan berpikir untuk tak menikah seumur hidupnya.

Sehun hanya terdiam mendengar perkataannya lalu menoleh, "noona tau kan aku tak ingin menikah? Jika halmeoni masih mengungkit masalah pernikahan lebih baik aku tinggal di apartment saja, dari pada aku tinggal dirumah tapi merasa tak nyaman dengan suasana rumah."

"ani.. aku akan mengatakan pada nenek untuk tidak mengungkit pernikahan, tapi kau kembali tinggal dirumah ya.. kalau kau disini siapa yang akan mengurusmu, hmm? Noona mohon, noona tak tega kau tinggal sendiri ya hun?" pinta noona selalu tak bisa sehun abaikan karena hanya noonanya yang selalu mengerti tentangnya.

Anggukan sebagai jawaban dari permohonan zitao, dan hal itu membuatnya sangat bahagia. "baiklah adikku tersayang, kau tak ingin sarapan dulu? Ini masih terlalu pagi untuk berangkat hunn."

"aku harus pergi keluar kota hari ini karena harus menghadiri rapat noona."

"baiklah, noona sudah membuatkan bekal untukmu semangat bekerja sayanggg" pelukan zitao mengakhiri percakapan mereka.

"baiklah noona aku berangkat."

"hmm, noona juga akan pulang. Nanti noona akan meminta shim ahjumma untuk membersihkan apartment-mu yaa." Dan sekali lagi anggukan sebagai jawabannya.

.

.

"eonniii, apa kita terlambat?" teriak luhan setelah keluar dari kamarnya.

"ayoo berangkat, kita akan terlambat" kyungsoo yang bergegas mengambil tasnya setelah membersihkan piring kotor yang digunakan untuk sarapannya tadi.

"yaah eonni, tapi lulu kan belum makann" ujar luhan sedih sambil memegang perutnya.

"yasudah cepat sana makan, aku akan menunggumu." Luhan pun buru-buru menyelesaikan sarapannya dengan lahap.

"pelan-pelan lu, kau bisa tersedak jika seperti itu.." kyungsoo heran dengan adiknya yang suka makan dan suka tidur tetapi tak pernah bisa gemuk, gelengan kyungsoo tak pernah habis jika melihat kelakuan adiknya ini.

"uhuk uhuk!" ahn ahjumma langsung memberikan minum untuk luhan.

"kan baru saja aku ingatkan.."

"hehe eonni, ayo berangkat. Oh iya ahjumma, apakah hari ini pesanan catering banyak?" Tanya luhan sebelum berangkat bekerja.

"lumayan banyak, hari ini beberapa sekolah memesan catering ahjumma sayang. Ada apa?"

"tidak apa hehe, ahjumma nanti anda yang menjemput catering-nya kan? Lulu tak ingin ahjumma repot-repot mengantarkan pesanan itu, sangat banyak pesanannya akan sangat melelahkan untuk ahjumma" kyungsoo juga meng-iyakan pernyataan adiknya itu.

"iya ahjumma, aku akan meminta kang ahjussi untuk mengantarkan pesanan ahjumma ya?" ujar kyungsoo yang ikut tak tega bila ahn ahjumma yang mengantar pesanan sebanyak itu.

"tak perlu sayang, beberapa sekolah yang memesan akan langsung mengambil kesini. Tak perlu meminta bantuan kang ahjussi, kalau memang perlu bantuan ahjumma yang akan menghubungi langsung kang ahjussi untuk mengantar pesanan ini. Sudah kalian berangkat kerja agar tak terlambat, sana berangkaat."

"ahjumma mengusir kami?" gurau luhan sambil menunjukkan puppy eyesnya yang sedih membuat ahn ahjumma tertawa dan langsung memeluk luhan serta kyungsoo membuat mereka tertawa bahagia bersama.

"baiklah kami berangkat ahjumma." Dan dibalas anggukan oleh ahn ahjumma atas pernyataan kyungsoo itu. Mereka berdua melambaikan tangan tak lupa dibalas oleh sang ahjumma kesayangan mereka yang ikut melambaikan tangan sampai batang hidung luhan dan kyungsoo tak terlihat dari depan pintu apartment sederhana mereka.

Saat di jalan, "eonni ini masih pagi, mengapa kau mengatakan kita akan terlambat hngg.." ujar luhan malas ketika melihat cahaya matahari yang belum memanas itu.

"ini sudah jam 7 lu, dan kau mengatakan ini masih pagi?" kyungsoo kembali menggeleng dengan melanjutkan perjalanan mereka.

"tapi eonni sayang, kita masuk masih jam 8 dan kau sudah mengajakku berangkat jam segini? Oh my god eonnii."

"enak seperti ini lu, udara masih pagi, dan kita tak perlu mengeluarkan uang untuk menaiki bus. Kita jalan kaki lebih sehat dan hemat uang kan?" kyungsoo yang tersenyum menjawab perkataan adiknya membuat luhan menekukkan wajahnya.

"terserah kau saja lah eonni, percuma berdebat denganmu." Mereka tetap berjalan melanjutkan perjalanan menuju kafe minseok eonni. Dan ketika sedang asik bercanda, luhan yang posisinya berada di sebelah jalan tanpa sengaja mengenai cipratan air sisa hujan semalam.

"YAA!" teriak luhan pada mobil yang menyipratkan air ke bajunyaa.

Mobil yang menyiprati air ke bajunya itu berhenti, hingga sebuah kepala keluar dari kaca mobil dengan sombongnya yang menggunakan kaca mata hitam gayanya itu hanya mengedikkan bahunya segera menutup kaca mobilnya dan meninggalkan luhan dengan perasaan kesalnya.

"YAA! Mobil sialann! Kau harus bertanggung jawab pada bajuku, yaa! Dasar pria sombong tak tau tata krama." Luhan yang sedang menggebu-gebu berusaha mengejar mobil itu akan tetapi tarikan yang diberikan kyungsoo menghentikan pergerakannya.

"sudah lu biarkan saja, percuma kau mengejarnya juga percuma, hanya akan membuatmu lelah saja. Toh kan kita meninggalkan pakaian kita diloker jadi kau bisa menggantinya nanti. Sudah tak perlu marah-marah dipagi hari akan membuatnya cepat menua." Ujar kyungsoo sambil menggoda luhan.

"eonni mendoakanku cepat tua?" luhan yang menunjukkan raut datarnya membuat luhan semakin tertawa melihat adiknya.

"sudah ayo kita lanjutkan perjalanan kita." Kyungsoo segera menarik luhan kembali berjalan.

.

.

Sehun yang sedang mengecek tablet untuk melihat jadwalnya karena dia harus berangkat ke bucheon hari ini untuk menghadiri rapat terjungkal karena mendengarkan teriakan dari luar mobilnya.

"hentikan mobilnya ahjussi." Sang supir langsung menghentikan mobil sesuai perintah dari atasannya.

Sehun segera membuka mobilnya dan menengok siapa yang berteriak pagi-pagi seperti ini, ketika menengok siapa yang berteriak membuat sehun mengedikkan bahu tak perduli akan kelakuan sang pelaku dan langsung menutup kaca mobilnya.

"jalan ahjussi, tak perlu hiraukan dia." Sang supir hanya mengangguk dan melanjutkan kemudinya. Ia tak berani melawan sehun karena sehun adalah orang yang paling tidak bisa di bantah, sekalinya berani melawat, kata pecat yang akan keluar dari bibir oh sehun.

Hingga rapatpun berjalan lancar karena sehun datang tepat waktu. Ketika berjalan keluar dari hotel, tiba-tiba telponnya berbunyi,

"ada apa hyung?"

"ku dengar kau sekarang sedang berada di bucheon, eoh?"

"ya, aku selesai menghadiri rapat dicourtyard hotel sekarang."

"aku juga sedang berada di bucheon hun-ah! Ayo bertemu."

"baiklah, bertemu dimana?"

"jongseok café bagaimana? Disitu tempatnya cukup ramai. Sempatkan diri untuk bertemu denganku, aku akan bersiap-siap sekarang."

"kau dimana hyung?" sehun yang segera masuk kedalam mobil men-stop supirnya untuk menjalankan mobilnya, hingga sang supir menunggu perintah dari atasannya.

"aku sedang di apartment-ku di bucheon, aku akan segera berangkat kesana."

"baiklah aku tutup telfonnya hyung. Aku juga akan berangkat kesana." Setelah mematikan telfonnya sehun segera memerintah agar sang supir mengendarahi mobilnya menuju jongseok café. Hingga ketika tiba di tempat tujuan, sehun belum melihat tanda-tanda bahwa si penelponnya tadi belum menunjukkan batang hidungnya membuat sehun bergegas menuju toilet sebelum memesan sesuatu.

Setelah keluar dari toilet tanpa sengaja seorang pelayan menumpahkan minuman pada bajunya, untung hanya tersenggol sedikit tidak sampai minuman itu tumpah tapi tetap saja ini baju milik oh sehun. Kalian lupa siapa oh sehun?

"YAA!" teriak pemilik baju yang tak sengaja bajunya terkena minuman itu.

"maafkan saya tuan, saya benar-benar tak sengaja.." luhan yang menjadi salah satu pelaku kejadian menundukkan kepalanya tanda tak berani menatap pelanggan yang ia kenai minuman pada bajunya ini.

"kau tau, kau sudah mengotori bajuku!" ujar sehun marah.

"maafkan saya, saya tak sengaja tuan, mohon maafkan saya."

"aku tak perduli, mana pemilik kafe ini?!"

"saya mohon maafkan saya…" luhan yang menunduk takut, langsung segera berusaha mengelap bagian basah baju pelanggannya yang tak sengaja ia tumpahi minumannya dengan menggunakan serbet yang selalu tersampir dipundaknya.

"kau gilaa?! Baju mahalku kotor terkena serbetmu itu." Sehun yang berusaha mendorong tangan pelayan yang tak tahu diri itu baginya.

Mendengar perkataan yang dilontarkan itu membuat luhan marah, ia segera menarik tangannya dan mengangkat wajahnya tinggi-tinggi untuk melihat siapa orang yang tak bisa menghargai jeripayah orang lain ini. Dengan menunjukkan ekspresi datarnya, luhan hanya memperhatikan lawan bicaranya dengan seksama.

"wae kau melihatiku seperti itu?" tantang sehun.

"saya memang bersalah tuan, tapi bukan berarti anda memperlakukan saya seperti itu! Anda juga salah mengapa tak melihat jalan anda?!"

"kau siapa berani membentakku, hah?"

Kyungsoo yang melihat kejadian itu segera berlari menuju adiknya untuk menghentikan kelakuan adiknya sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi,

"lu.. sudah cukup.. dilihat banyak pelanggan.." kyungsoo yang memegangi lengan luhan untuk menahan emosinya tetapi tetap saja tak berhasil, karena sekali adiknya tersinggung maka marah yang akan luhan keluarkan.

"saya adalah xi luhan pelayan dari jongseok café yang tak terima karena merasa harga dirinya anda injak. Anda mau apa?! Saya sudah berusaha meminta maaf, dan begitu perlakuan anda kepada saya? Padahal hanya tak sengaja menyenggol minuman ini pada anda, tak semuanya tumpah mengenai anda kan?"

"KAU-"

"ada apa ini? Ah.. maafkan pelayan saya tuan.. maafkan keteledoran pelayan saya.." minseok si pemilik kafe yang berusaha menunduk hormat memberikan kode kepada pelayannya juga ikut menunduk hormat tanda meminta maaf. Sedangkan yang diberi kode langsung paham dan mengikuti pergerakan atasannya untuk menunduk hormat tanda meminta maaf.

"maafkan saya sekali lagi tuan.." luhan yang berusaha menunjukkan ekspresi menyesal padahal dalam hatinya ia sedang menggeram sebal mengapa nasibnya hari ini sangatlah sial baginya.

Sehun yang merasa menjadi perhatian banyak orang juga tak ingin berlama-lama mengambil perhatian banyak orang segera memafkan kelakuan si pelayan,

"baiklah aku maafkan. Lain kali hati-hati untuk pelayanmu yang ceroboh itu." Sehun segera meninggalkan tempat dan menemui orang yang mengajaknya bertemu tadi.

Junmyeon yang sudah mengajaknya bertemu sudah mengambil tempat untuk mereka mengobrol.

"oh sehun!" sehun yang mendengar seseorang meneriakkan namanya segera menghampiri sahabatnya itu.

"Kim junmyeon."

"mworago? Kim Junmyeon? Ya! Mana sopan santunmu pada yang lebih tua hah?"

"hmm, ada apa hyung?"

"kau ini sombong sekali. Tak ingin bertemu denganku? Tak merindukanku?"

"untuk apa?" sehun dengan wajah datar akibat bad mood cukup menakutkan bila dilihat orang lain, tapi junmyeon yang merupakan sahabatnya paham akan kejadian yang dialami sahabatnya ini. Ia tadi melihat pertengkaran kecil antar sahabatnya dengan si pelayan.

"bajumu kotor? Kekeke" junmyeon tertawa melihat wajah bad mood sahabatnya yang sedang membersihkan kemejanya dengan tisu. Bisa kalian bayangkan? Oh sehun yang kesehariannya sudah cukup datar ekspresinya apalagi sedang badmood.

"kau menertawaiku? Lebih baik aku pulang saja." Sehun yang hendak berdiri langsung ditahan oleh junmyeon.

"haha kau tau, wajahmu setiap hari saja sudah datar apalagi seperti ini?" junmyeon yang masih tertawa membuat sehun dia menunggu chanyeol menghentikan tertawanya.

"baiklah maafkan hyungmu ini, kekeke." junmyeon yang sedang berusaha mengehentikan tertawanya itu.

"apa yang sedang kau lakukan di bucheon hyung?"

"aku sedang mengerjakan proyek pembangunan pabrik yang ada disini, hun."

"bagaimana dengan yixing noona? Tak ikut denganmu kesini?"

"tidak, dia harus mengurus butiknya dan juga mengurus anson dirumah."

"kau.. sedang tak berselingkuhkan disini..?" ketika junmyeon hendak menjawab, seorang pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka.

"permisi tuan, ada yang ingin dipesan?" ujar kyungsoo si pelayan.

"aku pesan kopi saja, bagaimana denganmu hyung?"

"aku juga pesan kopi saja." Kyungsoo segera mencatat pesanannya tapi tak segera beranjak dari tempatnya. Ia bingung apakah harus meminta maaf akan kelakuan adiknya atau tidak.

"ada apa lagi?" ujar junmyeon.

"hmm itu.. maafkan kelakuan adik saya tadi tuan." Ucap kyungsoo yang menghadap sehun dengan membungkuk hormat membuat sehun menghela nafas sebal.

"sudahlah hun, maafkan saja adiknya, dia tak sengaja kan."

"aku maafkan adikmu lain kali ajarkan pada dia bagaimana cara sopan santun yang benar. Dia benar-benar tak tahu malu ya sudah salah tapi masih berani membentak orang lain." Gerutu sehun.

"ya.. saya akan katakana kepadanya.. sekali lagi maafkan adik saya tuan." Kyungsoo segera bergegas meninggalkan meja untuk memesan apa yang dicatat.

"sudahlah maafkan saja, toh dia tak sengaja. Tak perlu menggerutu seperti itu oh sehun."

"hm, oh iya kau sungguhan tak berniat selingkuhkan disini?"

"kau gila? Jangankan berselingkuh, masuk ke dalam club saja aku bisa mati ditangan my baby ichingku apalagi berselingkuh hah?"

"ya siapa tau saja kau berniat mati di tangan yixing noona." Sehun menggedikkan bahu tanda ancuh sambil meminum kopinya yang baru saja diantarkan oleh pelayan kafe.

"gila saja, bisa-bisa aku tak bisa bertemu anson dan yixing seumur hidupku bila aku berani berselingkuh." Junmyeon yang membayangkannya saja sudah menggidik bahunya ngeri apalagi bila hal itu terjadi, jangan sampai batin junmyeon. Sehun dan junmyeon segera mengganti topik dan melanjutkan obrolan mereka.

.

.

Minseok segera membalik,

"xi luhan.. ikut ke kantorku sekarang juga. Dan kau kyungsoo, kau layani pelanggan tadi dan sekali lagi katakana minta maaf padanya, ok?" kyungsoo segera mengangguk untuk menyetujui perintah atasannya itu.

Minseok segera bergegas diikuti luhan dibelakangnya,

"ada apa denganmu xi luhan?" merasa minseok memanggilnya dengan nama lengkapnya tanda minseok sedang marah dengannya.

"hng.. eonni.. ma-maafkan.. aku.." jawab luhan sambil menunduk tak berani menatap lawan bicaranya sekarang.

"tatap lawan bicaramu xi luhan." Ujar minseok tegas. Luhan yang segera mengandalkan aegyonya untuk meluluhkan hati lawan bicaranya ini,

"aku tak perduli dengan aegyo yang kau tunjukkan sekarang." Membuat luhan kembali menundukkan kepalanya.

"aku tanyakan sekali lagi, ada apa denganmu?"

"hng.. itu tadi.. ketika aku sedang berbicara pada hyerin untuk memesankan pesanan pelanggan.. pesanan pelanggan lain sudah siap disajikan.. ketika aku akan membawa minuman itu kepada pelanggan yang memesan, ketika berbalik aku tak sengaja menyenggol tuan tersebut dan ia tercipat sedikit minuman yang akan kukirimkan.. tetapi perlakuan dia tidak sopan eonni.. jadi aku tak sengaja memarahinya balik.." jawab luhan segera kembali menundukkan kepalanya setelah menjelaskan apa yang terjadi.

"kau sedang bad mood hari ini?"

"ya eonni.. tadi ada mobil tak sengaja menyiprati bajuku tapi ia tak meminta maaf membuatku bad mood, sehingga aku memarahi tuan tadi.."

"baiklah, ku maafkan kali ini. Lain kali hati-hatilah. Jangan masukkan bad moodmu kedalam pekerjaan, lulu.."

"eonni.." luhan segera mengangkat kepalanya dan berdiri memeluk minseok. Minseok yang sudah dianggapnya kakak sendiri sama halnya dengan kyungsoo membuat luhan menangis senang, ia kira minseok akan memarahinya habis-habisan ternyata tidak membuat luhan sangat lega. Dan minseok yang membalas pelukan yang sudah dianggap adiknya dengan mengelus punggung luhan.

"jangan masukkan bad moodmu kedalam pekerjaan lagi, ok?"

"ya eonni.. maafkan aku hari ini.." luhan segera melepas pelukan mereka, minseok segera mengelus kepala luhan sayang.

"sudah, kembalilah bekerja."

"baik eonni.. gomawo.." dan minseok mengangguk.

Kyungsoo yang sudah menunggu didepan ruangan minseok, ia tak pernah melihat minseok semarah itu kepada mereka berdua membuat kyungsoo takut bagaimana nasib adiknya itu. Ketika luhan keluar dari ruangan minseok segera disambut oleh kakaknya,

"lu!"

"eonni.." luhan yang menunjukkan tanda akan menangis segera ditarik kedalam pelukan kyungsoo.

"gwenchana? Bagaimana denganmu?" luhan hanya menggeleng dalam pelukan mereka, dan segera kyungsoo lepaskan dan menarik adiknya keruang karyawan. Mereka berdua duduk, dengan kyungsoo yang memberikan luhan segelas air.

"ceritakan pada eonni, apa yang sebenarnya terjadi lu." Luhan pun segera menceritakan kejadian yang sebenarnya dan menggelengkan kepalanya.

"kau salah lu, tapi ia juga salah. Lain kali jangan seperti ini lagi, ya?" kyungsoo mengelus kepala luhan dan adiknya mengangguk patuh padanya.

"ya eonni, maafkan aku. Dan aku tak ingin bertemu lagi dengan pria sombong itu, sungguh." Jawab luhan menggebu-gebu dan dijawab anggukan tanda memahami keinginan adiknya itu.

"ya, pelanggan itu akan diurus hyerin eonni dan yang lainnya, kau sebaiknya menjauhinya saja dari pada hal yang tak diinginkan terjadi. Ayo kembali bekerja." Mereka berdua berdiri dan melanjutkan pekerjaan masing-masing. Luhan yang memilih mengepel lantai saja, ia masih cukup takut untuk kembali bertemu dengan pelanggan tadi.

"aku berjanji tidak akan bertemu denganmu lagi tuan.." gerutu luhan sambil melakukan pekerjaannya tanpa tahu apa yang akan terjadi kemudian hari kan lu…?

.

.

.

TBC

Yuhuuu, seluhaenbiased is back!

Sesuai janji aku buat post chapter baru dengan cepat dan sekarang aku post. Now, You Know Me officially debut! Yeay :))). Disini aku mau buat karakternya lulu yang ceria dan sehun yang kaku. Luhan keluarganya meninggal akhirnya tinggal sama bibi pengasuhnya, terus ketemu kyungsoo. Dan mereka bertiga jadi keluarga bahagia. Terus kemaren kan aku udah Tanya di chapter prolog, cast kyungsoonya diganti ga, takutnya ada yang ga pengen kaisoo gegara ada kaistal. Berdasarkan review yang aku baca sih ga ada yang protes, jadi aku harap kedepannya gaada yang protes kenapa 2nd pairnya kaisoo bukan chanbaek.

Terus urusan chanbaek nih, awalnya aku mau pake baek buat jadi kakaknya sehun, dan kyungsoo jadi kakaknya luhan. Tapi diceritaku, kakaknya sehun harus yang udah nikah dan punya anak. Sedangkan chanyeol enak buat diajak ngebangsat bareng sehun sama jongin :)) ga asik dong kalo chanyeol udah nikah tapi demen main sama sehun sama jongin. Duh emang trio bangsat gabisa lepas.. jadi aku putusin yang cast yang aku pake itu sehun, luhan, kyungsoo, jongin, tao, sama kris. Tapi aku usahain, insyaAllah kalo bisa dan ada ide aku masukin chanbaek moment. Karena jujur pair kesukaanku hunhan, kaisoo, chanbaek. Kalo kristao ga seberapa tapi pasti ntar ada momentnya mereka.

Oh ya kemaren sempet baca review, wkwkwk buat yang minta NC-nya hunhan…. Tunggu ya, mereka aja kerjaan berantem mulu waktu ketemu, gimana mau adegan NC, ntar aku usaha buatin pas udah ga berantem wkwkw. Last, thankyouu buat yang udah review, follow, favoritenya gengs, padahal aku baru post prolognya tapi reviewnya sudah alhamdullilah. Sekali lagi makasii! Jangan lupa review, fav, follownya kutunggu^^. Sama tunggu chapter selanjutnya yaa 333

Regards,

Seluhaenbiased.