Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel karya "".

Semua karakter di ff ini semua hak milik Masashi Ojii-san. Saya hanya penyuka saja...

Chapter 2

Jam 19.00 di rumah keluarga Uchiha. Keluarga Uchiha sedang mengadakan makan malam.

"Bagaiman tawaran Tou-san, Sasuke?"

"Aku menyukainya. Terima kasih Tou-san."

"Kau tahu Sasuke, Kaa-san sangat ingin agar kau seperti Kaa-san." ujar Mikoto.

"Gomen Kaa-san. Aku tidak bisa merancang pakaian. Kalau aku jadi desainer, aku pikir tidak akan ada yang membeli pakaian rancanganku. Aku hanya bisa bekerja dengan setumpuk kertas yang harus diperiksa."

"Kau memang memiliki bakat Tou-san mu."

"Tiga bulan lagi kau akan mendapatkan gelarmu dan setelahnya kau akan bekerja di kantor Tou-san."

"Itu terdengar sangat hebat. Aku menginginkan hari itu sejak umur 10 tahun. Aku ingin menjadi seorang yang hebat seperti Tou-san."

Fugaku kembali tersenyum. Ada binar kebanggaan di matanya menatap anak gadisnya.

"Tou-san bangga sekali padamu. Kau benar-benar malaikat Tou-san."

Sasuke tersenyum. Sebenarnya dia tak suka dipuji seperti itu. Itu hanya pujian untuk anak kecil.

"Oh ya Sas, Kaa-san baru saja mendapatkan kiriman bungan untukmu."

"Dari siapa?"

"Dari Kyuu."

Sasuke tidak terlalu memperhatikannya. Dia tetap memakan makanannya tanpa mempedulikan apa jawaban ibunya.

"Apa dia temanmu?"

Sasuke mengelap mulutnya dan menatap ibunya.

"Aku pernah satu kelas dengannya, tapi aku tidak terlalu mengenalnya."

Sasuke kembali melanjutkan makannya. Mikoto menghentikan makannya dan tersenyum menatap Sasuke.

"Dia menyukaimu Sas. Ini bunga keempat yang dikirimkannya dalam minggu ini."

"Aku tidak suka laki-laki yang hanya menghambur-hamburkan uangnya untuk membeli bunga, apalagi bunga itu sama seperti bunga yang kutanam di halaman belakang."

"Lalu apa yang kau inginkan dari seorang laki-laki?"
"Aku tidak menginginkan apapun dari laki-laki karena aku juga tidak menginginkan mereka."

"Kau hanya belum bertemu dengan laki-laki yang membuatmu bisa melakukan apapun untuknya."
"Aku jadi semakin tidak menginginkan laki-laki kalau aku harus melakukan hal bodoh dengan melakukan apapun untuknya."

Mikoto hanya menghela nafas, sementara Fugaku tersenyum mendengar jawaban Sasuke.

"Suatu hari kau akan merubah pandanganmu Sasuke."

"Aku harap juga begitu Kaa-san."

Sasuke mengambil minumannya. Jawaban tadi bukanlah isi hatinya. Sasuke menjawab hanya untuk menyenangkan orangtuanya. Dia tidak mau berdebat lebih lama. Sasuke selalu mendebatkan apapun dengan orangtuanya sampai menemukan kata sepakat, tapi untuk masalah laki-laki Sasuke lebih memilih untuk tidak berkomentar. Sasuke mengelap mulutnya dan menatap orangtuanya.

"Aku sudah selesai. Selamat malam Kaa-san, Tou-san."

"Selamat malam Sasuke."

******************TBC*******************

Thanks for : yassir2374, vikiferianda, NaluCacu CukaCuka dan Tomoyo to Kudo.