Disclaimer : Masashi Kishimoto
Chapter : 2
Hari ini adalah hari duka bagi kedua keluarga besar ini. Kedua keluarga ini telah kehilangan nyonya besar dari keluarga mereka masing-masing. Mereka telah dikubur di masing-masing pemakaman keluarga mereka. Baik Fugaku maupun Kizashi sangat terpukul karena kehilangan sesosok orang yang sangat amat berharga bagi mereka. Mereka bahkan tidak meninggalkan makam istri mereka begitu saja. Mereka masih tidak menerima kepergian cinta mereka sendiri
.
"Ayame-nee temani aku ke rumah sakit kemarin. Aku mau mengambil mainan ku disana. Aku lupa membawanya. Mainan itu berada di dalam lemari kecil di kamar Kaa-san. Ayo Ayame-nee ayolah..." anak kecil ini merengek dan sambil menarik-narik tangan seorang maid yang tengah berjalan anggun disebelahnya sambil menggendong bayi berambut raven untuk menuju ke mobil.
"Hai Itachi-sama. Tapi Sasuke-sama terlebih dulu harus kita antar ke nenek Chiyo. Lalu kita meminta izin pada Fugaku-sama" maid bernama Ayame ini tersenyum manis.
.
Ayame dan Itachi sekarang telah berdiri di samping Fugaku. Itachi memang anak yang tidak sabaran. Dia anak yang manis tentunya
"Tou-san aku mau per..." Itachi berhenti berucap setelah melihat tangan Tou-san nya yang mengangkat dan menunjukkan bahwa dia menturuh Itachi diam
"Tidak" Fugaku berhenti sejenak tanpa menoleh ke arah Itachi kecil lalu berkata "Kau tidak boleh pergi keluar rumah lagi sampai aku memperbolehkanmu dan sekarang pulang. Kau mengerti!" Ucap Fugaku dengan nada datar
Itachi mengangguk pelan lalu berkata "Hai Tou-san" Itachi ingat betul Tou-sannya tidak pernah berkata dingin seperti ini.
Itachi berbalik dan melangkah menjauh dari Tou-san nya dengan langkah lesu. Ayame hanya mengikuti Itachi dalam diam. Dia tak mau menganggu suasana Uchiha kecil ini. Ayame tahu betul kelakuan Itachi sejak lahir. Karena sejak Itachi lahir dia telah ditunjuk dan dipercayai oleh keluarga Uchiha untuk menjadi pelayan pribadinya.
Itachi kembali ke mobil dengan muka masam dan tampak begitu lelah. Dia duduk di kursi penumpang bersama nenek Chiyo, sedangkan Ayame duduk di kursi depan bersebelahan dengan supir. Itachi bahkan menjadi pendiam tampaknya. Tiga orang di dalam nobil ini hanya terdiam dan hanyut dalam pikiran mereka yang penasaran.
.
Kizashi masih duduk termenung di sebelah makam istrinya. Dia menggendong bayi cantiknya yang tengah tertidur pulas. Didekatnya ada seorang pria yang berdiri yang umurnya hampir tak jauh beda dengan Kizashi sendiri
"Kazashi-nii ayo kita pulang. Kasihan Sakura jika berlama di luar ditengah cuaca panas sekarang. Apa kau mau Sakura sakit?" Pria itu memegang bahu Kizashi lembut
"Baiklah. Orochimaru ayo pulang. Ingat besok pagi datanglah ke mansion 'dia' dan ambil semua berkas perusahaan kita dan jangan lupa bawakan berkas perusahaan mereka. Berikan berkas mereka sebelum orang suruhan 'dia' datang ke mansion kira. Aku tidak mau mengotori mansion ku dengan kaki bejat mereka" Kizashi berdiri dan melangkah menjauh mengarah ke mobilnya.
"Baiklah Kizashi-nii" Orochimaru menyeringai tipis sambil mengikuti langkah Kizashi di belakang.
Kizashi berhenti sejenak dan berkata "Oh iya aku lupa. Bagaimana kabarmu, aku sudah lama tidak bertemu denganmu. Sudah lima tahun kau berada di Oto." Lalu melangkah lagi.
'Baik. Kabarku sangat baik. Tapi hatiku dalam keadaan jauh dari kata baik setelah kepergian Mebuki-nee. Kau tahu bukan dia sangat berharga bagiku" Orochimaru berkata sambil menyamai langkah Kizashi
"Yah kau juga tahu bukan? Dia juga sangat berharga bagiku. Bagi kita. Aku, kau dan Sakura kecilku" Kizashi tersenyum sedih setelah berucap seperti itu
"Aku juga akan menyayangi Sakura. Aku akan melindunginya. Tak akan ku biarkan seorang bajingan pun untuk menyakiti Sakura. Itu janji ku Kizashi-nii. Peganglah janji seorang Orochimaru. Percaya padaku Kizashi-nii"
"Aku pegang janjimu Orochimaru. Aku percaya padamu, terima kasih Orochimaru"
"Yah dengan senangbhati" Orochimaru menyeringai lagi
.
Itachi menjadi lebih pendiam sekarang dan bersifat dingin. Anak lelaki imut berusia empat tahun ini ternyata lebih dari perkiraan usianya sekarang. Itachi seorang Uchiha. DIa sama saja seperti leluhurnya kala dulu yang bernama sama dengannya Itachi Uchiha.
Itachi bahkan hanya tersenyum didepan adik kecilnya yang masih bayi. Dia masih bersikap lembut hanya pada Sasuke. Dia memang sangat menginginkan seorang adik lelaki agar sama dengannya. Maksudnya bisa menikmati semua hal bersama. Dari bermain bola, basket dan semua yang identik yang namanya lelaki.
Keesokan harinya Itachi tengah menjaga adiknya yang tengah tidur di atas kasur kingsize miliknya. Itachi bersikeras Sasuke harus berada di kamarnya setiap hqri. Fugaku tidak keberatan dengan itu asal pada malam hari Sasuke harus diasuh oleh nenek Chiyo atau Izumi. Izumi diberi tugas atau titah yang sama seperti Ayame.
Tok tok tok
Itachi langsung menoleh ke arah pintu kamarnya yang memang telah terbuka. Izumi seorang maid pribadi Sasuke telah berdiri di dekat pintu
Izumi berkata " Itachi-sama ini waktunya anda sarapan. Anda belum sarapn sedari tadi. Saya yang akan menjaga Sasuke-sama dengan segenap jiwaku"
Itachi mengangguk pelan berkata" baiklah Izumi-nee aku akan turun ke bawah dan sarapan. Sampai jumpa Sasu-chan" Itachi tersenyum manis lalu melangkah pergi dari kamarmya.
.
Itachi sekarang tengah menyantap sarapannya dalam diam. Dia sekarang sarapan bersama Tou-san nya. Yahh biasanyya Itachi berceloteh ria di depan Ayame atau Kaa-san nya dulu. Ayame menanggapi semua celoteh Itachi sedangkan Mikoto menyambut celoteh Itachi dengan ikut andil dalam celotehannya. Itachi tidak biasa terlambat sarapan seperti ini semenjak ada Sasuke. Fugaku memang sarapan pada jam-jam seperti ini. Suasana yang tidak enak memang telah dirasa oleh para maid yang berdiri di dekat meja makan mewah ini
Tap tap tap
Suara langkah kaki bergema di dalam mansion lebih tepatmya didekat ruang makan keluarga ini. Dan sekarang terlihatlah seorang pria paruh baya tengah tersenyum lembut.
"Mau apa kau kesini?" Ucap Fugaku datar tapi tegas dan menatap tajam ke arah pria ini
"Santai saja tuan Uchiha. Aku hanya ingin menyerahkan berkas mu dan mengambil berkas kami" Ucap pria ini sambil tersenyum
"Ayo" jawab Fugaku datar lalu berdiri dan berjalan menjauh mengarah ruang kerjanya yang diikuti pria tadi
Sekitar tiga puluh menit kemudian Fugaku berjalan menuju meja makan lagi untuk melanjutkan sarapannya yang tertunda. Itachi sudah memakan sarapannya. Belum sempat Fugaku duduk Itachi sudah berkata " Siapa dia?"
"Orochimaru adik ipar Kizashi Haruno" Fugaku berkata datar dan duduk
" Aku membencinya Tou-san. Karena di.."
Fugaku memotong ucapan Itachi lalu berkata " Aku juga membenci dia, aku membenci Haruno. Dan jangan lagi kau sebut-sebut mereka di depanku. Kau mengerti" Fugaku menatap tajam pada Itachi
"Hai Tou-san" Itachi berucap sama datarnya sama seperti sang ayah
Fugaku langsung berdiri dan pergi meninggalkan Itachi yang masih di meja makan. Fugaku sepertinya hilang nafsu makan setelah bercakap sebentar dengan putra sulungnya. Itachi masih terdiam disana untuk beberapa saat. Lalu dia berdiri sembari melangkahkan kakinya ke tangga menuju lantai atas menuju kamarnya. Adik kecilnya trlah menungguhnya disana
"Aku yang akan membalaskan dendammu Kaa-san. Demi Kaa-san dan Sasuke" Ucap Itachi dingin tapi bersirat penuh percaya diri. Dia menyeringai lebar dan melangkahkan kakinya dengan santai
Semenjak dia bertemu dengan Orochimaru dia telah berubah menjadi Itachi yang berbeda. Dari Itachi Uchiha yang periang menjadi Itachi Uchiha yang pendendam.
T
B
C
